My Mine Is Human

My Mine Is Human
49. Boleh ya?



Author Pov


"Pergi kau dari sini!" marah Lucien dengan nada kasarnya. Hal itu membuat Ashina semakin kebingungan ada apa sebenarnya.


Ashina menghampiri Lucien dan meraih lengan lelaki itu sambil berkata. "Kenapa kau marah-marah Luc? Memangnya dia siapa?"


Lucien menatap Ashina dengan nafas yang memburu seperti dendam sekali didalam hatinya.


"Aku adalah Ambarita. Ambarita Qershyta, mantan Mate Lucien Malvis Anderson dan mantan calon Luna diPack ini." Ujar gadis tersebut dengan sangat bangganya memperkenalkan diri.


Semula tangan Ashina yang memegang tangan Lucien kini tanpa sadar terlepas begitu saja. Wajahnya terkejut, tubuhnya kaku seperti disambar petir dimalam hari. "K-kau, kau mantan Mate L-Lucien?" tanya Ashina gagap seperti ingin memastikan.


Kedua tangan Ambarita terlipat didepan dadanya dan berjalan sedikit mendekat kearah Ashina. "Ya, apa kau kenal aku? Maksudku, apa keluarga Anderson pernah bercerita tentangku? Dilihat dari wajahmu yang tegang, sepertinya iya." Kata Ambarita dengan tawa kecil diakhir ucapannya.


Perempuan itu menatap keseluruh keluarga Anderson yang kebetulan tengah lengkap malam ini. "Kalian kenapa? Masih dendam denganku karena perbuatanku yang dulu?" tanyanya.


"Kau!!" marah Luna Ashley namun ditahan oleh Alpha Drey.


"Oh ayolah, kejadian itu sudah lama terjadi. Bukankah kita harus melupakan masalalu dan memperbaiki masa depan? Aku datang kesini hanya ingin memperbaiki perbuatanku," ucapnya dengan nada biasa namun tetap menjengkelkan.


"Tak tahu malu kau berkata seperti itu? Apa matamu tidak lihat jika kakakku sudah memiliki Mate pengganti yang diberikan oleh Moon Goddess?!" seru Mars yang gatal karena melihat tingkah laku perempuan tersebut.


"Benarkah?" katanya sambil menatap Mars lalu menatap Ashina yang tak jauh disampingnya. "Gadis ini? Mate pengganti dariku?" lanjutnya sambil meraih tangan Ashina namun ditepis kuat oleh Lucien.


Perempuan itu meringis kesakitan. "Jangan berani menyentuh gadisku!" peringat Lucien dengan sangat dalamnya.


"Kau sangat posesif Luc. Ah, maksudku Alpha, berilah dia kebebasan sedikit agar banyak ruang untuk berkenalan dengan siapapun." Ucap Ambarita.


"Aku bilang pergi kau dari sini!" kata Lucien lagi mengulangi.


"Oh ayolah, biarkan aku menginap disini untuk beberapa hari. Bolehkah?" pinta Ambarita.


"Tid--" saat Luna Ashley ingin menolak, Ambarita kembali membuka mulutnya.


"Siapa namamu?" tanya Ambarita kepada Ashina.


Sebelum menjawab, gadis itu menatap terlebih dahulu kepada Lucien seperti meminta izin untuk menjawab. Lelaki itu ikut menatap dan menggelengkan kepalanya seperti tidak mengizinkan.


"Ashina," jawab Ashina setelahnya. Entah mengapa dia menentang larangan Lucien saat itu juga.


"Nama yang bagus," kata Ambarita dengan senyuman kecil. "Apa kau mengizinkanku menginap diPack ini calon Luna Moon Stone Pack?" tanya Ambarita lagi sambil menekan ucapan diakhirnya.


"Maaf, bukannya aku tidak mengizinkan kamu untuk menginap disini. Tetapi aku tak berhak untuk menjawab pertanyaanmu, Am." Jawab Ashina.


Sebuah senyuman tipis licik Lucien timbul begitu saja. "Mate yang pintar," ujar Zerky yang diangguki setuju oleh Lucien sendiri.


"Kau..." ucap pelan Ambarita dengan bernada. "Tentu saja akan membantuku, 'kan?" lanjutnya lagi.


Langkah Ashina maju selangkah mendekati Ambarita. Entah keberanian dari mana, gadis itu menjawab. "Jika dilihat dari raut wajah semua orang dirumah ini, sepertinya mereka tak mengizinkanmu untuk tinggal disini."


"Yang Ashina katakan benar, kita tak suka kau berada disini dan tanpa tahu malunya menampakkan wajah bodohmu itu." Maki Venus membuka suara.


Sedikit terpancing emosi, namun Ambarita mencoba menahannya. Dengan senyuman semanis mungkin, Ambarita menatap Ashina sambil memetik jarinya sekali didepan wajah Ashina.


"Kau pasti gadis yang baik, izinkan aku menginap disini dan berbicara dengan keluarga Anderson agar mengizinkan juga, bisa?" bisik Ambarita dengan pelan ditelinga Ashina.


Seolah tersihir cepat, Ashina langsung mengangguk begitu saja dan menatap semua keluarga Anderson. "Izinkan Ambarita tidur disini hanya untuk beberapa hari saja. Apa kalian tak keberatan?" tanya Ashina dengan nada seperti biasa.


Semuanya terkejut kecuali Ambarita yang tersenyum dalam diam. "Ash, apa yang kau ucapkan!" sedikit marah Lucien sambil membalikkan badan Ashina agar menatapnya.


"Luc, biarkan dia tidur sementara waktu disini. Besok mungkin dia akan pergi benarkan, Am?" kata Ashina.


"Benar, jika saja..." jawabnya memelankan ucapannya diakhir.


"Aku tak tahu, kau tanyakan saja pada yang lain." Ucap Lucien sambil menatap kearah lain.


"Mom, Dad. Apa boleh dia menginap semalam saja disini?" tanya Ashina seperti memohon.


"Tapi nak, baru saja kau secara tak langsung tidak setuju juga wanita itu menginap disini." Jawab Luna Ashley kesal.


"Aku mohon," katanya lagi dengan sangat.


"Masuklah, kau boleh tidur dikamar bawah yang kosong. Omega akan mengantarkanmu," ucap Amma membuka suaranya.


Binaran mata bahagia terpancar dimata Ashina dan senyuman licik terbit dibibir Ambarita. "Terimakasih Amma, aku menyayangimu." Ujar Ashina yang diangguki kepala oleh Amma.


"Kalian masuk, sudah malam. Waktunya istirahat." Kata Alpha Drey juga membuka suaranya.


Mereka semua membubarkan diri kecuali Ashina, Lucien dan Ambarita yang masih berdiri diruangan tersebut. Disisi lain, tepatnya dimana Mars dan Venus jalan bersama menuju kamarnya yang bersampingan itu saling berbisik.


"Apa kau merasakan hal aneh kepada kak Ashina, Mars?" tanya Venus berbisik.


"Ya, aku merasakan aura yang berbeda dari dalam tubuhnya. Namun aku tak bisa mengetahui ada kekuatan apa," jawab Mars.


"Ini sangat aneh." Kata Venus lagi.


"Kau benar, kita akan menyelidikinya besok. Sekarang tidurlah, selamat malam." Ucap Mars sambil mencium pipi kiri Venus sebagai kebiasaan mereka yang diajari oleh kedua orangtuanya agar saling menyayangi.


Walaupun sering bertengkar, namun kebiasaan mereka tak bisa dihilangkan. Karena sejauh ini Mars dan Venus paling lama bertengkar hanya berjarak tiga jam saja.


"Terimakasih kau telah meyakinkan mereka," kata Ambarita sambil meraih pundak Ashina.


"Tak masalah, kau pergilah masuk kedalam kamarmu dan beristirahat." Ucap Ashina dengan senyuman manisnya.


"Baiklah, aku masuk dulu." Ujar Ambarita sambil menenteng tas selempangnya. Namun sebelum itu petikkan jari Ambarita kembali berbunyi dihadapan wajah Ashina.


Gadis itu menggelengkan kepalanya. Seperti pusing tiba-tiba menyerang kepala Ashina. "Argh Luc, kepalaku!" teriak Ashina sambil memegangi kepalanya yang tiba-tiba sangat pusing dengan kedua tangannya.


Pandangan Lucien yang semula memandang keluar kini langsung menatap Ashina yang berteriak kesakitan. Dengan sigap, Lucien menangkap tubuh Ashina yang hampir saja terjatuh kelantai.


"Kau baik-baik saja?" tanya Lucien khawatir.


"Kepalaku tiba-tiba sakit sekali," rintih Ashina terus memegangi kepalanya.


Lucien langsung menggendong tubuh gadis itu dan membawanya kedalam kamar lalu membaringkannya diatas kasur mereka. "Minumlah," kata Lucien sambil memberikan segelas air putih.


Gadis itu meminumnya sampai habis. Lalu menyenderkan tubuhnya dikepala kasur. "Apa sudah agak baik?" tanya lagi Lucien khawatir.


"Ya, tak seburuk tadi." Katanya dengan wajah pucatnya.


"Apa yang terjadi denganmu?"


"Aku tak tahu, tiba-tiba pusing dan saat kau membawaku kemari kenapa semua orang sudah pergi?" tanya Ashina balik.


"Apa maksudmu? Mereka kan sudah berpamitan untuk tidur dan kau juga mengizinkan perempuan ****** itu untuk menginap disini," jawab Lucien sedikit kesal mengingatnya.


"Benarkah? T-tapi aku tak merasa melakukannya." Kata Ashina yang membuat kedua alis Lucien terangkat bingung.


"Ini aneh, Zer." Ucap Lucien memindlink Zerky.


"Kau benar, aku pun merasakan hal itu. Aura Ashina tadi juga sangat berbeda, kita harus hati-hati." Sahut Zerky lalu mereka memutuskan Mindlink.


"**Dia kembali, namun untuk apa?" ~ Lucien Anderson


\\\\\\\\\\\\\\\\\\


To be continued....


Uwwuu tengah konflik nih hahaa


Semoga suka deh, jangan lupa like vote dan comment. Kasih tanggapan kalian setelah baca part ini ya🤗


See you next part guys🐺


Wawaaaa💚**