
Setelah mendapatkan penuturan dan jalan keluar dari buk Rita, Satria benar benar menjalankan misi nya.
Misi penyembuhan untuk Sarah istri nya.
Dan Satria juga sudah meminta izin ke Papi dan Mami nya serta Papa mertua nya untuk membawa Sarah berlibur beberapa hari.
Tujuan Satria kali ini adalah Raja Ampat, Dimana disana Satria akan membawa istri nya berkeliling Lautan menaiki Kapal pesiar yang memang di sewa nya.
" Kamu sudah siap Yank ?" Sarah mengangguk dan tersenyum.
Dia mengambil tangan Satria dan menggenggam nya dengan erat.
Semakin kesini, Satria semakin menunjukan sikap nya yang penuh cinta dan kasih sayang.
Satria benar benar menunjukan bahwa Sarah adalah wanita yang paling beruntung di dunia ini, Di cintai dan di sayangi oleh pria seperti Satria.
Cup...
" Selalu bahagia ya Yank, Jangan sakit sakit lagi. " Sarah mengangguk.
Dia juga tersenyum saat Satria terus mencium punggung tangan nya, Dan memberi nya cinta sebegitu besar nya.
Sarah bahkan tidak menyesal karena penjebakan malam itu jika kebahagiaan nya adalah Satria.
Mereka telah mengudara, Menaiki Jet pribadi milik Papi nya, Satria membawa Sarah menuju liburan bahagia nya mereka.
" Capek Yank ?" Tanya Satria saat mereka sudah memasuki kamar mereka di sebuah Vila di dekat pantai.
Saat ini mereka berada di Lombok, Dan dari sini lah nanti mereka akan berlayar menuju Raja Ampat dengan kapal pesiar.
" Sedikit pusing saja. "
" Sini aku pijet deh kamu nya, Biar gak pusing. " Satria mengambil minyak kayu putih dari Sarah dan menggosok nya di kedua sisi pelipis Sarah dan memijat nya.
Perlahan tapi pasti, Pijatan Satria mengantarkan Sarah ke dalam mimpi nya.
Di cium Satria dengan gemas kening Sarah dengan sayang dan meninggalkan nya.
Dia berkomunikasi dengan Genk baru nya, S3I untuk membahas perkembangan Sarah.
Apa yang harus di lakukan nya setelah ini, Dan Satria mendapat respon dari buk Rita untuk membuat Sarah perlahan lahan mengingat kepingan puzzle yang hilang dari ingatan nya.
Satria paham, Dia menunggu Sarah yang masih tidur dan menunggu waktu berbuka untuk waktu Jakarta, Karena Satria sahur di waktu Jakarta, Maka dia akan berbuka di waktu Jakarta juga.
Sarah terbangun saat merasakan hari sudah gelap, Dia juga melihat suami nya tengah melakukan ibadah nya disana, Secepat mungkin Sarah membersihkan diri nya untuk mengejar waktu 3 rakaat di penghujung senja Lombok.
Satria kaget, Saat dia mengucap salam untuk mengakhiri ibadah 3 rakaat nya Sarah keluar dari kamar mandi dengan balutan handuk di tubuh nya.
" Kamu cari apa Yank ?" Tanya Satria datang mendekat ke arah istri nya.
Sarah sudah berpikiran kotor saja saat suami nya meletakan kopiah nya.
" Aku cari Daleman aku, Nanti aja kalau mau cium nya atau mau lebih. Aku mau sholat dulu. " Satria tersenyum.
Dia membantu Sarah mencari dalam istri nya dan yang di dapatkan nya hanya yang merah merona saja satu set dengan gaun tidur nya.
Tau ulah siapa ini ? Ulah Mami nya dan Bik Murni yang membantu Satria dan Sarah packing.
Sarah secepat kilat memakai dalaman nya, Tanpa risih dan malu sedikit pun dia melepas handuk nya di depan Satria.
Bahkan juga saat Sarah sedikit menungging untuk memakai segitiga nya Sarah mulai bergetar, Apalagi dia di minta untuk mengaitkan kaca mata merah itu, Semakin terbakar jiwa Satria dengan pemandangan super merah di hadapan nya.
Dia melepas Sarah untuk melakukan ibadah nya lebih dulu, Sampai Satria memejamkan mata nya, Dia juga lelah dan butuh istirahat, Dan tiba-tiba saja, baru beberapa menit Satria memejamkan mata nya, Pipi nya di tusuk tusuk oleh jari indah milik sang istri.
Satria membuka mata nya saat Sarah dengan gemas nya menusuk lesung pipi nya.
" Jangan nakal Yank, Nanti Terong Jepang aku tegang gimana. " Sarah tidak menjawab.
" Yank...." Satria menggeram saat Sarah membelai terong Jepang nya dari luar sarung yang di kenakan nya.
" Sayang...Jangan...kamu masih sakit..." Sarah tidka perduli lagi, Dia benar benar bertekad untuk memuaskan Satria malam ini dan malam mal selanjut nya, Karena membahagiakan dan memuaskan hasrat suami adalah pahala bukan ?
" Baca doa nya dulu Satria...." Tidak merespon Sarah, Tapi dalam hati Satria membaca doa nya sebelum mereka berhubungan lebih lanjut lagi.
" Yank....Eeghhh...." Suara Satria yang berat semakin berat kala Sarah memanjakan nya, Dia memejamkan mata nya sambil membalas apa yang di lakukan Sarah pada nya.Bibir kedua nya saling bertautan, Sarah benar benar panas malam ini, Dia memakai setelan merah merona membakar gairah Satria, Setelan merah itu membuat Satria benar benar bisa gila di buat nya.
Kini, Tangan Satria mulai membalas setiap sentuhan yang di lakukan Sarah pada tubuh nya.
" Miliki aku seutuh nya Satria, Aku milik mu..." Satria mengangguk.
Satria membuka kain tipis yang membalut tubuh indah sang istri, Hingga kini menyisakan segitiga merah dan kaca mata nya.
Satria benar benar sudah tidak tahan, Dia melepaskan kacamata merah milik Sarah dan mencampakkan nya begitu saja sampai dua bukit indah itu sudah terlihat oleh nya.
Satria mengusap nya dengan lembut. ya seketika dia mengingat cara apa yang boleh dan tidak boleh dalam agama mereka saat berhubungan intim.
Satria hanya memainkan nya saja, mengusap nya lembut, Itu saja sudah membuat terong Jepang nya berdiri tegak dengan sempurna.
Segitiga itu di lepaskan oleh Satria, Dan tau apa yang terjadi selanjut nya ? Satria mulai melucuti seluruh pakaian nya hingga tak bersisa dan kedua nya sudah sama sama polos tanpa sehelai benang pun.
Satria mulai melakukan nya pada Sarah, Memasuki nya dengan gerakan lembut, Gerakan sedang hingga gerakan cepat .
Satria mulai menilai dan merasakan gerakan seperti apa yang paling nikmat di rasakan nya dan tentu nya Sarah juga.
Dia memilih melakukan nya dengan gerakan cepat, Karena saat dia melakukan gerakan cepat, Sarah semakin mendesah dengan hebat dan melebarkan kedua kaki nya, Bahkan juga cengkraman di punggung nya semakin terasa menguat.
Peluh membasahi kedua nya, Lebih dari setengah jam mereka berpacu bersama, Satria tidak melepaskan tujuan mata nya memandang tubuh sang istri.
Mata Satria mengunci wajah Frustasi sang istri yang mendesah, Memejamkan mata nya, Mengigit bibir bawah nya yang membuat Satria semakin semangat untuk memacu nya.
Kembali Satria mencium bibir Sarah, Mereka berbagi Saliva dan saling membalas lumattan dengan benar benar manfaatkan otot tangan Satria agar tidak menindih tubuh sang istri.
Semua nya terasa indah dan semakin panas saat Satria merasakan Terong Jepang nya semakin membesar dan membengkak.
Sarah membuka mata nya, Kedua mata mereka saling mengunci dan menyelami perasaan masing masing sampai erangan dan hentakan Satria semakin tajam dan mendalam.
" Sayang....Aaahhh....." Satria menenggelamkan wajah nya di sela kedua bukit indah sang istri sambil menikmati detik detik terakhir kenikmatan mereka.
Sarah memejamkan mata nya saat dia merasakan rahim nya penuh dengan cairan hangat milik sang suami.
Kedua kaki nya bergetar dan memeluk tubuh putih kekar suami nya yang basah oleh keringat, Tubuh kedua nya tidak berjarak.
Saling menempel dan menyatu, Sampai di rasa sudah cukup, Satria menarik keluar Terong Jepang nya dari gua sempit milik sang istri.
Cup...
" Terima kasih sayang...Aku puas..." Sarah mengangguk.
Setelah membiarkan beberapa waktu, Akhir nya Satria membawa Sarah ke kamar mandi untuk membersihkan diri lagi karena sebentar lagi memasuki waktu untuk 4 rakaat mereka.
Dan malam ini, Adalah malam hebat mereka, Satria berdoa semoga langkah nya untuk menyembuhkan sang istri di ridhoi oleh Sang maha kuasa .
Ayang yang di goda istri 🤣🤣
Ini ayang istri yang goda suami 🤣
...💙💙💙...