
Satria panik, dia benar benar panik setengah mati, Apalagi dokter tak kunjung datang, Dan darah yang keluar dari hidung Sarah masih saja keluar dan membuat Satria benar benar kalut saat ini.
Karena melihat kehebohan dirumah Satria dan Sarah membuat Mang Udin memanggil tetangga terdekat rumah mewah ini,Apalagi yang di ketahui nya, buk Rita dan pak ganda adalah Genk kedua tuan dan nyonya pemilik rumah ini.
" Satria , Kenapa Sarah ?" Tanya Buk Rita saat sudah masuk ke dalam kamar sepasang suami istri itu.
Satria kaget, air mata nya terus saja menetes melihat keadaan istri nya saat ini.
" Buk, I-ni Sarah, Sarah mimisan dan pingsan buk, Su-sudah hampir sepuluh menit belum sadarkan diri. " Buk Rita dan pak ganda langsung kaget pisang selama sepuluh menit tapi belum sadarkan diri ?
Buk Rita langsung mengecek mata Sarah dan melihat nya.
" Ayo bawa kerumah sakit, Sekarang Satria, ayo Pa, Bawa mobil nya Satria saja. Ayo Satria cepat !!!" Satria mengangguk.
Dia menggendong Sarah sendirian karena dia tidak akan membiarkan Sarah di sentuh orang lain, apalagi sampai menggendong nya.
Jika hanya menyentuh sebagai dokter Satria mungkin bisa memaklumi nya, Tapi tida dengan menggendong nya.
" Masuk Satria, Biar saja dan Suami saya yang di depan. " Sekali lagi Satria mengangguk.
Air mata nya terus saja terjun bebas dari mata nya.
Apalagi kini baju nya sudah berlumuran darah semua dari hidung istri nya.
" Ayang ..jangan giniin aku, aku minta maaf. ayo jangan buat aku takut..."
" Tenang Satria, Jangan panik. Istri kamu akan baik baik saja. "
" Tapi hidung nya masih saja mengeluarkan darah Pak..."
" Berdoa Satria, berdoa untuk kesembuhan istri kamu. " Benar.
Satria panik sampai melupakan bahwa masih ada Allah yang maha segala nya,.
" Bagun Yank...buka mata nya...maafin aku udah buat kamu kayak gini...maafin aku yank...," Satria terus menciumi tangan istri nya dan memberikan kehangatan.
Berharap tubuh istri nya bisa kembali hangat.
Saat sampai dirumah sakit, Satria langsung membawa Sarah ke ruangan IGD.
Namun baru sekitar 15 menit Sarah di periksa kenapa kembali di bawa keluar dan masuk ruangan ICU ?
Kenapa Sarah di bawa ke ruangan ICU ? Istri nya hanya pingsan saja, buka gagal jantung, atau terkena penyakit serius lain nya.
Tapi kenapa di bawa kesana ?
Saat Satria hendak protes, Dokter meminta nya untuk ikut keruangan nya.
" Dengan suami pasien ?" Satria mengangguk.
Dokter mulai menjelaskan segala nya, Segala yang di alami Sarah hingga di bawa ke ruangan ICU.
Kenapa ? Kenapa ini harus terjadi pada nya ?
Satria benar benar menyesal karena telah meminta Sarah buat melakukan test itu hingga terjadi seperti ini.
Sarah di nyatakan koma setelah mengalami gangguan jaringan di otak nya, Pemicu nya adalah muncul nya ingatan ingatan nya saat beberapa memori yang hilang itu datang di saat yang tidak tepat hingga Sarah hilang kesadaran dan di nyatakan koma.
Dunia Satria hancur, Hancur sekali saat ini, Langkah nya gontai, Separuh jiwa nya pergi, tidak ada lagi kebahagiaan dalam diri nya saat mendengar sendiri bahwa istri nya di nyatakan koma.
" Satria...."
" Mamiiii...." Wanita yang menjadi cinta pertama nya langsung datang menghampiri nya dan memeluk nya.
Satria menangis dan terisak di dalam pelukan hangat wanita yang telah berjuang banyak untuk nya.
" Sayang ..Menangis lah jika itu bisa membuat mu melupakan segala nya. " Benar apa kata mami nya.
Satria benar benar menangis, Menangis dengan begitu pilu nya hingga mampu membuat ornag orang disana ikut merasakan kesedihan nya juga.
Pria muda dengan sejuta pesona dan kedewasaan nya, Kini sedang dalam keadaan tidak baik baik saja.
Dunia nya runtuh saat mengetahui keadaan istri nya saat ini tengah berjuang di dalam sana.
" Satria !!!" Mami Ratu panik saat melihat putra nya juga tiba tiba luruh begitu saja dalam dekapan nya.
Entah capek atau memang kondisi nya sedang lemah, Satria jatuh pingsan juga.
Mami ratu baru sadar saat melihat luka di kening Satria dengan darah yang sudah mengering dan pakaian nya juga berantakan penuh dengan darah.
" Papi, Satria Pi...gimana Satria Pi ..gimana anak kita Pi..." Ibu mana yang tidka hancur saat melihat anak nya dalam kondisi terpuruk seperti itu.
Apalagi perjuangan nya tidak mudah untuk bisa mendapatkan Satria dan kembaran nya yang harus meninggalkan mereka di usia nya yang baru memasuki 3 tahun.
Kini ketakutan itu kembali terulang lagi, inilah alasan kenapa Mami ratu takut dan trauma dengan yang nama nya rumah sakit.
" Mi, Tenang ! Mami harus tenang. Satria itu anak yang hebat ! Dia pasti kuat. Hanya keadaan nya saat ini benar benar membuat nya lemah ! Istri nya koma Mi !"
Deg !
Jantung pria yang seusia dengan papa Panji seakan berhenti berdetak.
Putri nya koma ? Sarah nya koma ?
" Sarah koma ?" Tanya Papa Panji membuat semua orang menatap ke arah nya.
Grep !
Jika saja pak Joko dan pak Susilo sigap, mungkin saja tubuh tinggi papa Panji sudah berakhir di lantai rumah sakit ini dan bertambah lagi pasien nya.
Apa jadi nya jika anak, menantu dan mertua di rawat dirumah sakit secar bersamaan ?
" Tenang kan diri mu Panji ! Menantu ku akan baik baik saja. " Papa Panji melihat ke arah besan nya.
" Apa yang terjadi Raja ? Dimana Satria ?"
" Satria juga di rawat. Di shock dengan berita Sarah koma, dan kami belum mengetahui penyebab nya. "
" Maaf sebelum nya, Bukan saya bermaksud lancang, Tapi yang saya lihat, dari Sarah yang pingsan dan mimisan hingga koma, Dugaan terbesar saja adalah amnesia disolatif yang di alami Sarah mungkin saja menganggu nya, Atau bahkan dia kembali melihat dan mengingat kejadian kejadian sebelum itu terjadi, Hingga Sarah tidka kuat dan berakhir seperti ini. "
" Ya Allah...." Papa Panji menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.
Dia merasa tidak berguna sekali sebagai seorang Ayah, Tapi disisi lain nya, Dia mungkin bisa sedikit bernafas lega, Karena kemungkinan besar Sarah nya akan kembali lembut dan manja seperti dulu lagi dan tidak judes apalagi arogan seperti yang di katakan banyak orang pada nya.
" Pasien sudah bisa di jenguk. Tapi harap mematuhi protokol kesehatan. " Perawat memberi tahu bahwa Sarah sudah bisa di jenguk walau keadaan nya masih dalam koma,.
" Pergi lah dan temui putri mu ! Kami akan menunggu disini. " Papa Panji mengangguk dan pergi keruangan dimana Sarah nya berada.
" Terima kasih Raja, Ratu..." Mami membuang pandangan nya ke arah lain, Dia tidak ingin melihat mantan nya yang kini menjadi besan nya.
" Ya, pergi lah. " Ucap Papi Raja memberi jalan pada besan nya untuk menemui putri nya.
Sementara Mami Ratu dan Papi Raja menuju ruangan dimana Satria di rawat saat ini.
Ternyata Putra nya tengah tertidur pulas, Sudah berganti pakaian rumah sakit.
" Sayang...Ini Mami nak..." Mami ratu mengusap kening Satria yang di tempel perban karena luka di kening nya saat kecelakaan motor tadi.
" Bangun sayang...ini Mami nak, ayo...kamu harus kuat. Sarah Butuh kamu..."
" Mi, Biarin Satria istirahat dulu. Dia juga butuh istirahat dan waktu untuk semua ini. gak mudah bagi nya mi..."
" Tapi besok Satria ulang tahun Pi..." Papi Raja mengangguk.
Dia juga tau bahwa besok putra mereka akan ulang tahun dan masuk di usia 20 tahun, Itu arti nya putra mereka sudah dewasa .
...🍑🍑🍑...