MY STUDENT IS MY STUPID WIFE

MY STUDENT IS MY STUPID WIFE
SCANDAL



Beberapa bulan kemudian


Devan berangkat ke sekolah bersama seorang teman namanya Albi, teman dekat Devan. Sekarang mereka sudah menjadi anak SMA.


Devan bersama Albi menuju sekolah dengan mengendarai motor, saat tiba di sekolah Devan disapa oleh seorang perempuan.


"Hai Dev." sapanya sembari menghampiri Devan di parkiran.


"Keysa, ada apa?" balas Devan bertanya.


Gadis itu bernama Keysa, dialah sosok gadis yang selalu menyapa Devan. Keysa merupakan gadis cantik di SMA, Keysa menyukai Devan dari pertama mereka berkenalan waktu MOS.


Terlihat Keysa membawa sekeping coklat beng-beng yang diberikannya untuk Devan, Devan menerimanya begitu manis dengan memeluk gadis bertubuh jenjang dan langsing itu.


Keysa menarik Devan ke dalam kelasnya sementara Albi hanya mampu mengikutinya dari belakang.


Di dalam kelas sana ada Nuri, Nuri sekelas dengan Keysa. Nuri kenal betul siapa Keysa, Keysa anak orang kaya yang disegani oleh murid-murid di sekolah.


Devan duduk di bangku Keysa yang berada tepat di depan bangku Nuri, Nuri hanya menatap acuh ke arah mereka karna memang Nuri tidak peduli apa yang akan mereka lakukan.


Seorang kakak kelas, ketua OSIS saat itu datang menghampiri Nuri, dia duduk saja di samping Nuri dan Nuri senang dengan kedatangannya.


"Nuri, kita kekantin yuk!" ajaknya seketika itu langsung mengalihkan pendengaran Devan, Devan diam-diam berusaha melirik ke belakang tapi dia tidak bisa karna Keysa selalu nempel di dekatnya.


"Ayo kak Riki, kebetulan aku belum sarapan." jawab Nuri.


Saat Nuri dan Riki hendak berjalan keluar, disaat bersamaan Keysa membuka botol parfumnya dan menyemprotkan parfum tersebut ke bagian tubuhnya sehingga bau menyengat dari parfum tersebut membuat kepala Nuri berputar sampai dia hendak pingsan menyenggol tubuh Riki dengan cepat Riki menopangnya. Devan hendak berlari menyambut tubuh Nuri tapi Riki keburu menyambutnya yang membuat Devan mundur kembali dan hanya bisa menahan rasa.


Teman-teman sekelas dibuat heboh karna Nuri yang hampir pingsan. Riki ingin membawanya ke UKS tapi Nuri ingin tetap berada di kelas karna dia hanya merasa pusing dan sedikit mual tidak ada rasa sakit lainnya.


Riki pun memopong Nuri kembali ke tempat duduknya, suasana hening banyak mata yang mengawasi Nuri ini pertama kalinya ada teman sebaya mereka pingsan setelah mencium aroma parfum sehingga mereka membuat asumsi masing-masing. Riki langsung meminjam frashcare dari salah satu teman sekelas Nuri, lalu dia menggosokkan sedikit di kepala Nuri dan menyuruh Nuri untuk menghirup aromanya dengan begitu Nuri akan merasa baikkan.


"Aku tidak bisa menemanimu saat jam istirahat nanti, aku harus mengurus rapat OSIS untuk kegiatan lomba olahraga antar kecamatan minggu depan." kata Riki.


"Tak apa kak, Nuri sudah baikkan kok." jawab Nuri. Devan sedari tadi hanya bisa diam menyaksikan Riki memberi perhatian lebih untuk Nuri temannya.


Setelah bel masuk berbunyi Riki dan Devan bersamaan keluar dari dalam kelas Nuri.


Aku tidak mengerti kenapa Nuri jadi lemah saat mencium bau parfum Keysa, padahal itu hanya parfum, dan kakak kelas sok cool itu bisa-bisanya akrab sama Nuri.


Devan sangat kesal masuk ke dalam kelasnya masih mengingat kejadian di dalam kelas Nuri.


Sepulang sekolah Devan mampir lagi ke kelas Nuri, Devan ingin mengajak Nuri untuk pulang bersama.


Mereka pun pulang bersama, Devan ingin mengajak Nuri mampir makan bakso di pinggir jalan tetapi Nuri menolaknya. Nuri terlihat sedang memikirkan sesuatu sepertinya masalahnya cukup berat dan dia ingin mengajak Devan berbicara di tempat yang sedikit sepi. Mereka pun memasuki gang kecil kebetulan suasananya lumayan sepi.


Devan tidak tau apa-apa, dia hanya penasaran dengan yang akan Nuri katakan padanya. Devan sempat berpikir mungkin saja Nuri akan mendukungnya untuk menjalin hubungan dengan Keysa tapi ternyata malah berbalik 360°.


"Dev, aku sudah 2 bulan belum datang bulan." ungkap Nuri dengan ragu-ragu dan sedikit takut tapi dia harus berani mengatakannya demi mendapat tanggungjawab dari orang yang sudah menodainya.


"Aku hamil Dev, aku hamil anakmu." jelas Nuri lagi.


"Tidak mungkin, kamu pasti bohongkan Nur, kamu tidak mungkin hamil." Devan meraih pundak Nuri dan mengguncang tubuh Nuri karna dia merasa dibohongi oleh Nuri.


Nuri mengambil alat kontrasepsi pengecek kehamilan dari dalam tasnya dimana dia jadikan bukti untuk meyakinkan Devan.


"Aku membelinya di apotek atas nama kak Nana, dan kamu lihat ada berapa garis di sana?"


"Garis 2, maksudnya ini apa?" Devan sudah melihatnya.


"Itu berarti aku benar-benar hamil Dev, aku hamil 8 minggu dan ini anak kamu."


"Astaga Nuri, kamu apa-apaan bagaimana kamu bisa hamil." Devan mulai memanas dan masih tidak percaya Nuri hamil olehnya.


"Aku benar-benar hamil, apa kamu tidak ingat malam itu kita melakukannya di rumah kosong itu, aku yakin kamu mengingat segalanya Dev, kamu menjamah tubuhku."


"Aku tidak sengaja Nur, aku tidak bermaksud membuat kamu hamil, aku hanya tidak sengaja, aku khilaf." Devan semakin gelisah dan takut, bagaimana tidak takut dia akan dimarahi oleh orang tuanya habis-habisan.


"Sengaja atau tidak sengaja kita harus memberitahu orang tua kita, kamu harus tanggungjawab Dev karna ini anak kamu." Nuri terus memaksa Devan karna dia tidak mau anaknya terlahir tanpa seorang ayah.


"Aku tidak bisa menikahimu, aku tidak mencintaimu Nuri, bagaimana kita menikah tanpa cinta?"


"Aku juga tidak bisa mencintaimu Dev, aku telah jatuh cinta pada kak Riki tapi kamu menghancurkan semua impianku, aku sudah tidak punya masa depan yang cerah karna perbuatan kita, kita bisa berbuat tanpa rasa cinta itu berarti kita juga bisa menikah tanpa cinta Dev."


"Tidak Nuri, aku tidak bisa menikahimu."


"Dev, bukan hanya harapan dan cintamu yang pupus di tengah jalan, aku juga merasakannya, tapi kita sudah terlanjur berbuat Dev dan anak ini harus mendapat tanggung jawab dari ayahnya."


"Nuri, kamu tau aku mencintai Keysa bagaimana aku harus mencintaimu juga, Keysa akan kecewa padaku jika dia tau kamu hamil anakku."


"Lalu bagaimana dengan perasaan dan harga diriku jika kamu tidak mau tanggungjawab Dev, orang tuaku akan menanggung malu dan orang tuamu akan lebih malu saat dia tau anaknya adalah seorang pengecut yang tidak memiliki rasa tanggungjawab sebagai laki-laki."


"Tutup mulutmu Nuri, jika kamu tutup mulut orang tuaku tidak akan tau kalau kamu hamil anakku."


"Aku akan terus membuka mulutku, aku akan mengatakannya pada om dan tante, malam ini aku akan mengajak orang tuaku datang ke rumahmu dan memberitahu pada semuanya."


"Aku mohon Nuri tolong jangan katakan apapun pada mereka, baiklah aku akan tanggungjawab tapi nanti setelah aku lulus kuliah."


"Apa kamu sudah tidak waras Dev, diusia kehamilan 4 bulan perutku akan terlihat Dev, kamu jangan gila memintaku untuk menunggu selama itu."


"Aku tidak tau harus bagaimana, cintaku dan hubunganku dengan keluargaku pasti semuanya akan berantakkan, aku bingung harus apa sekarang."


"Jangan egois Dev, aku juga merasakan hal yang sama denganmu, tapi kita harus berani menghadapi risikonya, apapun yang terjadi nanti kita harus tetap memberitahu orang tua kita."


"Terserah kamu saja, intinya jangan kamu katakan pada Keysa kalau kamu sedang hamil, ingat itu!" Ancam Devan sebelum dia pergi meninggalkan Nuri sendirian. Nuri hanya bisa tertunduk dan menangis, mengapa saat itu dia sangat bodoh sampai hal ini bisa terjadi menimpa dirinya.


BERSAMBUNG...