My Wife Is My Sugar Mommy !

My Wife Is My Sugar Mommy !
Rindu Ayang



Terhitung, Sudah dua hari Sarah pergi ke Milan untuk acara Fashion week disana.


Dan sejak saat itu Juga Satria terus Uring Uringan kerena tidak ada istri nya.


" Kenapa sih kayak bete gitu ?" Tanya Mami nya saat melihat wajah kusut sang putra.


Satria tidak menjawab nya, Dia terus saja duduk serta di kursi nya dengan tatapan lesu.


Mereka sedang menunggu waktu berbuka puasa dan Satria menunggu ucapan dari istri nya.


Jika disini sudah jam 6 sore, Berarti disana masih tengah hari bukan ? Jam makan siang ?


Tapi kenapa istri nya belum juga ada kabar ?


Satria terus menatap ponsel nya, Dimana dia melihat Foto istri nya disana.


Bahkan sampai saat ini, adzan sudah berkumandang, Menandakan Bhawa batas waktu puasa mereka sudah berakhir.


Untuk itu, Mereka membatalkan puasa nya hari ini.


" Mi, Pi, Satria duluan ya, Mau ke kamar. Satria gak ikut jamaah. Magrib sendiri aja. " Ucap Satria meninggalkan meja makan.


Mami Ratu hanya bisa menatap sedih ke arah putra nya yang kehilangan istri nya.


" Hubungi menantu mu, Katakan suami nya merajuk. "


" Menantu Papi juga. " Sahut Mami Ratu merasa kesal dengan suami nya.


Mereka meninggalkan meja makan untuk melakukan tiga rakaat di senja hari.


Bahkan Satria tidak ikut makan malam, Pikiran nya sekarang tertuju pada ponsel nya, Dimana istri nya saat ini.


Tidak tahan, akhir nya pukul 8 malam, Setelah isya, Satria turun ke bawah untuk menyantap makan malam nya, Walau tidak berselera.


" Mi,..." Panggil Satria saat sang Mami menemani nya makan.


" Saya ?" Tanya Mami nya.


" Satria susul Sarah ke Milan ya, Satria Rindu Mi, Bener kata Dilan, Rindu itu berat, Satria takut kalau Sarah rindu, Dia gak kuat. Jadi biar Satria aja yang rindu mi,. "


Mami nya hanya mencebik saja, Lama lama putra nya ini kok lebay begini ? Sejak SMA di tanya siapa pacar nya tidak pernah jawab dan Mawar juga bilang gak ada yang Deket ke Satria.


" Papi....." Panggil Mami nya, Dan sang Raja datang menghampiri anak dan istri nya ikut bergabung disana.


" Ada apa sih Mi ? Kayak di hutan aja teriak teriak. "


" Ini nih, Anak kamu, Udah ngerti rindu segala. Kata nya bener kata Dilan, Kalau rindu itu berat, Dia takut Sarah gak kuat, Jadi dia mau susulin Sarah. " Papi Raja melihat sang putra lalu menghela nafas nya berat.


" Ujian kamu ?? Mau ngulang lagi ?" Satria menggeleng.


" Lalu mau nya gimana ?" Tanya Papi nya lagi.


" Mau nya Sarah Pi, Satria rindu Sarah. " Boleh kah Papi Raja, memukul putra nya saat ini ?


Jika bukan anak satu satu nya, Sudah Papi Raja tenggelamkan Satria ini.


Astaga, Wajah putra nya itu sangat menyebalkan, Merajuk begitu.


" Terserah ! yasudah susul sana. Papi pastikan kamu gak akan lulus semester ini dan akan ngulang lagi. "


" Papi kok gitu sih ? Gak asik ah..."


" Terserah ! Pilihan ada di kamu. " Satria hanya bisa menunduk sambil memakan makanan nya yang terasa susah untuk di telan nya.


Tapi, Semua itu berubah saat Ponsel nya berdering dan disana tertera nama Ayang 💙


" Ayang...Rindu...." Pekik Satria saat melihat wajah istri nya yang masih mengenakan pakaian kantor nya.


" Hueeekkk !!!"


" Mami apaan sih ? Ganggu aja. " Satria langsung meninggalkan meja makan menuju kamar nya.


Bahkan dia melupakan Nasi nya yang baru dua sendok yang di makan nya.


Rasa lapar nya tadi seakan hilang saat melihat wajah istri nya.


" Sudah makan ??" Tanya Sarah sambil terus memeriksa pekerjaan lain nya lagi.


Kini Sarah sudah berada di kamar hotel nya, Acara hari ini sudah selesai, dan kemungkinan akan pulang lebih cepat dari waktu yang di perkirakan nya.


" Sudah, Tapi gak nafsu gak ada kamu..." Satria terlihat lesu disana.


Sarah juga melihat nya, Wajah sendu suami bocah nya.


" Makan, Kenapa gak makan ??"


" Gak nafsu Yank, gak ada kamu. "


" Makan Satria...Kamu harus makan. "


" Tapi temeni ya, Aku makan di kamar aja ya. " Sarah mengangguk.


Satria keluar kamar nya, Dan berteriak memanggil pelayan.


" Bibik....Bawain makan Satria Bik, Satria mau makan di kamar. " Teriak Satria dari lantai dua.


Para pelayan bersiap untuk membawakan makan makan Sang Pangeran ke kamar nya.


" Heheh...Maaf Yank...habis nya rindu ke kamu. " Sarah hanya bisa menggelengkan kepala nya saja.


Satria memang menjadi bocah saat berhubungan dengan nya, Dan entah kenapa juga Sarah menyukai nya.


Satria ini tidak mengekang kebebasan diri nya, Satria ini sosok imam yang baik, Bertanggung jawab dan penuh cinta.


" Kamu masih puasa ?"


" Masih, Insya Allah sampai ke magrib nanti. "


" Semangat ayang,...aku sayang kamu. " Sarah hanya bisa tersenyum saja.


Mereka larut dalam pembicaraan nyeleneh, Ngalur ngidul, kulon wetan, semua di ceritakan Satria, Sampai rasa nya mata Satria sudah tidak sanggup lagi.


Bahkan dia juga melewatkan Sholat Tarawih nya di Mushola karena keasyikan bicara pada istri nya.


" Sudah malam Satria, Tidur... Besok ujian bukan ? " Satria mengangguk, Dia memeluk guling, Rasa nya sangat merindukan istri nya.


" Kiss Yank,. " Pinta Satria dengan mata yang hampir terpejam.


" Good Night..."


" Night too ayang...." Jawab Satria dengan mata tertutup.


" Eemmmmuuuuaaahhh..." Satria tersenyum.


Dalam mata terpejam, Dia masih mendengar suara Sarah yang mencium nya jarak jauh.


Sarah benar benar menunggu hingga ponsel Satria terjatuh dari genggaman nya dan Sarah juga mendengar dengkuran halus serta nafas teratur suami bocah nya.


Yang menandakan bahwa Satria benar benar sudah tertidur.


" Selamat tidur suami...." Gumam Sarah sambil mematikan sambungan telepon nya.


Dia menatap foto suami nya yang memakai Masker, Serta topi hitam.


Sarah memang mengakui nya, Suami bocah nya itu memang tampan, Tapi jika Satria memakai setelah hitam, Aura Satria memang tiada dua nya.


Keturunan Darah Biru mungkin ya, Pangeran pula suami nya itu.


" Huh, Berendam lebih baik. " Sarah menuju kamar mandi dan mulai berendam.


Tidak lama, Hanya merilekskan otot otot nya saja .


Besok mereka akan melakukan pemotretan di Roma, Lalu Venice, Dan berakhir dengan liburan sehari.


Saat menunggu, magrib, Ponsel Sarah kembali berdering dan itu dari Papa nya.


" Assalamualaikum Pa..." Papa Panji kaget.


Putri nya mengucapkan salam ? Sejak kapan ? Batin nya lagi.


Biasa nya Sarah akan say hello dan langsung to the point.


" Waalaikumsallam sayang...Sedang apa ?" Sarah menatap ponsel nya.


Papa nya menghubungi nya tengah malam begini ? Pasti ada sesuatu.


" Sedang menunggu waktu magrib Pa, Ada apa ?" Terdengar helaan nafas dari Papa nya di sebrang sana.


Dan Sarah tau pasti ada yang tidak baik.


" Kapan kamu pulang sayang ?"


" Mungkin 4 hari lagi pa. " Jawab Sarah seada nya.


Dia masih memikirkan ada apa ini ??


" Pulang lah kerumah. Ada yang harus kita bicarakan. Papa harap kamu bisa menepati janji kamu sayang. "


" Janji apa pa ? Sarah janji apa ke Papa ?" Sarah mulai panik.


Dia bingung, Apa yang di janjikan nya pada sang Papa ?


" Pulang lah, Nanti kamu akan tau. Katakan pada Papa kapan kamu pulang, Papa akan menjemput kamu sayang. See you..."


" Pa , Ada apa ini ? Jangan begini. Katakan pada Sarah. Jangan buat Sarah panik, Papa sakit ? Atau mau Cek Up ? Biar Sarah telpon Dokter yang di Singapure. "


" Papa baik baik saja sayang, sudah dulu ya. Disini sudah larut, Kamu sehat sehat disana. Dan Papa tunggu kamu dirumah. Nanti papa jemput di bandara. "


Tut !


Sarah semakin yakin ada yang di sembunyikan Papa nya, Tapi apa ?? Apa yang di sembunyikan Papa nya ?


Saat memikirkan hal itu, Ponsel Sarah kembali berbunyi, Dan itu alarm tanda nya berbuka puasa dan Adzan dari ponsel nya.


Dan Sarah mulai berbuka puasa dan membatalkan puasa nya hari ini.



Ayang Satria GeGaNa mikirin ayang Sarah ,💙


...💙💙💙...