
Author Pov
Hari demi hari Ashina menjalani hidup dihutan Moon Stone Pack, kurang lebih satu minggu dia tinggal bersama keluarga Anderson. Banyak yang sudah Ashina ketahui dan dia juga memiliki teman baru disana, mungkin sepantaran. Itu terjadi karena Ashina membantu seorang werewolf perempuan yang seperti repot dengan barang bawaannya.
Kesedihan itu kini sudah hilang begitu saja. Walau masih terbesit rasa rindu kepada Ibu dan Adiknya, biarpun begitu mereka tetap saja keluarga Ashina satu-satunya. Namun balik lagi, merekalah yang tidak ingin Ashina ada dilingkaran mereka.
Venus pun sangat senang karena kini dia bisa berbagi cerita entah itu tentang fashion wanita, idola maupun kisah cintanya. Yang dimana dulu hanya Luna Ashley lah tempat Venus berbagi cerita. Tak terhindarkan pula Ashina sering diajak pergi jalan-jalan dan membeli baju, awalnya Ashina segan menerima hal itu namun Alpha Drey dan Luna Ashley memaksa untuk membiasakan diri saja.
Seperti hidupnya berubah 180 derajat, kini dia seperti mendapatkan kasih sayang kembali seorang Ayah lewat Alpha Drey dan seorang Ibu oleh Luna Ashley. Sedangkan Lucien dia semakin posesif kalau Mate nya pergi berkeliling Pack sendiri maupun ditemani oleh salah satu Omega yang menjadi teman Ashina sekarang.
Bukan masalah besar sebenarnya. Namun sifat posesifnya itu sudah bisa diketahui oleh seluruh rakyat Moon Stone Pack, jika Ashina keluar dan ada yang meliriknya lalu Lucien melihat kejadian itu, jangan harap tatapan tajam dari Lucien lolos dari bola mata kalian. Ini berlebihan! Namun begitulah adanya.
"Kelv, sedang apa?" tanya Ashina saat melihat teman barunya itu duduk sendiri dibawah pohon yang cukup rindang. Lalu gadis itu ikut duduk disebelah temannya yang bernama Kelvana.
Kelvana melirik kearah Ashina sambil tersenyum dan sedikit menundukkan badannya sebagai hormat. "Tidak ada, hanya sedang menikmati waktu luang saja." Jawab Kelvana dengan senyuman.
Ashina mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti. "Ah ya Kelv, apakah menjadi pasangan seorang Alpha itu seperti sepasang kekasih pada umumnya? Maksudku seperti pasangan manusia biasa," ujar Ashina.
"Tentu saja, namun ini sedikit berbeda." Kata Kelvana yang memiliki suara yang cukup lembut.
"Berbeda seperti apa?" tanya Ashina lagi.
Kelvana tersenyum tipis, lalu mendekatkan bibirnya kearah telinga Ashina. "Nanti kau akan mengetahuinya." Bisiknya dengan pelan sembari tertawa kecil.
Jika kalian bingung kenapa Kelvana memanggil Ashina seperti orang biasa. Karena Ashina lah yang memintanya, dia tidak ingin terlalu baku diantara mereka berdua. Saat Kelvana memanggilnya Luna atau Nyonya, Ashina merasa jika dia belum pantas dipanggil seperti itu.
Ashina memanyunkan bibirnya cemberut. Lalu tubuh Kelvana memeluk Ashina dari samping. "Ah ayolah Nyonya, jangan cemberut seperti itu. Bukankah nanti malam adalah hal yang paling membahagiakan dalam hidupmu?" ucap Kelvana. Walaupun mereka baru berteman, rasanya sudah sangat akrab untuk waktu yang singkat.
Tiba-tiba senyum Ashina terbit begitu saja, ada semburat merah dikedua pipinya menandakan jika dirinya sedang malu saat ini. "Kau ini!" kata Ashina sambil melemparkan pandangan kearah lain agar Kelvana tak melihatnya sedang malu.
"Lihatlah wajahmu, tidak usah menghindar seperti itu. Wajahmu sudah sangat memerah, hahaha!" gelak tawa Kelvana keluar begitu saja. Tak ayal membuat Ashina juga ikut tertawa, hingga ada seseorang yang membuat tawa mereka terhenti.
"Maaf mengganggu Luna, kau dipanggil oleh Luna Ashley." Kata seorang Warrior dengan nada beratnya.
"Baiklah, aku akan kesana. Kau boleh pergi duluan," ucap Ashina yang diangguki oleh Warrior tersebut. Setelah kepergiannya Ashina kembali menatap Kelvana.
"Kelv, aku pergi duluan ya." Ucap Ashina. Gadis itu mengangguki kepalanya sembari tersenyum.
"Pergilah, aku juga ingin menyiapkan beberapa masakan untuk nanti malam. Aku harap kau tidak gugup, hahaha." Ungkap Kelvana.
"Kau ini suka sekali menggodaku! Aku pergi dulu, bye." Pamit Ashina sambil beranjak pergi dari tempat duduk tersebut.
Kelvana masih menatap kepergian Ashina, bibirnya tersenyum begitu manis. "Aku harap kebahagian selalu memihakmu, Luna." Gumama Kelvana dengan pelan.
Disisi lain, dimana rumah Anderson begitu sangat sibuk berlalu lalang menyiapkan sesuatu. Ah ya, sekedar info Lucien mempercepat mengumumkan jika dirinya sudah menemukan Mate pengganti untuk malam ini. Itulah sebabnya hari ini sangat sibuk.
Luna Ashley yang sibuk menyiapkan pakaian pun mendongak saat merasakan langkah Ashina mendekat. "Ah Ash, akhirnya kau datang juga. Duduklah," ujar Luna Ashley sembari menepuk sofa disampingnya.
Ashina menuruti, lalu duduk disamping Luna Ashley. "Ada apa, Mom?" tanya Ashina.
Perempuan tersebut meraih sebuah majalah atau album diatas meja didepannya. "Coba kau lihat, gaun mana yang kau inginkan?" ucap Luna Ashley sembari memperlihatkan beberapa foto gaun.
"Hey, kenapa melamun? Pilihlah yang kamu mau," tegur pelan Luna Ashley.
Ashina gelagapan sendiri, lalu tersenyum kaku dan kembali memilih gaun yang akan dia kenakan malam ini. Matanya tertuju pada gaun berwarna biru dengan motif brukat dibawah gaunnya diatas lutut tersebut.
"Apa aku boleh memilih yang ini, Mom?" tanya Ashina dengan sangat hati-hati sambil melirik kearah Luna Ashley.
Perempuan tersebut tertawa pelan. Tangan kanannya mengusap lembut kepala Ashley. "Tentu saja, pilih apa yang kamu mau. Lucien akan senang jika kamu senang." Ujar Luna Ashley.
Senyum Ashina mengembang sempurna, lalu diletakkan album yang berisi beberapa gaun tersebut diatas meja. Lalu memeluk Luna Ashley dengan sangat erat. "Terimakasih Mom, aku sangat mencintaimu. Maaf jika aku sering merepotkanmu," kata Ashina dengan penuh cintanya.
Luna Ashley membalas pelukkan Ashina. "Aku lebih sangat mencintaimu, kau sudah aku anggap seperti anakku sendiri. Sudah, aku akan memberi tahu penata gaun dulu agar gaun pilihanmu segera diantar kemari." Ucap Luna Ashley yang diangguki oleh Ashina.
Pelukkan itu terlepas bertepatan saat Alpha Drey, Lucien, Mars dan juga Venus datang dengan wajah yang bahagia. "Kak Ash, apa kau sudah memilih gaun untuk malam ini?" tanya Venus seraya duduk disamping Ashina.
Gadis itu mengangguk dengan semangat. "Sudah, apa kau juga?" tanya balik Ashina.
"Tentu saja, aku memilih gaun yang sangat cantik sekali!" seru Venus sangat bahagia.
"Terlalu berlebihan," beo Mars dengan wajah malasnya melihat tingkah kembarannya tersebut.
"Kau iri denganku?" sindir Venus.
"Tidak, siapa juga yang iri memakai gaun seperti itu. Aku ini lelaki tangguh!" bangga Mars kepada diri sendiri.
"Terlalu meninggikan dirinya sendiri," sinis Venus dengan tertawa pelan namun terdengar seperti mengejek.
"Kau--" ucapan Mars terpotonh oleh Alpha Drey.
"Usia kalian berapa?" tanya Alpha Drey dengan suara serius.
"18 tahun." Jawab mereka serempak.
"Lalu kenapa kalian masih berdebat layaknya anak kecil saja?!"
Mereka terdiam, tidak ada yang berani menjawab. Luna Ashley hanya menggelengkan kepalanya, sedangkan Ashina berusaha menenangkan Venus dengan mengusap bahunya.
"Lupakan," bisik Ashina yang dibalas anggukan bahagia oleh Venus. Untungnya, Venus adalah tipikal perempuan yang tidak terlalu melarutkan perasaannya.
\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\
**To be continued....
.
Hi guys, maaf banget baru up. Author habis galau huwaaaa😂 semoga suka, part selanjutnya kalo kalian bisa nebak dan tebakkan kalian benar aku akan up nanti malam😜 kira-kira pengumuman atau pernikahan?
Jangan lupa like, vote dan comment biar author semangat up. Dan terus dukung cerita LucAsh❤️❤️
See you next part guys🐺**