
Warning - RANDOM POV GUYS✨
Ashina Pov
Jika dulu aku sempat berpikir bahwa bagian akhir hidupku akan terus merasakan sulit, nyatanya tidak. Ternyata tuhan masih berbaik hati kepadaku, itulah mengapa kita selalu diajarkan untuk tidak berburuk sangka dengan takdir yang sudah ditetapkan Tuhan untuk kita.
Kesulitan hidup yang kita rasakan, mungkin awal dari perjuangan menuju hadiah dari Tuhan dengan isi kebahagiaan yang tak disangka-sangka. Ini kisah hidupku yang memiliki mimpi diluar ekspektasi.
Aku bertemu dengan Lucien hanya karena dia menyelamatkanku dari kematian saat itu, ya dimana aku hampir dimangsa oleh Rogue liar karena aku tersesat ditengah hutan karena menangis kabur dari rumah. Haha jika diingat aku sangat bodoh saat itu tak melihat kearah mana aku sedang berlari.
Luc, kau tahu. Aku sangat beruntung bisa mengenalmu, walaupun kau bukan manusia biasa sepertiku. Namun entah kenapa aku sangat mencintaimu lebih dari aku mencintai diriku sendiri, kau mungkin bisa memanggilku si Gadis dengan berjuta pertanyaan. Tapi apa kau tahu.
Aku mencintaimu tanpa alasan, tanpa kenapa, tanpa tetapi, dan tanpa pertanyaan lainnya. Ya, begitu lah tidak usah aku jelaskan. Aku hanya ingin menulis surat ini jika suatu hari aku pergi terlebih dahulu, kau harus tahu 3 bulan setelah pernikahan kita aku sangat senang dengan sifat kau yang sangat berubah jauh lebih manis dan romantis denganku.
Kejutan-kejutan yang kau berikan membuatku tak habis pikir bisa seperti ini. Dan satu hal lagi, dibalik aku sering memarahimu karena hal ceroboh, ingatlah rasa cintaku melakukan hal itu semua untuk membuatmu lebih baik lagi walaupun mungkin caraku salah.
Mungkin kisah kita bisa dibilang kisah cinta yang klasik. Dimana pujangga menemui pujaan hatinya namun dengan sedikit bumbu yang berbeda karena diawali dengan kesalahpahaman. Ingatlah kau yang salah!
Aku tak tahu harus menulis apa lagi. Namun intinya, AKU SANGAT MENCINTAIMU DAN ANAK YANG ADA DIKANDUNGANKU INI. BERJANJI BERSAMAKU UNTUK MENUA BERSAMA. DENGANMU ADALAH KEBAHAGIAAN DILUAR EKSPEKTASIKU YANG LUAR BIASA.
SEKALI LAGI AKU SANGAT MENCINTAIMU LUC!
DARIKU, ASHINA SERAPHINE ♡♡
----
Lucien Pov
Aku? Apa yang harus aku tulis disini? Mungkin tidak ada, karena ungkapan dari hatiku sudah aku keluarkan setiap hari padamu bukan? Rasa cinta dan sayangku entah mengapa semakin hari semakin dalam padamu.
Perlu kau tahu Ash, aku sangat membenci jika kau keluar dari rumah dengan pakaian sedikit terbuka. Kau tahu, aku sangat kesal saat mata para Anggota melirik kearahmu dengan senyuman yang kau balas juga, sangat menyebalkan!
Ya, aku tak tahu harus menulis apa. Tapi mungkin ini akan sangat berguna untuk masa depan kita nanti, aku hanya ingin mengatakan bahwa. Terimakasih sudah menerima diriku apa adanya, menyayangi kelurgaku dengan tulus dan menjaga calon anak kita didalam perutmu. Sebenarnya aku merasa tak tega saat melihatmu merasa mual dan pusing dalam kondisi hamil awal bulan ini.
Jika bisa aku akan menggantikan posisi itu, tapi apalah daya. Aku laki-laki tak bisa melakukan hal itu, tapi aku akan menggantinya dengan semua perhatian yang aku miliki. Ingat ya, terus tersenyum sesulit apapun keadaan yang sedang kau hadapi. Selalu jaga kesehatan dan jangan pernah melamuni apa yang seharusnya tak kau pikirkan berlebihan seperti itu.
Aku pernah menemukan cinta yang tak bisa diajak bersama. Namun aku beruntung karena dibalik itu semua akan menemukan pengganti seperti dirimu, ah sudahlah aku tak ingin mengingatnya. Yang ada masa depan kita nanti akan jauh lebih baik dari sebelumnya. Stay with me okay? Let's grow old together, Sweetheart ♡
**AKU MENCINTAIMU DAN ANAK KITA...
DARIKU, LUCIEN MALVIS ANDERSON♡♡**
------
Author Pov
Tiga bulan berlalu begitu saja, kini Ashina dan Lucien akan segera menjadi orangtua. Kabar itu semakin membuat bahagia anggota keluarga Anderson dan seluruh rakyat Moon Stone Pack. Terlebih lagi karena itulah semu keluarga lebih protektive dan posesif dengan Ashina.
Gadis itu tak boleh melalukan hal ini dan itu, tak boleh memikirkan yang berat-berat apalagi melakukan pekerjaan rumah tangga. Walaupun Ashina tetap saja keras kepala, karena alasannya adalah dia sekarang Ibu rumah tangga. Mengapa dia tak boleh memasak untuk anggota keluarganya dan yang paling utama melayani suaminya, Lucien?
Kini gadis tersebut tengah duduk disofa panjang dekat teras kamarnya, kakinya yang lumayan bengkak membuatnya sering dipijat oleh Omega atau Lucien melakukannya sendiri. Kini lelaki itu tengah sibuk menjalani tugas sebagai Alpha dan pekerjaan kantor juga. Terkadang Ashina juga menjalani tugasnya sebagai seorang Luna walaupun membantu hal kecil namun sangat dihargai oleh para rakyatnya. Itulah mengapa Ashina sangat senang melakukannya, ternyata tak sesulit kelihatannya.
Tiba-tiba sebuah tangan menghentikan gerakan memijatnya. Ternyata tangan itu milik Lucien yang baru kembali dari luar ruangan, lelaki itu tersenyum tipis. "Aku bantu ya?" katanya sambil duduk dan memindahkan kedua kaki Ashina diatas pahanya.
"Tidak usah, ini sudah selesai." Tolak halus Ashina.
"Jangan seperti itu, aku senang melakukannya. Sini," ucapnya sambil meminta minyak yang dipegang oleh Ashina.
Gadis itu awalnya tak ingin memberikannya, namun Lucien terus memaksanya. Akhirnya mau tak mau dia memberikan minyak tersebut dan membiarkan Lucien memijat kakinya dengan sangat hati-hati.
"Apa ini sakit?" tanya Lucien sembari terus memijat.
Ashina menggelengkan kepalanya. "Tidak juga, hanya terasa aneh saja. Sudah seperti kaki gajah," jawab Ashina tertawa pelan diakhir ucapannya.
Lucien terkekeh pelan. "Apa anak kita nakal di dalam perutmu? Aku yakin dia juga tidak sabar melihat Ayahnya yang sangat tampan." Katanya lagi.
"Kau ini, usia kandungan ku baru berjalan 3 bulan. Janinnya baru berbentuk sangat kecil," ucap Ashina.
Gadis tersebut tersenyum tipis. "Luc, apa aku boleh bertanya?" kata Ashina.
"Tentu saja,"
"Yang aku tahu, seorang Werewolf memiliki umur yang panjang dan tak terlihat terlalu tua walaupun umurnya sudah ratusan tahun. Dan kau tahu sendiri jika aku hanya manusia biasa, dan umurnya bisa diatas rata-rata 80 tahun. Bagaimana jika--" ucapan Ashina terpotong dengan Lucien yang langsung memberhentikan pijatannya.
"Ash, aku tak ingin kau berkata sepert itu." Tak suka Lucien.
"Aku hanya bertanya," balas Ashina.
"Tetap saja aku tak suka. Dan kau perlu tahu, aku menandaimu dan memberi tanda dibalik telingamu. Itu artinya darahku juga mengalir didalam tubuhnya, kau tak perlu khawatir karena kau akan memiliki umur yang panjang sama dengan Werewolf yang lainnya. Lupakan pertanyaan itu, kita akan bersama dengan waktu yang lama." Ucap panjang Lucien.
Gadis itu hanya mengangguk patuh. Entah mengapa mendengar hal itu membuat hati Ashina sedikit tenang, karena dirinya bisa lebih lama bersama keluarga kecilnya. Entah itu pasti atau tidaknya.
Bulan demi bulan sudah terlewati, kini bulan dan hari dimana Ashina akan melahirkan anak pertamanya yang berjenis kelamin laki-laki lagi. Semua keluarga nampak khawatir dan cemas saat Ashina mengeluarkan reaksi kontraksi terakhirnya.
Lucien diminta untuk menemani Ashina didalam karena proses melahirkan anak pertama mereka dengan normal, itu artinya butuh dukungan lebih untuk menyemangati Ashina disana.
Waktu demi waktu semua keluarga berharap cemas dengan kondisi didalam ruang bersalin tersebut, hingga akhirnya suara tangis seorang bayi pecah membuat semua yang mendengarnya menatap satu sama lain dan langsung memeluk saat mengetahui jika itu suara anak Ashina dan Lucien.
Seorang dokter keluar dari ruangan tersebut sambil membuka maskernya. Semua keluarga serempak bangun dan berjalan kearah dokter tersebut. "Selamat, Nyonya Ashina melahirkan bayi yang sangat tampan." Kata dokter perempuan tersebut dibarengi dengan senyuman kebahagian.
Mendengar hal itu, kebahagiaan keluarga Anderson semakin berlipat ganda. Mereka mengucapkan terimakasih sebelum dokter tersebut pamit undur diri, hingga pada waktunya mereka diperbolehkan masuk untuk melihat bayi laki-laki tersebut.
Terlihat Ashina yang masih terbaring lemah dengan Lucien yang terus berada disampingnya. "Bagaimana keadaanmu Ash?" tanya Luna Ashley.
"Lebih baik Mom," jawab Ashina dengan suara pelan.
"Syukurlah," jawab mereka serempak.
"Lalu dimana keponakanku?" sahut Venus tak sabar.
Bertepatan dengan seorang suster membawa bayi tersebut dan memberikannya kepada Luna Ashley. Semuanya mengerubungi dengan melihat bayi menggemaskan tersebut.
"Astaga dia sangat menggemaskan sekali," kata Amma sambil mengelus pipi merahnya.
"Dia sangat tampan." Sahut Venus.
"Ingin dinamakan siapa Luc, Ash?" tanya Alpha Drey.
"Lucien sudah menyiapkannya, beritahu saja Luc." Kata Ashina.
Lelaki tersebut melirik sebentar kearah Ashina, lalu kembali menatap kepada anaknya. "Xavier Malvis Anderson." Ujar Lucine dengan bangganya.
"Nama yang sangat tampan!" puji Luna Ashley, mereka nampak tertawa bahagia dan terus menatap bayi tersebut.
"Hello baby Xavi!" sapa Venus dengan suara imutnya.
Kini kebahagiaan mereka sudah lengkap. Entah ingin menambah anak atau tidak, hanya merekalah yang memiliki rencana.
Cinta itu sederhana, jika kau tidak mampu membuatnya tertawa. Jangan biarkan dirimu membuatnya terluka - Lucien Malvis Anderson
\\\\\\\\\\\\\\\\\\
**To be continued.....
Hi guyss ciye up dua kali niiih. Btw ini sudah final ya, ini prolognya. Maaf aku gak bisa penuhi permintaan kalian buat gak langsung tamatin.
Tapi kalo lama tamatin nanti alurnya bakalan makin runyam. Jadi sampai sini aja, kita buat happy ending. Jangan sedih, masih ada extra part kok😍
Makasih udah setia sama cerita ini dan ikutin dari awal sampe akhir😭❤️
Semoga suka jangan lupa like vote dan comment❤️
See you next extra chapter guys🐺**