
Author Pov
Luna Ashley dan Venus mengiringi langkah Ashina menuju podium altar dimana sudah ada wali untuk menikahi mereka dengan Lucien yang sudah menunggu dengan jas berwarna hitam berpadu biru muda. Sangat tampan!
Beberapa langkah kemudian, Luna Ashley menyuru Lucien meraih tangan kanan Ashina untuk berdiri disampingnya. Luna Ashley dan Venus kembali ke tempat duduk dimana Alpha Drey berada disana dengan keluarga besarnya.
Sesi acara inti pernikahan Lucien dan Ashina berjalan dengan lancar. Janji yang mereka ucapkan disaksikan begitu banyak tamu undangan, dan Ashina yang nampak berkaca-kaca menahan tangis bahagia dan tangis sedihnya. Entahlah perasaan Ashina saat itu sedang runyam.
Semua para tamu undangan termasuk keluarga Anderson menyorakkan suara bahagianya atas resmi nya hubungan mereka berdua, Lucien memeluk tubuh Ashina dengba sangat erat. Begitu pun sebaliknya, Ashina memeluk Lucien dengan erat diselingi suara tangis kecilnya.
"Kita akan bersama selamanya dengan sisa umur kita. Kita akan membangun keluarga kecil yang diharapkan, aku menyayangimu Ash, untuk sekarang dan selamanya." Bisik Lucien ditelinga Ashina.
"Aku senang bisa bersamamu sampai difase ini, aku lebih sangat mencintaimu." Balas Ashina.
"Let's grow old together." Katanya lagi sambil mencium kening Ashina dengan lembut.
Sesi peluk tersebut terhenti saat suara seseorang membuyarkan segalanya. "Permisi, apa pelukannya sudah selesai? Bisakah kalian tahan untuk nanti malam saja?" celetuk suara perempuan yang tak lain adalah Kelvana dan Venus dengan wajah menahan tawa.
Pelukan mereka terlepas, Ashina tersenyum kecil menahan malunya. Lalu tangannya mengusap air mata yang berada disudut matanya, sedangkan Lucien memutar bola matanya malas.
"Hey Ash, ah maksudku Luna Ashina, selamat untukmu dan Alpha Lucien. Aku ikut senang dengan pernikahan ini, semoga aku bisa melihat anak menggemaskan dari kalian," ujar Kelvana dengan nada cerianya.
Ashina tertawa pelan. "Terimakasih Kelv," kata Ashina bingung menjawab apa lagi. Perempuan tersebut menganggukkan kepalanya.
Kini giliran Venus yang maju dan langsung memeluk Lucien dan Ashina dengan bersamaan. "Kalian tahu aku sangaaaatttt senang hari ini, aku akan mendapatkan ponakan menggemaskan dari kalian. Jangan lama-lama okey? Aku menunggu!" hebohnya membuat semua tamu undangan melirik kearah mereka termasuk keluarga Anderson.
Seketika mata Lucien melotot kearah Venus agar diam dan tak asal bicara. Gadis tersebut langsung meringis mendapati tatapan tajam dari kakak tertuanya.
"Maafkan aku jika suaraku telah menganggu kalian. Kalian bisa melanjutkan acara kalian masing-masing." Kata Venus meminta maaf kepada semuanya.
Setelah itu tatapan mereka kembali sibuk dengan obrolan masing-masing. "Shut your mouth!" galak Lucien.
Seketika tangan Ashina mencubit pinggang Lucien dan membuat lelaki tersebut meringis kesakitan. "Aawww, kenapa kau mencubitku?" kata Lucien dengan nada menekan.
"Kau tidak boleh berkata kasar seperti itu!" tegur Ashina tak suka.
Lucien seketika menghembuskan nafasnya malas. "Huft, baiklah maafkan soal itu. Tapi dia juga tak seharusnya berbicara dengan keras seperti tadi," kata Lucien membela sedikit.
"Iyaa, tapi aku kan sudah minta maaf." Kata Venus tak ingin kalah. Sedangkan Kelvana pamit mnegundurkan diri karena ada temannya yang datang juga.
Tak lama keluarga besar Anderson menghampiri mereka. Ada Grace dan suaminya beserta kedua anak nya, apa masih ingat dengan Grace adik Drey dengan suara toa nya? Ya mungkin Venus menuruni sifat Grace, hahaha lupakan.
"Hey, selamat untuk kalian. Akhirnya keponakan ku yang galak, judes, pemarah ini bisa mendapatkan Mate yang sangat polos sepertimu." Kata Grace setelah memberi salam dan pelukkan untuk kedua pengantin baru tersebut.
Lihat, Grace si legend dengan suara toa nya tak bisa dihilangkan. "Terimakasih Aunty Grace. Lucien juga sebenarnya tak terlalu galak, dia sangat baik." Ujar Ashina.
"Uh lihat, kau sudah ada yang membelanya," celetuk Grace dengan tertawa pelan.
"Kenapa aku memiliki keluarga yang sangat toa sekali mulutnya?" heran Lucien.
"Sudah takdir," sahut Grace dan Venus bersamaan. Lalu mereka tertawa bersama dan Lucien lagi-lagi memutakan bola matanya malas.
Luna Ashley dan Alpha Drey mendekati mereka. Lalu kedua tangannya menggengan satu sama lain sambil berkata. "Aku berdoa kepada Moon Goddess untuk memberkati hubungan kalian berdua sampai mautlah yang hanya memisahkan kalian, berbahagia hingga memiliki anak dan cucu yang menggemaskan." Ujar mereka begitu kompak.
Suasana kembali tenang disitu, Luna Ashley langsung membuka matanya dan memeluk tubuh Ashina.
"Selamat untuk kalian, aku sangat senang hari ini. Satu demi satu sudah dilewati dengan rintangan yang berat, aku sangat bangga dengan kalian. Para tetua mempercayai jika kekuatan kalian bersama lebih besar untuk melindungi Pack ini kedepannya. Tetap bahagia dan harmonis dengan keluarga kecilmu ya?" nasihat panjang Luna Ashley.
Mereka berdua menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Lalu satu demi satu pelukan tersebut diberinya dari keluarga Anderson. Hingga semuanya kembali ke obrolan mereka masing-masing.
Ashina langsung beranjak dari duduknya dan sedikit berlari kearah perempuan yang sedang berjalan ke arahnya. "Anna!" sorak bahagia Ashina bertepatan dengan mereka berpelukkan.
Beberapa menit pelukkan itu terlepas. "Aku kira kau tak akan datang kesini," kata Ashina sambil membawa Anna duduk disalah satu meja yang kosong.
Mereka berdua duduk berhadapan. "Yang benar saja jika aku tak datang kepernikahan sahabatku. Ah ya, mengapa kau memilih menikah ditengah hutan seperti ini? Sangat menyeramkan, Lucien memiliki banyak uang, kenapa tak sewa gedung mewah saja. Kau ini bagaimana." Omel Anna.
Ashina tertawa pelan. "Tapi di tengah hutan seperti ini belum ada yang melakukannya bukan? Aku akan menjadi orang pertama di kota ini yang memilih menggelar pernikahan ditengah hutan. Tapi kau tidak tersesat bukan?" kata Ashina.
Anna menggelengkan kepalanya. "Tidak, supir itu sangat tahu jalan. Oh ya, ini untukmu." Ucap Anna sambil mengulurkan tangannya memberikan hadiah.
Mata Ashina berbinar. "Benarkah untukku? Tapi aku bilang tidak ingin merepotkanmu dengan membawa hadiah untukku." Ujar Ashina seketika.
Anna menghela nafasnya pelan. "Kau ini bagaimana, aku ingin memberikan hadiah kenang-kenangan untuk sahabatku tak boleh, yasudah biar ku buang saja kalau begitu." Drama Anna.
"Ah tidak-tidak! Aku akan menyimpannya untukmu. Terimakasih An," ujar Ashina dengan senyuman diwajahnya.
"Sama-sama."
Langit kini berganti menjadi gelap dengan purnama yang terang malam itu juga. Puncaknya pesat pernikahan Lucien dan Ashina semakin meriah, game yang juga diadakan oleh Venus menambah kemeriahan saat itu juga.
Hingga akhirnya pesta tersebut selesai dan para tamu kembali pulang kerumahnya masing-masing. "Aku pulang dulu, jangan dirimu baik-baik ya. Ingat, jangan pernah lupakan aku, jika kau merindukanku kirim pesan atau datanglah ke cafe." Ujar Anna sebelum pamit pulang.
Ashina menangis entah untuk apa. "Aku pasti akan sangat merindukanmu An, jaga dirimu baik-baik disana. Ingat, jangan pernah menggoda lelaki disamping pacarnya." Kata Ashina terisak namun diselingi lelucon.
Anna tertawa pelan. "Iya, aku akan ingatkan itu. Baiklah aku pergi dulu, Luc jaga Ashina baik-baik. Jangan sakiti dia." Ucap Anna melirik kearah Lucien.
Tangan Lucien merangkul pundak Ashina. "Aku akan menjaganya jauh lebih baik dari sebelumnya, kau hati-hati dijalan." Beo Lucien. Anna mengangguk.
Lalu melambaikan tangannya sebelum masuk kedalam mobil dan mobil tersebut melaju pergi keluar dari Moon Stone Pack. Lucien membawa Ashina masuk dengan kondisi yang sama-sama lelah.
Mereka memasuki kamar yang sudah dihias oleh Venus seperti kamar pengantin. Banyak bunga-bunga dimana mana, Lucien mendudukkan Ashina ditepi kasur. Lalu diriny pun ikut duduk disamping Ashina.
"Hari yang sangat aku tunggu, dimana kau telah resmi menjadi istriku. Aku akan melakukan sesuai janji yang aku ucapkan." Ujar Lucien sembari menyandarkan dagunya dibahu Ashina.
Gadis tersebut hanya terdiam. Gagu tak tahu harus bereaksi seperti apa. "Ash, kau pasti tahu jika aku menunggu moment ini. Moment dimana aku akan menandaimu untuk semakin menguatkan hubungan kita, kau.... apa sudah siap untukku tandai?" tanyanya dengan hati-hati.
"La-lakukan sa-saja Luc. Kau menyebalkan." Jawab Ashina tak nyambung dengan suara gugupnya.
Lucien tertawa pelan. Dia sedang malu saat ini, jika Ashina tahu jantungnya pun juga berdetak lebih keras dari biasanya. Namun masih bisa dia sembunyikan daripada Ashina yang terdengar jelas debarannya.
Perlahan tangan lelaki tersebut menurunkan tubub Ashina dan berbaring. Kini tubuh lelaki tersebut berada diatas tubuh Ashina, melakukan hal yang sepatutnya seorang Werwolf lakukan untuk menandai Mate nya.
Malam itu tiba, malam dimana pasangan abadi akan menjalani kehidupan kedepannya. Lucien, kini berhasil menandai Ashina malam itu juga bertepatan dengan sinar purnama yang semakin memancarkan sinarnya disela-sela jendela.
\\\\\\\\\\\
**To be continued....
Hi guys, ini jadi part terpanjang😁 semoga suka. Dan gimana kalo ini endingnya??? Atau lanjut? Haha Ayoo dong ramaikan lagi, kok sepii sih? Sedih dong author hehe canda.
Semoga suka guys, jangan lupa like vote dan comment💙💙
Bener ending nih???
Hahaha canda, masih ada 2 part menuju ending yeay💙💙
see you next part🐺**