My Mine Is Human

My Mine Is Human
36. Hey!



Author Pov


Sekeluarga itu masuk kedalam sebuah cafe yang membuat perhatian semua orang yang ada didalam tertuju kepada mereka berempat. Mereka adalah Alpha Drey, Luna Ashley, Mars dan juga Venus.


"Lihat mereka! Sangat tampan dan cantik."


"Dari mana mereka berasal? Seperti turunan malaikat saja!"


"Ah laki-laki itu tampan dan berwibawa sekali."


"Perempuannya pun tak kalah cantiknya, aku iri pada wajah itu."


"Apa laki-laki itu masih lajang? Aku ingin mendekatinya."


Kira-kira begitulah bisikkan orang-orang saat mereka datang. Entah apa itu, mereka tak menggubrisnya sama sekali, karena tujuan mereka bukan ingin menjadi pusat perhatian, namun misi mencari seseorang!


"Permisi," panggil Luna Ashley kepada salah satu pelayan yang menjaga kasir tersebut.


Terlihat kekaguman entah seperti apa pelayan tersebut tidak langsung menjawabnya. "Hey, kenapa kau tak menyahut!" kata Venus kesal sendiri.


"Hust, kau terlalu keras, Ve!" tegur Mars yang ada disampingnya dengan berbicara pelan.


"A-ah, ma-maafkan aku. A-apa kalian ingin memesan sesuatu?" tanya pelayan tersebut dengan nada gugupnya.


Luna Ashley menggelengkan pelan kepalanya. "Tidak, aku kemari ingin menemui seseorang. Apa kau kenal yang namanya Ashina? Aku dengar dia bekerja dicafe ini." Ucap Luna Ashley menjelaskan.


"A-Ashina? Dia ada dibelakang, kalian bisa duduk terlebih dahulu. Aku akan memanggilnya." Ujar pelayan tersebut. Mereka mengangguk saja, lalu berjalan kearah tempat duduk yang panjang dipojok cafe.


"Ah, sangat melelahkan. Untuk apa Mom membawa kita kemari," gerutu Venus.


"Apa kau ingin terus-terusan melihat kakak lelakimu seperti itu, Ve?" tanya Alpha Drey yang sedari tadi diam.


Venus menggelengkan kepalanya. "Tentu saja tidak Dad, dia sangat menyeramkan." Jawab Venus dengan wajah cemberutnya.


"Kalau begitu. Kau harus membantu Mom dan Dad untuk membuat kejutan kepada mereka, apa kalian setuju Mars, Ve?" kata Alpha Drey lagi.


"Setuju!" kompak mereka berdua.


Disisi lain, pelayan itu berusaha mencari Ashina yang berada diruang belakang. Setelah menemukan keberadaan gadis itu, sang kasir menghampirnya dengan langkah tergesa.


"Ash, Ash!" panggilnya dengan nafas yang menggebu-gebu.


"Hey, Clau. Kenapa kau seperti habis dikejar hantu siang bolong begini?" tanya Ashina bingung.


"Mereka," kata Claudia sambil menunjuk kearah depan cafe. "Mencarimu, cepatlah." Lanjutnya lagi.


"Mereka siapa?" tanya Ashina lagi.


"Ah aku tak tahu, tapi muka mereka tak asing seperti pengusaha kelas atas. Ah aku jatuh cinta dengan paras mereka!" kata Claudia mengaguminya.


"Aku adukan kepada Crist baru tahu rasa kau!" ujar Ashina bercanda.


"Kau ini! Mainnya aduan saja, sudahlah cepat mereka sudah menunggumu." Ucap Claudia sambil menarik tangan Ashina agar ikut dengannya.


Saat sudah sampai didepan, Claudia berkata. "Itu mereka," katanya sambil menunjuk kearah dimana mereka duduk.


Mata Ashina membelalak terkejut. "A-apa itu keluarga Anderson Clau?" tanya Ashina.


"Kau benar! Aku baru mengingat itu, astaga. Apa yang mereka lakukan dengan mencarimu disini Ash? Apa kau kenal mereka, atau.... kau memiliki hubungan spesial dengan anaknya?" kata Claudia dengan menatap Ashina begitu penasaran.


"Diamlah, aku akan menghampirinya." Ucap Ashina.


"Tunggu!" cegah Claudia. Tangannya terulur untuk merapihkan rambut Ashina yang sedikit berantakan. "Rapih lah sedikit didepan mereka, Ash! Sudah sana pergi." Lanjutnya lagi.


Ashina mengangguk, lalu berjalan kearah mereka dengan jantung yang sudah tak karuan. "Setuju!" kata Mars dan Venus serempak.


"Apa yang setuju?" tanya Ashina setelah sampai dimeja tersebut.


"Mom, aku juga merindukanmu." Balas Ashina walaupun nampak canggung.


"Kak Ash, apa kabar?" tanya Venus sambil iku bangkit berdiri, mereka bergantian memeluk satu sama lain. Kecuali Alpha Drey dan Mars.


Setelah sesi melepas rindu, mereka duduk dimeja tersebut. "Apa kau tengah sibuk hari ini?" tanya Luna Ashley sembari membelai rambut lurus Ashina.


"Hanya mengurus Cafe saja, Mom." Jawab Ashina dengan senyumannya.


Alpha Drey berdehem, dengan wajah wibawanya dia berkata. "Ambillah cuti untuk beberapa hari dan ikutlah dengan kita,"


Ashina yang mendengar hal itu nampak bingung. "Kenapa? Maksudku, kenapa harus mengajakku juga? Bukankah aku masih termasuk orang baru dikeluarga kalian?" tanya beruntut Ashina.


"Akan aku jelaskan diperjalanan nanti, ayo ikut. Soal pekerjaan biar orang kita yang urus." Sambung lagi Alpha Drey sambil berdiri bangkit.


"Ayo kak!" ajak Venus sembari menggandeng tangan Ashina untuk keluar dari Cafe tersebut.


"Ta-tapi..."


"Sudahlah, kamu percayakan dengan kita?" ucap Luna Ashley.


Mau tak mau Ashley menurut saja apa yang diucapkan oleh Luna Ashley tersebut. Mereka pergi dengan dua mobil yang berbeda, dengan kecepatan sedang mereka menuju hutan Moon Stone Pack. Disepanjang jalan Ashina hanya terdiam, tak tahu harus berkata apa.


"Ke Moon Stone Pack? Apa ada acara disana?" tanya Ashina akhirnya buka suara.


"Ya, bisa jadi kita akan membuat acara dadakan." kata Mars yang duduk didepan sebagai pengemudi.


Ashina hanya ber-oh ria sebagai tanggapannya. Tak lama mereka pun sampai didepan Pack dan langsung turun dari mobil, sebelum masuk kedalam rumah, Luna Ashley menghampiri Ashina yang masih berdiri disamping mobil.


"Nak, aku tahu jika kau dan Lucien sedang bertengkar bukan? Aku hanya ingin kalian berbaikkan lagi, aku tak mau jika ini adalah cinta Lucien yang gagal untuk kedua kalinya. Aku mohon Ash, bantulah." Kata Luna Ashley seperti sedikit memohon.


"Mom, kau tak usah seperti itu. Aku jadi tak enak sendiri. Aku akan mencobanya sebisaku," jawab Ashina dengan senyuman sedikit ragunya.


"Terimakasih, terimakasih Ash. Aku menyayangimu!" ucap Luna Ashley sembari memeluk tubuh Ashina.


"Shey, ingin berapa lama kau memeluk gadis itu? Ayo masuk kedalam rumah, ini sudah mau menjelang malam." Seru Alpha Drey.


Pelukan itu terlepas, lalu mereka sama-sama tertawa. "Ayo masuk." Ajak Luna Ashley. Gadis itu mengangguk, lalu mereka masuk kedalam rumah.


Terlihat masih sama, Ashina sudah lama juga tak berkunjung kemari. Suasana yang nyaman dan damai bisa dirasakan didalam rumah ini. Saat Ashina masih melihat-lihat tiba-tiba lelaki yang lama tidak dia lihat akhirnya turun dari tangga dengan sibuk melipat bagian lengan bajunya yang panjang.


Saat Ashina masih terus memperhatikan langkah Lucien, tiba-tiba suara Luna Ashley memalingkan pandangannya.


"Ah Luc, baguslah kau turun sendiri," kata Luna Ashley. "Lihatlah siapa yang datang." Sambungnya.


Mata Lucien yang semula fokus menggulung lengan baju, sekarang tatapannya tertuju dimana Ashina berdiri. Untuk beberapa saat mereka sama-sama memandang satu sama lain, tanpa kata yang keluar dari mulut mereka.


"Hey! Apakah kalian akan terus saling memandang seperti itu?" tegur Venus gemas sendiri.


Mereka sama-sama mengalihkan pandangan. Ini sangat menggemaskan! Ada apa dengan Ashina dan Lucien??


 


\\\\\\\\


 


To be continued......


Hi guys, maaf baru up karena baru ada kuota🤣 semoga suka. Jangan lupa like vote dan comment biar author semangat up nya❤️❤️ comment kalian bisa bikin suntikan semangat buat author loh gaes😂❤️


See you next part🐺


Salam dari aku.... Wawa💙