
Lucien Pov
Bagaimana mungkin aku bisa secepat ini menerima keadaanku yang sekarang? Mengetahui jika aku memiliki darah seorang Vampir. Bukan hanya seorang Werewolf saja. Ya mungkin saja aku akan bisa menerimanya, tapi bagaimana dengan gadis yang aku cintai itu?
Menerima jika aku seorang manusia serigala saja nampaknya sulit dia terima. Saat aku berbicara jika aku adalah takdirnya, seolah wajah dia terkejut dan entahlah mimik wajah gadis itu bercampur dan sulit ditebak. Seperti seseorang yang tengah frustasi, aku keluar dari kamar menuju ruangan latihan para anggota atau rakyat Moon Stone Pack.
"Gamma Alvaro, kau panggil beberapa anggota tangguh untuk menghadap kepadaku dan berlatih denganku!" ucapku saat memasuki dan melihat Gamma Alvaro disana.
Terlihat dengan sedikit ragu, Gamma Alvaro menuruti dan membungkukkan badannya hormat sebelum pergi memanggil beberapa anggota yang aku perintahkan tadi. Tak butuh waktu lama, 10 anggota Pack berkumpul dengan badan yabg cukup tegas dan wajah yang garang.
Aku melangkahkan kaki mendekat kearah meraka. Dengan langkah tegas dan berwibawa aku pun berkata. "Berlatihlah denganku, siapapun yang berhasil mengalahkanku akan ku beri hadiah yang sangat besar!" seruku kepada mereka semua.
Semula semuanya menundukkan kepalanya, kini terlihat mengangkat kepalanya dengan semangat yang tercetak jelas diwajah mereka. Mungkin dia tahu apa yang akan aku berikan maksud dari hadiah besar tersebut, ya tentu saja. Seorang wanita penghibur untuk mereka.
"Aku!"
"Aku!"
"Aku!" seru mereka satu-satu mengajukan diri.
Aku melihat semangat merekapun menarik bibirku keatas. Aku menunjuk kearah lelaki berbadan kekar dengan rambut pendek tipisnya. "Kau, lawan aku!" ucapku.
Kita berdua akhirnya mengambil ditengah ruangan yang cukup luas, sama-sama mengambil kuda-kuda sebelum menyerang. Dengan sengitnya kami bergulat hingga berganti Shift karena lelaki ini cukup kuat. Sekali dorongan kaki kanan Zerky, serigala hitam tersebut terpental juah hingga dinding yang terbuat dari kayu jati jembol karena tubuhnya.
Serigala Zerky melolong menandakan jika kita menang, lalu tubuh serigalaku menoleh kearah 9 lelaki yang tersisa dengan kilatan mata yang menyeramkan. Karena menurutku ini curang, aku sebisa mungkin kembali berganti Shift dengan Zerky dan memilih berlatih sambil bertarung dengan tubuh manusia.
Setelah berganti Shift, aku membersihkan debu yang ada pundakku. "Kali ini, kita lawan dengan tangan kosong. Tidak ada yang berganti Shift entah itu aku ataupun kalian. Jika kalian berganti Shift, maka gugur dan dianggap kalah serta lemah!" ucapku kepada mereka.
Ke-sembilan anggota tersebut menganggukkan kepalanya meng-iyakan ucapanku. Lalu satu persatu mereka melawanku, dengan pikiran yang kacau. Aku melampiaskan kekesalanku kepada mereka.Tendangan dan pukulan mereka terima dengan sangat keras.
Saat aku tengah dipuncak amarah, namun tidak ada satu anggota pun yang tersisa saat itu. Hanya ada Gamma Alvaro yang sedari tadi menyaksikan pertarungan antara kami bersebelas.
"Kau tidak ingin melawanku?" tawarku kepada Gamma Alvaro.
"Ma-maaf Alpha. Tapi aku masih ingin hidup didunia ini dan mencari Mateku sebelum aku mati," ucapnya dengan wajah bodoh. Ah dasar, dia lebih mementingkan pasangannya yang belum tahu keberadaan dia dimana.
Saat mataku tak sengaja melihat Beta Grade yang berjalan melewati ruangan latihan bertarung dengan tangannya yang memegang beberapa berkas.
"Beta Grade!" panggilku dari dalam. Seketika langkah kaki Beta Grade berhenti, lalu kakinya melangkah masuk mendekat kearahku.
Badannya sedikit membungkuk hormat. "Salam Alpha, ada yang bisa saya bantu?" katanya dengan formal.
"Kau ingin bertarung denganku?" tawarku sama seperti yang aku tawarkan kepada Gamma Alvaro.
"Bertarung? Maafkan saya, tapi saya tidak ada waktu. Lihat," katanya sambil mengangkat berkas dikedua tangannya. "Alpha telah menelantarkan pekerjaan kantor, aku yang kena imbasnya!" lanjut Beta Grade tersebut secara terang-terangan.
Aku melototkan mataku kearah Beta Grade, kenapa dia dengan lantangnya berkata seperti itu didepan para anggota dan Gamma Alvaro? Menjatuhkan harga diriku sebagai seorang Alpha saja!
"O-oh, sebaiknya saya pergi mengundurkan diri. Alpha Drey tadi memanggilku, permisi Alpha." Ucap Beta Grade membungkukkan badannya sedikit dan keluar dari ruangan tersebut dengan cepat.
"Pertarungan kali ini tidak cukup seru, kalian terlalu cepat kalah. Harus terus berlatih untuk melindungi Pack ini, ah ya. Untuk semua anggota yang terlibat, beri mereka jamuan besar sebagai hadiah karena telah bertarung denganku, aku pergi dulu." Ujarku panjang lebar sambil melangkah pergi dari ruangan tersebut.
Saat aku keluar dari ruangan, terdengar sorak bahagia dari mereka semua. Ini sangat berlebihan, tapi setelah aku menumpahkan seluruh amarahku kenapa aku seperti merindukan gadis itu sekarang? Tapi ini sudah hampir malam, pasti dia sudah tertidur saat ini. Ah besok saja aku menemuinya.
Langkahku memasuki rumah yang disambut oleh keluargaku yang sedang berkumpul diruang makan. Ya, ternyata memasuki waktu makan malam.
"Darimana saja kau, Luc?" tanya Ibuku.
"Habis berlatih," jawabku singkat.
"Berlatih atau mematahkan tulang para anggota kak?" kali ini Venus lah yang bertanya. Memang dasar memiliki adik yang cerewet itu tidak enak sama sekali.
Aku melotot tajam kearahnya. "Kau ini!" desisku kesal.
"Aku hanya bertanya saja, kau ini seperti perempuan datang bulan!" kata Venus tak kalah kesal.
"Sudah, sudah! Kalian ini bisanya bertengkar saja setiap bertemu!" sahut Ayahku membuka suara.
"Maaf Dad," ucap kami serempak.
"Luc, kemari. Kita makan terlebih dahulu." Panggil Ibuku dengan nada lembut.
"Aku ingin mandi dulu, badanku sangat lengket," ucapku karena habis bertarung dan keringat ditubuhku memang tidak enak.
"JANGAN!" teriak kedua adik kembarku itu secara serempak.
Aku hanya menaikkan sebelah alisnya bingung. "Sebaiknya kita makan dulu, kau tahu kan. Jika kakak sudah mandi, akan makan jam berapa kita?" Protes Mars yang diangguki setuju oleh Venus. Sedangkan kedua orangtua-ku hanya tertawa mendengarnya.
Kakiku berjalan mendekat kearah mereka berdua. Dengan seringaian kecil mampu membuat mereka beringsut. "Sudah Luc, kau baru saja menjadi Vampir. Jika kau berani mengisap darah adikmu, Mommy tidak segan-segan menendangmu nanti." Tegur Ibuku dengan mengancam.
Aku kembali membiasakan wajahku. Lalu duduk disamping Mars. "Ah ini tidak asik, aku hanya ingin mencoba rasanya menghisap darah," kataku dengan kecewanya.
Sedangkan kedua adikku merasa bangga karena dibela oleh sang Ibu. Kenapa hari ini banyak orang yang membuatku kesal? Memang benar, sebanyak apapun pertanyaan Ashina yang membuatku kesal, tapi gadis itu mampu membuatku luluh kembali. Tapi ini? Ingin rasanya aku mencabik wajah mereka!
"Alpha! Cepat kedepan Pack, ada penyerangan mendadak para Rogue liar!" tiba-tiba sebuah Mindlink dari Beta Grade mengejutkanku yang sedang memakan.
Aku langsung berdiri dari tempat duduk, membuat keluargaku menoleh kearahku. "Ada apa Luc?" tanya Ayah dan Ibuku secara serempak.
Aku tidak sempat menjawab karena langsung mempercepat langkah untuk sampai didepan Pack.
**To be continued.....
*Hi guys, up nya segini dulu ya. Kalo ada waktu aku bakalan up lagi, semoga suka❤️ jangan lupa like vote dan comment biar author semangat upnya🤗
See you next part🐺***