My Mine Is Human

My Mine Is Human
10. Terserah



Ashina Pov


Sudah kurang dari dua hari aku berada diwilayah ini, tempat yang menurutku sangat aneh dengan sekitarnya. Bagaimana tidak, ada sebuah wilayah yang begitu makmur ditengah hutan lebat seperti ini.


Tidak hanya itu saja, aku pun masih tidak percaya jika seseorang begitu menghormati tetua nya disini. Ah aku memang pantas dijuluki gadis pelupa, kenapa aku baru menyadari? Karena kelakuan atau gelagat mereka seperti tidak asing bagiku. Semacam buku dongeng yang pernah aku baca.


Dari nama Alpha, Luna, Beta, Omega dan orang-orang dengan wajah tanpa ekspresi seperti menunjukkan jika aku benar-benar berada didunia dongeng namun latar belakang yang nyata.


Oh astaga aku berbicara apa? Baiklah, aku sudah tidak tahan juga lama-lama tinggal disini. Bertemu dengan lelaki seperti Lucien membuatku kesal saja, kalian lihat tadi? Dia seperti tidak merasa bersalah telah meninggalkanku sendiri.


Langkah kakiku mencari keberadaan Beta Grade untuk meminta bantuan agar mengantarkanku pulang kembali kerumah. Bukankah kalian lihat tadi jika Lucien menolak untuk mengantarkanku? Yang benar saja jika aku disuruh pulang sendiri diantara hutan yang penuh hewan buas, bagaimana jika aku bertemu serigala lagi? Apa kali ini nyawaku akan selamat?


Setekha beberapa menit memutari seluruh Pack ini, ah aku lupa apa nama wilayah ini karena begitu rumit untuk aku ucapkan. Akhirnya aku menemukan keberadaan Beta Grade yang tengah mengurus sesuatu dengan salah satu orang didepannya.


Tanpa menunggu lama, aku meneriaki namanya sembari melambaikan tangan agar pandangan Beta Grade memusat kepadaku. "Beta Grade!" panggilku.


Benar saja, sekali panggil dia langsung menolehkan kepalanya kearahku. Lalu aku melihat dahinya seolah mengerut bingung, dan berbicara kepada lelaki didepannya sehingga lelaki tersebut pergi meninggalkan Beta Grade.


"Ada apa Nona Ashina?" tanya Beta Grade kepadaku dengan nada yang informal.


"Aku ingin meminta bantuanmu, boleh?" ujarku dengan takut-takut.


"Jika aku bisa membantu, kenapa tidak?" kata Beta Grade dengan ramahnya. Tentu saja hal itu membuat diriku mengembangkan senyuman senangnya dihadapan Beta Grade.


"Apa kau sibuk?" tanyaku memastikan, Beta Grade menggelengkan kepalanya sebagai jawaban, "bagus, kalau begitu bolehkah kau mengantarkanku pulang?" sambungku sambil menatapnya penuh harap.


"Pulang? Kau ingin pulang hari ini?" tanya Beta Grade sedikit terkejut namun berusaha tak menampakannya.


"Ya, kenapa aku harus berlama-lama disini? Ini bukan rumahku, lagian aku harus bekerja." Jawabku.


"Ah kau benar," kata Beta Grade sambil menggaruk kepalanya yang mungkin saja tiba-tiba merasakan gatal. "Kalau begitu aku akan meminta izin kepada Alpha terlebih dahulu." Katanya lagi.


"Seharus itukah?" ucapku dengan tak tahu dirinya keluar begitu saja.


"Tentu saja Nona, mari ikut denganku." Ucap Beta Grade sambil melangkah terlebih dahulu didepanku.


Aku menghembuskan nafas pasrah, baiklah akan aku turuti jika itu bisa membuatku keluar dari sini, tidak apa-apa jika aku mendapat bentakan, pukulan atau kemarahan Ibuku daripada harus menjalani hidup aneh diwilayah ini?!


Dengan cepat langkahku berusaha menyeimbangi langkah Beta Grade yang dua kali lebih cepat dari langkah kaki kecilku ini. Sesampainya didepan rumah megah ditengah hutan yang barusan aku tinggal beberapa menit lagi, tak nampak tubuh lelaki yang menyebalkan tersebut didepan rumah, apa dia tidak merasa bersalah kepadaku? Huh, menyebalkan!


Saat Beta Grade melangkah masuk, aku pun dipaksa terus mengikutinya. Sampai akhirnay kita berdua bertemu dengan sosok yang kita cari saat itu, terlihat jelas Lucien seolah tengah sibuk dengan laptopnya. Ah atau mungkin benar-benar sibuk karena dia adalah orang besar.


"Salam Alpha," kata Beta Grade memberi hormat kepada Lucien dengan sedikit membungkukkan badannya. Lihat bukan? Seperti sebuah kerajaan saja.


"Nona Ashina ingin pulang kerumahnya dan pamit kepadamu, aku juga akan mengantarkannya karena akan sangat bahaya jika Nona Ashina pulang sendiri." Ucap Beta Grade meminta izin.


Ya ya, aku akui Beta Grade seperti tengah membelaku namun juga aku tidak pernah berkata untuk pamit terlebih dahulu kepada lelaki aneh didepanku ini, usulan Beta Grade sendiri namun seolah akulah yang benar-benar mengatakan hal itu.


"Sekarang?" tanya Lucien kali ini menatap kami berdua.


Dengan serempak aku dan Beta Grade menganggukkan kepala. Namun anehnya, aku seperti melihat guratan wajah Lucien yang tak ingin aku benar-benar kembali kekota. Huft, jangan terlalu fokus Ashina, tugasmu kali ini hanya ingin keluar dari dalam hutan.


"Terserah," kata Lucien dengan nada datar dan dinginnya yang sempat membuatku takut dan bergidik ngeri mendengarnya.


Beta Garde mengembangkan sedikit senyuman tipis dibibirnya. Setelahnya dia membungkukkan kembali badannya kepada Lucien, entah mengapa aku juga ingin melakukan hal yang sama dengan Beta Grade.


Saat aku melakukan tindakkan yang sama yang dilakukan oleh orang-orang disini, nampak jelas jika Lucien terkejut melihatku sampai dia berdiri bangkit dan menutup laptopnya. Apa aku salah dengan gerakkan membungkukkan sedikit badanku?


"Apa yang kau lakukan?" tanya Lucien nampak tak percaya.


"Melakukan hal yang sama dengan orang-orang disini, apa itu salah?" tanyaku balik.


Lelaki tersebut tak langsung menjawab pertanyaanku, gerak-gerik matanya seolah tengah mencari jawaban dari pertanyaanku. "Terserah, pergi saja kalau begitu!" jawabnya dengan muka judes.


"Kami pergi dulu Alpha, permisi." Ucap Beta Grade lalu menatapku seolah berkata dengan isyarat bola mata.


"Aku pergi dulu, terimakasih atas bantuanmu dan sudah menyelamatkanku. Satu lagi, terimakasih sudah membolehkan aku tinggal disini selama beberapa hari, permisi." Kataku dengan sopan mungkin kepada Lucien.


Kami melangkah keluar dari rumah tersebut, terlihat jika sebuah mobil sudah menunggu kami untuk mengantarkanku pulang. Lihat bukan? Disini begitu banyak macam mobil dan entahlah aneh sekali.


Beta Grade sudah berada didalam mobil, saat aku ingin menyusulnya masuk. Namun tiba-tiba tanganku ditarik oleh seseorang dari belakang, tentu saja hal itu membuatku sangat terkejut dan tubuhku langsung oleng namun segera ditangkap dan bersedekap dibadan orang tersebut.


Ya, siapa lagi jika bukan Lucien pelakunya? Diluar lumayan sepi karena para penjaga atau katanya disebut warior tengah berlatih didalam satu ruangan yang begitu luas diwilayah ini.


Tanpa disadari dan dipikirkan oleh otakku, tindakkan Lucien kembali membuatku sedikit terkejut dan melototkan mataku tak percaya. Ayolah, bagaimana reaksi kalian jika tubuh kalian ditarik dan limbung lalu terjatuh dipelukan Lucien?


Setelahnya bibir Lucien dengan mudahnya mendarat dibibirku, untuk kedua kalinya dia melakukan hal itu. Ini gila! Laki-laki ini benar gila, bagaimana dia bisa melakukan hal itu dihadapan Beta Grade? Apa sekarang Beta Grade tengah menatap kami berciuman?


Dengan segera aku mendorong tubuh Lucien dan membekap mulutku dengan tanganku sendiri, entahlah apa yang aku rasakan saat itu.


***To be continued....


Hi guys semoga suka❤️ jangan lupa like vote dan comment biar author semangat up nya🤗❤️


See you next part🐺***