My Wife Is My Sugar Mommy !

My Wife Is My Sugar Mommy !
Merayu



Satria kesiangan, Dia benar benar kesiangan hari ini, Bahkan ini sudah jam 5 lewat, Dia kaget.


Karena dia sudah melewati Waktu 2 rakaat di pagi hari, Dan Batas waktu nya hampir habis.


Secepat mungkin dia membersihkan diri, Setidak nya gosok gigi dan cuci muka saja dulu abru bersuci.


Menyambar sarung dan baju Koko nya, Satria langsung melakukan 2 rakaat nya.


Selesai, Beruntung Satria masih bisa mengejar waktu nya, Kalau tidak dia harus meng Qadha nya.


Satria turun ke lantai dasar, Dimana tujuan utama nya adalah dapur, Karena pasti istri nya sedang memasak pagi ini, Karena memang Sarah sekarang sedang giat giat nya belajar memasak.


" Bik, Istri Satria dimana ?" Tanya Satria pada Bik Murni yang sedang bertugas pagi ini di dapur.


Bik Murni segera mematikan kompor nya dan menghampiri Satria.


" Tadi Nyonya mau main Scooter sama Meela Tuan, Kata nya mau main di taman komplek. " Wajah Satria murung.


Pasti istri nya masih marah dan kecewa pada nya, Bahkan sampai tidak membangunkan nya pagi ini yang hampir melewatkan ibadah nya.


" Oke, Makasih buk !" Satria berlari keluar dari rumah nya dan langsung menuju garasi.


Dia mengambil sepeda mahal nya, Bahkan harga sepeda nya saja hampir sama dengan Mobil Brio.


Luar biasa bukan ? Tapi tidak bagi Satria.


Itu hal biasa bagi nya, Sepeda seharga mobil, Biasa saja.


" Mau kemana Tuan ?" Tanya Mang Udin satpam rumah mereka yang masih memakai sarung di tubuh nya untuk menghalau rasa dingin nya.


" Keluar Mang, Mau jemput istri. "


" Pake begituan ?? " Tanya Mang Udin lagi.


Pasal nya Satria masih memakai baju Koko dan celana pendek saja.


" Hisss...lupa mang ! Titip deh. " Satria melemparkan baju Koko nya ke pos satpam dan dia kembali melajukan sepeda mahal nya untuk mencari istri nya dan Meela.


Satria terus menyusuri jalanan komplek dan menuju Taman, Namun tanpa di sadari nya, Sejak tadi banyak pasang mata yang menatap kagum ke arah nya karena Satria hanya memakai kaos tanpa lengan saja yang berwarna hitam membungkus tubuh berotot nya.


Kulit putih nya terlihat sangat bersinar di terpa sinar mentari pagi yang mulai keluar dari persembunyian nya.


" Pagi ibu ibu..." Gila.


Dengan ramah nya Satria menyapa ibu ibu yang mulai mengelilingi tukang sayur keliling komplek itu.


Semangat 45 membakar jiwa ibu ibu komplek blok Cempaka dan Blok Seroja pagi ini.


Bagimana sang pangeran menyapa mereka dengan penuh senyuman full di wajah nya.


Mata itu menyipit dan kedua lesung pipi nya terbentuk sempurna .


" Pagi juga ganteng...." Seru mereka bersamaan.


Dan hal itu membuat Satria kaget, Karena semua orang menatap nya.


Satria berhenti sejenak, Namun bum sempat dia kembali menyapa ibu ibu itu, Sarah sudah melaju begitu saja dengan Scooter listrik milik nya bersama Meela yang mengayuh sepeda nya.


" Ayang ..Tungguin..." Satria panik saat Sarah melewati nya begitu saja.


" Maaf ibu ibu, Saya duluan. " Satria memutar sepeda nya dan mengejar istri nya.


Setelah Sarah sampai, Satria juga sampai di rumah nya, Namun dia kembali kaget saat melihat reaksi istri nya.


Brak !


" Ayang...kok gitu. " Panik Satria saat melihat Sarah membanting Scooter nya begitu saja.


Meela juga tak kalah kaget nya, saat melihat bunda nya terlihat kesal dengan Ayah nya.


" Bunda kenapa Ayah ?" Tanya Meela penasaran.


Satria menggeleng, Lalu kembali mengejar istri nya.


" Meela mandi ya, Sekolah. "


" Iya ayah..." Satria berlari lagi menuju kamar nya dimana Sarah sudah masuk ke dalam kamar mandi mereka untuk membersihkan diri nya.


Tak lama, Sarah keluar dengan keadaan segar, Dan rambut nya yang basah di gulung dengan handuk.


" Ayang, Sini aku bantuin keringin rambut kamu. "


" Aku bisa sendiri ! Kamu mandi saja !" Satria manyun.


Rayuan nya tidak berhasil membujuk istri nya, Untuk pertama kali nya, Selama 5 bulan ini Sarah mendiamkan nya seperti ini dan hal itu membuat Satria kalang kabut serba salah.


Dia masih asyik dengan pekerjaan nya saat ini mengeringkan rambut nya.


" Ayang...ku...."


Tak !


Satria tidak melanjutkan langkah kaki nya yang hendak memeluk Sarah.


Gagal sudah rencana nya. Padahal dia benar benar merindukan istri nya itu.


" Iya, Iya...aku mandi. " Dengan langkah Gontai Satria menuju kamar mandi dan membersihkan diri nya.


Setelah Satria menghilang di pintu kamar mandi, Sarah kembali menghela nafas nya berat.


Dia kesal bukan main saat melihat penampilan suami nya pagi tadi saat mereka bersepeda.


Bagimana bisa Satria memamerkan tubuh berotot nya yang putih bersih seputih salju I u di depan banyak orang ??


Apalgi tadi bukan hanya ibu ibu Blok Cempaka dan Seroja saja, Tapi ada siluman Ular Derik bergincu merah, Siapa lagi jika bukan Laras, Wanita simpanan kelas kakap yang sombong nya selangit itu.


Mungkin wanita itu cocok di sandingkan dengan Sky untuk untuk beradu mulut.


Sekesal apapun Sarah, Di tetap berusaha menjadi istri yang baik untuk suami nya.


Dia menuju ruang ganti untuk berganti pakaian kantor nya dan menyiapkan pakaian ganti untuk Satria bekerja hari ini.


" Sayang....Maaf..." Dapat Sarah rasakan hembusan nafas hangat Satria yang menyapu bagian leher nya dengan berat.


Sarah tau suami nya ini merasa sangat bersalah dengan nya, Mungkin soal bercanda nya tadi malam yang memang kelewatan menurut nya.


" Ayang..."


" Pakai baju nya Satria, Ini hampir jam 7 dan kamu belum bersiap ?? Mau macet ??" Tanya Sarah lagi.


" Naik helikopter papi aja yukk...biar gak macet. " Dengan gampang nya Satria memberi saran untuk naik helikopter milik mertua nya itu.


Enak saja Satria, Dan dia akan menghancurkan taman milik Sarah ??


Tidak !


Itu tidak akan saah biarkan begitu saja.


" Mau pake baju sendiri atau--"


" Iya, Ini aku pake. " Sarah hanya bisa menghela nafas nya saja saat dengan tak tau mu nya Satria melepas handuk nya di depan arah dan memakai segitiga mahal milik nya itu.


Tidak tau malu ? Mungkin itu kata kata yang tepat untuk Satria saat ini, Tapi apa perduli nya ?? Sarah juga istri nya bukan ??


Jadi apa Masalah nya ?? sudah sah juga !


Halal dan ya tau lah ya...


" Pakein baju nya Yank..." Sarah mengangguk dan mulai memakaikan kemeja Satria dan segala atribut nya hingga selesai.


Saat Sarah mendongak untuk memakaikan dasi suami nya, Dengan jahil Satria mengecup bibir istri nya.


Cup...


Kesempatan yang sangat bagus !


" Love you ayang...jangan marah marah lagi ya... aku minta maaf..." Satria kembali mengecup bibir, hidung dan kening istri nya.


Kedua mata serta pipi nya juga tak lepas dari sasaran Satria pagi ini.


" Bales dong yank...masak gak di bales sih...aku jadi sedih nih..."


" Love you to Satria..."


" Aku sayang kamu Sarah..."


" Sudah ayo cepat sarapan. " Senyum Satria terbit saat Sarah kembali menggandeng tangan nya.


Tidak sia sia rayuan pulau kelapa ala Pak Joko.


Karena sejak di kamar mandi tadi Satria bertukar chat dengan Genk nya untuk meminta Sarah dari masalah yang tangah di hadapi nya.


Dan Sarah dari pak Joko manjur.


" Nanti aku beliin tas ibu pejabat lagi deh untuk kamu. "


" Terserah. !"