My Wife Is My Sugar Mommy !

My Wife Is My Sugar Mommy !
Pemotretan



Hari ini, Sesuai dengan janji mereka, Genk Anti Huru Hara Blok Cempaka mendatangi Kantor Sarah, Untuk menjalani sesi Foto iklan Produk Daster Eksklusif milik Sarah.


Fashion item nya ibu ibu rumah tangga, Tapi disini Sarah menunjukan kemewahan nya.


Banyak Kelas untuk daster milik nya, Ada kelas Gold,Silver dan Paling bawah adalah kelas menengah.


" Wih...Jeng, Sih Sarah memang beneran hebat ya, Usia nya masih muda tapi prestasi nya luar biasa. "


" Bener Jeng Sari, Sarah itu hebat ya. "


" Usah ah, Masuk yuk...nanti dek Sarah nungguin kita. " Umi Jamilah membawa rombongan nya untuk segera masuk ke kantor Sarah, Dan disana mereka sudah di tunggu resepsionis untuk di antar ke ruang pemotretan.


Sampai di ruangan dimana perang akan di mulai, Ternyata disana sudah ada Sarah dan Wanita cantik, Yang di kenal mereka sebagai Ratu Ana Artis terkenal yang memiliki agenci model dan sekolah akting terkenal.


" Assalamualaikum..." Sapa ke empat ibu ibu Genk anti huru hara Blok Cempaka.


" Waalaikumsallam, Masuk ibu ibu. " Sarah datang menyambut mereka berempat.


Dimana Sarah mencium punggung tangan ke empat wanita wanita hebat.


" Ah, Iya ibu ibu, Kenalin ini Mami Ratu, Mertua saya..." Bisik Sarah.


Mereka semua paham, Dan mengangguk.


Satu persatu mereka berkenalan dengan Mami Ratu dan merasa nyaman.


Karena Mami Ratu tidak sombong seperti kebanyakan artis artis yang mereka ketahui.


" Ah, Ibu ibu bisa aja. Jangan sungkan bagitu, Saya sudah tuir. Jadi gak secantik dulu. "


" Masih cantik kok Jeng, Perawatan dimana ? Ajak kita kita dong..." Kata Buk Sari berseru heboh.


Sementara Umi Jamilah hanya tersenyum saja.


" Jadi ini gimana konsep kerja nya ? Jam 4 sore saya harus jemput Vito di sekolah nya. " Kata Buk Ana yang memang kerjaan wajib nya ya menjemput anak nya.


Jika tidak, Bisa habis dia di gali oleh suami nya yang memang hobi nya menggali.


" HM, Kalau tidak keberatan, Khusu Buk Ana, Saya mau ambil Foto ibu saat mengendarai motor. Karena Daster saya ini, Daster Eksklusif, Jika naik motor, Rok nya bisa di lepas dan di ikat kembali, Seperti multifungsi begitu. " Buk Ana masih mencermati Sarah.


Apa maksud nya ? Apa dia harus syuting dengan motor Trail anak nya ?


Jika iya, Bisa heboh satu Blok mereka nanti.


" Mau buk ? Ini saya punya contoh nya yang akan ibu pakai. " Sarah mengeluarkan daster yang memang akan di pakai oleh Buk Ana, Daster itu memang multi Fungsi, Jika menaiki motor akan menjadi Celana karena ada resleting tersembunyi nya dan bisa di lepas sesuai keinginan nya.


Buk Ana tercengang, Ide dari mana itu ? Ibu ibu berdaster naik motor trail ? Daster berubah menjadi celana bawahan nya ? rok nya multi fungsi ?


Harus di akui nya, Bahwa Sarah ini memang luar biasa.


" Oke !" Sarah kaget.


Secepat ini Buk Ana menyetujui nya ? Padahal buk Ana ini yang paling di takuti nya karena jutek.


" Serius buk ?" Tanya Sarah lagi.


" Serius lah ! Kamu kira saya main main ? Siapa duluan ini yang akan Foto ? Nanti di sesi akhir untuk Cover majalah nya foto berlima ya. " Para model dadakan plus satu artis senior itu mengangguk mantap ke arah sang pemilik Brand.


Mereka mulai melakukan satu persatu gaya sesuai arahan sang fotografer handal.


Jeng Sari, dan Buk Risa begitu antusias, Apalagi mereka bersanding dengan Mami mertua nya.


Sarah begitu bahagia, Melihat ibu ibu Tetangga nya rela membantu nya demi anak anak panti, Sungguh mulia Meraka itu.


Sampai pada sesi Umi Jamilah yang menjadi pembicara, sekaligus Makan Siang bersama Meraka siang ini.


Acara makan siang ini, Menjadi acara tausiah dadakan dari Umi Jamilah, Dan sang fotografer mengambil gambar Umi Jamilah yang sedang melakukan tausiah nya.


Hebat ! Itu lah yang ada di pikiran Sarah saat ini.


Hingga Nanti Meraka menunggu untuk Acara Pemotretan Buk Ana.


Sarah bisa menghela nafas nya lega, Namun masalah kembali datang saat Nia datang dengan tergopph gopoh menghampiri nya.


" Apa ??? Bagaimana bisa ? Lalu bagaimana Pemotretan Baju itu ??? Astaga..." Mendadak arah menjadi sakit kepala.


Sarah pusing, Badan nya lemas, Tapi seketika senyuman nya terbit saat melihat siapa yang masuk ke dalam ruangan nya.


Entah bagaimana bisa dia masuk ! Tapi pasti Satria menyamar menjadi rekan kerja nya.


" Kamu kenapa Yank ? Sakit ??" Tanya Satria langsung menghampiri istri nya.


Sarah menggeleng, Dia menatap serius ke arah suami nya.


" Kenapa sih Yank ? Kami kayak gak biasa nya sih ?"


" Aku capek, Kerjaan gak ada habis nya, Malah Dateng lagi Masalah baru. "


" Cerita sini, Biar aku tau apa Masalah nya. " Sarah menghela nafas nya berat, Sebelum menceritakan semua nya.


Tujuan mata Sarah saat ini menatap Satria dengan tatapan memohon nya.


" Aku gak mau Yank, Malu. Apalagi itu pakaian Kasual kan ?" Sarah mengangguk.


" Plis...tolongin ya...sekali saja. mau ?" Tatapan mata nya menatap permohonan pada suami nya.


Satria tidak kuasa untuk menolak nya.


Akhir nya dia mengatakan keinginan istri nya, Tapi Satria juga malu.


" Sini, Kiss dulu. Biar semangat kerja nya. Kata nya sayang istri, Kenapa cemberut gitu ?" Satria tersenyum dan pasrah saja saat Sarah menciumi wajah nya.


Bahkan Satria mendapatkan bonus. Bonus dari Sarah, Sebuah ciuman, Bukan sekedar kecupan seperti biasa nya.


Tapi ini benar benar ciuman, Satria menerima nya, Merangkul pinggang Sarah dengan posesif. Naluri nya sebagai laki laki terpancing oleh kegiatan kedua nya.


Sampai Pintu ruangan Sarah terbuka dan kelima ibu ibu kece itu mengacaukan moment mereka.


" Astaga Naga bawa mangga ! Umi...aku gak liat. " Pekik buk Sari menutup kedua mata nya melihat adegan live, Acara ciuman ala drama Korea yang biasa di tonton nya.


Kini dia melihat secara langsung.


Sementara Umi Jamilah menutup wajah nya dengan Khimar nya, Buk Rita menutup mata nya dengan kdua tangan nya tapi masih mengintip.


Hanya Buk Ana Dan Mami Ratu saja yang terlihat biasa. Tapi Mami Ratu shock. Satria bisa melakukan itu pada Sarah.


Dimana dia mencium Sarah sangat romantis, Seperti di adegan Drama Korea.


Dimana Tubuh sang Pria lebih tinggi, Lalu sebelah tangan nya menekan tengkuk Sarah dan sebelah tangan nya lagi merangkul pinggang ramping Sarah.


" Mami apaan sih ? Main masuk masuk aja ! Ganggu tau Mi. " Gerutu Satria menatap Mami nya.


Sementara Sarah menyembunyikan wajah nya di dada bidang suami bocah nya.


" Heh ! Tuman kamu ya ! Panas-panas gini Adegan 18+ bahaya ! Mami gak mau calon cucu mami di produksi di kantor ! Nanti gila kerja Kayak Papi dan Kakek nya ! "


" Mami apaan sih ? Bikin malu. Sarah malu nih...auhhh...sakit Yank..." Pekik Satria saat merasa pinggang nya di cubit Sarah.


" Kamu itu apaan sih ? Malu kan jadi nya ?"


" Lah, Kan kamu yang duluan cium aku yank...aauuhhh...sakit..." Pekik Satria lagi saat Sarah kembali mencubit pinggang nya dan kali ini lebih keras.


" Sudah ! Bahas apa sih ?? sudah ayo ibu ibu. Pengantin baru ini gak tau tempat ! Kalau mau ciuman itu di kunci pintu nya dulu."


" Mami Apaan sih ???" Tanya Satria lagi.


Namun Mami nya hanya melambaikan tangan nya saja. Dan berlalu bersama ibu ibu tetangga Sarah dan Satria.


" Kamu tuh ! Gara gara kamu ini. "


" Kok aku sih Yank ? kamu juga mau kan. "


" Tau ahh...kamu nyebelin. "



Ayang, Kamu terlalu jauh ! Tangan ku gak sampai 🤦🏽‍♀️


...💙💙💙...