My Mine Is Human

My Mine Is Human
20. Pertarungan sengit



Author Pov


Lucien bergegas berlari menuju depan Moon Stone Pack, terlihat beberapa anggota keluar dan berjaga-jaga disekitar Pack tersebut. Salah satu Rogue melihat kedatangan Lucien sambil melolongkan suaranya penuh amarah.


Satu tarikan bibir sinis Lucien terangkat, seolah Rogue itu datang diwaktu yang salah. Dimana amarah Lucien juga sama-sama membara karena masalahnya yang menumpuk. Lelaki itu mendekatkan langkahnya kearah Rogue dengan kilatan mata yang memerah dan kembali membiru.


"Rupanya Pack kita kedatangan tamu, Beta Grade," kata Lucien dengan seringaian menakutkan.


Sedangkan Beta Grade tersenyum tipis menanggapi ucapan Lucien. Rogue itu menggeram marah, dengan sekali cakaran Lucien mampu menghindari cakaran tersebut. "Wow, kemampuanmu sangat bagus. Baiklah, bertarunglah denganku! Beta Grade, amankan semua rakyat Pack." Kata Lucien dengan tatapan bengis kepada sekumpulan Rogue didepannya tersebut.


Satu persatu Lucien melawannya. Dengan amarah yang belum habis, Lucien lampiaskan kepada Rogue-Rogue tersebut. Jika kepada anggotanya, itu sangat merepotkan nantinya jika ada yang cidera serius, maka hal itu jika Lucien melampiaskan amarahnya kepada Rogue, ingin mereka mati pun Lucien tak mempedulikannya.


Lucien dan Zerky berganti Shift dengan sangat cepat. Serigala abu-abu tersebut melolongkan suaranya sebagai sebuah peringatan besar karena ketenangan Pack nya sudah diganggu. Beberapa anggota yang ikut terjun bertarung dan berganti Shift pun ikut membalas lolongan sang Alpha.


Pertarungan sengit berlangsung sangat lama. Ini karena Rogue yang menyerang kali ini seperti Rogue yang tak biasa. Salah satu Rogue terbesar diantara yang lainnya mencakar badan serigala Lucien lalu menendangnya dengan sangat keras. Hal itu membuat tubuh Zerky berhasil terpental jauh.


Tubuhnya tertabrak pepohonan yang ada dibelakang hingga tumbang. Bisa dibayangkan jika tendangan tersebut sangatlah kuat, namun kilatan amarah terlihat jelas dimata Zerky yang semakin memerah menggelap tersebut. Geraman marah Zerky keluarkan dari mulutnya.


Taring dan kuku-kuku tajamnya keluar seketika. Siap melayangkan dan membalas serangan tadi, dengan lari cepat. Zerky langsung menerkam tubuh Rogue tersebut, cakaran berkali-kali dilayangkan oleh Zerky. Mulutnya mengoyak tangan serigala tersebut hingga tak berdaya.


Lolongan kesakitan terdengar jelas dari mulut Rogue. Dan sekali lempar, Rogue tersebut mati dengan tubuh yang mengenaskan dan badannya dipenuhi darah yang masih mengalir dengan sangat segar.


Disisi lain, para Anggota pun berhasil mengalahkan sisa kumpulan Rogue tersebut. Hingga dinyatakan, kali ini Alpha Lucien berhasil memenangkan pertarungan secara mendadak tersebut. Lolongan kemenangan dilontarkan kepada Lucien dan dibalas bahagia oleh para Anggotanya.


Zerky kembali berganti Shift dengan Lucien. Tubuh lelaki itu terlihat sangat lemah karena kelamaan bertarung tanpa istirahat sekalipun. Namun karena didepan para rakyatnya, tak ada rasa lelah yang ditunjukkan oleh sang Alpha Moon Stone Pack tersebut.


"Alpha," kata Beta Grade menghampiri Lucien yang terlihat keringat yang peluh didahinya. "Apa kau baik-baik saja?" katanya lagi mengkhawatirkan kondisi sang Alpha.


"Ya, aku baik-baik saja. Kau dan Gamma Alvaro urus mayat-mayat ini dan singkirkan tanpa meninggalkan jejak sedikitpun. Kau mengerti?" ucap Lucien kepada Beta Grade.


Lelaki yang terlihat tak kalah tampannya dengan Lucien itu mengangguk patuh, lalu sedikit membungkukkan badannya sebelum mengundurkan diri. Lucien kembali melangkah masuk kedalam rumah, yang ternyata ada seorang wanita yang dia tidak lihat seharian ini.


Ya, siapa lagi jika bukan Ashina. Tapi, bagaimana gadis tersebut bisa sampai ditengah hutan seperti ini? Apalagi ini sudah malam apa dia tidak takut seperti kemarin? Oh apa mungkin Ashina juga melihat pertarungan tadi?


Terlihat jelas wajah Lucien terkejut melihat keberadaan Ashina ditengah keluarganya. Dilihatnya gadis itu cepat sekali akrab dengan orang baru, ah rasanya Lucien sudah menganggap bahwa Ashina adalah Istrinya sekarang.


"Ashina?" panggil Lucien sedikit lirih. Gadis yang dipanggil namanya tersebut menolehkan kepalanya kearah lelaki yang tak jauh dari jaraknya.


"Lucien!" seru Ashina begitu nampak bahagia.


"Sedang apa kau kemari?" kata Lucien bertanya sambil mendekat kearah mereka yang tengah berkumpul.


"Memangnya dia tidak boleh datang kemari?" Sahut Luna Ashley sambil mengangkat sebelah alisnya.


Lucien yang baru mendaratkan bokongnya disofa pun berkata. "Bukan begitu maksudku, tapi ini sangat mendadak, dan... dengan siapa kau kemari?" kata Lucien dengan seribu kebingungannya.


Gadis itu tersenyum manis, lalu tangan kanannya terulur kearah Lucien yang duduk disingle sofa tepat disampingnya. "Aku ingin mengembalikan ini." Ucap Ashina sambil memberikan sebuah ponsel pintar tersebut.


"Tidak, tidak. Jika kau berfikir aku mengambil ponselmu, itu salah besar. Tadi aku lewat direstoran itu lalu seorang pegawai memanggilku dan mengatakan jika ponselmu tertinggal diatas meja." Jelas Ashina.


Disisi lain, Lucien merutuki kepolosan Ashina. Kenapa gadis itu secara terang-terangan berkata jika mereka berdua pernah makan bersama. Saat mata Lucien melirik kearah keluarganya kecuali Ashina, terlihat tatapan mata mereka seperti tengah menggodanya saat ini.


"Ada apa?" tanya Lucien dengan nada judesnya kepada keluarganya.


Tanpa diduga. Alpha Drey, Luna Ashley, Mars dan Venus tertawa bersamaan. Lucien mengerti arti tawa keluarganya yang tengah meledek Lucien saat ini, sedangkan Ashina terlihat bingung karena gelagat mereka.


"Apa perkataanku ada yang salah?" tanya Ashina dengan takut-takut.


Venus yang masih setia dengan tawanya pun berkata. "Kau tidak salah, tetapi ucapanmu terlalu jujur dan polos. Tapi, itu lebih baik dari pada diam-diam seperti lelaki didepanku ini."


Ucapan Venus menyindir kakaknya sendiri, siapa lagi jika bukan Lucien. Sedangkan lelaki itu mendengus kesal. "Bisakah kalian berhenti tertawa? Itu tidak enak didengar oleh telingaku!" hardik Lucien kesal.


"Rupanya selama ini anak lelaki tertua kita tengah kasmaran, Drey." Ucap Luna Ashley berusaha menahan tawanya.


"Kau benar, kali ini mungkin saja tidak lama lagi Pack akan mendapat Luna baru," sahut Alpha Drey sama-sama menggoda sang anak.


"Kalian menyebalkan!" ucap Lucien kesal. Lalu berdiri bangkit dari tempat duduknya dan pergi dari hadapan mereka menuju kamar.


Melihat Lucien seperti itu membuat kebingungan Ashina kembali bertambah. "Ada apa dengannya?" tanya Ashina kepada keluarga Lucien.


"Dia tengah malu rupanya," jawab Mars yang sedari tadi menyimak.


"Malu karena?" tanya lagi Ashina.


"Ah ini sangat panjang jika dijelaskan, sebaiknya. Kau pergilah kekamarnya, dan bujuk dia untuk kembali keluar kamar." Kata Luna Ashley.


"Ma-masuk kedalam kamarnya?" ucap Ashina seketika gugup.


"Ya, kenapa memang? Sudahlah, ayo aku antar!" kata Venus sambil berdiri dan meraih tangan Ashina agar ikut bangkit dan mengikuti langkahnya dari belakang.


"Ini kamarnya, masuk saja. Aku tinggal dulu, bye semoga berhasil!" semangat Venus kepada Ashina.


Gadis itu hanya tersenyum simpul menanggapinya. Sepeninggallan Venus, Ashina nampak bimbang dengan perasaannya. Apa dia harus membuka atau pergi kembali?


Dengan pelan-pelan, Ashina membuka pintu kamar tersebut. Dan terlihat tubuh Lucien yang tengah duduk disofa yang berada dikamarnya dengan wajah yang kesal sekaligus marah.


"Luc?" sahut Ashina didepan pintu kamar.


**To be continued......


*Hi guys!! Up nih, kalo kedepannya agak lama mohon dimaklumi ya, karena ini juga udah mau lebaran kan so mungkin author punya kesibukan hehe. Tapi tetap diusahakan up kok, semoga suka jangan lupa like vote dan comment biar author semangat up❤️ mohon maaf lahir batin buat semuanya❤️


See you next part guys🐺***