
Satria harus mengambil jalan ini, Jalan dimana dia harus melihat Villa itu dulu, Baru akan menjalankan aksi nya untuk kesembuhan istri nya.
Dan disini lah mereka saat ini, Satria dan Papa Panji berada di Villa anggrek milik keluarga nya.
Bahkan Sarah juga tidak mengingat tempat ini, Tempat nya menyendiri saat merasa sedih.
" Ayo turun..." Papa Panji membawa Satria turun dari mobil menuju Villa Anggrek itu.
Sebuah Villa yang memang indah, Rumah kayu, Taman bunga warna warni, apalagi bunga anggrek yang mendominasi disini.
Kolam air mancur itu, Sama seperti yang di katakan istri nya mungkin memang benar bahwa ini lah Vila yang selalu ada dalam kepingan ingatan yang hilang dan mulai kembali itu.
" Ayo Satria. " Sadar alan suara papa mertua nya, Satria mulai memasuki Villa Anggrek itu dan pertama yang di lihat Satria adalah mobil putih keluaran bintang 3 itu memang benar benar hancur tak berbentuk lagi depan nya.
Bahkan kaca depan nya juga sudah hancur. Kini Satria mulai membayangkan, Betapa dahsyat nya kecelakaan yang sampai merenggang nyawa ibu mertua nya bersama Sarah yang kini telah menjadi istri nya.
" Pa,--"
" Ya, Ini lah saksi kecelakaan tragis itu, Dimana Kecelakaan itu merenggut nyawa Mama nya Sarah, Bahkan hingga saat itu, Papa belum bisa mencintai nya. " Satria langsung menoleh ke arah Papa mertua nya.
Saat itu terjadi bahkan papa mertua nya ini belum mencintai mama mertua nya ? Lalu bagaimana bisa hidup tanpa cinta selama itu ?
Bagaimana bisa ?
" Ya, Satria. Papa mencintai Mami mu, Bahkan hingga saat itu, Dan mungkin hingga saat ini juga. !" Satria benar benar memejamkan mata nya.
Mau marah ? Tapi bagaimana cara nya ? Papa mertua nya ini masih mencintai mami nya ? Bagaimana mungkin ?
" Pa, Itu hak papa buat mencintai siapa dan wanita lain nya. Tapi tolong jangan Mami, Jangan wanita yang bersuami, Itu sama saja Papa menambah dosa Pa. " Papa Panji mengangguk.
Benar yang di ucapkan Menantu nya ini, Tapi bagaimana cara nya dia menghapuskan perasaan nya itu, Cinta kah ? Atau hanya sebuah rasa bersalah saja ?
" Anggrek Bulan ?" Tanya Satria lagi, Dan semakin pusing kepala Satria disini.
" Ini memang Villa untuk Mami mu, Sebagai Mas kawin yang akan Papa persembahkan untuk nya, Tapi kesalahan Papa yang membuat Mami mu pergi dan menjauh. Bahkan dia pernah mengatakan bahwa dia membenci Papa hingga aliran darah nya Satria. Dan Papa menyesal telah melakukan hal itu pada Mami mu. !"
" Pa, Penyesalan memang datang d akhir, Karena jika datang di awal, Tidak akan ada yang mau berbuat dosa. Maka Papa harus belajar lagi. Maaf bukan bermaksud menggurui Papa. Tapi papa pasti tau bagaimana hukum nya mencintai wanita yang telah bersuami. Menatap nya saja pun kita berdosa Pa. " Papa Panji mengangguk.
Dia tidak tau lagi, Bagaimana cara nya menghapus perasaan itu ? apa harus bertemu dan meminta maaf secara langsung pada Wanita yang di cintai nya itu.
Satria memejamkan mata nya saat merasakan bagaimana dingin nya mobil putih itu.
" Sarah tidak pernah kumat saat dirumah, Tapi semakin kesini, Dia semakin sering kumat seperti yang kamu katakan. Papa percaya bahwa kamu lah pria yang bisa menyembuhkan Sarah dari trauma nya. "
" Tapi tolong jauhkan Astrid dari Sarah Pa. Astrid berbahaya untuk kesehatan mental Sarah. Astrid itu berbahaya untuk Sarah Pa. Maaf Satria harus bicara jujur. " Papa Panji mengangguk.
Kebencian yang di tunjukan Astrid pada nya sangat terlihat dari segi mana pun , Bahkan saat Wiguna ingin di jodohkan dengan Sarah pun Astrid yang menginginkan Wiguna, Dan karena sikap sombong Sarah lah Akhir nya Wiguna memilih Astrid menjadi istri nya.
Semakin kesini Satria semakin memahami semua nya, Kebencian Astrid pada Sarah di picu dari banyak hal, Termasuk dari Wiguna juga !.
" Kamu tau ? Villa ini juga Villa kesukaan Sarah, Dia juga menyukai bunga Anggrek, Karena kata nya Anggrek itu adalah bunga yang indah, Walau dia terkadang hidup bersama pohon lain nya dan di katakan dalam golongan parasit, Tapi cara nya hidup dan terus indah adalah cara terbaik untuk menutupi kesedihan nya karena di anggap tidak berguna. Dan Itu juga yang di katakan Mami mu dulu, Dan betapa bahagia nya Papa, Saat Mami mu menerima dan menyayangi Sarah dengan tulus. "
" Tolong bawa kembali Sarah ku yang penuh dengan kelembutan, Sarah ku yang tersipu malu setiap Saat, Sarah yang begitu ceria menyambut kedatangan Papa. Tolong bawakan lagi Sarah untuk ku, Tolong Satria..." Satria mengangguk.
Tangan nya di genggam Papa mertua nya, Betapa berharap nya Papa Panji pada Satria tentang kesehatan dari putri nya itu, Bagaimana cara Satria membawa Sarah kembali seperti yang dulu.
Dan ini mungkin sudah mulai di pahami nya, Dan selanjutnya nanti akan di lakukan nya lagi konsultasi ke Buk Rita.
Kini, Satria dan Papa Panji kembali pulang ke ibukota dan menuju rumah nya masing masing, Dan Satria ? Dia menyempatkan diri untuk pergi ke Mall untuk membeli sebuah hadiah untuk istri nya tercinta.
Dan saay sampai dirumah, Satria sudah di sambut istri nya yang sedang berada di dapur dengan memakai celemek pink nya.
" Assalamualaikum Ayang, Aku pulang..."
Cup...
Para pelayan langsung membubar kan diri saat Satria datang ke dapur dan memeluk istri nya dengan manja.
" Kiss dulu yank, Baru aku mandi. " Sarah hanya bisa menghela nafas nya berat.
Dia mematikan kompor nya saat berhasil membuat Kolak pisang kesukaan suami nya untuk berbuka puasa nanti.
Sarah berbalik dan memegang kedua bahu suami nya.
Cup...
" Sudah ?" Satria mengangguk saat Sarah sudah mencium pipi nya.
Senyuman Satria membuat Sarah tenang dan selalu merasa terlindungi, Apalagi kedua lesung pipi suami nya itu membuat nya semakin hari semakin jatuh cinta kepada pesona suami bocah nya itu.
" Ini untuk kamu. Tas ibu pejabat !" Satria memberikan Paper Back Orange dengan lambang kereta kuda Paris disana.
Merk ayam kremes yang terkenal itu.
" Terima kasih ! Tapi untuk apa tas lagi ?"
" Untuk jual kalau butuh dana tambahan. "
Cup...
" Aku mandi dulu yank..." Satria meninggalkan Sarah yang diam menatap kepergian nya.
Dan dia membuka hadiah yang di berikan suami bocah nya itu di meja makan.
Dan saat melihat nya Sarah hanya bisa menghela nafas nya berat.
Tas ibu pejabat seperti yang di katakan suami nya itu bukan lah perkara tas murah yang di harga nya satu atau dua juta, Bahkan itu bisa menyentuh ratusan bahkan ada yang sampai milyaran .
" Kamu yang terbaik Satria..." Ucap Sarah kembali memasukan kotak nya kembali ke dalam paper back nya.
Sarah menenteng tas nya menuju kamar mereka, Dan saat keluar dari dapur, Dia melihat wajah Bik Murni dengan wajah gelisah nya.
Dan Sarah menghampiri nya.
" Ada apa Bik ?" Tanya Sarah seperti biasa nya.
Wajah judes dan tegas nya.
" Suami saya lari sama perempuan lain Nyonya, Dan anak saja kasihan, Tidak mungkin ibu saya yang sudah tua harus menjaga nya, Jadi saya mau pulang kampung aja Nyonya, Kerja di kampung. " Sarah paham.
Kasihan Bik Murni, Dia ingin menolong nya, dan itu harus.
Karena kasihan anak yang tidak salah apa apa itu, Lagi pula Sarah sudah nyaman dengan Buk Murni yang bisa di percaya.
" Bawa saja tinggal disini Buk, Nanti saya bicarakan sama Satria. Soal sekolah nya nanti biar di urus disini juga. Jad ibu kerja nya tenang. " Bik Murni menggeleng.
" Saya tidak menerima bantahan Buk, Jadi turuti saja perintah saya. " Sarah langsung meninggalkan Bik Murni dan kembali ke kamar nya untuk membantu suami nya bersiap.
Ayang suami pulang kerja 💙
Ayang Istri yang di kasih hadiah 💙
Tas ibu pejabat dari ayang ðŸ¤
...💙💙💙...