
Satria langsung tersentak dari tidur nya saat merasa mimpi buruk menghantui nya.
Sarah pergi meninggalkan nya, Tidak ! Satria tidak akan sanggup jika Sarah meninggalkan nya.
Jangan kan meninggalkan nya, Membayangkan hari hari nya tanpa Sarah saja Satria sudah ketakutan setengah mati apa lagi jika harus kehilangan Sarah.
Semoga mimpi itu tidak akan menjadi nyata, Satria meminta kepada yang maha kuasa untuk tidak menjadikan mimpi buruk nya itu sebagai kenyataan.
" Tidak, Itu hanya mimpi buruk. Mimpi yang datang karena aku tidur tidak baca doa sebelum nya. Ya itu hanya mimpi saja. Aku tidak ingin mimpi itu menjadi nyata. Tidak akan !" Satria bergegas turun dari ranjang pasien nya, Dia ingin mencari dimana istri nya saat ini.
Dan saat ingatan nya kembali pulih, Dia ingat dimana terakhir kali dia berada sebelum tidak sadarkan diri.
Istri nya masih berada di ruang ICU, Dan Satria harus segera kesana.
Namun, Saat dia hendak menemui Sarah, Dia melihat bahwa Mami nya tertidur di sofa bersama sang Papi yang memangku kepala Mami nya.
Sejenak Satria merasa bersalah dan sekaligus merasa haru, Di saat dia seperti ini Mami dan Papi nya selalu hadir menjadi garda terdepan untuk mendukung dan melindungi nya dengan tulus.
Perlahan Satria melepaskan jarum infus nya, Lalu berjalan ke arah dimana Mami dan Papi nya berada saat ini.
" Mi, Pi..." Papi Raja terbangun saat merasakan usapan di paha nya dan istri nya juga menggeliat dalam tidur nya.
Satria tau, pasti Mami nya tidak nyaman tidur Disana, Apalagi Papi nya.
" Satria..." Mami Ratu langsung bangun dari tidur nya saat melihat anak satu satu nya sudah berada di hadapan nya.
" Maafin Satria, Gara gara Satria Mami dan Papi harus tidur di sofa, Seharus nya Mami dan Papi pulang aja. Satria gak Papa kok. "
" Dan membiarkan putra kami sendirian ? Di saat saat tersulit nya ?" Satria tidak berani menatap Papi nya jika sudah begini.
" Maaf...." Sesal Satria lagi.
Dia terus menundukan kepala nya, Dan itu lah kebiasaan Satria jika bersalah, dia tidak akan berani menatap Mami dan Papi nya, Termasuk Sarah juga.
Namun, Tiba tiba tubuh nya di peluk oleh Mami dan Papi nya dengan penuh kasih sayang.
" Selamat ulang tahun Satria Arjun Widjaya Diningrat. " Satria langsung mengangkat pandangan nya saat mendengar ucapan tulus dari Mami dan Papi nya.
Ahh...Satria ingin menangis saat ini, Kenapa keadaan nya seperti ini ? Seharus nya dia merayakan bersama Sarah, Karena Sarah berjanji pada nya, Jika dia ulang tahun yang ke 20 nanti, Mereka akan liburan ke Canada, Tapi sekarang hanya tinggal cerita saja.
Bahkan Satria tidak pernah membayangkan sekali pun merayakan ulang tahun nya di rumah sakit, Dengan kondisi seperti ini ? Satria sakit, Dan lebih sakit lagi kondisi istri nya saat ini.
" Mami...."
" Iya nak ???"
" Satria sayang Mami...." Di peluk nya kembali Wanita yang masih sangat cantik di usia nya yang memasuki kepala 5.
" Apa hanya Mami saja yang di sayang ? Apa Papi tidak di sayang ?" Satria melepaskan pelukan nya di tubuh sang Mami dan beralih ke sang Papi.
" Satria sayang Papi, Tapi lebih sayang lagi kalau Papi beliin motor Harley baru. "
Plak !
" Mami..." Adu nya dengan manja.
Sementara Papi Raja hanya biasa saja tidak menanggapi berlebihan. Karena dia tau, jika dia tidak memberikan nya, Maka Mami nya lah yang akan memberikan nya.
Tapi satu yang di syukuri kedua orang tua itu, Satria tidak manja dan bertingkah di luar jalur nya.
" Sudah, Sini sayang Mami. Nanti kita beli motor Yang kamu mau ya, Sekarang mandi dan temui Sarah di ruangan nya, Titip salam Mami dan Papi. " Papi Raja mengangguk.
Satria juga mengangguk dan memutuskan untuk mandi.
Dia ingin menemui istri nya dan bercerita tentang diri nya yang sangat merindukan Sarah.
Semalam tidak bertemu dan tidur bersama membuat hati nya begitu hampa, Bukan hanya Hati nya saja, Tapi Hari nya juga ikut hampa dengan keadaan Sarah saat ini.
Bukan hanya kening nya saja, seluruh permukaan wajah Sarah juga tak lepas dari sapuan bibir tipis Satria.
" Ayang ..Aku rindu kamu..." Di usap nya wajah Sarah.
Wajah cantik yang tidak lagi terlihat rona nya, Karena biasa nya wajah itu akan di hiasi bedak tipis dan makeup yang natural.
Kini sudah hilang wajah judes dan jutek nya Sarah dan Satria merindukan nya.
" Ayang...Bangun yukkk...Aku ulang tahun Lo hari ini. Kamu gak mau ucapin selamat ke aku ? Aku udah gak bocah lagi, Aku udah dewasa Yank, Aku udah 20 tahun. Kamu gak mau cium aku ?" Sarah tetap diam.
" Ayang...Kamu sayang gak sih sama aku ? Cinta gak sih sama aku ? Kok tega banget kayak gini ke aku ???" Masih sama .
Tidak ada pergerakan sedikit pun dari istri nya dan itu membuat Satria semakin bersedih hati dan jiwa nya.
" Ayang...bangun...Aku mau makan kue ulang tahun bareng kamu, aku mau di suapin kamu, aku mau---" Satria tidak sanggup lagi meneruskan kata kata nya.
Dia menelungkup kan wajah nya di pinggir ranjang pasien Sarah dan menangis.
Satria kembali menangis karena melihat keadaan istri nya saat ini.
Tangis Satria begitu pilu, menandakan bahwa dia benar benar tidak siap di kondisi seperti ini, Dia tidak siap.
" Ayang ..Bangun..." Air mata nya terus saja berjatuhan hingga membasahi punggung tangan Sarah.
Sementara Sarah ? Dalam keadaan nya yang seperti ini dia juga sana sakit nya dengan Satria, tapi ingatan mengerikan itu sudah muncul sempurna di kepala nya, bahkan Sarah sadar jika dia dan Mama nya lah korban kecelakaan mobil putih bintang 3 dan soal pohon besar di tikungan itu.
Disana lah tempat mereka mengalami kecelakaan waktu itu yang membuat Sarah kehilangan sebagian ingatan nya.
Apalagi saat dia dengan berani memeriksakan diri nya kerumah sakit, Dan apa penjelasan yang di dapat nya saat itu ?
Dokter menyatakan diri nya akan sulit untuk bisa memiliki buah hati, apalagi pengaruh kecelakaan waktu itu yang membuat perut nya terhantam dengan keras menyebabkan sebagian rahim nya rusak, Dan apa yang membuat nya semakin kecewa ?
Kemungkinan 5 persen itu membuat nya merasa semakin tidak berguna, Apalagi suami nya ?
Ya, Sarah mengingat Satria sebagai suami nya, Bagaimana jika dia sampai tidak bisa memiliki anak ? Sementara Satria adalah keturunan satu satu nya dari Mami dan Papi nya.
Lalu bagaimana jika dia benar benar tidak bisa mewujudkan impian suami nya ?
Suami muda yang menggemaskan nya.
" Maafkan aku Satria...maafkan aku...Tapi aku takut..." Ucap nya dalam hati.
Rasa nya Sarah tidak berniat bangun atau membuka mata nya, Hati nya terlalu hancur untuk bisa dan berani menghadapi dunia yang kejam ini.
Kenapa Semesta jahat dengan nya dan Satria ?
Kenapa harus Sarah ? Kenapa harus dia yang mengalami nya ? jika boleh Sarah meminta, jangan dia atau pun wanita lain nya yang mengalami semua ini, Karena rasa nya benar benar sangat sakit !
Sangat sakit hingga rasa nya Sarah tidak ingin bangun lagi dari tidur panjang nya saat ini.
" Ayang...Bangun yuk...Bangun ya...aku kangen kamu..."
Tes...
Air mata Sarah keluar dari ujung mata nya saat mendengar betapa sedih nya perasaan suami nya itu.
Namun kembali lagi , Sarah tidak sanggup melihat wajah kecewa suami nya.
" Maafin aku Satria...."
" Ayang ..Kamu nangis ? Kamu denger aku yank ? Bangun yuk ?? Ayo aku tungguin kamu disini ya, Aku temeni kamu disini. Aku sayang kamu Sarah, Aku cinta kamu. "
...🍑🍑🍑...