My Mine Is Human

My Mine Is Human
60. Kebenaran



Author Pov


Suara pintu dibuka tersebut membuat Lucien kembali menutup matanya seolah masih tak sadarkan diri. Suara langkah kaki seseorang mendekat kearahnya, senatural mungkin Lucien berusaha agar tak membuka matanya.


Ambarita duduk dipinggiran kasur disamping Lucien. Saat tangannya ingin menyentuh rambut Lucien, lelaki itu membuka matanya lalu menatap sekitar. "Dimana aku?" katanya sembari memegangi kepalanya.


Perempuan itu tersenyum tipis. "Kau sudah sadar Luc? Bagaimana kondisimu?" tanya Ambarita.


"Kau..." ucap Lucien menggantung diudara.


"Ya, ini aku Luc. Mate-mu!" kata Ambarita dengan senyuman semanis mungkin.


"Mate? Hah, yang benar saja!" tawa Zerky didalam sana.


Lucien tak menjawabnya lagi, dia sedang mencari apa yang harus dia lakukkan agar Ambarita percaya dengannya. "Apa kau butuh sesuatu?" tanya Ambarita.


Lelaki itu menggelengkan kepalanya. "Apa kau kenal aku siapa?" tanya lagi perempuan tersebut.


"Kau adalah Mate-ku," kata Lucien dengan senyuman terpaksanya.


Sebuah senyuman kepuasan juga terlihat dibibir Ambarita. "Kau sangat manis, Luc!" ucap Ambarita.


"Jauh lebih manis dirimu, Am."


Ambarita tersenyum puas mendapati hal ini, ternyata ramuan dan mantra yang dia berikan diminuman Lucien sangat cepat bekerja. Tangan perempuan itu menari diatas dada bidang Lucien yang masih setengah berbaring diatas kasur.


Jika saja Lucien tak sedang berpura-pura, sudah dipastikan tangan Ambarita langsung disingkirkan atau perlu juga dipenggal karena berani menyentuh badannya dengan mudah begitu saja.


Dengan wajah yang nakal, Ambarita berkata. "Apa kau ingin bersenang-senang denganku?"


Lucien menarik alisnya keatas seperti meminta Ambarita menjelaskan. "Iya, bersenang-senang denganku sambil minum minuman yang sudah aku siapkan." Lanjutnya lagi sembari menunjukkan kearah troli dimana sudah terisi oleh minuman beralkohol.


"Tentu saja," kata Lucien menyetujui. Senyuman perempuan itu berkembang cerah.


Ambarita menuntut badan Lucien menuju sofa dipojok kamar. Mereka berdua langsung meminum minuman beralkohol itu cukup banyak, tiga botol dihabiskannya hingga Ambarita sudah cukup mabuk sekarang, sedangkan Lucien masih bisa menerima minuman beralkohol itu yang sudah terbiasa dikonsumsinya.


Karena melihat kondisi Ambarita yang mabuk dan diyakini jika seseorang tengah mabuk jika ditanya sesuatu maka kebenaran lah jawabannya. Kesempatan emas itu didapati Lucien kali itu juga.


"Am, bolehkan aku bertanya?" kata Lucien.


Dengan gerakkan yang gontai, Ambarita menjawab. "Tanyakan saja Luc, aku akan menjawabmu."


"Untuk apa tujuanmu datang kemari?" tanya Lucien to the point.


Seketika badan Ambarita menegak lurus. Oh astaga, apakah Ambarita masih sadar? Matilah! Lucien harus bagaimana nanti? "tenanglah, aku yakin dia masih mabuk." Ujar Zerky didalam sana yang diangguki saja oleh Lucien.


Beberapa menit berlalu, perempuan itu tertawa pelan kembali dengan wajah yang mabuk. "Kau bertanya kepadaku soal kedatanganku disini? Oh ayolah Luc aku ini Mate-mu, ah tidak maksudku mantan Mate-mu. Aku disini karena mendengar kau menemui Mate penggantiku," ujarnya lalu terdiam sesaat dan kembali berkata.


"Kau tahu? Kau sangat melukai hatiku saat aku mendengar kau mendapat Mate pengganti. Sedangkan aku masih sendiri belum mendapatkan Mate penggantimu, haha. Jadi aku datang kemari dengan senang hati untuk membuat kalian saling menjauh dan membenci agar kau kembali kedalam pelukkanku." Lanjutnya sembari meminum satu gelas alkohol dalam satu tegukkan.


Mendengar pernyataan dari Ambarita membuat kedua tangan Lucien mengepal dengan keras. "Lalu saat kau berhasil membuat aku dan Mate-ku hancur, apalagi rencanamu? Ah ya, anggap saja jika sekarang aku adalah teman curhatmu." Kata Lucien sebisa mungkin menahan emosinya.


"Tentu saja mneghancurkan Pack ini dan mengendalikan semua rakyat Moon Stone Pack agar patuh terhadapku tak kecuali keluarga Anderson jug, bukankah itu sangat menyenangkan, Luc..." gamblangnya.


Kini emosinya tak tertahankan lagi, bertepatan dengan Ambarita yang tumbang didada bidang Lucien karena sudah sangat parah dengan mabuknya. "Luc, mari bersenang-senang denganku diatas kasur." Katanya sebelum kehilangan kesadarannya.


"Alph... ah maksudku Luc, apa yang kau lakukan dengan gadis ini?" tanya Beta Grade dengan wajah terkejutnya sembari menutup rapat pintu tersebut.


"Diamlah dulu, bantu aku dan angkat perempuan ini dan bawa dia dikasur itu," perintah Lucien yang langsung diangguki oleh Beta Grade. Setelah menyelesaikan perintah Beta Grade kembali berhadapan dengan Lucien yang terduduk sembari menatap Ambarita penuh amarah.


"Apa yang sedang terjadi? Mengapa kau ada disini? Bagaimana jika keluarga tahu terutama Nona Ashina? Kau ini!" kata Beta Grade banyak omong.


"Perempuan itu baru saja menjebakku dengan mantra didalam minuman yang dia berikan. Untung saja penciuman lebihku bisa mendeteksi jika ada cairan aneh didalam minuman itu, aku bisa mengatasi hal ini. Tapi aku cemas dengan kedepannya." Ujar Lucien bingung sendiri.


"Apa yang akan kau lakukan untuk itu?" tanya Beta Grade.


"Kita jebak kembali perempuan licik ini. Kau bekerja sama denganku, hanya aku dan kau yang tahu rencana ini. Jangan sampai bocor pada siapapun termasuk Ashina, jika saja kau membocorkannya, siap-siap saja jabatanmu akan jatuh menjadi sekumpulan Rogue diluar sana." Jawab Lucien sembari meminum.


"Kau jahat sekali dengan temanmu sendiri!" desis Beta Grade.


Lucien hanya tersenyum miring. Aku perlu bantuanmu lagi, cari salah satu Warrior kita yang bersedia tidur dengan perempuan itu. Saat sadar aku akan menggantikan posisinya lagi agar seolah-olah akulah yang habis tidur dengannya." Kata Lucien dengan senyuman liciknya.


"Benar-benar sangat licik! Baiklah, akan aku cari secepatnya." Deal Beta Grade akhirnya dengan senyuman senang juga.


Flashback Off....


Semua keluarga yang ada didalam kamar tersebut terkejut mendengar kenyataan dari mulut Lucien termasuk dengan Ashina dan Ambarita sendiri.


"Ka-kau, kau pasti mengarang cerita bukan? Kau yang tidur denganku malam itu! Bukan orang lain! Kau berbohong! Kau mengarang cerita Luc!" frustasi Ambarita mengelak dan berusaha tak percaya.


"Terserah kau mau percaya atau tidak, tapi itu kenyataannya. Jika kau butuh bukti, aku punya Beta Grade dan satu Warrior yang telah memuaskan hasratmu." Kata Lucien dengan senyuman miringnya.


"Tidak! TIDAK!! AARGHH, Ash! Kau rasakan ini!" mengamuk Ambarita sembari mengeluarkan gumpalan sinar terang ditangannya.


Semua keluarga terkejut. "Lindungi Ashina!" teriak Luna Ashley sesaat sihir Ambarita dilayangkan. Bukan mengenai badan Ashina namun badan Venus lah yang terkena sihir tersebut karena berusaha melindungi Ashina.


"Ve!" teriak Luna Ashley, Ashina, Mars dan juga Lucien secara bersamaan saat melihat tubuh Venus langsung terjatuh kelantai.


"Mars tangkap dia!" perintah Lucien yang langsung diangguki oleh Mars.


"Kalian sudah terlambat! Kehancuran akan segara datang! Haha, kehancuran akan menyelimuti Pack ini. Lepaskan aku!!" teriaknya sesekali memberontak lalu dibawa pergi Mars menuju ruang penjara bawah tanah.


"Gamma Alvaro, cepat kemari dan bawa Venus kerumah sakit Pack!" perintah Lucien melalui Mindlink.


"Baik Alpha," jawab Gamma Alvaro. Tak butuh waktu lama, Gamma Alvaro datang dan langsung membawa Venus kerumah sakit diikuti oleh Luna Ashley dan Ashina dibelakangnya.


"Luc, apa kau dengar aku? Pack diserang tiba-tiba oleh kawanan Rogue liar, ini mungkin pasukkan dari Ambarita. Cepatlah kedepan Pack sudah sangat bahaya, aku sudah mengevakuasi semua para perempuan dan anak kecil diruang aman bawah tanah." Lapor Beta Grade setelahnya melalui Mindlink juga.


"Aku akan kesana," jawab Lucien lalu memutuskan mindlink secara sepihak.


"KETERLALUAN KAU AM, AKU TAK AKAN MENGAMPUNIMU TERMASUK PARA ANGGOTAMU!" teriak Lucien penuh amarah. Zerky juga sudah melolong geram ingin keluar dari dalam tubuh Lucien.


\\\\\\\\\\\\\\\\\


**To be continued.....


Hi guyys semoga suka☺️ kalo misalkan author telat up berarti author lagi ngebucin yak sama aktor thailand wkwk canda. Semoga suka, jangan lupa like vote dan comment biar author semangat up💚💚


See you next part🐺**