My Wife Is My Sugar Mommy !

My Wife Is My Sugar Mommy !
Mulai Menangani



Setelah melakukan pembicaraan panjang dari papa mertua nya, Dan cukup membuat Satria kaget adalah, Trauma nya Sarah begitu dalam, Dan bagaimana cara dia menangani nya ?


Karena merasa lelah, Akhir nya Satria memilih Kembali ke kamar untuk mengecek keadaan Sarah, Bagaimana keadaan istri tercinta nya itu.


Beruntung, Saat Satria masuk ke kamar pun Sarah masih tidur, Dan dia segera membersihkan diri nya.


Namun, Saat setelah Satria selesai membersihkan diri nya, Terlihat pergerakan dari tempat tidur mereka, Dimana Sarah mulai terusik dengan tidur nyenyak nya.


" Sssshhh....Aku disini Yank...tidur lagi ya..." Satria mengelus kerutan di kening istri nya sambil membacakan ayat pendek untuk menenangkan tidur istri nya, Dan betapa luar biasa nya, Suara Satria bisa membuat tidur Sarah kembali nyaman.


Sebisa mungkin Satria membuat tidur Sarah merasa nyaman karena terhalang jarum infus yang menghiasi tahan indah istri nya.


Bahkan Satria juga melihat, Bekas luka di pelipis istri nya yang hampir hilang tersamarkan, Karena Papa Panji bilang, Disana adalah bekas luka yang paling dalam saat kecelakaan itu terjadi.


Cup...


Di kecup Satria pelipis Sarah yang ada bekas luka nya untuk kembali mengantarkan Sarah ke alam mimpi nya.


Saat Satria terus memperhatikan istri nya, Ponsel nya berdenting dan itu pesan masuk dari S3I.


Joko ~ Kata nya kamu kecelakaan ya ? Gimana gimana ? Baik baik aja kan ?


Susilo ~ Jangan terlalu heboh sendiri . Tanyakan yang benar keadaan nya !


Joko ~ Diam saja jika tidak memiliki empati !


Susilo ~ Apa empati dan simpati harus di umbar ? Dasar kau !


Pak Haji ~ Ais to, Ojo gaduh, Wes mbengi Iki.


Ganda ~ Kata istri saya, Tadi mertua kamu datang, Apa Sarah baik baik saja ?


Satria ~ Alhamdulillah kami baik baik saja, Hanya ada luka kecil.


Satria mengirim pesan berisikan foto diri nya yang kening nya ada luka.


Satria ~ Tapi istri saya mengalami trauma di masa lalu nya, Bagaimana cara saya menangani nya ? Istri saja butuh teman curhat, Teman sharing juga.


Joko ~ Jeng Risa Psikolog gak sih ? bisa gak gitu ? Gue gak tau tau banget apa beda nya Psikolog sana Psikiater.


Susilo ~ Yang kau tau hanya Ana istri bar bar mu !


Joko ~ Bukan urusan mu !


Ganda ~ Istri mu hanya butuh Privasi Satria, Jika dia mengalami trauma di masa lalu nya, Buat dia senyaman mungkin. Psikolog dan psikiater berbeda Joko. Dari tolong pahami itu. Rita ...


Satria ~ Istri saya mengalami Amnesia Disolatif Buk, Sebagian ingatan nya hilang, Mungkin berhubungan dengan kecelakaan itu. Saya kurang tau. Tapi menurut penjelasan mertua saya tadi. Sarah benar benar tidak mengingat apapun tentang masa lalu mengerikan nya itu. Bahkan istri saya juga pernah koma selama dua bulan lama nya.


Ganda ~ Temani istri mu tidur. Besok kita bahas ini. Saya akan kerumah besok dan menilai dulu, Yang di butuhkan istri kamu I u, Psikiater atau Psikolog, Karena kami berbeda Satria.


Satria ~ Terima kasih buk, Selamat malam semua nya, Assalamu'alaikum 🙏🏽


Semua membalas pesan nya, Dan salam nya juga.


Satria merasa beruntung bisa tinggal dan kenal di lingkungan ini, Orang nya sangat membantu yang baik menurut nya...


Setelah menyelesaikan sesi curhat nya, Satria kembali merebahkan diri nya di samping Sarah dan terus memposisi kan diri nya agar membuat Sarah nyaman dengan tidur nya.


Seperti nya baru saja Satria tertidur, Tapi pergerakan dari istri nya membuat Satria harus segera terjaga dan melihat kondisi sang istri.


" Sakit..." Satria langsung mendudukan diri nya untuk melihat keadaan sang istri tercinta.


" Apa yang sakit Yank ? Sini aku lihat. " Sarah tersadar, Dan ternyata tangan nya di hiasi oleh jarum infus yang menancap di punggung tangan nya.


" Kamu udah buka puasa ?" Satria mengangguk dan tersenyum untuk Sarah.


Apakah ini salah satu efek dari amnesia disolatif yang di derita istri nya ?


" Aku kenapa ? Kamu juga kenapa bisa luka begitu ?"


" Kamu kecapean Yank. Dehidrasi. Jadi dokter Mami tadi nyaranin buat infus kamu. Kalau aku, Tadi terpentok kayu dekat gazebo kolam ikan. " Sarah mengangguk.


Di lihat nya kening suami nya yang di plester lalu di sentuh nya dengan lembut.


" Apa sakit ?" Satria menggeleng.


" Kamu mau apa ?? biar aku siapkan. "


" Air hangat saja. " Satria langsung turun dari tempat tidur dan mengambil air hangat dari dapur.


Dan tolong ingatkan Satria nanti untuk meletakan sebuah dispenser untuk mereka di kamar ini.


" Sudah tidur lagi ya, Besok kalau gak bisa puasa libur aja dulu. Nanti ganti atau kita bayar fidyah aja ya. " Sarah mengangguk dan kembali ke posisi nya untuk tidur.


Satria memeluk istri nya, Dan juga menjadikan lengan kekar nya untuk bantalan sang istri agar nyaman.


Posisi nya mereka terus terjadi sampai menjelang sahur, Satria hanya sahur di temani para pekerja tukang, Dan 3 orang pembantu nya serta juga satpam yang berjaga.


Pak Jalal juga ikut sahur dan tinggal disini malam ini untuk jaga jaga jika Satria membutuhkan nya.


" Kamu kok bangun Yank ?" Tanya Satria saat dia kembali ke kamar nya dan melihat Sarah sudah duduk bersandar di kepala tempat tidur mereka.


" Mau ikut sholat shubuh. " Satria menghampiri Sarah dan mencium kening nya.


" Ayo aku bantu bersihkan diri kamu sebentar. Sholat duduk di sofa saja ya, " Sarah mengangguk.


Betapa telaten nya Satria membantu Sarah bersiap. Bahkan Satria juga membantu Sarah mengganti baju nya dan mengambilkan dalaman nya juga. Dan soal itu, Sarah bisa melakukan nya sendiri.


Dan tugas Satria hanya mengancingkan kaitan bra nya saja di belakang sana.


" Subhanallah, Kamu cantik Yank. " Satria mencium kening Sarah lagi sebelum mereka melakukan ibadah 2 rakaat di pagi hari berjamaah.


Satria benar benar selalu dan akan terus jatuh cinta pada istri nya, Sarah benar benar mau dan semangat belajar nya sangat mengesankan untuk Satria, Tapi ada kesedihan tersendiri di dalam hati Satria, Sampai kapan istri nya akan terus mengalami amnesia disolatif ini ?


Satria tidak ingin melihat Sarah kembali histeris dan ketakutan seperti kemarin lagi.


Dan mungkin buk Rita memang bisa membantu nya, Membantu Sarah untuk mengetahui kondisi mental istri nya.


Bukan maksud nya mengatai Sarah gila, Itu tidak benar. Satria hanya ingin istri nya sehat, Dan tidak lagi mengalami ketakutan nya lagi.


Hati Satria benar benar tidak kuat jika harus melihat Sarah seperti kemarin lagi. Tidak akan.


Satria akan berusaha menyembuh kan trauma nya Sarah, Satria akan melakukan nya demi Sarah, Demi istri tercinta nya.


" Mau tidur lagi atau gimana Yank ?" Tanya Satria saat membantu membuka mukena istri nya.


" Tidur lagi ya, Badan aku sakit semua. Kayak habis di gebukin. "


" Nanti aku panggilin orang Spa mau ? Biar kamu nyaman. Ajak Genk kamu juga boleh. " Sarah mengangguk dan tersenyum.


" Yaudah sini, Aku peluk kamu lagi. Tidur ya...aku disini. " Sarah mengangguk dan memeluk Satria, Dia benar benar ingin tidur lagi karena tubuh nya memang benar benar lelah.



Ayang lagi galau mikirin istri nya.


...💙💙💙...