My Wife Is My Sugar Mommy !

My Wife Is My Sugar Mommy !
Meminta Restu



Kali ini, Satria benar benar menunjukan siapa diri nya yang sebenar nya.


Jas Mahal, Pakaian serba mahal, Dan Jam tangan mahal milik nya.


Bahkan tak lupa juga, Satria menunggangi Mobil mewah milik nya, Untuk apa ? Untuk pergi bersama Sarah kerumah nya untuk meminta restu.


Restu untuk pernikahan mereka berdua yang akan di adakan dua hari lagi dari sekarang.


Seperti saat ini, Satria sudah di ruang keluarga bersama Sarah, Dan Dian terus saja menggenggam erat tangan istri nya, disini dia yang akan meminta restu bukan ?


Tapi kenapa Sarah yang ketakutan ?


" Kamu tenang ya. Kita bisa lewati ini sama sama. " Satria tersenyum seraya mengelus kepala istri nya dengan sangat lembut.


Lembut sekali, Hingga membuat Sarah nyaman berada di dekat Satria.


Bahkan kini, Sarah melingkarkan kedua tangan nya di pinggang kekar suami bocah nya itu.


" Ehem..." Sarah mendengar suara deheman itu, Dan ternyata itu adalah Papa nya.


Papa Panji Sastra Radjasa.


" Selamat Sore Papa mertua..." Sarah pun ikut menyalami Papa nya sama seperti yang di lakukan Satria saat ini.


" Langsung saja Pa, Saya kesini, bersama Sarah untuk memberitahukan sama Papa, Bahwa dua hari dari sekarang, Kami akan melangsungkan akad nikah kami secara sah di mata hukum dan negara, Jadi jika Papa berkenan, Sudikah untuk menghadiri acara sederhana kami, Dan menjadi wali Sarah untuk menikah dengan saya ?" Papa Panji hanya menatap ke arah Sarah.


Tidak sedikit pun terhadap Satria, Bukan nya tidak menganggap Satria, Tapi Papa Panji masih ragu akan rentang usia kedua nya.


Dimana Sarah lah yang lebih dewasa disini. Apakah nanti rumah tangga mereka bisa baik baik saja ?


Walau tidak mungkin ada nya, Karena sejati nya, Kehidupan rumah tangga itu tidak ada yang terus menerus baik baik saja kan ?


" Sekali lagi Papa tanya ke kamu Sarah, " Ada jeda di sana dan tarikan nafas dari Papa Panji sangat ketara di sana.


" Apa kamu yakin ? Menikah dan hidup bersama laki laki ini ? Yang umur nya hanya selisih beberapa tahun saja dari Junior ?" Sarah menatap ke arah Papa nya.


Dengan berani Sarah menatap papa nya dan mengangguk.


" Sarah yakin Pa, Seperti yang Sarah bilang kemarin. Memang usia Satria jauh lebih muda dari Sarah, Tapi cara nya menghargai Sarah, Membimbing Sarah dan mentatar Sarah, Itu lebih dari cukup untuk Sarah. Jika ada hal lain lagi yang Papa khawatir kan tentang itu, Entah itu materi, Sarah yakin papa tau siapa Satria dan keluarga nya. Bukan berarti Sarah menyombongkan harta keluarga suami Sarah, Tapi sejauh ini, Satria bisa dan mampu menjadi imam dan suami yang baik untuk Sarah Pa. "


" Tapi Sa--"


" Kikan kau berani menghalangi pernikahan mereka, Aku benar benar akan menghadirkan mu Panji. Aku bersumpah untuk itu.


" Mami..."


" Ratu..." Satria dan Papa Panji terkejut saat mendengar suara itu, Suara wanita yang sangat di cintai Satria seumur hidup nya.


Dan mantan wanita yang di cintai Papa Panji hingga saat ini.


" Mami, Udah ya Mi...Satria bisa ngatasi ini sendirian. Satria akan memperjuangkan Sarah Mi. "


" Kamu gak tau Satria, Bagaimana keras kepala dan egois nya laki laki yang sedang kamu hadapi ini. " Dengan berani Mami Ratu menunjuk wajah Papa Panji dan menatap sengit ke arah nya.


" Ra...Aku..."


" Stop it ! Don't call me Ra...I hate that call !"


" Ra, Plis..."..


" Don't call me Ra ! " Bentak Mami Ratu lagi.


Dia benar benar muak dengan pria itu, Benar benar muak.


Bahkan jika mencekik laki laki itu tidak berdosa, Akan Mami Ratu lakukan saat ini juga.


" Papa...." Panggil Sarah menghentikan panggilan itu.


" Jam berapa acara nya ? " Dengan pasrah Papa Panji bertanya dan akan menikah kan putri nya.


" Jangan lakukan jika karena terpaksa !"


" Ra, Aku lelah bertengkar dengan kamu. Mari sudahi pertikaian ini, Aku minta maaf jika aku bersalah. "


" Mami Pulang, Sayang ..Nanti malam pulang kerumah Mami ya...." Sarah hanya mengangguk saja saat Mertua nya itu mencium puncak kepala nya.


Sarah merasa terharu dengan perlakuan Mami mertua nya yang memang benar benar tulus menyayangi nya sebagai menantu dan anak.


" Hati hati di Jalan Mi..." Sarah melepas kepergian Mami nya karena dia juga paham, Bahwa keadaan tidak baik baik saja antara mertua dan papa nya itu.


Sementara Papa Panji hanya bisa menghela nafas nya saja, Mantan kekasih nya itu belum juga bisa memaafkan kesalahan nya, Bahkan hingga saat ini sang istri tidak lagi ada di dunia yang sama dengan mereka.


" Pa, Maafkan Mami ya. Nanti Satria bilangin ke Mami pelan pelan. " Papa Panji tertegun.


Menantu nya itu begitu perduli dengan perasaan nya ? Walau disini dia juga tau bahwa dia yang bersalah.


Belum hilang keterkejutan nya Papa Panji, Soal pembelaan yang di lakukan Satria pada nya, Kini dia kembali terkejut saat Satria berlutut di hadapan nya saat ini.


Seorang Pangeran berlutut di hadapan nya ? Pria yang menjadi suami Putri nya saat ini berlutut di hadapan nya ?


Sungguh luar biasa.


" Papa, " Sarah sudah menegang kaku saat melihat Satria berlutut di hadapan papa nya dan Sarah juga ikut bersama Satria berlutut di hadapan Papa nya.


" Izin kan saya untuk kembali menikahi putri anda, Izin kan saya menjadi imam untuk putri anda, Izin kan saya meminta nya untuk menjadi makmum saya, Saya tidak bisa berjanji, Tapi seumur hidup saya, Saya selalu ingin menikah sekali seumur hidup. Dan saya ingin sama sama membangun surga kami sendiri. Surga di dalam rumah kami. Dengan ini saya meminta putri anda yang bernama Sarah Widya Sastra Radjasa untuk menjadi istri saya yang sesungguh nya, Di mata agama dan negara. " Dapat di rasakan Satria, Bahwa genggaman tangan istri nya semakin mengerat, Bahkan kini tangan istri nya sudah semakin dingin di genggaman tangan nya.


Di lihat Satria wajah istri nya dan ternyata Sarah sudah berlinang air mata di samping nya, Saat Satria hendak menghapus nya Sarah malah enggan dan menolak nya.


" Pa, Untuk pertama kali nya dalam hidup Sarah, Sarah meminta dan memohon sama Papa. Restui hubungan Sarah dan Satria Pa, Sarah ingin hidup bersama Satria, Berjalan bersama nya, Menjadi Makmum nya, Membangun surga bersama nya. Sarah mohon sama papa. " Tangis Sarah semakin haru disana.


Bahkan tubuh nya juga sudah bergetar, Dengan cekatan dan penuh kasih sayang, Satria membawa Sarah ke dalam pelukan nya dan mencium kening nya.


Karena perlakuan Satria, Tangis Sarah semakin parah, Senggugukan dan tersedu sedu.


" Pa, Sarah mohon, Restui Sarah dan Satria Pa, Sarah sayang sama Satria, Sarah mau menjadi istri yang Sholeha untuk Satria pa, Sarah---"


" Sayang...udah...jangan nangis terus...." Papa Panji memegang bahu Sarah dan memeluk nya saat itu juga.


Satria juga terharu, Sarah begitu rapuh, Dan apa tadi ? Sarah sayang pada nya ??


Boleh kah Satria jungkir balik dan berguling guling saat ini juga ?


Jika boleh, Satria ingin melakukan nya saat ini juga.


" Papa restui kamu, Jika memang dia laki laki pilihan kamu. Tapi tolong, Jangan pernah sakiti hati nya, Jika kau tidak menginginkan putri ku lagi, Kembalikan dia pada ku, Aku akan membuka pintu rumah ku untuk kembali menyambut putri ku. " Satria hanya bisa mengangguk mantap dan mencium tangan papa mertua nya.


" Terima kasih Pa..." Ucap Satria penuh penghormatan dia juga terharu melihat pengorbanan istri nya yang mau hidup bersama nya.



Ayang Satria yang minta restu ke Papa mertua 💙



Aya**ng Sarah yang terharu dengan pengorbanan suami bocah 💙**


...💙💙💙...