
" Pa..." Panggil Sarah saat melihat Papa nya yang seperti tidak baik baik saja.
Papa nya seperti tengah memikirkan beban berat.
Tapi apa ? Apa karena Satria ? Jika iya Sarah tidak akan mau berpisah dengan Satria suami bocah nya.
" Apa yang kamu lihat dari anak usia 19 tahun itu Sarah ? Usia kalian terpaut 6 tahun ? Astaga. " Papa Panji memijat kening nya karena memang dia merasa pusing.
Belum hilang keterkejutan nya tentang hubungan Sarah dengan pria yang lebih muda, Ini di tambah lagi pria itu anak mantan nya yang telah di sakiti nya, Lalu lamaran dadakan ?
Apa yang harus di lakukan nya ? Bagaimana dengan keluarga Gandi ?? Keluarga Gerry yang telah melamar Sarah ? Walau belum resmi ?
" Papa sayang sama Sarah kan ?" Papa Panji langsung melihat ke arah Sarah.
Tatapan putri nya seakan memohon pada nya, Apa daya nya ? Apa daya Papa Panji ?
" Untuk pertama kali nya Pa, Sarah mohon ke Papa, Restui Sarah dan Satria Pa. " Terdengar helaan nafas dari Papa nya.
" Kamu yakin ? apa yang membuat mu yakin pada Pria muda itu Sarah ?"
" Iman nya Pa, Satria bisa menjadi imam yang baik untuk Sarah. Sarah sudah Merasakan nya sendiri...Satria orang baik Pa..."
" Berapa lama kalian sudah menjalin hubungan ? Sejauh apa ?" Tanya Papa nya lagi ?
Sarah bingung, Apa ini saat nya dia berkata jujur ke Papa nya ? Bahwa mereka sudah menikah secara siri ? Sarah tidak ingin kebohongan ini terus berlanjut yang membuat hidup mereka tidak tenang.
" Pa..." Panggil Sarah menggenggam erat tangan Papa nya.
" Sebenar nya...Sarah dan Satria sudah menikah Siri sejak sebulan yang lalu..."
Duarr....
Seperti ada petir yang menyambar pada tubuh Papa Panji saat ini.
Dada nya bergemuruh, Sarah telah menikah secara Siri dengan Satria ?
Apa apaan ini ?? Kenapa dia tidak tau ,?
Plak !
" Papa..." Lirih Sarah dengan memegang Pipi nya yang kerasa kebas karena bekas tamparan dari papa nya.
Air mata nya menetes, Mungkin akibat nya telah berbohong ke Papa nya.
Tapi ini juga bukan kemauan nya dan Satria bukan ?
" Pa, Sarah bisa jelaskan..."
" Keluar !"
" Papa. Sarah harus menjelaskan semua yang---"
" Keluar !!!!" Bentak Papa Panji lagi.
Dan akhir nya Sarah mengalah dan keluar dari kamar Papa nya.
Dan saat dia sampai di pintu kamar Papa nya, Dia melihat ke arah kakak nya.
" See ? Sekarang sudah terlihat bukan ? Siapa yang murahan disini ,?" Sarah menatap ke arah Kakak nya yang juga menatap nya dengan sinis.
" Setidak nya aku tidak pernah merebut pria milik orang lain ! Walau pun aku sudah menikah dengan Satria secara siri, dia menghargai ku dan menjaga ku, Jangan samakan aku dengan pergaulan bebas mu yang keluar masuk Bar setiap malam nya, Hingga menjadi model terkenal karena tidur dan memuaskan hasrat Produser mu !"
" Kau !!!" Tunjuk Astrid pada Sarah.
Dia hendak menampar Sarah , Tapi tangan nya di cengkram oleh Junior.
" Junior lepas..."
" No !" Jawab adik bungsu mereka .
" Junior lepas tangan nya, "..
" Oke !" Junior melepaskan cengkraman tangan nya dari tangan Sang kakak sulung nya, Karena Sarah yang meminta nya.
" Dasar !" Astrid meninggalkan kedua adik nya dan kembali ke kamar nya.
" Thanks Boy..."
" it's oke. " Junior langsung meninggalkan Sarah di depan kamar Papa nya.
Sementara itu, Dirumah nya, Satria terus saja merengek pada Mami nya untuk segera melamar Sarah untuk nya.
Dia tidak ingin berpisah lagi dengan Sarah.
" Mami...Ayo lamarin Sarah untuk Satria Mi...Satria gak mau pisah sama Sarah lagi. Satria gak bisa tidur Mi..." Mami Ratu hanya bisa diam saja saat melihat Satria merengek pada nya seperti ingin beli mainan di mall saja.
Melamar anak orang, Secepat ini ? Bagaimana bisa ? Walau mereka sudah berstatus suami istri tapi rasa nya berat sekali.
" Mami....ayo...Satria mau Sarah mami, Satria mau Sarah Mi..."
" Pi, Anak kamu..."
" Anak kita sayang..." Mami Ratu hanya bisa pasrah saja lah.
Dari pada panjang urusan nya nanti kan...
" Kamu kira ngelamar anak orang enak ?Kita harus banyak persiapan Satria, Seserahan nya...Dan lain nya lagi. "
" Satria udah siapin seserahan nya Mami, Tinggal Mami dan Papi aja. "
" Perhiasan nya ??" Satria berlari ke kamar nya dan kembali ke bawah membawa beberapa kotak.
" Kamu yakin ? Duit dari mana ? Gak korupsi uang Perusahaan kan ?"
" Mami...Mana ada begitu. " Sergah Satria dengan kesal.
Mami nya menuduh dia korupsi uang perusahaan untuk melamar Sarah ? Yang benar saja.
" Satria jual beberapa saham Satria Mu, Pokok nya anter Satria malam ini juga ke rumah Sarah. Satria mau ngelamar Sarah titik !"
" Tapi Satria ---"
" Sudah ayo bersiap. Nanti jam 7 malam kita kerumah Sarah. Kita akan melamar nya untuk kamu. "
" Mami...Satria sayang Mami...." Satria tersenyum dan memeluk Wanita tercinta di hidup nya itu dengan penuh kasih sayang.
" Rasa nya cepat sekali waktu berlalu Mas .." Papi Raja membawa Mami ke dalam pelukan nya dan di cium Papi Raja kening sang Ratu.
" Kita patut berbangga diri, Karena putra kita benar benar anak yang hebat, Dia berusaha sendiri untuk membahagiakan istri nya. Kamu hebat, Kamu ini yang hebat oke. Amber akan bahagia melihat kakak nya bahagia. Bagitu juga dengan Mami nya. " Mami Ratu mengangguk dan memeluk suami nya.
Cukup lama mereka bersiap hingga kini mereka sudah berada dirumah Sarah dengan para pelayan yang menjadi anggota keluarga juga dalam acara lamaran ini.
Mereka membantu membawakan seserahan yang di peruntukan untuk Kekasih hati sang Pangeran tempat mereka bekerja .
Bukan nya hangat, Suasana ruangan ini menjadi tegang.
Saat untuk pertama kali nya lagi, Setelah sekian lama mereka tidak bertemu antara mantan kekasih itu.
Sementara Astrid, Dia hanya menatap penuh iri dengan barang barang bawaan Satria untuk Sarah.
Tas itu sangat luar Biasa mewah nya, Dan disana bukan hanya satu.
Tapi banyak !.
" Maaf sebelum nya Tuan Panji, Kami disini sengaja datang untuk melamar anak anda yang bernama Sarah, Untuk Putra kami Satria. " Mami Ratu mulai jengah dengan tatapan mantan kekasih nya itu.
" Apa kalian juga tau bahwa anak kalian sudah menikahi putri ku secara siri ?" Papa Panji menatap Wanita yang pernah menjadi masa lalu nya.
Sementara Mami Ratu sedang menatap sengit ke arah mantan kekasih nya yang Snagit di benci nya hingga ke dasar bumi yang paling dalam.
Pasti Pria menyebalkan ini sedang merencanakan sesuatu.
" Apa maksud mu ? Katakan niat mu di balik ini semua !"
" Mami, " Papi Raja melerai istri nya sebelum pertikaian ini terjadi di ruangan ini.
Karena niat mereka baik bukan ? Tidak ada niat buruk sedikit pun.
" Sekarang aku tanya pada mu Tuan Panji yang terhormat ! Kau lebih memilih putri mu dan nama baik keluarga mu tercoreng atau memilih putri mu di nikahi secara siri oleh putra ku untuk menyelamatkan harga diri nya ? " Papi Panji masih diam.
" Atau kau ingin. masa lalu terulang lagi iya ?? Anak mu mabuk di Hotel dan bermalam dengan pria lain ? Hinga mereka melakukan hubungan terlarang sementara sang pria sudah---"
" Cukup An ! Cukup. Aku tau aku salah. Ya aku memang bersalah ! Hukum aku jika kau belum puas menghukum ku. Apa belum puas melihat ku menjadi duda ? Istri ku sudah meninggal An, Jadi jangan---"
" Sampai akhir nafas ku pun aku tidak akan memaafkan mu. Jika hanya mabuk itu bisa di hindari bukan ? Jika hanya sekali itu memang khilaf, Tapi jika itu berkali kali ? Apa itu nama nya juga khilaf ??"
" Mami..." Panggil Satria.
" Kau ! Jika kau menolak lamaran dari putra ku, Akan ku pastikan pada mu, bahwa tidak akan ada yang mau menikahi putri mu selain putra ku. Camkan itu !"
" Ayo Satria kita pulang..." Satria menggeleng saat Mami nya mengajak nya pulang.
" Pulang Satria !!!". Tetap Satria menggeleng, Dia ingin Sarah nya.
Dia ingin istri nya saat ini, Satria Rindu.
" Mami...Satria mau ketemu Sarah Mi...Satria mau ketemu Sarah..."
" Banyak wanita cantik lain nya di luar sana Satria ! Jangan pernah mengemis cinta seorang wanita jika Pemilik nya seperti itu ! Menjijikan. !" Ucapan Mami Ratu memang seakan tidak berfilter jika itu sudah berhubungan dengan Pria yang sangat di benci nya itu.
" Mami...."
" Pulang Satria !!!! " Sentak Mami nya lagi.
Dia tidak sanggup melihat putra nya di rendahkan seperti ini. Tidak akan di biarkan nya putra yang di perjuangkan nya itu mengemis di depan laki laki paling di benci nya di muka bumi ini.
Dan kenapa juga harus pria itu yang menjadi pemilik wanita yang di cintai putra nya ??
" Tunggu...." Suara arah menggema disana.
Dia berlari tanpa alas kaki saat mendengar suara sentakan mami mertua nya.
" Sarah ikut pulang sama Mami ya, Sarah ikut Suami Sarah. " Mami Ratu mengangguk.
" Itu baru istri yang baik. Bawa semua seserahan itu ! Aku tidak Sudi milik menantu ku di sentuh orang lain. " Astrid hanya menatap sengit ke arah Sarah yang mendapatkan segala nya itu.
" Ayang...." Satria memeluk Sarah, Dan dia bahkan sudah menggendong Sarah saat ini sangking rindu nya.
" Masuk ke kamar Sarah jika kamu masih sayang sama Papa. "
" Maaf Pa. Sarah ini sekarang istri Satria ! Jadi Sarah haru ikut Satria Pa. "
Ayang mode ngelamar malam ini 💙
...💙💙💙...