
Author Pov
Hari menjelang malam, Luna Ashley, Ashina, dan juga Venus sudah kembali dari perjalanan mereka. Dengan aura wajah yang begitu bahagia mereka berdua masuk kedalam rumah sembari menenteng tas belanjaan. Disusul oleh Gamma Alvaro dibelakangnya yang membawakan sisa belanjaan yang dibeli mereka.
"Kami pulang," teriak Venus memenuhi isi ruangan.
Teriakan Venus membuat Alpha Drey, Mars dan keluarga Anderson lainnya keluar lalu duduk bersama diruang keluarga. "Ah ya, Gamma Alvaro. Taruh belanjaan itu dibelakang ya? Biarkan Omega yang mengurus setelahnya," kata Luna Ashley sembari mendaratkan punggungnya disofa empuk samping Alpha Drey.
"Baik, Luna." Ucap Gamma Alvaro sembari membungkukkan sedikit badannya dan pergi dari ruangan tersebut sembari membawa beberapa belanjaan.
"Bagaimana hari ini? Apa menyenangkan?" tanya Alpha Drey sambil memeluk pundak Luna Ashley.
"Sangat menyenangkan!" seru Venus begitu bahagia. "Daddy tahu? Aku, Mom dan kak Ashina pergi ketempat permainan sebentar untuk meraih boneka didalam tabung. Tapi kita tidak bisa mendapatkannya hingga kesal dan lelah sendiri, haha itu sangat konyol!" cerita Venus penu semangat.
Keluarga yang mendengarnya tertawa pelan. Lalu Ashina baru menyadari jika Lucien tidak ada diruangan ini. "Dimana Lucien?" tanya Ashina kepada mereka.
Semuanya terdiam, seperti baru menyadari juga dan mencari keberadaan Lucien disekitar. "Ya kau benar, Mom juga tak melihat Lucien. Apa dia sibuk dikamar dengan pekerjaannya?" kata Luna Ashley mengira-ngira.
"Aku juga tak melihatnya. Sejak kalian pergi, aku tak pernah melihat kak Lucien." Ujar Mars membuka suara.
Begitupun dengan keluarga yang menjawab hal yang sama. Hal itu menimbulkan rasa khawatir pada keadaan Lucien. "Aku akan mencarinya, kalau begitu akau izin pergi dulu." Ucap Ashina sambil berdiri bangkit dan pergi kelantai atas dan masuk kedalam kamar mencari Lucien.
"Apa kau yakin tidak melihat Lucien hari ini?" tanya Luna Ashley kepada keluarganya untuk meyakinkan jika mereka bisa saja lupa.
"Ya, kalaupun Lucien ada urusan atau pekerjaan mendadak, setidaknya dia izin kepadaku atau kepada Mars." Jawab Alpha Drey.
Disisi lain, dimana Ashina terus mencari Lucien disetiap sudut kamar yang terbilang sangat luas tersebut. "Luc, kau dimana? Keluarlah ini tidak lucu jika kau bercanda," teriak Ashina.
Gadis itu membuka kamar mandi namun nihil juga, lemari baju yang besar pun tak ada Lucien. Makin panik Ashina dibuatnya, lalu keluar dari kamar dan turun kembali menemui keluarga Lucien. Melihat Ashina kembali dengan nafas tersengal-sengal membuat wajah semua keluarga kebingungan.
"Bagaimana? Kak Lucien ada?" tanya Venus.
Gelengan kepala Ashina membuat semuanya khawatir juga. "Kalau begitu kita pencar untuk mencari Lucien, jika ketemu bawa dia kemari, mengerti?" ucap Alpha Drey memimpin. Semuanya mengangguk lalu berpencar mencari Lucien dan meneriaki namanya.
"Kak Lucien!"
"Luc!"
"Lucien kau dimana!"
Begitulah kira-kira sahutan demi sahutan yang mereka keluarkan. Kurang lebih satu jam berlalu mereka kembali berkumpul diruang keluarga dengan wajah yang sedikit lelah karena berkeliling mencari Lucien.
"Dia menyebalkan sekali!" gerutu Venus sambil menyeka keringat didahinya.
"Kak, coba kau telfon kak Lucien. Siapa tahu dia mengangkat telfonnya." Usul Mars memberi ide.
"Ya, Mars benar. Coba saja dulu." Kata Appah menyahut.
Ashina mengangguk menuruti, lalu meraih ponselnya dan menekan kontak Lucien dihp nya lalu... panggilan itu berdering, tapi dering telfon Lucien yang tak asing ditelinga mereka terdengar tak jauh dari ruangan tersebut.
"Itu suara ponselnya! Berarti dia tidak jauh dari sini." Kata Luna Ashley.
Gadis itu langsung mencari sumber suara dan terus menelfonnya agar dering telfon tersebut tak mati. Tiba-tiba seorang Anggota menabrak bahu Ashina cukup keras, gadis itu meringis.
"Aaww," ringisnya. Semua keluarga menoleh seketika saat mendengar ringisan Ashina.
"Maafkan saya, Luna. Saya tak sengaja, maafkan saya." Kata Anggota tersebut menundukkan badannya berkali-kali.
Dengan memegangi bahunya yang sedikit nyeri, Ashina berkata. "Tidak apa-apa, aku baik-baik saja. Lain kali berjalanlah dengan hati-hati,"
"Baik Luna, sekali lagi maafkan aku. Aku permisi dulu." Ujarnya. Saat Anggota tersebut ingin pergi, Ashina menahannya.
Anggota itu menatap Ashina, lalu menganggukkan kepalanya. Harapan itu muncul seketika bertepatan dengan keluarga Anderson sampai didepan mereka. Anggota tersebut membungkukkan sedikit badannya saat keluarga Anderson datang.
"Dimana?" tanya Ashina tak sabar.
"Aku mengangkat Alpha Lucien dikamar itu," jawabnya sambil menunjuk kearah kamar termpat tidur tamu. "Alpha Lucien sore tadi pingsan, dan Nona Ambarita menyuruhku untuk mengangkatnya dikam--" ucapan Anggota itu belum selesai namun Ashina sudah pergi dari tempat tersebut dan menuju kamar yang dimaksud Ashina.
Melihat Ashina beranjak pergi, Anggota itu berkata. "Aku permisi dulu." sambil membungkukkan sedikit badannya dan diangguki oleh Alpha Drey, lalu Anggota tersebut pergi.
"Ayo susul Ashina, aku punya firasat buruk tentang ini." Cemas Luna Ashley, mereka semua mengangguk dan menyusul Ashina.
Gadis itu tanpa aba-aba langsung membuka kamar dimana Ambarita tidur. Lalu masuk dengan perasaan yang campur aduk, saat masuk dan melihat dua orang berada diatas kasur dengan kondisi yang.... sangat berantakan?
Seperti tersambar petir dimalam hari, tubuh Ashina seketika menegang. Seperti menjadi patung saat itu juga, ini pasti mimpi. Ya, Ashina pasti mimpi! Lucien tidak pernah melakukan hal ini kepadanya, tentu saja! Lucien bilang dia sangat mencintainya. Ini mimpi, katakan pada Ashina!
Ponsel yang digenggamnya terjatuh begitu saja, pun dengan air matanya yang tanpa disuruh langsung turun membasahi pipinya. Kedua tangannya menutup mulutnya sendiri, tubuhnya oleng namun beruntungnya, Mars langsung menahan agar tubuh Ashina tak terjatuh.
"Kak Ash," kata Mars sambil menahan tubuh Ashina.
Semua keluarga kini tak kalah terkejutnya melihat kejadian didepan mata mereka sendiri. "LUCIEN!" Teriak Luna Ashley begitu menggelegar membuat kedua pasang orang tersebut tersentak bangun.
Ini gila! Lucien tidur dengan Ambarita tanpa baju dibadannya. Begitupun dengan Ambarita yang ditutupi oleh selimut tebal. "Kau! Wanita tak tahu diri!" amarah Luna Ashley lagi.
"Ada apa ini? Kalian menggaggu saja." Kata Lucien dengan jawaban diluar ekspektasi mereka.
"Apa yang kau bicarakan?! Kau sadar tidur dengan siapa?!" ucap Luna Ashley yang berusaha ditenangkan oleh Venus disampingnya. Sedangkan Ashina seperti masih belum bisa mencerna dengan baik situasi ini.
Lelaki itu menoleh kesamping dimana Ambarita berada yang juga sedang menatapnya. "Siapa? Dia Mateku. Kalian kenapa bilang seperti itu, hilang ingatan secara mendadak?" ujarnya yang semakin membuat mereka terkejut.
"Luc! Dia bukan Matemu. Sadarlah!" teriak lagi Luna Ashley.
"Mommy kenapa?! Sudah jelas dia Mateku, gadisku!" teriak juga Lucien.
"Tutup mulutmu Lucien! Kau ini kenapa!" buka suara Alpha Drey penuh dengan tekanan.
"Kak, dia bukan Matemu. Kak Ashina lah Matemu!" timbrung Venus juga tak terima.
"Kau jahat Luc," lirih Ashina. Lalu mencoba menguatkan kembali dan keluar dari kamar tersebut.
Hatinya tak kuat melihat kejadian itu. Ya, siapa yang senang mendapati tunangannya tidur dengan perempuan lain selain dirinya?
"Kita akan bicara nanti diruangan kerjaku!" kata Alpha Drey lalu menyuruh semua keluarganya keluar dari kamar tersebut.
Mereka saling menatap satu sama lain. Tangan Lucien membelai pelan rambut Ambarita. "Maafkan atas perlakuan keluargaku ya?" ucap Lucien dengan nada lembut.
"Tidak masalah, mungkin mereka membutuhkan waktu untuk menerima kehadiranku," kata Ambarita dengan senyuman.
Lucien tersenyum. Lalu termenung. "Siapa gadis disamping Mars itu? Kenapa semua orang memanggilnya Mateku?" tanya Lucien didalam hati.
\\\\\\\\\\\\\\\
**To be continued.....
Waaahhh keciduk😂 kasihan Ashina :( gimana ya jadinya? Ambarita emang gitu parah wkwk.
Semoga suka semua❤️ jangan lupa tinggalkan jejak like, vote dan comment biar author semangat up💚💚
See you next part🐺
NB: Kalo lama update itu artinya Author cari referensi yak😂😂**