My Wife Is My Sugar Mommy !

My Wife Is My Sugar Mommy !
Mulai Mengingat



Setelah acara halal bihalal, Kini semua nya sudah kembali seperti biasa nya.


Bekerja dan kembali beraktifitas seperti sebelum nya lagi, Dimana Macet di jalan adalah rutinitas mereka setiap hari nya.


" Nanti aku ke kantor kamu. " Satria mengangguk saat Sarah memakaikan dasi di leher nya.


Semakin hari hubungan mereka semakin romantis dan semakin hangat.


Dimana sikap manja seorang Satria bisa di mengerti oleh wanita dewasa seperti Sarah, Dan hal itu membuat kedua nya semakin merah saja.


Sudah menjadi tontonan dan hal biasa bagi mereka para pekerja rumah tangga mereka berdua.


Keromantisan dan kemesraan Tuan Muda dan Sang Nyonya adalah Drama Real Life yang sangat sayang untuk di lewat kan oleh mata kepo mereka.


Mereka mereka yang haus akan belaian dan kasih sayang seorang pria 🤭🤭


" Sudah ayo..." Sarah merapikan Jas suami nya dsn pagi ini Satria seperti biasa nya, Terlihat sangat luar biasa memukau nya.


Kedua nya menuruni anak tangga, Dengan perasaan bahagia seperti biasa nya, Mereka di sambut oleh para pekerja rumah tangga yang sudah siap sedia melayani mereka.


" Pagi Ayah, Bunda..."


" Pagi sayang..." Balas Sarah, Satria masih sibuk dengan iPad nya.


" Ayah sibuk sayang, Meela sudah sarapan ??" Meela mengangguk.


" Meela mau pamit, Mau ucapin terima kasih juga karena udah kasih Meela hadiah puasa. Meela suka sepeda baru nya, Makasih ayah bunda..." Sarah tersenyum.


Dia mengelus kepala Meela, Semenjak ada nya Meela dirumah ini, Hari hari nya tidak terlalu membosankan, Sarah jadi semangat untuk pulang lebih awal untuk bisa bermain bersama Meela.


Bagaimana jika nanti mereka memiliki anak sendiri ?? Apa akan menggemaskan dan pintar seperti Meela ?? Atau bahkan lebih ?


Semoga saja Allah akan segera menghadirkan malaikat di rahim nya, Sosok anak yang akan semakin meramaikan hari hari mereka nanti nya.


Tanpa sadar, Sarah tersenyum dan mengelus perut nya dengan lembut, Dimana hal itu di lihat oleh Satria yang sudah selesai dengan iPad nya pagi ini.


Karena dia mendapatkan kabar dari rekan kerja nya, Bahwa mereka sudah mendapatkan sampel alat Make Up dan Skin Care yang akan di produksi oleh pabrik mereka.


" Yank..." Panggil Satria.


Sarah tersadar saat mendengar suara Satria yang memanggil nya, Tatapan Satria yang tertuju pada nya membuat Sarah salah tingkah, Sudah 3 bulan mereka menikah, Tapi kenapa tidak kunjung juga hadir segumpal darah yang membentuk daging dan bernyawa itu di dalam rahim nya.


Mendadak wajah Sarah menjadi sendu, Dan Satria melihat itu pun ikut merasakan kenikmatan kesedihan istri nya.


" Sayang..."


" Maaf..." Satria menjadi merasa bersalah.


Apa Sarah merasa bersalah karena belum juga mendapatkan tanda tanda hadir nya sosok malaikat itu di rahim nya ??


" It's oke, Masih banyak waktu ! Nanti kita liburan ke London mau ?? Kita main kerumah orang sombong yang kamu bilang itu. " Sarah mengangguk.


Dia memang penasaran, Seberapa kaya orang sombong itu ??


Hingga bisa menghina rumah mereka ini.


" Sudah ayo sarapan, Nanti telat, Meela juga udah berangkat, Dia bilang sepeda nya bagus, Makasih kata nya. !" Satria mengangguk.


Meela dan Bik Murni tidak tau saja berapa harga sepeda yang di naiki Meela ke sekolah itu, Bahkan sepeda itu bisa membeli 2 buah sepeda motor matic Honda be*t.


Tapi Satria tidak perduli itu, Yang penting Meela menyukai nya dan semakin bersemangat untuk belajar lagi.


" Ayo sayang kita berangkat !" Satria menggenggam tangan Sarah.


Sepanjang jalan menuju mobil nya, Satria terus berdoa, Dia akan memulai memancing ingatan istri nya, Dimana dia akan memulai nya dari yang paling di takuti nya, Sebuah sedan putih bintang 3, 2 pintu yang menjadi sumber ketakutan nya selama ini.


Dan hari ini, Satria akan membawa istri nya untuk pergi pulang menaiki mobil itu, Mobil baru tapi memang tipe lama, Satria sengaja membeli nya Second.


Karena mobil itu tidak ada lagi keluaran terbaru nya.


Deg !


Jantung Sarah berdetak dengan kencang, Tangan nya mulai dingin dan Satria merasakan itu, Sebenar nya dia juga tidak tega, Tapi mau sampai kapan Sarah terus merasa ketakutan seperti itu ??


" Aku tau kamu kuat Yank, Kamu bisa..." Sarah melihat wajah suami nya, Satria menangkup kedua pipi Sarah dan memberi nya sebuah ciuman lebih tepat nya kecupan di kening dan bibir nya.


Cup...Cup...


" Kamu percaya sama aku kan ??" Sarah kembali membuka kelopak mata nya dan melihat bagaimana wajah teduh sang suami dan ketenangan nya.


" Bantu aku mengingat nya Satria ! Bantu aku..." Satria mengangguk.


Dia memeluk Sarah dan menghadiahkan kecupan di puncak kepala istri nya, Mengelus punggung Sarah agar memberi ketenangan batin bagi wanita yang amat di cintai nya.


" Sekarang ayo masuk ! Jangan lupa berdoa dan baca bismillah Yank..." Sarah mengangguk.


Dia menghirup udara banyak banyak untuk mengisi rongga dada nya, Dan mulai berdoa mengucapkan bismillah sebelum memasuki mobil putih yang akan mereka tumpangi.


" Kamu siap Yank ?" Sarah mengangguk lagi.


Setelah membaca doa selamat, Satria mulai melajukan mobil nya, Tidak pelan tidak juga kencang, Karena ini masih dalam perjalanan di dalam komplek, Maka kecepatan hanya 20 sampai 40 km perjam nya.


Di dalam mobil pun, Satria terus menggenggam erat tangan Sarah untuk terus memberi ketenangan bagi nya, Sesekali juga Satria mengecup punggung tangan Sarah dan itu berhasil membuat Sarah cukup tenang.


Cukup senggang perjalanan mereka, Sampai hak yang tidak di inginkan kembali terjadi.


Dan hal itu cukup cepat dan untung nya Satria bisa menghindari nya dengan baik.


Citt !!


Bunyi decitan ban beradu dengan aspal pagi ini membuat Sarah cukup kaget dan kembali ketakutan.


Bahkan Sarah juga menjerit dan seperti nya jika tidak segera di tangani Satria, Sarah akan kembali histeris lagi.


Dengan cepat Satria langsung melepas sabuk pengaman nya dan memeluk Sarah.


" Aaahhhkkk !!!!" Teriak Sarah kembali ketakutan saat Satria tiba tiba mengerem mendadak.


" It's oke sayang, Ssttt...aku disini, Lawan ketakutan kamu, Kamu baik baik saja Sarah, Kamu gak papa, Aku disini sama kamu sayang, Oke...rileks, Tenang, Tarik nafas, Hembuskan dengan pelan sayang, Kamu bisa melawan nya. Kamu wanita hebat sayang ku, Kamu Wanita kuat sayang..." Satria terus memberi ketenangan bagi istri nya, Tubuh Sarah yang tadi nya bergetar hebat mulai berkurang getaran nya karena Satria.


Pencegahan histeris yang di lakukan Satria berhasil, Dia sudah banyak belajar dari Buk Rita bagaimana cara menghindari Histeris nya Sarah jika suatu saat dia kembali mengalami potongan mengerikan itu lagi.


Dan seperti nya Satria berhasil, Tubuh Sarah sudah tidak bergetar lagi, Usapan di bahu serta kecupan di puncak kepala Sarah tidka terhitung lagi yang di berikan oleh Satria, Dia juga harus kuat agar istri nya tidak histeris lagi bukan ??


Disini kunci nya adalah Satria, Jika dia bisa mengontrol diri Sarah agar tidak histeris, Semoga saja proses penyembuhan Sarah akan cepat dan berbuah keberhasilan.


Itu yang di harapkan oleh Satria.


" Mulai tenang ???" Sarah mengangguk di dalam dekapan hangat suami nya.


Perlahan nafas Sarah mulai teratur, Dia mengontrol diri nya agar tidak takut dan tidak lagi terbawa perasaan dan berimbas pada ketenangan jiwa nya, Sarah tidak ingin semakin menyulitkan Satria, Maka sebisa mungkin dia menahan rasa sakit yang menghantam kepala nya.


" Minum oke. Biar kamu tenang. " Sarah hanya bisa menurut saja dengan apa yang di perintah kan oleh suami bocah nya yang sangat luar biasa ini.


" Aku sayang kamu Dya, Kamu harus kuat oke...Ini baru awal sayang, Semoga saja kamu cepat sembuh ya..."


" Bantu aku Satria, Aku tidak ingin terus merasa ketakutan. "


" Pasti sayang, Maka kamu harus semangat dsn lebih kuat lagi oke. "


Cup...


" Aku cinta kamu Sarah Widya Sastra Radjasa !"


" Terima Kasih Satria, Aku juga cinta kamu..."



Ayang suami mau pergi Ngantor 💙



Ayang Istri mau pergi Ngantor bareng ayang suami 💙


...🍑🍑🍑...