My Mine Is Human

My Mine Is Human
65. Kondisi



Author Pov


Alpha Drey, Lucien, Beta Grade, Gamma Alvaro dan juga Mars yang baru sampai terkejut saat melihat Ambarita dan Ashina tergeletak ditanah dengan kondisi yang lemah.


Lucien langsung bergegas mendekat kearah Ashina dan langsung mengangkat kepala gadis tersebut sembari menyingkirkan helai rambut yang menutupi wajah Ashina.


"Ash, apa kau baik-baik saja? Kita kerumah sakit sekarang! Kau harus bertahan, aku belum menghukummu!" kata Lucien sambil tergesa-gesa menggendong Ashina menuju rumah sakit Pack.


Saat tersisa mereka yang ada meminta penjelasan kepada Kelvana yang juga terduduk lemas dengan wajahnya yang pucat.


"Kelv, apa yang sudah terjadi disini?" tanya Alpha Drey lagi.


Perempuan itu menatap Alpha Drey dan juga Mars secara bergantian. "Ceritanya sangat panjang. Tapi Ashina berhasil mengalahkan Ambarita, mungkin perempuan itu hanya kehilangan kesadaran saja. Aku tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya," jawab Kelvana dengan suara seraknya.


Kelvana kembali menatap semuanya yang sedang berdiri. "Apa kalian bisa membantuku? Tubuhku sangat lemas, atau mungkin saja aku juga kehilangan kesadaran sekarang." Katanya lagi bertepatan dengan tubuhnya yang langsung terjatuh.


Dengan cekatan, Mars bisa menangkap kepala Kelvana agar tak terjatuh ketanah. "Aku akan membawanya kerumah sakit juga, aku pergi dulu." Ucap Mars sambil menggotong tubuh Kelvana dan pergi dari tempat tersebut.


Alpha Drey menatap Beta Grade. "Kau bawa perempuan ini juga untuk mendapat pertolongan, setidaknya dia harus mendapati hukuman yang lebih sepadan dari ini." Ujar Alpha Drey. Beta Grade yang diperintah tersebut langsung melakukan perintahnya.


Sedangkan sisanya Alpha Drey kembali berkata. "Kalian bisa membersihkan para mayat itu dan membuangnya, untuk para warrior atau anggota yang gugur dalam medan perang besok pagi kita akan menguburkannya dibelakang Pack,"


"Gamma Alvaro, aku menyuruhmu untuk memantau semua para warrior untuk membersihkannya. Jangan sampai ada yang tersisa sedikit pun mengerti?" lanjutnya lagi.


"Baik Alpha, akan saya bereskan dengan para Anggota lainnya." Jawab Gamma Alvaro sambil membungkukkan sedikit badannya. Lalu berbalik dan menyuruh para Anggota melakukan ucapan yang diperintahkan Alpha Drey.


Lelaki yang sudah menginjak usia kepala lima itu masih terlihat sangat muda. Dia memijat kepalanya sebentar, kekacauan ini kenapa tak ada yang menduganya sama sekali? Seketika pikirannya langsung tertuju kepada Luna Ashley beserta keluarga yang lainnya.


Alpha Drey langsung bergegas pergi dimana biasanya para perempuan disembunyikan jika Pack dalam bahaya. Dengan gerakkan cepat lelaki itu sampai didepan ruangan bawah tanah yang ternyata ada dua penjaga diluar pintu tersebut.


Lelaki itu langsung masuk dan disambut terkejut oleh orang-orang yang berada didalam. Luna Ashley menoleh kearah pintu untuk melihat siapa yang datang, kedua matanya langsung berbinar saat mendapati jika Suaminya selamat dari perang tersebut.


"Drey!" kata Luna Ashley sembari berdiri bangkit dan memeluk tubuh Alpha Drey dengan sangat kuat. Alpha Drey membalas pelukkan itu dengan erat juga.


"Shey, apa kau baik-baik saja?" tanya Alpha Drey.


Pelukkan itu terlepas, mereka saling berpandangan. Dengan mata yang berkaca-kaca menahan tangis Luna Ashley menjawab. "Aku baik-baik saja, semuanya juga. Bagaimana denganmu dan yang lainnya?"


"Aku baik, mereka membawa ketiga perempuna itu kerumah sakit Pack." Kata Alpha Drey.


"Ketiga perempuan? Siapa Dad?" tanya Venus yang kini sudah pulih dari sakitnya.


"Ashina, Kelvana dan Ambarita." Jawab Alpha Drey.


"Apa yang sudah terjadi? Aku ingin kesana!" kata Luna Ashley pergi berlari begitu saja menuju rumah sakit Pack.


Alpha Drey membiarkan Istrinya itu pergi sendiri, lalu tak lama disusul oleh Venus yang dituntun oleh Amma menuju rumah sakit. Tinggallah para rakyat nya sekarang yang masih terduduk sambil menundukkan kepalanya.


Alpha Drey menatap mereka semua, lalu berdehem dan berkata. "Pack sudah aman dan kita memenangkan pertarungan ini. Kalian bisa kembali kerumah, besok pagi kita akan berkumpul dibelakang Pack untuk menguburkan warrior yang gugur dimedan perang," ucap Alpha Drey terdiam sesaat, lalu melanjutkannya kembali.


"Untuk keluarga yang ditinggalkan, aku harap kalian bisa menerima hal ini dan terus tetap bertahan hidup. Kalian boleh pulang ke rumah masing-masing." Lanjutnya lagi setelah itu tersenyum tipis dan pergi dari ruangan bawah tanah untuk menyusul keluarganya yang berada dirumah sakit Pack.


Sesampainya didepan rumah sakit Pack, Luna Ashley langsung menanyakan dimana mereka bertiga dirawat kepada Beta Grade yang sedang duduk dibangku rumah sakit.


Beta Grade menunjukkan salah satu ruangan yang di isi sekaligus oleh mereka bertiga namun dengan sekat yang berbeda. Luna Ashley langsung membuka pintu tersebut dan mendapati kedua anak lelakinya sedang duduk berjauhan, terlihat Lucien terus memandangi wajah Ashina yang belum membuka matanya tersebut dengan tatapan kosong.


Sedangkan Mars langsung menyadari kedatangan Ibunya tersebut. "Bagaimana kondisi kalian?" tanya langsung Luna Ashley kepada Mars.


Lelaki itu bangkit dan mendekat kearah Ibunya lalu memegang pundak Luna Ashley agar tak panik. "Mom jangan khawatir seperti itu, semuanya baik-baik saja. Hanya pingsan untuk beberapa waktu." Jawab Mars menenangkan.


Luna Ashley menghampiri Lucien lalu memegang pundaknya. "Kau baik-baik saja Luc?" tanyanya.


Lelaki itu tak merespon pertanyaan Ibunya, tatapannya masih kosong namun menatap kearah Ashina. "Luc, kau jangan melamun seperti itu. Semuanya akan baik-baik saja," kata Luna Ashley lagi setenang mungkin walaupun dia juga tengah khawatir.


"Apa Ashina akan baik-baik saja? Aku belum memberikannya hukuman karena menentang perintahku, dia seharusnya tak seperti ini untuk menghindar dari hukumanku, Mom." Kata Lucien membuka suaranya namun tanpa menatap kearah Luna Ashley.


Tetesan air mata Luna Ashley seketika terjatuh begitu saja. Entah apa yang ditangisinya namun Luna Ashley bisa merasakan apa yang dirasakan oleh anaknya tersebut.


Tak lama keluarga yang lain datang secara bersamaan. Lalu mendekat kearah kasur yang Ashina tiduri, sedangkan Mars dia berada dibalik tirai satunya yang berisikan Kelvana disana.


Semua orang mencemaskan kondisi Lucien dan Ashina, begitu pun dengan Kelvana yang juga membantu Ashina. Tak lama Kelvana langsung tersadar dari pingsannya dan langsung menanyakan apa Pack sudah aman atau belum.


Tentu saja hal itu membuat Mars menggerutu karena bukannya mengkhawatirkan dirinya sendiri malah mengkhawatirkan kondisi Pack yang seharusnya para laki-laki yang menuntaskan.


"Aku hanya bertanya saja, kenapa kau sewot sekali." Kata Kelvana sambil memutuskan kontak matanya.


Lalu tak lama Ashina tersadar dan langsung membuat semua keluarga mendekat dan mengembangkan senyum bahagianya. Gadis itu menyipitkan matanya untuk membiaskan cahaya terang diruangan tersebut dari matanya.


Gadis itu meringis kesakitan dibagian kepalanya. "Dimana aku?" tanyanya sambil memegangi kepalanya yang masih sakit.


"Kau dirumah sakit, apa kepalamu masih pusing?" tanya Lucien dengan khawatir.


"Hanya sedikit, bibirku rasanya kaku sekali." Kata Ashina.


"Tentu saja kaku, bibirmu baru dijahit karena sobek!" ucap Lucien sedikit kesal lalu ditegur oleh Luna Ashley agar tak memarahinya dulu.


"Apa tenggorokkanmu kering? Ingin minum?" tanya Luna Ashley.


Gadis itu menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Lalu Luna Ashley menyuruh Lucien memberikan segelas air dibantu dengan sedotan agar lebih mudah meminumnya.


Sedangkan Ambarita masih belum tersadar sampai sekarang.


\\\\\\\\\\\\\\


**To be continued.....


Yeay menang😂 semoga suka dan dapet feelnya. Jangan lupa tinggalkan jejak like vote dan comment banyak-banyakkk biar author semangat up!!


See you next part guys🐺**