
Author Pov
Ashina sampai didepan Pack bersamaan dengan Gamma Alvaro. Gadis itu sangat terkejut melihat kehancuran dan kekacauan di Pack ini. Beberapa mayat tergeletak begitu saja dengan darah segar yang menjadikan rumput yang tadinya berwarna hijau kini menjadi merah darah.
Gadis itu sedikit shock melihat kejadian dimatanya langsung. Merasa cerita Werewolf yang dia pinjam dari Anna begitu nyata sekarang didepannya, perang yang begitu brutal dan keji kini bisa dia lihat secara jelas. Gamma Alvaro yang melihat Ashina seperti itu pun sedikit memajukan langkahnya lebih dekat.
"Nona Ashina, lebih baik kau kembali kedalam ruangan bawah tanah. Disini tidak aman untukmu, jika Alpha Lucien melihatmu kemari kau akan mendapatkan masalah, bukan hanya kau tapi aku juga." Kata Gamma Alvaro memberitahu.
Ashina menggelengkan kepalanya. Dia tiba-tiba teringat sesuatu kembali oleh teka-teki yang diberikan oleh Kelvana.
"Kau harus berani mengambil tindakkan fatal. Ya, ini fatal. Tapi disitulah kau akan tahu kemampuan apa yang kau dapat selain menjadi manusia biasa, tanpa sadar Alpha Lucien telah memberikanmu hadiah, Ash!" kata Kelvana saat itu, ucapannya seolah memutar seperti kaset didalam otakknya.
"Aku harus melawannya juga. Lihat, beberapa Werewolf wanita juga ikut turun. Kenapa aku tidak?" ucap Ashina.
"Tapi Nona, kau masih manusia biasa. Sedangkan yang akan kau hadapi adalah kawanan Rogue liar, aku tidak yakin akan hal itu." Ujar Gamma Alvaro.
"Aku bisa mengatasi semuanya. Kau pergilah jika tak ingin kena masalah dengan Lucien, aku bisa mengatasinya. Kau pikir aku gadis ya--" ucapan Ashina terpotong saat sebuah suara dari belakang memanggil namanya.
"Ashina Seraphine," kata seorang berbaju tudung menutupi kepalanya tersebut. Dengan terus berjalan mendekat kearah Ashina, perlahan juga tudung itu dibuka dan memperlihatkan wajahnya.
"Ambarita? Bagaimana kau bisa lolos?" terkejut Ashina.
Perempuan itu tertawa pelan. "Kau pikir lelaki bodoh itu dengan mudahnya menangkapku? Aku ini seorang Shewolf yang licik, kau tahu itu. Berani sekali kau keluar dan ingin melawan para Anggotaku." Ucap Ambarita meremehkan.
"Jangan terlalu dekat dengan Nona Ashina, atau aku akan menghambisimu." Ujar Gamma Alvaro berusaha melindungi Ashina.
"Ohooo, lihat. Kau memiliki penjaga yang posesif juga selain Lucien dan keluarganya." Ejek lagi Ambarita.
"Banyak omong, ingin apa kau kesini?" kata Ashina kesal karena basa-basi dari Ambarita.
"Aku suka keberanianmu. Tentu saja untuk menghancurkan Pack ini, kau ingat Moon Stone Pack akan hancur untuk beberapa jam yang akan datang." Ucap Ambarita sembari memutari Ashina.
"Atau ini kehancuran untuk sebaliknya?" celetuk seseorang dengan lipatan kedua tangannya didepan dada.
Semua orang yang ada disana menoleh kearah sumber suara tersebut. Yang tak lain adalah Kelvana, dengan wajah yang sudah selimuti dendam dan aura yang sangat berbeda bisa dirasakan dengan sangat mudahnya.
"Oh lihat, satu pelindung lagi datang untuk melindungimu. Tapi maaf, aku hanya ingin mencoba kekuatan ini jika terkena oleh badan Ashina akan seperti apa," kata Ambarita sesaat layangan sihir itu mengenai pundak Ashina dan membuat gadis itu cukup kuat terdorong kebelakang.
Ashina sontak berteriak cukup keras karena dia terkejut walau sihir Ambarita tak menyakiti tubuhnya. Itu hanya seperti dorongan biasa namun sangat kuat yang dirasakannya, hanya sesak dada yang Ashina rasakan setelahnya.
"Ash!"
"Nona Ashina!" kata Gamma Alvaro dan Kelvana bersamaan.
Mendengar hal itu Zerky sempat mengdengarkan dan menoleh kearah dimana orang-orang itu berkumpul. Matanya melotot saat mendapati Ashina ada disana berhadapan dengan Ambarita, ini tidak bisa dibiarkan. Saat Zerky masih bergulat dengan salah satu Rogue, dengan sekali hempasan tubuh Rogue itu melayang tinggi hingga menabrak pepohonan.
Zerky langsung berganti Shift dengan sangat cepat dan kini Lucien kembali menjadi manusia. Dengan kekuatan yang sedikit terkuras, Lucien menghampiri mereka dan berkata. "Menjauhlah dari Ashina!"
Mereka menoleh serempak saat mendengar suara peringatan dari Lucien. Ashina seketika memperlihatkan wajah khawatirnya saat melihat keadaan Lucien yang sangat buruk, hingga gadis itu melupakan rasa sakit didadanya.
Lucien melirik kearah Gamma Alvaro yang seperti sudah siap kena marah. "Kenapa kau membiarkan Ashina keluar dan melihat ini?!" tanya Lucien sedikit membentak.
Saat Gamma Alvaro ingin menjawab namun disela oleh Ashina. "Aku yang memintanya," jawab Ashina.
"Aku tahu, tapi aku juga ingin membantumu." Kata Ashina tak ingin kalah.
"Kau ini manusia biasa, bagaimana bisa melawan para Rogue itu? Ashina, ini bukan waktunya menunjukkan sifat keras kepalamu!" ujar Lucien. "Gamma Alvaro kau tuntaskan mereka, aku akan menghadapi Ambarita sendiri." Sambungnya.
Gamma Alvaro hanya menganggukkan kepalanya lalu membungkukkan sedikit badannya hormat sebelum pergi meninggalkan mereka dan ikut bertarung.
"Kita tidak bisa menilai seseorang hanya dari karaternya saja. Mungkin Luna Ashina masih bisa disebut manusia biasa, namun siapa sangka? Keajaiban bisa saja datang darimana pun." Suara Kelvana seolah membela Ashina.
"Tau apa kau soal itu!" desis Lucien.
"Aku mengetahuinya, maka dari itu aku berbicara." Jawab Kelvana.
"Terlalu banyak drama! Aku benci kalian semua!" kata Ambarita sembari melayangkan kekuatannya hingga mereka bertiga terpental bersamaan.
"Aku akan menghancurkan Pack ini dan semua para Anggota mu!!" teriak Ambarita sembari tertawa licik.
Perempuan itu mengeluarkan sebuah tongkat dibalik jubah hitamnya. Tongkat kecil yang terlihat seperti ranting itu dia putarkan seperti gelombang angin saat itu juga. Sapuan angin kencang membuat mereka menutup wajahnya dengan kedua tangan.
Saat itu juga Kelvana meraih tangan Ashina agar ikut berdiri dengannya lalu menarik gadsi itu agar berada disampingnya. "Kau harus ikut apa yang aku ucapkan mengerti?" kata Kelvana.
"Apa yang akan kita lakukan?" tanya Ashina.
Kelvana mengeluarkan sebuah batu berwarna biru dengan ukuran sedang, dia berikan kepada Ashina. "Kau pegang batu ini, aku akan memberitahu apa yang harus kau lakukan. Mengerti?" intruksi Kelvana.
"Tapi aku tak yakin bisa melakukannya." Takut sendiri Ashina saat itu.
"Kau harus meyakinkan dirimu! Itu adalah salah satu cara agar kau bisa mengendalikan kekuatan yang ada pada batu itu, kau tenang saja semuanya akan baik-baik saja selama aku ada disampingmu!" teriak Kelvana.
"Baiklah, katakan apa yang harus aku lakukan. Jika itu melukai diriku namun menyelamatkan Pack ini, aku siap akan itu." Ujar lantang Ashina saat itu juga. Sedangkan Ambarita masih terus membuat gumpalan angin yang makin membesar.
Mendengar ucapan yang dikeluarkan Ashina membuat Lucien berdiri bangkit dan ingin mendekat kearah Ashina yang lumayan berjarak dengannya.
"APA YANG KAU BICARAKAN! KAU TIDAK BOLEH MELAKUKAN APAPUN YANG MEMBAHAYAKAN NYAWAMU!" teriak amarah Lucien membuat sisi gelapnya muncul.
Kelvana menyerang Lucien sehingga lelaki itu kembali terpental dan jatuh ketanah. "Maafkan aku Alpha Lucien, tapi ini adalah salah satu jalan yang membuat kehancuran ini akan berbalik kepada Ambarita dan Anggotanya!" kata Kelvana setelah melayangkan Kekuatan tersebut.
Lucien sedikit merasakan sakit dibagian kepala dan perutnya. Disisi lain, Ashina berkata. "Ayolah Kelv, angin ini bertambah menjadi besar!" teriaknya.
Kelvana kembali memfokuskan pandangannya kepada Ashina. Lalu dia sedikit mendekat ke samping Ashina yang berjarak 5 langkah darinya.
Perempuan itu menutup matanya dan membaca mantra lalu ditiupkan kearah Ashina dan membuat gadis itu sedikit tersentak dan merasakan perasaan yang aneh saat itu juga.
//////////////////
**To be continued....
Hi guys semoga suka, jangan lupa tinggalkan jejak like vote dan comment💚💚 makin seruuu loohh😂
See you next part guys🐺**