
Betapa bahagia nya orang orang yang ikut liburan di kapal ala Genk blok Cempaka itu.
Satria ? Kini kedua nya berada di balkon mini kamar mereka di atas kapal pesiar ini, Dengan Satria yang terus memeluk Sarah dari belakang, .
Satria memeluk Sarah dan menutupi tubuh kedua nya dengan mantel tebal yang sedang di pakai nya.
Muat, dan romantis, Sederhana bukan ?
Saat ini kedua nya tengah menikmati angin malam di atas kapal yang terus melaju menuju labuan bajo.
" Yank, Apa kamu bahagia ? " Sarah menatap heran ke arah Satria.
Ini lagi yang di tanyakan suami nya ?
" Kenapa masih bertanya ?"
" Tidak ada, Hanya penasaran saja. Papa bilang kamu pandai naik kuda, Terus ngelukis juga main musik ya ? Kita buat home teater dirumah ya ? Atau studio kamu sendiri gitu, Kebetulan aku juga suka musik. " Ini adalah awal mula Satria akan memberikan Terapi keluarga pada Sarah.
Dengan mengingatkan nya pada diri nya yang dulu, Yang telah hilang dengan kecelakaan itu.
Satria dapat melihat perubahan wajah istri nya, Seperti tengah berpikir sesuatu, Apa mungkin istri nya tengah mencari kepingan yang hilang itu ?
" Menunggang kuda ? Apa benar ? Jangan kan menunggang kuda, Menaiki motor matic saja aku tidak bisa. " Satria hanya tersenyum saja dengan jawaban istri nya.
" Nanti aku ajarin kamu naik motor deh, Eh tapi kayak nya seru deh kalau kamu belajar naik motor sama buk Ana. Nanti aku belikan Scooter Matic atau motor matic nya ? Atau mau motor gede gitu ?"
Bugh...
Sarah memukul dada Satria karena kesal, Apa apaan Suami nya itu, Belajar saja belum, Malah yang gak gak saja ucapan nya.
Naik motor ? Untuk apa ?? Dia lebih suka dan merasa nyaman saat di antar oleh supir.
" Kenapa mesti naik motor ? Kalau naik mobil aja bisa. "
" Oh, Jadi kamu mau belajar naik mobil ? Mau aku beliin mobil apa ?? Mau mobil baru kamu ?" Tanya Satria lagi.
Sarah menggeleng, Dia tidak berani mengendarai mobil, Entah lah, Dia hanya merasa takut saat berada di balik kemudi mobil dan ada rasa berdebat sendiri yang di rasakan nya.
" Untuk apa terus menghamburkan uang ? Beli mobil lagi, Hutang kamu aja belum kamu bayar ke Papi kan ? "
" Hehehe...kita nyicil Yank..."
" No ! Aku gak mau ribet urusin biaya cicilan kamu. Big No !"
Cup...
" Iya jangan marah marah lagi ya, Nanti cantik nya kurang aku yang rugi loh. " Sarah hanya mencebik saja menanggapi ucapan suami bocah nya itu.
" Mana ada kamu yang rugi, !"
" Ada dong, Nanti di kira aku gak nafkahin kamu lahir batin lagi. Apalagi Mami, Dia tanya tau yank, Berapa aku kasih nafkah kamu setiap bulan nya. "
" Terus kamu jawab apa ?"
" Aku bilang semua gajih, Hasil Toko, Hasil Cafe, Hasil Food Court dan Stand makanan lain nya masuk ke rekening kamu semua. Aku hanya uang operasional saja. "
Bugh...
" Kok gitu Yank, Sakit loh ini. " Satria mengelus dada nya yang di pukul Sarah dengan kencang.
" Nanti mami pikir aku matre gak kasih kamu uang, Kan udah aku bilang, Nafkah semampu nya aja, Jangan semua di kasih ke aku. Kamu kalau ada apa apa gimana ?" Tanya Sarah dengan kesal.
Satria hanya tersenyum saja. Dia begitu u menikmati kemarahan dan kekesalan Sarah pada nya dan itu terlihat sangat menggemaskan untuk nya.
" Rezeky suami itu Rezeky istri Yank, Di balik Suami yang hebat, Ada doa istri yang selalu menyertai nya, Berkat doa kamu, Usaha aku semakin maju. Dan mungkin dalam beberapa bulan lagi kita udah bisa mulai buka pabrik kosmetik nya. Lahan sudah ada, Tinggal biaya operasional aja. Kalau apa nanti Kita Deposit Bank aja ya Yank, " Sarah menggeleng .
" Kita bagi dua. Buka tabungan kamu yang ada sana aku, Kita rencanakan semua nya dengan benar. Kita harus riset dulu, Kata nya di Korea itu pusat kosmetik Yang mendunia, Kita riset dulu, Apa yang bagus disana dan memulai membandingkan nya dengan produk lokal. !" Satria mengangguk.
" Sekarang sudah malam, Ayo masuk. Nanti kamu sakit. " Sarah mengangguk dsn ikut masuk bersama Satria.
Kini kedua nya sudah berada di tempat tidur, Rasa nya akan aneh tidur di atas kapal seperti ini, Tapi mungkin ini pengalaman pertama Satria dan Sarah.
" Kalau aku hamil gimana ?" Pertanyaan Sarah membuat Satria menjauhkan nya dari pelukan nya.
Di tatap nya wajah Sarah, Sebenar nya dia juga belum mau Sarah hamil selama Pase penyembuhan ini, Tapi jika Allah memberi mereka rezeky secepat itu mana mungkin mereka menolak nya bukan ?
" Kamu gak mau ya aku hamil ?" Tebak Sarah.
Satria menghirup dalam nafas nya lalu membuang nya secara perlahan.
" Bukan aku gak mau Yank, Aku juga mau kamu hamil, Kayak nya lucu deh kamu ngidam dan minta yang aneh aneh. Minta aku manjat pohon mangga, Cari jajanan aneh, Dan---"
" Auuhhh...sakit Yank..." Satria meringis saat perut nya di cubit oleh Sarah tadi.
" Hamil juga belum, Mikir nya kamu kejauhan. Kalau aku hamil yaudah jalani aja. " Satria hanya tersenyum.
Dia benar benar penasaran dengan wajah dan sikap istri nya yang lembut dan ramah seperti yang di katakan Papa mertua nya, Benar benar penasaran sekali Satria dengan itu.
" Aku mau kamu gak bunda dan gak mesti cepat cepat juga. Senyaman kamu nya aja yank, Kerjaan kamu juga banyak, Kalau memang udah hamil aku minta di kurangi, Gak mesti cuti. " Sarah mengangguk.
" Sekarang tidur ayo. " Satria mengambil Sarah dan seperti biasa.
Satria mencari posisi ternyaman nya tidur di dada istri dewasa nya.
Sarah melakukan seperti yang biasa nya, Mengelus kepala Satria dan melakukan itu sampai kedua nya sama sama tertidur.
Dan besok pagi nya, Mereka sahur bersama. Rasa nya sangat luar biasa, Sahur di atas kapal, ? Liburan bersama keluarga dan para tetangga dan teman dekat.
Berbagai menu makanan sudah tersaji disana, Pak Husni memimpin doa untuk mereka sahur, Disana semua wajah terlihat bahagia, Tapi tidak dengan sepasang suami istri.
Astrid dan Wiguna, Mungkin memang benar apa kata pepatah, Jodoh adalah cerminan diri dan sebagian tulang rusuk nya yang hilang bukan ?
Maka Astrid dan Wiguna adalah pasangan yang serasi dan cocok !.
" Jangan manja Satria, Makan sendiri. "
" Paman sih Pi ? Salah nya dimana Satria minta di suapin istri Satria sendiri ? Kalau minta di suapin Mami nanti Papi marah. " Papi Raja langsung menghela nafas nya saat mendapatkan jawaban dari anak semata wayang nya itu.
Jika ini dirumah, Sudah habis Satria mendapatkan kuliah ala Kerajaan seperti biasa nya.
Harus sopan, Santun dan tunduk !.
" Gak Papa Pi, Sarah udah biasa begini sama Satria. "
" Wlekkk...Tuh, Istri Satria aja gak Papa kok. " Semua tertawa ya kecuali sepasang suami istri itu.
Nyonya dan Tuan Wiguna Sinar Jaya.
" Sus, Kamu gak minta suapin juga sama Sari ? Kamu kan Bucin nya Sampek Akar !" Sontak saja ucapan dari Pak Joko menyulut kobaran api di dalam diri pak Susilo.
Dia menatap horor ke arah Pak Joko saat ini yang tengah merasa menang, Karena Tika mungkin Susilo akan menerjang nya di hadapan banyak orang, Apalagi ini ada Papi nya Satria yang keturunan asli sebuah kerajaan yang sampai saat ini masih berdiri kokoh dan tegak sebagai pengiat budaya di sebuah daerah.
" Makan ya Mas, Adik suapin..." Pak Susilo mengangguk.
Dia menerima setiap suapan yang di lakukan istri nya, Dan Joko semakin menang, Karena ucapan nya terbukti benar dan dia membuktikan bahwa Susilo adalah seorang bucin dari Nila Sari yang bucin nya sampai ke akar nya.
" Tuman kamu Mas, Kamu juga gitu kalau dirumah. "
" Hehehehe...Gak papa atuh neng, Gemes deh pen cium kamu..."
" Eheekkk..." Papa Panji keselek saat mendengar ucapan dari Pak Joko yang berkata tanpa di filter lebih dulu.
" Minum Pa !. " Junior memberikan Papa nya air putih yang telah tersedia.
" Makasih Jun, " Junior mengangguk.
" Maka nya nikah ! Jadi tidak --"
" Mi..." Tegur Papi Raja saat istri nya akan memulai perang lagi dengan mantan kekasih nya itu.
" Iya Pi Iya..." Semua nya kembali melanjutkan makan sahur nya dengan penuh suka cita dan rasa bahagia.
Ayang suami yang manja ke ayang istri βΊοΈ
Ayang istri yang manjain ayang suami βΊοΈ
...πππ...