My Mine Is Human

My Mine Is Human
54. Kelvana



Author Pov


Ashina keluar dari rumah dan duduk ditaman sendirian. Venus sempat mengejarnya namun Ashina bilang dia ingin sendiri dan butuh waktu untuk menenangkan dirinya. Gadis itu terdiam menatap bunga-bunga yang tertanam disekitarnya. Dia menangis, namun tanpa suara, bisa dirasakan jika tangis tanpa suara lebih pilu didengar.


Saat angin malam menerpa rambut panjangnya dan menusuk kulit putih Ashina yang terekspos karena memakai baju lengan pendek tanpa sweater. Tiba-tiba suara seseorang terdengar dari belakang tempat yang Ashina duduki.


"Ekhem," berdehem seseorang tersebut membuat Ashina langsung menghapus air matanya yang sudah membanjiri pipi.


Gadis itu langsung menoleh kearah belakang dimana suara itu berasal, lalu dilihatnya seorang perempuan yang tak lain adalah Kelvana. Ah dia merindukan perempuan itu haha.


"Oh hai Kelv," sapa Ashina dengan senyuman tipisnya berusaha menghilangkan jejak kesedihan yang jelas terpancar dari mata Ashina yang memerah.


Perempuan itu ikut membalas senyumnya. "Apa aku boleh duduk denganmu?" tanya Kelvana dengan nada sopannya.


"Ya, tentu saja." Jawab Ashina dengan senyuman juga.


Kelvana duduk disamping Ashina. Lalu menghirup dalam-dalam udara malam tersebut. "Apa rasanya sangat menyakitkan, Ash?" tanya lagi Kelvana tanpa melihat langsung kearah Ashina.


Gadis yang diberi pertanyaan seperti itu nampak berpikir sejenak, lalu berkata. "Aku tak mengerti apa maksudmu,"


Tawa Kelvana terdengar saat itu juga, lalu menatap Ashina dengan sangat lembut. "Kau tahu apa kemampuan Wolf yang aku miliki?" kata Kelvana seolah mengajak Ashina untuk bermain tebak-tebakkan. Gadis itu menggelengkan kepalanya tanda tak tahu.


"Aku bisa merasakan perasaan seseorang yang sudah sangat dekat dan akrab denganku, termasuk dirimu Luna," katanya lagi sambil meraih tangan Ashina lalu digenggamnya.


"Aku bisa merasakan perasaan sakit, senang, atau apapun yang orang itu rasakan. Lucu bukan? Haha, tapi aku beruntung karena aku juga ingin merasakan apa yang dirasakan oleh orang-orang terdekatku."


Gadis itu seperti tertarik dengan cerita Kelvana. "Ya, itu sangat menyenangkan. Apa aku juga bisa mendapatkan kemampuan seperti kalian?" canda Ashina. "Ah mana mungkin 'kan? Aku hanya manusia biasa, tak mungkin tiba-tiba mendapatkan kemampuan secara mendadak." Lanjutnya dengan tawa kecil diakhir.


Perempuan itu tersenyum. "Tawamu sangat menyedihkan untuk didengar, usia kita hanya terpaut 2 tahun dan aku lebih tua darimu. Tapi aku juga sudah menganggapmu seperti adikku sendiri selain aku menganggapmu sebagai Luna di Pack ini." Ujar Kelvana.


"Luna di Pack ini? Apakah gelar itu masih terdengar pantas untukku?" tanyanya dengan tawa miris diakhir.


"Tentu saja, gelar itu akan didapatkan bagaimana pun kedepannya nanti. Wanita itu? Kau masih bisa melawannya dan merebut kembali Lucien darinya," kata Kelvana.


"Benarkah? Aku harap ucapanmu tak hanya sebatas untuk menghiburku sesaat," ujar Ashina. Gadis itu menghela nafas lalu kembali berkata. "Jika aku benar bisa mendapatkan kemampuan lebih dari seorang manusia biasa, sudah aku pastikan aku tak takut melawannya."


"Aku rasa seperti itu," ucap Kelvana sambil menatap kedepan.


Kepala Ashina menoleh kembali kepada Kelvana. "Apa maksudmu?" tanyanya tak mengerti


Perempuan tersebut meluruskan kedua kakinya seraya berkata. "Salah satu orang di dalam rumah mengetahui akan sifat aneh dari Ambarita sejak awal. Jika kau bisa menemukannya maka aku akan membantumu untuk menemukan jalan keluar mengalahkan Ambarita." Kata Kelvana seperti sedang membuat Ashina berpikir dan bertindak lebih tegas.


"Orang rumah? Salah satu keluarga Anderson?"


Kelvana menganggukkan kepalanya. "Jika kau berhasil menjawab beberapa teka-teki dariku selama 2 hari, maka aku akan membantumu dengan senang hati. Ini permainan seru untuk menantang kemampuanmu juga, apa kau setuju dengan ini? Tenang saja, dibalik teka-teki dariku, akan aku berikan beberapa clue untuk menemukan jawabannya." Ucap panjang lembar Kelvana.


Gadis itu nampak berpikir. "Baiklah, aku setuju dengan permainan ini. Apapun itu aku akan merebut kembali Lucien darinya, Lucien hanya milikku!" tegas Ashina seolah kesedihannya saat itu sirna karena tantangan yang diberikan oleh Kelvana.


Perempuan itu tersenyum dalam diam. "Aku tidak akan membiarkan dirimu kalah melawan perempuan tak tahu diri yang juga merebut kebahagiaanku, kita akan lawan itu bersama-sama!" ujar Kelvana dalam hatinya.


"Bagus! Aku tak suka melihat Luna-ku menangis seperti orang lemah tadi." Ujar Kelvana sedikit mengejek untuk mencairkan suasana yang tegang tersebut.


Tawa kecil Ashina keluar begitu saja. "Ya, aku memang sering dibilang gadis yang lemah, gampang ditindas dan selalu menangis. Padahal aku hanya tak ingin menyakiti kembali orang yang sudah menyakitiku. Karena Ayahku pernah bilang jangan pernah membalas orang yang menyakitimu dengan menyakitinya kembali." Kata Ashina dengan senyum.


"Ya benar. Yang Ayahmu katakan memang benar, jika keburukkan dibalas dengan kebaikkan kau tahu apa yang akan terjadi dengan orang yang menyakitimu?" ucap Kelvana.


"Apa?"


Ashina yang mendengar hal itu pun seperti tersentuh. "Aku baru menemui jika seorang SheWolf sangatlah bijak. Haha, aku senang bertemu denganmu." Katanya.


"Kau pikir seorang Werewolf terkenal karena kebringasannya saja? Didalam novel fantasi itu sangat melebih-lebihkan! Aku juga sebenarnya seperti itu, tapi jika dilihat lagi dengan tampang wajahku yang cantik dan anggun seperti ini tak cocok untuk terlihat garang!" ujarnya panjang seperti bercanda.


Lalu beberapa detik kemudian tawa mereka terdengar sangat bahagia. "Kau ingin tahu clue yang pertama? Orang itu berada didalam rumah. Orang itu diawali dengan satu tempat namun saat keluar 2 orang yang berbeda, biarku perjelas, dia tidak hanya satu namun dua," ucapnya.


Lalu perempuan itu menatap kembali wajah Ashina yang tengah menatapnya juga. "Itu sedikit clue dariku. Kau harus mengingatnya baik-baik, aku pergi masuk dulu. Kau juga sebaiknya masuk, ini sudah malam." Sambungnya sambil berdiri bangkit dari tempat duduk.


Gadis itu tersenyum seraya berkata. "Terimakasih sudah datang menemaniku dan menghiburku, aku akan ingat baik-baik apa yang kau beritahu untukku. Selamat malam Kelv!" ujar Ashina dengan senyuman.


"Selamat malam juga Luna Ashina, haha." Katanya dengan tawa lalu menundukkan sedikit badannya untuk hormat dan pergi meninggalkan Ashina sendiri.


Setelah kepergian Kelvana, Ashina sempat berpikir dan berusaha mengingat clue dari Kelvana. "Orang itu tahu sejak awal perbuatan buruk Ambarita? Dia ada dua orang diawali dengan satu tempat? Ya, mungkin ini clue yang mudah!" ujarnya sendiri seraya bangkit dan kembali masuk kedalam rumah yang tak jauh dari taman.


Saat Ashina ingin masuk, Venus tiba-tiba mengejutkannya dari samping pintu masuk rumah. "Kak Ashina!" kagetnya.


"Astaga Ve! Kau membuatku terkejut." Katanya sambil memegangi dadanya yang berdetak cukup keras.


Cengiran Venus terbit begitu saja. "Hihi, maafkan aku kak Ash," katanya.


"Baiklah tak masalah, ada apa?" tanyanya.


"Apa kau ingin tidur denganku malam ini?" tanya Venus.


Sebelah alis Ashina terangkat bingung. "Tumben?"


"Ayolah, aku ingin sekali tidur denganmu," rengek Venus seperti anak kecil.


"Oke, aku akan tidur dengamu malam ini." Putusnya.


"Yeay! Ayo ikut denganku!" ujar senang Venus sambil menarik tangan Ashina.


Gadis itu hanya menurut saja, lalu tanpa sengaja menabrak bahu Lucien yang sedang membawa segelas air putih yang untungnya tak terjatuh.


"Aaww, maafkan aku." Refleks Ashina.


"Tak masa--" ucapan Lucien terpotong oleh Venus.


"Ayo kak! Jangan lama-lama aku muak melihat wajahnya!" kesal Venus sambil menarik paksa tangan Ashina. Walau tak enak hati Ashina hanya menurut saja.


Lucien terlihat bingung dengan perlakuan adiknya tersebut. "Ada apa dengannya? Kenapa dia terlihat kesal sekali denganku. Gadis itu juga? Apa itu Mate dari Mars? Kenapa dia tidak pernah membicarakan soal ini padaku?" pertanyaan itu seketika memenuhi isi kepala Lucien dan membuatnya pusing lalu beranjak pergi dari tempat tersebut dengan segala kebingungannya.


\\\\\\\\\\\\\\


**To be continued.....


Hii guys, buat part sebelumnya maaf ya kalo buat kalian kesel😭 padahal ini baru konflik awal. Btw disini kita akan main teka teki, siap jawab? Hahaha ikutin terus ya jangan pernah bosen walaupun ada pihak ketiga :(


Karena ini bakalan semakin seruuu loh!


Jangan lupa like vote dan comment biar author semangat up nya🤗


See you next part🐺


Salam author - *Wawaaaaa💚💚***