My Mine Is Human

My Mine Is Human
28. Alasan menghilang (1/2)



Lucien Pov


Menyebalkan! Dia pikir siapa dia? Berani sekali tertawa lepas dengan Mate-ku! Gadis itu lagi, kenapa dia juga sangat akrab dengan lelaki menyebalkan itu? Kenapa mereka berpelukan didepan mataku!


Oh ini sungguh-sungguh menyebalkan. Tidak, Zerky lebih geram melihat Ashina dipeluk oleh lelaki lain. Tentu saja, siapa yang tidak marah jika gadisnya disentuh oleh pria lain, hanya lelaki berperasaan kecil saja yang menganggap hal itu dengan entengnya.


Karena aku tak ingin berlama-lama melihat keasyikan mereka, akhirnya aku memilih untuk pergi dari cafe tersebut. Namun sebelum itu aku menitipkan sebuah surat untuk Ashina kepada salah satu pegawai dicafe itu. Dengan langkah lebar aku berhenti sebentar tepat disamping meja Ashina dan lelaki itu duduki, mataku melirik sekilas kepada Ashina yang ternyata gadis itu balas meliriknya.


Dengan membuang napas kesal aku kembali melangkah keluar dari cafe dan menuju parkiran mobil lalu melajukan dengan kecepatan tinggi. Jika saja itu tidak didepan umum dan tak memikirkan Ashina, sudah dipastikan aku akan melayangkan beberapa pukulan untuk lelaki itu. Hanya saja aku masih bisa menahannya.


Tak terasa ternyata aku sudah sampai didepan Pack yang terlihat seperti biasa, damai dan tenang. Dengan langkah tegas, aku turun dan disambut oleh beberapa anggota terutama Beta Grade. Langkah kaki-ku menelusuri sampai didalam rumah, dan entah mengapa semua anggota Pack berkumpul diruang tamu.


"Dad? Ada apa ini?" tanyaku sambil melangkah mendekat.


Ayahku yang semula fokus dengan para anggota, kini berganti menatapku dengan tatapan tajamnya. "Luc, akhirnya kau pulang juga. Mari sini," kata Ayahku menyuruhku untuk berada disampingnya.


"Apa kau ingat kondisi ditengah hutan Emerland?" tanya Ayahku dengan serius.


Aku menganggukkan kepalaku seraya berkata. "Ya, kenapa?"


"Itu dihuni oleh berbagai kalangan Rogue yang kehilangan tempat atau diusir dari pack mereka. Dan mereka berkumpul menjadi suatu kelompok dengan dendam yang begitu besar kepada Pack manapun termasuk Moon Stone Pack ini," kata Ayahku menjelaskan. Terlihat jika beliau menarik napas sebelum melanjutkan ucapannya.


"Mereka memiliki rencana untuk menyerang Pack ini, kita tidak tahu apa yang salah dengan Pack kita. Tapi salah satu anggota kita memberi kabar jika dia mendengar perbincangan para Rogue saat berkeliling menjaga Pack. Aku harap kita waspada untuk beberapa hari ini, Daddy takut jika tiba-tiba mereka menyerang Pack ini." Jelasnya detail.


"Lalu, selain menjaga ketat Pack ini apa kita perlu menyembunyikan orang-orang diruangan bawah tanah, Dad?" tanyaku.


"Mungkin kita akan melakukan itu untuk mencari aman. Tapi aku harap kau tidak terlalu ambisi untuk melawan mereka," kata Ayahku dengan nada yang aneh.


"Kenapa? Bukankah mereka menyerang Pack kita tanpa adanya masalah? Kenapa seorang Alpha tak perlu ambis akan hal itu?" tanyaku beruntutan.


"Luc dengarkan aku--" ucapan Ayahku menggantung diudara saat matanya melirik situasi saat ini.


"Beta Grade, bisakah kalian keluar terlebih dahulu? Ada yang ingin aku bicarakan dengan Alpha kalian. Soal strategi ini, aku akan menyusul kalian dilapangan latihan." Ucap Ayahku dengan nada tegas dan wibawanya.


Beta Grade membungkukkan badannya sedikit dengan hormat. "Baik Alpha, kami permisi dulu." Ujarnya yang diikuti gerakkan sama para anggota lainnya.


Mereka serempak keluar dari ruangan tamu dan menuju lapangan latihan yang seperti dikatakan Ayahku tadi. Ayahku kembali menatapku dengan muka yang serius, walaupun aku sering melihat wajah itu tapi entah kenapa sekarang auranya sedikit berbeda.


"Kau tahu, jika sekarang kau baru saja menemukan Mate pengganti yang diberikan oleh Moon Goddess. Daddy hanya khawatir jika kau terlalu ambisi akan hal ini, maka semakin banyak pula musuh yang akan didapat. Bagaimana kedepannya nanti? Aku lihat Ashina belum sepenuhnya menerima dirimu." Katanya panjang lebar.


Ucapannya membuatku berpikir sejenak, kejadian diCafe siang tadi membuat pikirannya kembali marah lagi. "Dia tidak masalah akan diriku yang seperti apa, hanya butuh waktu dan dia pasti akan menerima diriku apa adanya." Ucapku bermaksud menenangkan pikiran beliau.


"Tapi, Nak,"


"Daddy tak usah khawatir, kita bisa melakukan hal ini bersama. Jikapun keadaan akan semakin buruk, aku bisa mengatasinya. Seorang Alpha dipack terkuat tidak akan membiarkan Pack-nya hancur ditangan siapapun!" ujarku penuh keyakinan.


Aku membalas senyuman itu sehangat mungkin. "Aku berjanji akan hal itu, Dad." Kataku penuh percaya diri.


"Kalau begitu, ayo kita kelapangan latihan dan mendiskusikan hal ini. Langkah selanjutnya kita tunggu besok dan amankan semua orang, kerahkan semua anggota dengan mental yang siap." Ujar Ayahku.


Aku menganggukkan kepalaku meng-iyakan. Lalu kami berdua berjalan bersama menuju tempat lapangan latihan, sesampainya disana aku terkejut jika Mars ikut bergabung disana. Ya, aku tahu jika Mars bukan anak kecil lagi, tapi dia tidak suka bertarung karena masalah tak jelas seperti ini.


"Mars, kau disini?" tanyaku kepada adik lelaki kembarku ini.


Mars menoleh kearah suaraku yang ada dibelakangnya. Dirinya yang tadi duduk kini bangkit berdiri dan menghampiriku, sedangkan Ayah berkumpul dengan Beta Grade, Gamma Andrew dan anggota lainnya.


"Ya kak, apa ada masalah akan hal itu?" tanyanya balik.


Aku menggelengkan kepalaku pelan. "Tidak, aku hanya sedikit... terkejut melihat ini," kataku dengan pelan.


Seketika raut wajah Mars mendadak datar. "Kau mengejekku Luc!" ucapnya.


"Hey, sopan sedikit dengan kakakmu." Tegurku tak terima.


"Kau sendiri menyebalkan!" marahnya.


Aku merangkul pundaknya sembari tertawa pelan. "Aku hanya bercanda Mars, aku senang jika kau ingin melatih kemampuan dirimu. Ayo kita berkumpul!" ajakku kepada Mars.


Adik lelaki-ku itu hanya mengangguk pelan. Kita berjalan mendekat dengan mereka yang berkumpul.


"Bagaimana?" beo-ku kepada Ayah.


"Kita akan melakukan strategi baru untuk hal ini. Aku baru mengetahui jika para Rogue tersebut ada para mantan Beta dan Gamma yang tak dianggap atau lebih tepatnya mereka melakukan kesalahan hingga diturunkan jabatan dan diusir dari Pack hingga jadi Rogue. Ini membuktikan jika mereka memiliki pertahanan yang cukup kuat," ucapnya.


"Maka dari itu, aku melakukan strategi baru yang mungkin saja mereka belum tahu stategi ini. Karena kata Gamma Andrew mereka hampir mengetahui semua strategi Pack yang akan mereka serang nanti." Sambungnya.


"Aku mengerti, dan kita akan bertindak malam ini untuk penjagaan ketat. Dan untuk para wanita, aku dan Mars akan membawanya diruangan bawah tanah. Mom dan Venus akan aman juga disana." Kataku.


Mereka semua mengangguk memahami. Percakapan kembali berlanjut hingga strategi baru disetujui oleh semuanya. Pertarungan akan segera dimulai!


**To be continued......


Hi guys, aku mau minta maaf banget sama kalian karena udah bikin gantung ini cerita😭 maapin author ya soalnya ada project baru juga sih hehe. Semoga suka dan author bakalan luangin sebisa mungkin biar cepet up. Semoga suka🖤 jangan lupa like vote dan comment biar author semangat up :)


See you next part🐺


~Wawaaaa🌈**