
Sarah menatap tak percaya pada para tetangga nya saat ink, Apalagi di luar sana ada tukang sate dan tukang bandrek keliling.
Dan lebih parah nya lagi para tetangga sekitar mereka turut meramaikan tukang sate tersebut karena Satria telah membayar keseluruhan nya berserta minuman hangat nya juga.
Tapi yang membuat nya bertanya tanya saat ini adalah kehadiran para tetangga nya, Ada apa ? Kenapa Genk nya beserta para suami mereka ikut datang kerumah mereka.
Terutama para ibu ibu, Mereka menatap Sarah dengan tatapan haru nya.
Dan semua itu di ketuai oleh Buk Sari yang sejak tadi sudah menangis senggugukan di bahu suami nya.
" Ini ada apa ? kok pada disini malam malam ? Memang nya ada apa ?" Tanya Sarah setelah cukup lama menahan rasa penasaran nya karena para bapak bapak sibuk makan, Dan pak Joko lah sang pelopor sate Padang malam ini.
" Gini loh Dek Sarah, Tadi saya dan Umi lagi nyantai kan, Lagi nonton tv, Tiba tiba Joko telpon, dan bawa kabar kalau kamu kata nya sedang hamil, Apa itu benar ?" Semua orang mengangguk.
Dan Tatapan Buk Ana saat ini, Menyiratkan rasa penasaran yang sangat tinggi pada nya.
Sarah menghela nafas nya berat kemudian mengeluarkan nya lagi. " Saya memang hamil pak Haji, Dan Alhamdulillah udah 4 Minggu..."
" Huuaaa....Mas...Sarah beneran hamil, Ya Allah Mas...." Pak Susilo hanya bisa menenangkan istri tercinta nya, Buk Sari.
" Udah atuh Neng, Jangan nangis terus, Seharus nya kita ikut bahagia dengan berita kehamilan Sarah, Bukan nya nangis gini. "
" Aku nangis bahagia Mas, Sarah hamil, akhir nya perjuangan mereka gak sia sia, Akhir nya--huaaa...." Buk Ana hanya memutar bola mata nya malas, Teman nya ini lebay sekali, Walau dia juga ingin menangis saat ini, Tapi dia menahan nya.
" Sudah, Sekarang kita sudah tau kalau Dek Sarah hamil kan ? Sekarang kita pulang, Biarin dek Sarah nya istirahat, Yang penting saat ini kita sama sama membantu Jaga dek Sarah kalau Satria nya kerja. " Satria mengangguk setuju dengan Umi Jamilah.
Sebenar nya juga dia memang ingin meminta bantuan pada ibu ibu, Karena mereka lah teman terdekat istri nya, Sarah juga kan harus istirahat total selama trimester pertama.
Maka dari itu rumah mereka di bangun Lift oleh Satria.
" Iya ibu ibu, Saya minta tolong, Bantuan nya untuk menjaga Sarah, Sebagai ganti nya, Mohon maaf dengan segala hormat, Saya tidak bermaksud merendahkan bapak bapak sekalian, Saya bermaksud untuk memberi uang jajan ke pada ibu ibu untuk membantu istri saya selama saya bekerja. "
" Eh, Tidak perlu begitu Satria, Kita ini saudara, Jika kamu ingin memberi pada istri istri mata duitan ini imbalan, Lebih baik sumbangkan saja ke panti asuhan atau masjid, Dari pada menambah jajan mereka, Nanti nya mereka akan semakin melunjak !"
Plak !
" Maaf Neng, Mas gak maksud gitu beneran Neng, Mas --"
" Ngek ! " Pak Joko memberikan isyarat menyayat leher nya pertanda bahwa malam ini dia tidak akan bertanding di lapangan pacuan kuda, Karena saat ini bisa di pastikan lapangan nya akan di tutup.
" Sudah sudah, Ayo pulang, Kasihan dek Sarah nya, Yuk Kita pulang semua nya. " Akhir nya para tetangga kesayangan Sarah dan Satria di blok Cempaka itu akhir nya meninggalkan kediaman mewah Satria, Dan juga Tukang sate tadi pun sudah menghilang dari peredaran karena bayaran yang di berikan Satria sebelum nya membuat tulang sate tadi bersujud syukur atas pemberian anak muda yang kaya raya seperti yang di katakan pak Joko, Slaah satu langganan nya.
Setelah Kepergian Para tetangga nya, Satria membawa Sarah ke kamar bawah, dan mereka beristirahat setelah pamit pada para pekerja rumah mereka.
.
.
.
.
.
Tapi disini ada yang aneh, Pagi ini meja makan mereka penuh dengan beraneka ragam makanan sudah tersedia di meja makan mereka.
" Bik, Kok banyak banget makanan nya ? Saya Sampek bingung mau makan yang mana. "
" Ini kiriman ibu ibu Nya, Bubur kacang hijau dari Umi Jamilah, kata nya biar darah Nyonya stabil, Biar rambut Baby juga tebel nanti nya. "
" Salad nya dari Buk Ana, Jus Buah Naga dari Buk Sari, Ini buah buahan dari Buk Rita. " Sarah mengangguk saja.
Betapa bahagia nya dia saat ini, Dia yang tengah hamil, Tapi ibu ibu itu begitu perhatian pada nya.
Sungguh nikmat sekali rasa nya mengandung seperti saat ini.
" Ayo makan Yank, Biar kamu gendut, Perut kamu buncit, Baby Terong juga sehat..." Sarah hanya bisa bersabar saja, dengan apa yang di lakukan suami nya.
Bahkan ke kamar mandi saja Sarah harua di gendong oleh Satria, Dan itu juga pesan mutlak yang di berikan Satria pada pekerja rumah nya saat ini.
Setelah sarapan dan Satria pergi ke kantor nya, Ibu ibu Genk nya sudah datang kerumah nya dengan makanan di tangan mereka, Bahkan ada mangga muda yang masih utuh dengan daun dan batang nya juga.
" Ayo Sarah, Kita ngerujak yuk, Enak nih, Ada mangga muda, Ada jambu biji, lengkap deh yuk, tapi kamu gak boleh pake nanas nya ya, Ayo enak nih..."
" Itu mangga muda nya enak banget Kak Ana, Aku mau dong, Kayak nya di buat asinan enak..."
" Oke ayo, Kita buat. Kalau kurang kita minta lagi sama Pak RT. Jangan sama istri nya, Istri nya pak RT Genk nya Ulat cabe. " Buk Ana langsung membawa Sarah ke dalam rumah nya dan mereka mulai melakukan kegiatan mereka
Rujakan, Namun saat mereka tengah menikmati nya di Gazebo di dekat kolam ikan nya, Terdengar jeritan suara Mami mertua nya yang datang kerumah mereka.
" Assalamualaikum, Sarah sayang...menantu kesayangan Mami, Mami cantik datang sayang...Yuhu...Cucu GrandMi...Yuhuu...."
" Mertua kamu Sar..." Sarah mengangguk dan hendak menyambut kedatangan mertua nya, Namun sudah di cegah oleh Mertua nya yang sudah sampai di Gazebo tempat mereka berada.
"Sudah disana aja sayang, Biar Mami yang kesana Sayang..."
" Ibu ibu, Tolong bantuin ya, Ini belanjaan saya. " Mereka pun bergegas membantu mertua nya Sarah.
" Bawa apa Mi ? Kok banyak banget ?" Tanya Sarah.
" Ini Sayang, Mami bawa buah import buat kamu, Ada berbagai macam susu, Kamu pilih deh mana yang kamu suka ! Pokok nya kalau mau apapun bilang ke Mami, Biar mami cari ! Kamu mau apa ? Buah mangga muda, Mangga Mateng, Mangga masak pun terserah ! Mami akan cari nak, Yang penting kamu dan Calon Cucu GrandMi seneng. "
" Mi..." Mami Ratu langsung memeluk menantu nya yang yang seperti hendak menangis saat ini.
" Mami disini nak, Mami sayang sama kamu kok. Jangan nangis lagi ya..." Sarah mengangguk dan masih memeluk Mertua nya.
Papi Pohon Terong Jepang 🍆
...🍑🍑🍑 ...