My Wife Is My Sugar Mommy !

My Wife Is My Sugar Mommy !
Jangan Menggatal



" Ayang ..."


Deg !


Sarah langsung melihat siapa yang membuka pintu ruangan kerja nya secara tiba tiba tanpa sopan santun sedikit pun.


Jika itu orang lain, Mungkin Sarah sudah melemparkan laptop atau iPad nya saat ini.


Tapi yang datang adalah suami nya, Suami bocah nya.


" Keluar dan ulangi !" Satria mengangguk dan keluar lagi dari ruangan istri nya.


Dia sadar, Bahwa dia sudah tidak sopan.


Tok...Tok...Tok...


Terdengar Satria mengetuk pintu ruangan nya dan tak lama mendengar sahutan dari Sarah Satria pun masuk ke dalam ruangan istri nya.


" Assalamualaikum, Ayang...kangen deh..." Satria langsung menghampiri istri nya yang masih sibuk di meja kerja nya.


Di putar Satria kursi kerja istri nya, Dan mengkungkung tubuh Sarah.


Cup...


" Aku cinta kamu..." Ucap nya penuh kelembutan dan cinta setelah mencium kening istri nya.


" Kok kayak nya capek banget ?? Udah makan ?" Satria mengusap kening istri nya yang berkerut dan kembali mencium nya dengan sayang agar istri nya rileks.


" Hanya sedikit lelah saja. Apa pekerjaan kamu sudah selesai ? Sampek bisa keluar gini.


" Mau ada Meeting dengan Client di Mall Yank, Mau ikut gak kamu nya sekalian makan siang yuk ??"


" Tapi tadi pagi minta di antar bekal nya. " Satria menggeleng.


" Gak jadi Yank, Aku bilang masak untuk nanti malam aja, Aku mau makan di luar sama Client. " Sarah mengangguk.


Dia membereskan Meja kerja nya dan akan ikut bersama Satria makan di Mall nanti nya.


" Naik motor lagi ?" Satria menggeleng.


" Naik mobil Yank, Kasihan kamu kenapa panas kalau naik motor. "


" Ya maka nya jangan suka berlama lama di kamar mandi, Lagi pula lagu apa yang kamu nyanyikan itu ?? aneh. " Sungut Sarah lagi.


" Heheh...kata pak Ganda kopi dangdut Yank..." Jawab Satria tanpa beban sedikit pun dan hal itu membuat Sarah mencebik saja.


Dia juga tidak tau lagu itu, Aneh di telinga nya, Tapi coba nanti dia dengarkan sendiri.


" Ayo Yank, Entar kamu gak keburu makan siang nya. "


" Sabar kenapa sih ? Bagaimana rasa nya menunggu ? Kesal bukan ??" Sindir Sarah lagi.


Namun yang di sindir hanya biasa saja.


" Aku gak pernah kesal asal itu menunggu kamu sayang..."


" Hueeekkkk " Tekan Sarah merasa muak dengan gombalan ala Satria yang sudah bergaul banyak dari bapak bapak di pos ronda.


Akhir nya sepasang suami istri itu keluar dari ruangan Sarah dengan saling bergandengan tangan dengan dengan mesra nya.


Mereka menjadi pusat perhatian seluruh isi kantor istri nya, Dimana Satria menggandeng tangan istri nya dengan sangat mesra.


Kedua nya seperti aktor dan aktris di dalam sebuah drama, Dimana sang Pria yang tampan dan kaya raya, Lalu sang istri yang memang cantik dan wanita karier pula.


Itu lah yang menjadi kan mereka pusat perhatian banyak orang dan merasa iri dengan mereka yang terlihat harmonis pula.


Satria dan Sarah sudah berada di dalam mobil menuju sebuah Mall terbesar, Dimana disana Satria lah pemilik bangunan besar itu.


" Jangan bilang---"


" Iya, Ini punya Papi, Yank yang arti nya nanti akan menjadi milik aku dan milik anak anak kita...jangan tersinggung lagi, Kita jalani saja semua nya mengalir seperti air di sungai yang akan bermuara ke lautan serta samudra yang dalam. " Sarah hanya memutar bola mata nya malas.


Semakin hari, Rasa nya bibir Satria semakin lancar saja untuk berkata kata manis dan menggombal seperti para pujangga bahkan mengalahkan penyair ulung.


" Sudah ayo..." Satria kembali menggandeng tangan istri nya menuju Restoran mewah disana.


Sarah di biarkan ke kamar mandi sejenak oleh Satria, Yang kata istri nya itu, Dia harus touch up lagi agar tidak mempermalukan suami nya dan Satria menurut saja.


Dia memesan kan makanan yang di inginkan istri nya, Serta salad buah untuk sang istri tercinta.


Makanan sudah di pesan, Dan tak lama Client nya datang.


Kenapa saat ini wanita yang mungkin seusia nya, Tapi dandanan nya lebih menor dari istri nya yang sudah berusia 25 tahun ?


Aneh !


Itu menurut Satria.


" Maaf, Dengan pak Satria Arjun Widjaya Diningrat ?" Satria mengangguk.


Berdehem untuk menetral kan suasana hati nya yang tidak baik baik saja saat ini, Karena dia merasa tidak nyaman, Terlebih risih saat melihat tatapan wanita itu pada nya.


" Saya Karina Subandono, Putri Pak Subandono, Beliau tidak bisa hadir karena ada acara internal keluarga. " Wanita bernama Karina itu mengulurkan tangan nya pada Satria, Namun Satria enggan menggapai nya.


Satria hanya mengatupkan kedua tangan nya di dada dan menjawab salam dari wanita bernama Karina itu.


" Saya Satria, Maaf bisa kita mulai saja ?"


" Oh, Oke silahkan. " Mereka memulai meeting nya, Tapi disini ada yang aneh, Ada tas wanita ?


Terlebih lagi tas mahal, Oke Karina berpikir itu tas asisten atau sekertaris nya Satria,.


" Maaf, Dimana Asisten atau sekertaris anda ??" Satria mengerutkan alis nya saat mendapatkan pertanyaan dari Client nya.


Dia tidak suka saat tengah bekerja membahas hal di luar pekerjaan seperti ini, Rasa nya tidak professional menurut Satria.


" Maaf, Tapi bisakah membahas soal pekerjaan saja ??" Karina mengangguk saja.


" Silahkan..."


" Maaf menganggu, Aku duduk di belakang saja. " Sarah datang dan hendak mengambil tas nya, Tapi Satria mencegah nya.


Karina bingung, Tadi Pria itu menolak tangan nya, Tapi saat ini tengah memegang lengan seorang wanita ?


Alis Karina terangkat sebelah menatap pemandangan di depan nya.


Ada yang aneh disini.


" Maaf, Tidak papa jika Asisten anda ingin bergabung. "


" Asisten ?" Beo Sarah sambil menatap Satria dengan tajam.


Satria hanya menggeleng saja, Lalu Sarah menatap ke arah wanita di depan nya.


Dandanan nya terlalu menor menurut Sarah, Bagaimana gincu merah dan make up tebal yang di poles di wajah nya, Jika itu Sarah, sudah pasti muka nya akan gatal gatal.


Walau itu dari merk ternama, tetap akan sama.


" Perkenalkan, Saya Sarah Widya Sastra Radjasa, Istri dari Satria Arjun Widjaya Diningrat. "


Deg !


Apa tadi ?? Sarah Widya Sastra Radjasa ? Istri nya Satria ??


Apa Karina tidak salah dengar ?? Rasa nya tidka mungkin.


" Oh, Hallo, Sa-saya Karina Subandono, Putri dari Bapak--"


" Aryo Subandono bukan ?" Potong Sarah.


Karina mengangguk, Dia memindai wanita ini, Wanita yang seperti memendam rasa kagum berlebih pada suami nya dan Sarah tidak suka itu.


" Silahkan di lanjutkan, Saya bisa menjadi pendengar yang baik, atau jika Nona Karina tidak nyaman saja bisa menunggu di belakang. "


" Sini aja Yank, Temeni aku, Gak enak di liat orang hanya berdua saja dengan wanita lain. " Sarah mengangguk.


Dia paham bahwa Satria memang tidak nyaman berada di tempat seperti ini hanya dengan wanita itu saja yang bukan Muhrim nya.


Walau tempat terbuka, Tapu Satria memang tidak nyaman dan tidak suka saja.


" Mari lanjutkan, Istri saya sudah lapar, Saya tidak ingin perut istri saya sakit, Maka dari itu mari selesaikan ini dengan cepat !" Sarah menatap Satria.


Suami bocah nya itu begitu tegas dan berwibawa saat sedang bekerja dan mode serius seperti ini, Sarah sangat kagum dengan sosok muda di samping nya.


Karina dapat melihat dari arti tatapan Satria pada wanita bernama Sarah itu tersemat cinta yang begitu besar nya.


" Oh iya maaf. " Karina Gugup,


Tapi dia semakin penasaran dengan Pria muda di hadapan nya ini, Akan kah dia memang sekuat itu iman nya ?


...🍑🍑🍑...