
Ashina Pov
Hai apa kalian rindu denganku? Haha, oh ya. Hari ini adalah hari dimana satu hari menuju pernikahanku dengan Lucien. Aku sangat-sangat senang dan tak sabar menunggu besok, ya walaupun tahu ada sedikit rasa gugup dan ah sudah lah aku tak bisa mejelaskannya.
Hari ini semua orang Pack sangat sibuk, begitu pun dengan Mommy yang bolak-balik kesana kemari, terkadang aku menegurnya agar tak terlalu capek mengurusi ini. Namun beliau selalu membalasku dengan senyuman dan bicara yang sangat lembut, itu lah mengapa aku sangat menyayanginya.
Lucien juga sedang memberi beberapa arahan kepada para Anggotanya. Dia memberitahu bahwa aku menginginkna pernikahan seperti putri raja yang ada di Disney, apa itu terlihat seperti anak kecil sedang berulang tahu? Menurutku tidak juga, setiap orang memiliki selera masing-masing bukan?
Saat Lucien sibuk berbicara, aku pun menghampirinya untuk menagih janji. "Luc," panggilku.
Lelaki itu langsung menoleh kebelakang dan menjawab. "Iya? Ada apa?"
Aku sempat terdiam sejenak sambil menundukkan kepalaku. Aku takut jika aku memintanya aku akan menggangu dia yang sedang sibuk mengurusi semuanya. "Katakan saja Ash," ucap lagi Lucien.
Kepalaku terangkat sembari menatapnya, semua anggota ternyata sudah disuruh pergi oleh Lucien. Lelaki itu menatapku dengan raut wajah yang bingung.
"Soal kemarin yang kita bicarakan.... Bisakah kita pergi kesana?" kataku dengan berbicara hati-hati.
Terdengar suara lelaki tersebut tertawa pelan. Kali ini aku lah yang menatapnya dengan bingung, seketika tangan kanan kekar miliknya menarik pinggangku dan memeluknya.
"Kau hanya ingin berbicara seperti itu namun sangat ragu? Katakan saja, ayo kita pergi." Ujarnya dengan senyuman diwajahnya.
Aku tak bisa menyembunyikan wajahku yang begitu sangat bahagia mendengar jawaban dari Lucien, karena dia tidak memberiku harapan palsu lagi untuk pergi ke kota. Ya, ke kota! Aku sangat lama tidak kesana.
Dengan reflex aku langsung menghamburkan kedalam pelukan Lucien dengan senangnya sembari memutarkan badan. Otomatis badan Lucien juga ikut berputar bukan? Sesaat aku baru menyadari tindakkan ku dan langsung melepaskan pelukan tersebut dan mengalihkan pandanganku kearah lain.
Sialnya, beberapa anggota pack melihat kejadian tersebut sambil menahan tawanya. Astaga demi apapun ini sangat memalukan! Bisakah aku menghilang dari tempat itu sekarang juga? Sudah dipastikan pipiku sangat memerah saat itu juga.
"Luc, bisakan kita pergi dari sini," ucapku.
Entah Lucien memang tidak paham atau memang niat menjahili agar aku semakin malu, lelaki itu berkata. "Kenapa terburu-buru?"
"Luc! Aku malu sekarang! Terserah, aku pergi sendiri saja." Kataku kesal. Saat sebelah kakiku ingin melangkah pergi, tangan Lucien mencengkal pergelangan tanganku.
"Tunggu, baiklah maafkan aku karena sudah menggodamu. Ayo pergi." Ujarnya sambil menggenggam tanganku dan berjalan bersama.
Lihat, apa aku bilang. Lelaki ini memang senang sekali membuatku malu dihadapan orang-orang! Sangat menyebalkan.
Beberapa saat kemudia kita kembali ke dalam rumah yang ramai sedang didekor juga, walaupun nanti acaranya diluar, namun bukankah bagian dalam rumah juga penting untuk dihiasi? Mataku mencari sosok Mommy atau kita sebut Luna Ashley. Saat pandanganku menyapu semua sudut rumah, aku menemukan perempuan yang sangat aku sayangi tersebut tengah melihat-lihat bunga untuk dihias nanti.
Tanganku langsung melepaskan genggaman Lucien dan menghampiri Mommy, sepertinya Lucien menyusulku dari belakang. "Mom, apa kau masih sibuk?" tanyaku.
Mommy menoleh kepadaku dengan senyuman. "Sedikit, ada apa memangnya?" tanya balik Mommy.
Aku kembali sedikit ragu untuk mengatakannya. Seolah bimbang dengan semua itu, disatu sisi aku tak ingin membiarkan Mommy melakukan pekerjaan ini sendirian, ya walaupun ada Venus dan beberapa Omega. Tapi tetap saja bukan. Dan disisi lain aku juga sangat merindukan temanku disana.
Seperti melihat aku melamun dan tak melanjutkan ucapanku, Mommy menegurku sembari menepuk pelan bahuku. "Ash, ada apa? Kau tak enak badan? Kenapa melamun, apa Mommy perlu membawamu minuman hangat?" tanyanya dengan beruntun dan nada khawatirnya.
Aku langsung menggeleng dengan cepat. Lalu aku menggaruk kepalaku yang tak terasa gatal. "Mom... bolehkan aku dan.... Lucien pergi ke kota? Tidak, aku tidak bermaksud ingin meninggalkan pekerjaan ini dan memilih bersenang-senang dikota, tapi--" ucapanku terpotong oleh Mommy yang tertawa.
Seketika mataku langsung berbinar senang, ah lihat Mommy memang yang terbaik!
"Benarkah? Terimakasih Mom sudah mengizinkanku, aku menyayangimu!" kataku sambil memeluk Mommy.
"Aku pun, ingat ya harus hati-hati dijalan. Luc, kau jangan terlalu cepat mengendarai mobilnya." Nasihat Mommy sambil menatap Lucien.
"Iya, aku tahu," jawab Lucien. "Ash, bisakah kita pergi sekarang?" lanjutnya.
"Ayo!" ajakku dengan semangat. "Mom aku pergi dulu, bye!" ucapku sambil melambaikan tangan kepada Mommy dan berjalan keluar lalu masuk kedalam mobil.
Mobil Lucien berjalan membelah hutan yang sangat lebat. Aku seperti sudah terbiasa melihat hal ini, aku pun sudah sekedar berjalan-jalan ditengah hutan dengan Mommy ataupun Venus. Ya walaupun tanpa sepengetahuan Lucien sih hahaha!
Tak beberapa lama kemudian, mobil tersebut sudah berada ditengah kota dan menuju ke cafe tempat dulu aku bekerja. Aku sangat senang bisa melihat gedung-gedung tinggi yang berjajaran disana, udaha kota sangat aku rindukan juga. Mobil Lucien terparkir tepat didepan Cafe yang kita tuju.
Aku langsung melepaskan seatbelt mobil dan langsung membuka pintu mobil, lalu bergegas masuk kedalam Cafe. Lucien menyusulku dari belakang, aku langsung menuju kearah kasir untuk menanyakan dimana Anna berada.
"Permisi, apa kau melihat Anna?" tanyaku.
"Oh Ash, kau sudah lama tak terlihat. Anna ada dibelakang sedang jam istirahat." Jawabnya.
"Ah baiklah, bolehkan aku meminta bantuanmu?" ucapku lagi. Perempuan tersebut mengangguk, aku langsung menyuruhnya mendekatkan telinganya kearahku. Lalu aku membisikkan sesuatu kepadanya.
Perempuan tersebut langsung tersenyum sembari menganggukkan kepalanya. Aku ikut membalasnya tersenyum, sedangkan Lucien nampak bingung apa yang sedang aku bicarakan. Aku langsung mengajak Lucien untuk duduk disalah satu tempat duduk.
Selang beberapa menit, seorang pelayan datang membawa pesananku. "Ini pesanannya. Selamat menikmati," katanya sembari memberikan beberapa makanan diatas meja.
Aku langsung mendongakkan kepalanya dan menatap pelayan tersebut. Bertepatan dengan Pelayan tersebut menatapku juga.
"Kejutan!" kataku sembari merentangkan kedua tanganku kearah Anna.
Perempuan tersebut nampak terkejut dan langsung berkaca-kaca matanya. "Ashina!" ucapnya dengan nada bahagia.
Aku langsung bangkit dari tempat dudukku dan pelukkan melepas rindu itu terjadi dengan cukup lama. Ya, aku merindukan Anna, aku merindukan pelukannya, aku merindukan nasihatnya, ocehannya dan tegurannya. Aku merindukan perempuan ini!
\\\\\\\\\\\\\\\\\\\
**To be continued.....
Hi guys semoga suka, jangan lupa tinggalkan jejak like vote dan comment.
Oh iya yang suka Thailand ada yang mau mutualan sama author gak?😳 hahaha canda, tapi serius juga gak papa :v
Oke deh
See you next part guys🐺**