My Mine Is Human

My Mine Is Human
38. Tahap serius



Author Pov


Ashina menghembuskan nafasnya berat, terlihat dari raut wajahnya yang mulai bosan. "Aku ingin keluar saja," raung Ashina sambil memainkan bantal sofa.


Sedangkan Lucien yang berada dimeja kerjanya, fokus terhadap laptotnya teralihkan oleh suara Ashina. Lelaki itu tersenyum, lalu menutup laptopnya begitu saja, dia bangkit dari kursinya dan menghampiri Ashina. Tangan lelaki itu terulur untuk mengusap lembut rambut Ashina.


"Apa kau bosan menungguku bekerja?" tanya Lucien.


Ashina melirik kepada Lucien disampingnya. "Jika aku harus berkata jujur, maka jawabannya adalah IYA LUC AKU SANGAT-SANGAT BOSAN!" jawab Ashina yang menaikkan sedikit nada tingginya diakhir ucapan.


Lelaki itu kembali tertawa, terlihat jika tawa itu baru Ashina dengan. Kenapa dia jadi terpesona dengan tawa renyah milih Lucien? Lelaki itu menarik tubuh Ashina untuk dipeluknya. "Kau sangat menggemaskan!" rayunya.


"Ish, lepaskan. Jika pekerjaanmu sudah selesai, ayo pergi. Jika belum biarkan aku pergi dan menemui keluargamu, aku tak enak kemari namun tak mengobrol dengan mereka." Oceh Ashina sambil melepaskan pelukan Lucien.


"Baiklah ayo, aku sudah menyelesaikan pekerjaan itu dari tadi." Kata Lucien dengan entengnya. Tentu saja hal itu membuat mata Ashina melotot.


"Kenapa kau tak bilang dari tadi, Luc?!" kesal Ashina sambil mencubit perut Lucien.


Sang Alpha mengaduh kesakitan, sedangkan Zerky tertawa puas didalam sana. Ya, berbicara soal Serigala Lucien. Dia sangat senang melihat Ashina kembali, ditambah bila gadis itu mengkonfirmasi hubungan dengan Humannya yang tak lain adalah Lucien.


Walaupun Zerky tidak akan menemukan pasangan Shewolf nya, namun ini sudah takdir dari Moon Goddess. Karena tak semua Werewolf mendapatkan Mate yang juga Werewolf. Banyak yang memiliki Mate manusia dan mereka masih hidup bahagia, apalagi serigala dengan vampire, bukankah itu musuh bebuyutan?


Namun inilah takdir kehidupan, tidak ada yang tahu kedepannya seperti apa. Yang harus kuta lakukan adalah hanya satu, menjalaninya dengan rasa suka maupun duka, jangan menyerah ditengah jalan yang tengah kita buat.


"Aku hanya sedang menguji kesabaranmu saja. Ternyata kau mempunyai kesabaran yang besar juga, aku makin sayang padamu." Ucap Lucien mengacak gemas rambut Ashina.


"Dasar perayu. Sudahlah, ayo pergi!" kata Ashina sambil berdiri bangkit dan pergi mendahului Lucien.


"Hey, tunggulah!" teriak Lucien ikut keluar dark ruangan tersebut.


Mereka berjalan secara beriringan, tangan Lucien tak lepas menggenggam telapak tangan Ashina. Sehingga siapapun yang melihat mereka lewat didepan mata, membuat para rakyat Moon Stone Pack merasa senang jika sifat sang Alpha membaik kembali, tak lupa salam hormat diberikan kepada Alpha Lucien dan Ashina.


Sepertinya Ashina benar-benar harus membiasakan mendapati perlakuan seperti ini. Akhirnya mereka masuk kedalam rumah dimana makanan banyak sudah dihidangkan tertata rapih dimeja makan yang besar.


Tak sengaja Venus yang lewat untuk mengambil ponselnya pun tersenyum menggoda. "Ah, apa kalian merasakan aura pasangan yang baru saja baikkan?" tanya Venus meninggikan suaranya agar semua yang ada didalam rumah mendengar.


Tentu saja hal itu berhasil membuat perhatian Alpha Drey, Luna Ashley dan Mars terfokus kepada Ashina dan Lucien. Tiba-tiba mereka tertawa tanpa sebab, terkecuali Lucien dan Ashina. Luna Ashley menghampiri mereka berdua.


"Mom senang melihat kalian baikkan lagi, aku harap kalian bisa lebih dewasa dalam masalah kalian. Jika bisa tetaplah berdamai." Ucap Luna Ashley dengan senyuman hangatnya.


Lucien dan Ashina sama-sama terdiam, tak tahu harus menanggapi seperti apa. Hanya senyuman kikuk yang bisa diberikan Ashina kepada Luna Ashley.


Mars yang semula duduk disofa ruang tv, berjalan menuju tempat meja makan. "Bukankah didalam rumah ini tidak ada jalan raya? Kenapa tangan itu terus saja bergandengan?" sindir Mars sambil merangkul kembarannya agar ikut ke meja makan.


Mendengar hal itu, langsung saja Ashina menghempaskan tangan Lucien. Membuat lelaki yang dilepaskan tangannya itu menatap kesal kearah adik-adiknya.


"Mungkin saja Mars, dia ingin mengganti waktu yang terbuang karena marahan." Sindir lagi Venus.


"Kalian--" baru saja Lucien ingin membuka suara, namun disela oleh Alpha Drey.


"Sudahlah, ini sudah waktunya makan malam. Tidak usah bertengkar seperti itu. Ayo makan malam bersama," ajak Alpha Drey sembari membawa Luna Ashley kemeja makan juga.


Tangan Ashina mengusap lengan Lucien. "Kau tidak boleh marah karena hal sepele seperti ini, Luc." Kata Ashina. Mau tak mau, akhirnya Lucien meredakan amarahnya.


Makan malam berjalan dengan kebahagiaan. Disela-sela makan, tentu saja Mars dan Venus tak henti-hentinya menggoda.


Serempak Lucien dan Ashina menghentikan makannya. Lalu memandang satu sama lain. Sebuah senyuman kecil terbit dibibir mereka masing-masing.


"Kalian kenapa?" tanya bingung Venus.


"Secepatnya." Jawab serempak Lucien dan Ashina.


Mendengar ucapan itu membuat semua yang ada dimeja makan tersedak. Namun setelahnya binar bahagia terpancar jelas dimata mereka. "Daddy sangat senang mendengar hal ini," ucap Alpha Drey.


"Aku pun!" serempak Mars dan Venus.


Tak terasa sebuah gerlingan air mata terjatuh dipipi Luna Ashley. "Aku sangat-sangat bahagia mendengar hal ini. Kau tahu Ash? Anak laki-laki pertamaku akan memiliki Mate yang dia tunggu, dan itu adalah dirimu. Terimakasih sudah menerima Lucien dan kami apa adanya." Ungkap Luna Ashley dengan nada terharu.


Hal itu membuat Ashina bangkit dan berganti posisi dengan Venus yang duduk disamping Luna Ashley. "Mom, kau tahu. Aku juga sangat bahagia bisa bertemu dengan kalian, aku kira keluarga konglomerat seperti kalian tidak akan mau memiliki pasangan untuk anaknya dengan gadis biasa sepertiku ini." Kata Ashina dengan tangannya yang menghapus air mata Luna Ashley.


"Aku menyayangimu," ujar Luna Ashley sambil berpelukan dengan Ashina.


"Aku juga." Balas Ashina. Lalu pelukan singkat itu berakhir.


"Minggu depan, kita akan kerumahmu. Untuk bertemu dengan keluargamu dan membicarakan hal ini." Ucap Alpha Drey. Sedangkan Lucien hanya mengamati saja, sepertinya dia belum bisa masuk keobrolan ini.


"Aku akan menunggunya." Kata Ashina dengan senyuman sesopan mungkin.


Mereka semua tersenyum, begitu juga dengan Lucien yang mati-matian agar tak membawa Ashina kedalam kamarnya karena entah mengapa gadis itu sangat-sangat menggemaskan.


"Kak, kau tahu? Aku sangat senang memiliki kakak ipar sepertimu!" senang Venus.


"Aku pun!" tambah Mars.


"Ya, aku juga." Kata Ashina dengan tawa yang renyah.


Malam ini kebahagiaan sangatlah terasa. Sehabis makan malam, mereka lanjut mengobrol diruang keluarga. Lucien mengeluarkan sisi posesifnya, bagaimana tidak, sepanjang pembicaraan dia terus menempel kepada Ashina.


Dan bukan kedua adik kembarnya jika tak menggangu mereka berdua, sesekali Mars mengusili dengan menggoda Ashina didepan Lucien. Sangat senang bagi Venus karena kembarannya mendapati ketukan kepala yang cukup keras oleh Lucien.


~Kebahagiaan itu memang sangat sederhana. Jangan mencari kebahagiaan, karena kita akan sulit mendapatinya. Jalani saja apa yang kita jalani, maka kebahagiaan itu akan datang dengan sendirinya~ Author


 


\\\\\\\\


 


**To be continued....


Selamat malam, serius ini ngetiknya jam 1 malem sampe jam 2 malam. Gabut gak bisa tidur, akhirnya up aja😂 kalo bisa nanti siang atau sore aku up lagi juga💚 Ini part akan penuh kebahagiaan. Dan kita akan berjumpa ditengah konflik cerita ini. Tetep stay ya, dan kalo bisa dukung cerita ini biar ada level😩


Jangan lupa tinggalkan jejak like vote dan comment💚💚


See you next part🐺


Salam dari istrinyaa Tay Tawan🤣 Wawaaa✨**