My Mine Is Human

My Mine Is Human
29. Alasan menghilang (2/2)



Author Pov


Keesokan hari nya tepatnya di Moon Stone Pack keadaan masih sama seperti semalam, terjaga begitu ketat. Disisi lain dimana Lucien, Alpha Drey, Mars, Beta Grade dan Gamma Alvaro berada tengah berbincang tiba-tiba dikejutkan dengan salah satu anggota yang berlari kearah mereka.


Dengan nafas tersengal-sengal, Warrior tersebut berkata. "Alpha, didepan Pack musuh menyerang secara tiba-tiba!"


Mendengar ucapan tersebut membuat semuanya mendelik dan bergegas lari kearah depan Pack. Benar saja, sesampainya disana semuanya sudah kacau. Banyak benda yang sudah rusak dan Rogue atau Warrior terluka, beberapa pohon pun ikut tumbang dibuatnya.


Alpha Drey menatap kedua anak lelakinya secara bergantian. "Kalian pergilah kedalam rumah, dan bawa semua anak kecil dan perempuan diruang bawah tanah. Jika sudah beritahu peringatan apapun itu agar mereka tak keluar, mengerti?" perintah Alpha Drey kepada Lucien dan Mars.


Mereka berdua mengangguk mengerti, lalu dengan serempak mereka pergi dari hadapan mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Ayahnya. Sesampainya didalam rumah yang sudah di isi oleh rakyat Moon Stone Pack para perempuan dan juga terdapat Luna Ashley juga Venus.


"Luc, Mars!"


"Kak Luc, Mars!" kata Luna Ashley dan Venus serempak saat melihat mereka berdua masuk kedalam rumah.


"Apa kalian baik-baik saja?" tanya Lucien kepada keluarga dan semua rakyatnya. Mereka hanya mengangguk.


Luna Ashley mendekat kearah Lucien, tangannya menggenggam lengan Lucien. "Apa yang sudah terjadi diluar, Luc?" kata Luna Ashley terdengar jelas dengan nada khawatirnya.


"Penyerangan Pack secara mendadak, kalian tidak usah panik dan khawatir. Semua Warrior sudah siap untuk perang, ini perintah dariku, seorang Alpha Moon Stone Pack. Untuk kalian, ikut aku ke ruang bawah tanah." Ujar Lucien dengan tegasnya mengeluarkan aura sang kepemimpinan.


"Ayo Mom, Ven ikut aku. Aku akan melindungi kalian," ujar Mars sambil menggandeng kedua tangan Luna Ashley dan Venus.


"Kalian, ikutlah arahan Alpha Lucien. Mengerti?" kata Luna Ashley.


Mereka mengangguk serempak, rakyat perempuan yang mempunyai anak kecil didahulukan agar anak kecil tersebut tak melihat kejadian mengerikan disana saat umurnya belum cukup untuk dimengertikan dengan keadaan sekarang.


Dengan teratur, mereka dibawa keruang bawah tanah. Dimana Moon Stone Pack memiliki ruangan bawah tanah yang hanya rakyat nya lah yang mengetahui tempat itu. Ya, Moon Stone Pack memiliki 2 ruangan bawah tanah, namun yang satu sudah banyak diketahui oleh musuh. Maka dari itu Lucien meminta untuk dibuatkan ruang rahasia lagi jika perang besar tiba-tiba terjadi.


Disana sudah ada penjaga yang akan menunggu ruangan tersebut. Saat semua sudah masuk, Lucien kembali mengeluarkan suaranya.


"Kalian tetap disini, sampai satu anggota akan kemari dan memberitahukan jika keadaan sudah membaik lagi. Jangan ada yang berani keluar atau menentang perintahku!" katanya dengan tegas.


"Kak," sahut Venus dengan nada pelannya.


Lucien yang mengerti jika sahutan itu untuk dirinya pun berjalan mendekat kearah Venus adik perempuannya. Tubuh Lucien langsung mendekap tubuh Venus, kehangatan begitu dirasakan oleh keduanya.


"Tenanglah, semuanya akan baik-baik saja. Kau kuat ingat? Jaga Mommy untuk kita ya?" terdengar seperti pintaan namun juga nasihat terdengar jelas.


Gadis itu mengangguk pelan didepan dada bidang Lucien, pelukan mereka terlepas. Beralih kepada Luna Ashley, Lucien tersenyum hangat sebelum dirinya dan Mars pergi meninggalkan ruangan tersebut untuk kembali ke medan perang.


Sesampainya disana, semuanya terlihat sangat kacau dan berantakan. Darah segar mengganti warna rumput yang hijau dengan warna merah darah yang kental, Mars langsung mendapatkan serangan namun berhasil ditepisnya. Sedangkan Lucien tanpa tanggung-tanggu diserang ole dua Rogue sekaligus.


Matanya menatap sekeliling, lalu mendapati Ayahnya yang sedang bertarung dengan Werewolf lainnya. Tiba-tiba matanya membelalak saat melihat Rogue mantan Beta tersebut ingin menerkam Alpha Drey dari belakang.


Dengan lari cepat, Lucien langsung berganti shift dengan Zerky. Serigala berbulu putih lebat itu langsung keluar dengan aura yang mencengkam. Saat tubuh Rogue itu ingin menerkam, bertepatan dengan Zerky yang melompat dan berhasil menindih tubuh Rogue hitam tersebut.


Lolongan peringatan dikeluarkan dari mulut Zerky, lalu disahut oleh para Warriornya. Tanpa menunggu waktu lama, mulutnya menggigit leher sang Rogue. Cakarnya keluar dengan sangat tajam mencabik tubuh werewolf tersebut, terdengar lolongan kesakitan yang dikeluarkan dari lawan.


"Grrrrr!" geraman terus keluar dari mulut Zerky, terkaman, cakaran dan gigitan tak bisa dihindari oleh sang lawan. Hingga akhirnya lolongan keras terdengar dari Rogue mantan Beta tersebut terdengar nyaring menandakan kekalahannya.


Seketika serangan Zerky dihentikan oleh serigala abu-abu milik Mars. Tubuh Zerky yang berada diatas tubuh Rogue itu akhirnya menghindar, namun sebelum itu, dengan sekuat tenaga Zerky menendang keras tubuh sang Rogue hingga menumbangkan satu pohon besar.


Tubuh serigala hitam milik Zerky itu membalikkan tubuhnya menatap sekitar memantau keadaan. Terlihat semua lawan tumbang begitu saja, walaupun banyak dari anggota nya juga ikut gugur dalam perang tersebut. Suara Zerky melolong memberitahukan jika Pack nya menang atas perang ini.


Sahutan demi sahutan terdengar sangat bahagia. Semuanya berganti shift kediri semula, begitu juga yang dilakukan oleh Lucien, Mars dan Alpha Drey. Semuanya berkumpul mendekat.


"Kita menang! Kita akan mengenang anggota kita yang gugur dalam medan perang dan menguburnya dibelakang Pack, untuk mayat musuh kita bersihkan dari sini dan bawa bangkai ini jauh-jauh!" perintah Lucien dengan wajah yang terlihat sangat letih.


"Baik, Alpha." Ujar Beta Grade yang diangguki juga oleh para anggota yang tersisa.


Setelah mereka pergi untuk melakukan tugasnya, Alpha Drey merangkul pundak kedua anak lelakinya itu sembari tersenyum bangga. "Daddy senang melihat kemampuan pertarungan kalian, kalau begitu kita menyusul Mommy dan Venus beserta rakyat yang lainnya." Kata Alpha Drey.


Senyuman mereka membalasnya tak kalah hangat, lalu berjalan menuju ruang bawah tanah dimana para wanita diamankan. Sesampainya disana, semuanya menyambut dengan gembira karena kabar membahagikan tersebut.


"Selamat untuk kalian karena berhasil menjaga Pack ini," ucap Luna Ashley sambil memeluk keluarga kecil mereka dengan penuh haru. Sedangkan semuanya kembali kerumah masing-masing setelah berpamitan dan mengucapkan terimakasih karena melindungi mereka dan Pack yang ditinggali.


"Ayo kembali kerumah, badanku sakit semua," keluh Mars sambil memijat pundaknya.


"Baru saja perang seperti itu sudah mengeluh saja," ejek Venus.


"Kau tidak tahu apapun Ven, diamlah!" kesal Mars.


"Sudah! Ini sudah malam, kita kembali kerumah dan istirahat kan tubuh. Ayo!" kata Alpha Drey melerai pertengakaran kedua anak kembarnya tersebut.


Mereka akhirnya kembali sembari berbincang kecil ataupun tertawa karena lelucon yang diberikan oleh Venus maupun Mars.


**To be continued.....


Hp ku error wkwk susah buat up nya, gimana sama part ini? Kurang greget ya? Ada yang kangen LucAsh? TUNGGU MEREKA DIPART SELANJUTNYA🤗 jangan lupa like, vote dan comment🖤


See you next part guys🐺**