
Author Pov
Saat Lucien keluar menuju depan Pack yang benar saja. Semuanya sudah sangat hancur untuk sekeliling Pack yang terlihat damai beberapa jam yang lalu, yang benar saja Ambarita menyuruh pasukkannya menyerang Moon Stone Pack disaat semua para rakyat ingin istirahat ditengah malam seperti ini.
Mata Lucien menangkap Alpha Drey yang juga sedang bertarung dengan beberapa Rogue disana. Apa Ayahnya sudah memiliki firasat anahe tentang hal ini? Berarti tanpa sadar Lucien sedikit terpengaruh dengan Ambarita?
Tanpa berpikir lebih panjang, Lucien langsung mendapati serangan oleh salah satu Rogue dengan cakarannya. Namun untungnya dia masih bisa menghindar, serigala tersebut menyeringai tajam membuat Lucien memundurkan selangkah untuk memberi ancang-ancang sebelum menyerang.
Tendangan dari Lucien seketika membuat Serigala tersebut terdorong kebelakang. Amarah Rogue tersebut langsung memuncak lalu kembali maju untuk membalas serangan Lucien juga. Beberapa saat mereka bertarung dengan cukup sengit, hingga Lucien mengeluarkan gigi taringnya lalu menancapkan kepundak Rogue tersebut dan membuat serigala tersebut melolong kesakitan.
Dan lolongan tersebut menjadi tanda berakhirnya kehidupan Rogue itu. Lucien menarik kembali gigi taringnya setelah menancapkan racun yang ada digiginya tersebut, melihat Rogue itu sudah mati, Beta Grade tiba-tiba menghampiri Lucien.
"Luc, didepan masuk Moon Stone Pack sudah sangat parah. Ini diluar kendali dan pemikiran kita, Ambarita membawa sekumpulan Rogue liar yang dipenuhi dengan dendam san amarah kepada masalalunya dan menumpahkan kekesalan itu kepada Pack ini, apa yang harus kita lakukan?" kata Beta Grade dengan sedikit paniknya.
"Kau tenang saja, beritahu keseluruh anggota dan warrior yang sudah berlatih untuk lebih kuat dan berhati-hati. Kita bisa mengalahkannya! Aku seorang Alpha disini tak mungkin membiarkan Pack nya hancur ditangan sekumpulan Rogue sialan itu!" ucap Lucien penuh amarah.
"Baiklah, aku pergi dulu. Mungkin kita akan berpencar karena Rogue terbilang sangat banyak. Aku akan melakukan apa yang kau perintahkan," ujar Beta Grade.
"Tidak masalah, kita tuntaskan ini bersama-sama dan pastikan untuk para perempuan dan anak kecil sudah diamankan terlebih dahulu, termasuk keluargaku dan Mate-ku!" kata Lucien.
"Sudah dibereskan, ada Gamma Alvaro yang menjaga mereka. Kalau begitu aku pergi dulu." Ujar Beta Grade sembari pergi dari hadapan Lucien.
"Dad, tetaplah fokus. Aku ingin kemenangan kembali untuk Pack ini!" Mindlink Lucien kepada Alpha Drey.
"Tenang saja!" balas Alpha Drey menjadi akhir perbincangan.
Lucien masuk kedalam pertengahan sengit tersebut dan merubah dirinya menjadi sosok Zerky serigala yang terselimuti aura yang menyeramkan karena sudah cukup lama mendendam kemarahan juga melihat tingkah ini untuk beberapa hari.
Satu persatu Rogue dihadapinya dengan kebringasan yang dia punya. Cakaran demi cakaran, dan gigitan yang mengoyakkan badan Rogue tersebut menjadi tanda jika Serigala Lucien diyakini paling membahayakan.
Disisi lain dimana rumah sakit Pack berada Venus terbaring lemah dengan kondisi yang sudah sadarkan diri. Untungnya mantra yang diberikan oleh Ambarita masih bisa ditolak baik oleh tubuh seorang Werewolf seperti Venus, berbeda lagi jika Ashina yang menjadi korban.
"Mom, apa semuanya baik-baik saja?" tanya Venus sambil membaringkan setengah badannya disandaran dinding.
Saat Luna Ashley ingin menjawab, tiba-tiba Gamma Alvaro masuk kedalam ruangan. "Maafkan atas kelancanganku Luna, aku kesini untuk membawa kalian keruangan bawah tanah karena situasi Pack saat ini tak memungkinkan." Ucap Gamma Alvaro dengan nafas tersengal-sengal.
"Ada apa dengan Pack ini?" tanya Luna Ashley.
"Pack diserang oleh kelompok Rogue liar dari Anggota yang Ambarita bawa. Cepat Luna, tidak ada waktu lagi untuk membahas ini, aku akan membawa Nona Venus dan kalian berjalan lebih dulu, aku akan berjaga dibelakang. Satu Anggota juga sudah menunggu kalian diluar." Kata Gamma Alvaro.
Luna Ashley hanya menganggukkan kepalanya. Lalu melirik kearah Venus yang masih terbilang lemah walau tanpa infus ditangannya. "Ve, apa kamu kuat?" ucap Luna Ashley memastikan.
Venus menganggukkan kepalanya sembari tersenyum. "Aku bisa Mom, Gamma Alvaro akan membantuku. Kalian duluan saja." Kata Venus.
Kali ini bergantian Luna Ashley yang mengangguk. Lalu menatap Ashina yang sedari tadi menyimak situasi saat itu, tangan Luna Ashley meraih tangan kanan Ashina. "Ayo pergi dari sini." Ujar Luna Ashley lalu menarik pergi Ashina untuk keluar dari ruangan tersebut.
Gamma Alvaro menggendong Venus ala bridel style. Lalu menyusul Luna Ashley dan Ashina yang terlebih dahulu keluar. Saat keluar salah satu Anggota yang sedang menunggu menjadi tameng mereka saat ini menuju ruang bawah tanah.
"Apa kalian baik-baik saja?" tanya Luna Ashley kepada para rakyatnya.
"Kita baik-baik saja Luna. Tapi kami sangat cemas dengan keadaan diluar," celetuk salah satu werewolf tersebut.
"Kalian tenang saja, Anggota kita jauh lebih kuat dari mereka. Kita berdoa kepada Moon Goddess agar diberi kemudahan." Kata Luna Ashley berusaha menenangkan.
Semuanya berusaha tenang sebisa mungkin mengikuti perkataan yang diucapkan Luna Ashley. Venus dibaringkan ditempat tidur yang sudah disediakan terlebih dahulu. Setelah membaringkan Venus, Gamma Alvaro berkata.
"Aku tidak bisa menjaga kalian disini, aku harus membantu para Anggota diluar sana. Tapi beberapa anggota lainnya akan berjaga diluar ruangan ini. Jangan cemas semuanya akan baik-baik saja." Ucap Gamma Alvaro.
"Kau tenang saja, aku ada disini untuk menjaga para rakyatku. Kau pergi saja dan bantu mereka." Kata Luna Ashley.
"Baiklah, aku pergi du--" ucapan Gamma Alvaro terpotong oleh Ashina.
"Aku ingin ikut denganmu," sahut Ashina sambil berdiri bangkit dari tempat duduknya disamping tempat tidur Venus.
Luna Ashley dan Gamma Alvaro seketika melirik kearah Ashina. "Aku tidak mengizinkanmu," kata Luna Ashley.
Mendengar hal itu Ashina berjalan mendekat kearah Luna Ashley sembari memegang pundaknya. "Aku mohon Mom, biarkan aku ikut bersama Gamma Alvaro dan membantu Lucien disana." Ucap Ashina.
"Sekali aku bilang tidak ya tidak! Ash, aku tak melarangmu melakukan apapun. Tapi jika kau meminta untuk ikut bertarung diluar sana, aku tak mengizinkan dan menentangmu untuk pertama kalinya!" gertak Luna Ashley.
Gadis itu meraih tangan Luna Ashley lalu berkata. "Aku mungkin masih menjadi manusia biasa tanpa kemampuan apapun. Tapi percayalah Mom, aku bisa menghadapi ini. Bukankah aku juga calon Luna di Pack ini? Aku harus melindungi mereka semua," kata Ashina.
"Maaf juga jika untuk pertama kalinya aku menentangmu," ucap lagi Ashina sembari menoleh kepada Gamma Alvaro. "Aku ikut denganmu, ayo pergi dari sini!" sambungnya.
Ashina langsung keluar begitu saja tanpa memperdulikan peringatan dari Luna Ashley yang meneriakinya juga. Gamma Alvaro seketika bingung dia harus menahan Ashina atau membiarkannya saja? Alhasil lelaki itu ikut menyusul Ashina dan menutup pintu ruangan bawah tanah.
"Ashina..." panggilnya Luna Ashley dengan nada pelan. Orangtua Drey dan Ashley menghampiri perempuan tersebut untuk duduk dan menenangkannya.
"Semuanya akan baik-baik saja." Ujar Amma.
"Percayalah pada keyakinan diri dari kak Ashina Mom. Aku melihat kekuatan besar didalam jiwanya." Sahut Venus yang juga berusaha menenangkan sang Ibu.
\\\\\\\\\
**To be continued.....
Hii guys, semoga dapet feel nya dan makin dukung cerita ini :) semoga suka dan jangan lupa tinggalkan jejak like vote dan comment biar author semangat up💚💚
See you next part🐺**