
Author Pov
Saat Ambarita tengah bergumam sendiri, tiba-tiba tepukkan dipundaknya cukup mengejutkan jantung Ambarita. Perempuan itu langsung membalikkan badannya untuk melihat siapa orang yang sudah bikin dia terkejut.
"Sedang apa kau disini?" tanya orang itu yang tak lain adalah Venus yang memergoki Ambarita.
"Ve, Venus. A-aku hanya..." gagap sekaligus tak tahu harus menjawab apa, Venus kembali berkata.
Sebelum berkata, Venus sempat memandang kearah Lucien dan Ashina yang masih asik berduaan dengan gelak tawa yang tak henti. "Kau sedang mengintip mereka iyakan? Atau kau punya rencana jahat untuk memisahkan mereka?" tanya Venus bertubi-tubi.
"Ti-tidak, aku tidak akan melakukan hal itu. Kau ini, Ashina gadis yang baik aku juga suka melihat Lucien... ah maksudku Alpha Lucien bahagia dengan wanita pilihannya." Jawab Ambarita dengan tawa yang kikuk.
Mata Venus memicing tajam menatap Ambarita, seolah menelusuk apakah ada hal curiga yang disembunyikan oleh perempuan tersebut. Dengan jari menunjuk tepat kearah Ambarita dengan mata yang masih memicing, Venus kembali berkata.
"Awas saja jika kau memiliki niat untuk merusak hubungan kakakku dengan kak Ashina, tak akanku maafkan kau dan ingat," katanya menjeda ucapannya sambil maju selangkah mendekat kearah Ambarita lalu melanjutkannya dengan berbisik.
"Aku tak akan segan-segan menghabisimu, kau tahukan apa kemampuan yang aku miliki?"
Perempuan itu terdiam sejenak. "Ya, mungkin aku mnegingatnya." Jawab Ambarita sambil berlalu pergi begitu saja dengan menabrak pundak Venus dengan sengaja.
Kepalan tangan Venus begitu kuat. "Argh!!" teriak Venus penuh amarah lalu ikut pergi meninggalkan tempat tersebut.
Hari menjelang siang, dimana makan siang akan segera datang. Ashina masih membantu menyiapkan beberapa piring dan menatanya, sedangkan para Omega menyiapkan hidangannya dan membawanya kemeja makan.
"Makanan sudah siap, ayo makan!" kata Luna Ashley sedikit menaikkan intonasi suaranya menyuruh semua keluarga berkumpul.
Tak lama keluarga Anderson terkecuali Ambarita duduk masing-masing ketempat duduknya. Satu persatu mereka mengambil nasi dan lauk, Ashina melakukan hal itu juga untuk Lucien yang dibalas senyuman manis oleh lelaki tersebut.
Mereka makan dalam diam, namun sesekali membahas masalah pekerjaan antara Alpha Drey dan Lucien. Sedangkan Venus dan Mars asik berbagi lauk mereka walaupun lauknya sama saja.
"Apa besok kau akan pergi kekantor?" tanya Ashina.
Sebelum menjawab, Lucien nampak berpikir. "Mungkin tidak, Beta Grade yang akan menggantikan beberapa Meeting saja." Jawab Lucien.
Ashina mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti. "Kalau begitu aku juga tak harus kesepian disini? Kalian juga tidak sedang sibukkah?" tanya lagi Ashina kepada mereka yang ada dimeja makan.
"Tentu saja tidak!" jawab mereka serempak.
Mata gadis itu berbinar bahagia. "Aku senang akan berkumpul dengan waktu luang ini, bagaimana jika nanti besok malam kita mengadakan acara barbecue?" usul Ashina.
"SETUJU!!" serempak Venus, Mars, Luna Ashley dengan nada senangnya. Selebihnya mereka mengangguk setuju saja.
"Yeay! Aku senang mendengarnya. Aku akan menyiapkan party semeriah mungkin!" ujarnya.
"Aku akan membantumu kak!" seru Venus.
Mereka tertawa bahagia tanpa menyadari keberadaan Ambarita saat itu. Lalu perempuan itu berdehem pelan dan berkata. "Apa aku boleh bergabung diparty itu?"
"Bukankah kau bilang hanya satu malam saja disini? Berarti hari ini seharusnya kau sudah pergi, Am!" ceplos Venus tanpa berpikir panjang.
"Ve, kau harus sopan." Tegur Alpha Drey.
"Tetap saja kau tak boleh seperti itu, bagaimana pun dia tamu disini." Beo Luna Ashley juga menekan kata tamu nya.
"Oke fine!" putus Venus sambil berdiri bangkit meninggalkan meja makan begitu saja dengan perasaan kesalnya.
"Ve," panggil Luna Ashley sembari ingin bangkit dari duduknya namun ditahan oleh Mars.
"Biar aku saja yang menyusul Venus, aku sudah selesai makan. Permisi," kata Mars sambil melangkah menyusul saudara kembarnya.
Keadaan seketika kacau, Ashina nampak kesal dengan sikap Ambarita yang asal berbicara. Bukannya dia tak sopan, tapi ini memang benar adanya.
"Aku akan berikan waktu sampai malam, aku sebagai Istri dari Drey Anderson tidak mengizinkanmu untuk ikut pesta nanti besok malam." Ujar Luna Ashley secara sepontan.
Wajah Ambarita seolah mengeras mendengar penuturan dari mulut Luna Ashley. "Kenapa? Kau tak suka mendengarnya berbicara seperti itu? Tapi jika kita bandingkan lagi, ucapanmu juga membuat kita tak suka seolah kau bagian dari keluarga ini yang kembali mengenal setelah mengasingkan kembali." Kata Ashina membuka mulut panjang lebar.
"Aku tak bermaksud membuat kekacauan hari ini, tapi Venus-lah yang terlalu dendam denganku. Tetapi jika kau memberiku waktu sampai nanti malam, maka aku akan sangat berterimakasih. Namun sebelum itu, Ash mengapa kau tersulut emosi juga?" ucap Ambarita mengangkat sebelah alisnya saat berucap diakhir kalimatnya.
Tangan Lucien langsung mengusap kedua pundak Ashina agar tenang dan tak tersulut emosi. "Tenangkan dirimu, jangan sampai kau juga terpancing emosimu seperti Venus. Nanti dia akan sangat senang melihat hal itu," bisik Lucien pelan ditelinga Ashina.
Lalu tatapannya menatap Ambarita yang juga tengah menatapnya. "Jika kau berkata tak sopan sekali lagi, akan ku pastikan Anggotaku menyeret kau keluar dari Pack ini dengan paksa. Apa kau tak tahu malu berbicara seperti itu didepan Orangtua dan kakek nenekku? Dasar!" kata Lucien dengan senyuman liciknya.
"Makan siang selesai! Kembali kerutinitas masing-masing." Putus Alpha Drey membuka suara dan meninggalkan meja makan untuk tak mendengar perdebatan tak jelas itu. Semuanya membubarkan diri kecuali Ashina dan Ambarita yang masih sama-sama duduk.
Saat gadis itu ingin menyusul Lucien, Ambarita berkata. "Kau ingin taruhan denganku? Jika aku bisa membuat Lucien jatuh lagi kepelukanku maka kau akan tinggalkan dia. Jika aku kalah melawanmu maka aku tak akan menganggu kalian selamanya, bagaimana?" ucap Ambarita seolah tengah memberikan tantangan kepada Ashina.
Gadis itu terdiam seperti mencerna ucapan Ambarita. "Kau hanya diam, jadi ku anggap kau setuju tentang ini. Selamat berjuang dan melawanku, cantik!" lanjutnya sambil melenggang pergi begitu saja.
"Apa yang dimaksud Ambarita? Menang? Melawan? Apa yang ingin dia lakukan selanjutnya?" tanya Ashina sendiri didalam hati seolah tengah bertengkar dengan isi kepala.
Sore hari pun menjelang untuk menutup hari ini, Ashina seperti biasa tengah duduk diruang tv dengan Lucien disampingnya. Namun tiba-tiba Ambarita datang dengan tiga gelas diatas nampan yang dia bawa.
"Apa kalian ingin minum? Aku baru saja membuat jus Orange, aku yakin ini akan sangat segar. Akan sangat terhormat jika kalian meminumnya," kata Ambarita sambil meletakkan nampan tersebut diatas meja didepan Lucien dan Ashina.
"Ini untukmu, dan ini untukmu Ash. Minumlah," sambungnya lagi.
Karena yang mereka pikirkan hanya menghargai kerja Ambarita membuat jus tersebut, mereka meminumnya tanpa memikirkan apa yang tengah mereka minum.
Senyuman licik itu terbit begitu saja namun tanpa disadari oleh sepasang kekasih didepan Ambarita tersebut. "Permainan baru saja dimulai, aku akan membawa kalian kedalam lingkaran permainanku! Selamat datang kehancuran!" raung Ambarita didalam hati.
\\\\\\\\\\\\\\\
**To be continued....
Hi guys, back again. Serem ya Ambarita haha. Btw disini jangan dulu ada yang menyalahkan Ashina, karena yang kita tahu juga Ashina masih MANUSIA BIASA kita belum tahu nanti Ashina dapet kekuatan apa atau tidak memiliki kekuatan sama sekali😳 lalu bagaimana Ashina bisa melawan Ambarita?
Simak terus setiap partnya, jangan lupa tinggalkan jejak like vote dan comment yang banyak biar author semangat up😜🤗
See you next part💛
Nb: Aku buat malem² gini karena gak bisa tidur tetangga berisik lagi karaokean kaga tau waktuðŸ˜ðŸ˜ okey bye!! 01.23 WIB**