My Mine Is Human

My Mine Is Human
69. Saling mengerti



Author Pov


10 hari berlalu setelah tragedi besar bagi Ashina dalam sejarah hidupnya. Walaupun beberapa hari gadis itu sempat melamun karena terus memikirkan Ambarita yang mati tepat didepan matanya sendiri. Namun keluarga Anderson ada untuknya, mereka peduli dan membuat Ashina perlahan melupakan kejadian tersebut dan menjalani hidup yang lebih baik kedepannya.


Untuk mayat Ambarita sendiri, Lucien menugaskan Beta Grade dan beberapa Warrior untuk membawa tubuh Ambarita kedalam Pack milik Ayah Ibu nya yang kemungkinan terbilang Pack kecil.


Siang yang sangat cerah untuk hari ini. Lucien menghampiri Ashina yang tengah melamun menikmati suara-suara burung yang berkicauan dengan pohon-pohon lebat yang menjulang tinggi, terkadang Ashina sempat mengeluh apa dia bisa pergi ke kota dan menemui temannya Anna? Namun Lucien selalu bilang.


"Jika aku punya waktu luang kita akan pergi bersama."


Tapi nyatanya sampai sekarang Lucien selalu sibuk dengan pekerjaannya. Walaupun Luna Ashley sering mengajaknya berbicaranya dan Venus suka mengajaknya sekedar menonton film bersama diruangan tetap saja Ashina ingin ke kota dan bertemu Anna.


"Sedang memikirkan apa, hm?" sahut Lucien sambil memeluk tubuh Ashina dari belakang. Gadis tersebut nampak sedikit terkejut karena tindakkan dari Lucien, lalu membiasakan diri akan hal itu.


"Tidak ada, aku hanya sedang menimkati suara burung saja." Kata Ashina dengan senyum tipis.


Lelaki itu tak berkata lagi melainkan memeluk lebih erat tubuh Ashina. Kepalanya dia taruh disela-sela pundak Ashina dan menyusup ditempat tersebut, dihirupnya dalam-dalam aroma dari tubuh Ashina yang menurutnya tercium seperti aroma lavender.


"Luc, aku ingin ke kota." Ujar Ashina.


Lucien seketika menghentikan aksi mencium pundak Ashina, lalu melepaskan pelukan tersebut dan memutakan badan Ashina agar berhadapan dengannya. "Jika pekerjaanku sudah selesai, kita akan kesana ya?" kata Lucien dengan nada lembutnya.


Gadis tersebut menggelengkan kepalanya. "Kau sudah berkata seperti itu berulang kali padaku dan kau selalu saja sibuk. Bukankah Beta Grade dan Gamma Alvaro bisa membantu kapanpun?" ucap Ashina sedikit kesal.


"Tapi aku tak bisa memberi pekerjaan banyak untuk mereka,"


Tangan Ashina mendekap didepan dadanya. "Jika kau tak bisa bilang saja tak bisa, jangan berucap janji yang akhirnya hanya omong kosong yang aku dapat. Jika kau tidak ingin aku pergi bisa beritahu aku dan selesai, tidak usah memberi harapan yang pada akhirnya membuatku kecewa!" ungkap Ashina dengan nafas yang memburu.


Lalu gadis tersebut melangkah pergi meninggalkan Lucien dan keluar dari kamar tersebut. Lucien mencerna kata-kata dari Ashina, apa yang diucapkan Ashina itu benar? Tanpa bertindak langsung Lucien menyakiti hati Ashina dengan omong kosongnya?


Lelaki itu langsung tersadar dari pikirannya lalu ikut pergi untuk mengejar Ashina. Lucien mencarinya diseluruh rumah namun Ashina tak ada. "Kau sedang mencari sesuatu?" tanya Venus saat tak sengaja berpapasan.


Lucien menatap Venus. "Apa kau melihat Ashina?" tanya balik Lucien.


"Ya, aku melihatnya sedang sendiri ditaman. Aku ingin menemaninya tapi kelihatannya dia sedang butuh waktu untuk sendiri." Jawab Venus.


"Baiklah, terimakasih." Kata Lucien lalu beranjak pergi menuju taman yang dimaksud oleh Venus.


Beberapa menit kemudian, Lucien menemui sosok Ashina yang tengah duduk dibawah pohong besar yang rindang. Lelaki itu mendekat kearah Ashina lalu duduk disamping gadis tersebut yang terlihat tengah menghapus air matanya.


"Kau marah padaku?" tanya Lucien pelan. Tak ada jawaban dari gadis tersebut.


"Apa aku sudah menyakiti hatimu? Ash, maafkan aku jika aku membohongimu. Kau tahu, aku tak bermaksud seperti itu, aku hanya mengkhawatirkan kondisimu jika pergi kekota lalu tanpa sengaja bertemu dengan Ibu dan Adikmu. Bagaimana jika dia menghinamu lagi? Aku tak suka itu." Kata Lucien lagi berbicara panjang lebar.


"Kau adalah Mate-ku, aku harus menjagamu dimanapun. Aku tak ingin melihatmu merasakan kesakitan lagi, mungkin aku terlalu overprotective, tapi percayalah aku menyanyangimu dan tidak bermaksud untuk menyaki--" ucapan Lucien terpotong saat Ashina tiba-tiba memeluknya.


Terdengan suara isakkan tangis dari gadis tersebut. "Maafkan aku, aku terlalu kekanak-kanakan kepadamu. Seharusnya aku lebih mengerti posisimu saat ini, kau tak punya banyak waktu untuk sekedar mengantarku ke kota dan bertemu dengan temanku. Kalau begitu lupakan saja, aku tak ingin kesana." Kata Ashina panjang lebar diselingin dengan isakkan tangis.


Lucien yang tadinya terkejut karena mendengar Ashina tiba-tiba menangis dan memeluknya, kini tangan kanannya terangkat dan mengelus lembut rambut Ashina.


"Tidak apa-apa, kau tak usah nangis seperti ini. Kau tahu aku hanya khawatir denganmu, sejujurnya jika kau siap menerima apapun resikonya nanti aku bisa menunda pekerjaanku." Ucap Lucien dengan tersenyum.


Gadis itu menggeleng pelan. "Tidak usah, aku tidak ingin mengganggumu. Biarkan saja aku disini bersama Mom, Venus atau juga dengan Kelvana. Aku tak akan keberatan lagi." Ujar gadis tersebut.


Laki-laki tersebut melepaskan pelukan Ashina, lalu kedua tangannya mencangkup pipi Ashina yang sekarang sudah terlihat menggemaskan tak kurus seperti dulu.


"Dengarkan aku, kau pernah bilang aku memiliki Beta Grade, Gamma Alvaro dan juga Daddy. Aku bisa meminta mereka untuk mengerjakan beberapa pekerjaan itu, kita akan pergi ke kota bersama, oke?" kata Lucien dengan suara lembut disertai senyuman manisnya.


Seketika Ashina merasa terpana dengan sifat Lucien yang semakin hari semakin hangat dan manis kepadanya. "Apa kau yakin?" tanyanya memastikan.


"Ya, tentu saja." Jawabnya, tangan besar Lucien menghapus sisa-sisa jejak air mata Ashina.


"Ayo masuk, dan buatkan aku teh dengan camilan yang kau berikan." Lanjutnya.


"Akan aku buatkan dengan penuh cinta. Ayo!" katanya sambil berdiri dari tempat duduk.


Lucien mengikuti Ashina berdiri, lalu mereka pergi dengan saling menggandeng tangan dan tak lepas dengan suara tawa Ashina karena Lucien memberikannya lelucon.


Kelvana yang melihat hal tersebut tersenyum tipis. Sebelum Lucien menghampiri Ashina, perempuan tersebut terlebih dahulu menghampiri Ashina dan memberikan beberapa perkataan.


"Jika dua orang yang saling mencintai bertengkar seperti ini, kau harus tahu. Ada salah satu dari mereka yang menurunkan ego untuk menuruti ego pasangannya, lalu pasangan yang satunya tak memperdulikan ego kekasihnya. Itu sangat tidak baik, jika kita memiliki pasangan sepatutnya kita perlu mengerti satu sama lain, jangan membesarkan ego sendiri. Hadapi dengan sifat kedewasaan kita, jangan seperti anak-anak yang apa-apa harus menang sendiri."


Kira-kira seperti itulah yang diucapkan Kelvana sehingga membuat Ashina tersadar karena sifat egoisnya. Ashina merasa beruntung karena di Pack ini dia mempunyai sahabat yang bisa memberinya nasihat, dari situlah Ashina belajar dari kata kedewasaan dan wanita yang tangguh.


\\\\\\\\\\\\\\\\


**To be continued...


Hi guys, cuma mau bilang kalo aku up lama maaf banget karena aku gak enak badan dan susah mikir karena pilek dan mata gak mendukung. Ini juga nekat karena gak enak sama kalian yang nunggu lama :(


Semoga suka, jangan lupa jejak like vote dan comment biar author semangat up💚💚


See you next part guys🐺


\(つ≧▽≦\)つ**