
Author pov
Mobil Lucien sampai ditempat dimana pesta itu diadakan. Terlihat dari luar gedung, mobil-mobil mewah terparkir rapih didepan gedung tersebut. Lucien melepaskan seatbelt nya, lalu melirik kearah Ashina yang nampak gelisah dilihat dari wajahnya.
Senyuman lelaki itu terbit. "Tak usah gelisah seperti itu, tenang saja." Ucap Lucien menenangkan.
Ashina hanya tersenyum kecil sebagai balasan. Lalu Lucien terlebih dahulu keluar dari mobil dan seperti biasa, dirinya membukakan pintu mobil untuk Ashina. Tangannya menggandeng erat tangan Ashina, walaupun gadis itu sempat menolaknya. Namun, bukan Lucien namanya jika tak mengeluarkan sedikit paksaannya.
Tanpa menunggu lama, mereka masuk kedalam gedung menuju roftoop dimana acara itu digelar. Staff yang berjaga diluae gedung memberikan sapaan sesopan mungkin, Lucien hanya menanggapinya dengan wajah datar, sedangkan Ashina. Dia seperti tak nyaman mendapati hal itu, cengkraman tangan dijas lengan Lucien diremasnya kuat-kuat.
Kepala Lucien menoleh kepada Ashina, alisnya terangkat sebelah. Tiba-tiba Lucien memberhentikan langkahnya, otomatis Ashina juga ikut berhenti. Gadis itu menatap Lucien dengan bingung.
"Apa kau tidak nyaman berada disini, Ash?" tanya pelan Lucien.
Gadis itu kikuk sendiri. Seperti bingung harus menjawab seperti apa. "A-aku, ha-hanya sedikit gugup saja Luc." Jawab gagap Ashina.
Tangan kiri Lucien terulur dan mengelus pelan pipi Ashina. "Tenangkan dulu, jika kau butuh waktu untuk ke pesta, aku bisa menunggumu agar tak terlalu gugup," kata Lucien.
Namun kepala gadis tersebut menggeleng pelan. "Tidak, aku tahu kau terlambat datang kepesta ini karena aku. Jadi aku tak ingin membuang waktumu lagi, ayo masuk." Ucapnya dengan senyuman kecil.
"Kau yakin?" tanyanya memastikan.
Lagi-lagi anggukan kepala menjadi jawaban gadis itu. Lucien menghembuskan nafasnya berat. "Baiklah, ayo masuk!" katanya dengan wajah datar.
Akhirnya mereka memasuki gedung tersebut, disambut dengan sehormat mungkin dengan sesama tamu undangan. Keduanya menuju kearah lift untuk sampai diroftoop gedung tersebut, tak butuh lama lift tersebut terbuka, langkah besar Lucien membuat Ashina sulit menyeimbangi.
"Luc," panggil pelan Ashina. Lelaki yang dipanggil namanya tersebut menoleh kearah samping.
"Ada apa?" tanyanya.
"Apa aku harus menunggu disini saja? Aku tak mengenal mereka semua," kata Ashina matanya terus menatap para tamu dipesta tersebut.
"Aku mengajakmu bukan untuk menungguku disini, tapi untuk menemaniku dipesta Ayahku." Ujar Lucien sambil menarik tangan Ashina untuk bergabung dengan mereka.
Aalah satu pelayan pesta datang menghampiri mereka dengan membawa beberapa minuman dan makanan. Setelah pelayan itu pergi, tak lama seseorang lelaki dengan penampilan formal nya datang mendekati meja tersebut.
"Tuan Lucien?" panggil lelaki tersebut dengan nada wibawanya.
Lucien menoleh kearah suara tersebut, saat mengetahui siapa lelaki itu. Tiba-tiba wajah Lucien berubah menjadi datar dan dingin, tentu saja Ashina yang melihat itu terlihat bingung kenapa Lucien tak senang.
"Apa kabar?" tanya lelaki lanjut usia tersebut, namun aura nya masih terpancar sangat kuat untuk memikat wanita manapun.
"Seperti yang kau lihat," jawab Lucien dengan seadanya.
Lelaki itu hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, lalu tak lama sepasang manusia atau yang menggelar pesta ini datang kearah meja mereka.
"Oh, Lucien Anderson. Apa Ayah dan Ibumu tak kesini?" kata lelaki dengan berambut putih dan seorang wanita yang masih terlihat awet muda tersebut.
Lucien bangkit dari duduknya. Diikuti oleh Ashina yang berada disampingnya. Tangan Lucien terulur karena tangan lelaki yang biasa disebut Jack itu mengulurkan tangannya.
"Keluargaku tak bisa kesini karena ada kesibukan lain. Salam dari keluargaku untuk kalian, mereka bilang tidak bisa merayakan pesta ini bersama." Ungkap Lucien panjang lebar.
"Ah tak masalah, tuan muda Anderson kemari pun sudah sangat senang untuk kami. Ingin minum untuk merayakan bersama dengan kita?" kata Jack.
Sebelum menjawab, Jack menatap gadis disamping Lucien tersebut. "Oh kau bersama wanitamu malam ini? Dia terlihat sangat cantik." Ujarnya lagi dengan senyuman seperti menatap rendah mungkin?
Sedangkan Zerky sudah melolong didalam sana karena melihat wajah Jack yang sangat menyebalkan, jika saja Zerky tidak ditahan oleh He-nya. Mungkin mereka sudah berganti shift dan menerkam tubuh lelaki tersebut.
"Mengapa kau sangat terburu-buru, tuan Luc? Kau saja belum memperkenalkan siapa gadismu ini." Kata Jack yang diangguki oleh beberapa colega yang berada dimeja tersebut.
Sedangkan Ashina menunduk menahan perasaan yang bercampur aduk tersebut. Dia takut, tegang, tidak nyaman dan sedikit aneh dengan suasana seperti mencengkam diantara kerabat Lucien diperusahaannya tersebut. Bahkan mungkin menurut Ashina ini lebih menyeramkan dari dirinya yang pernah tersesat dihutan.
"Aku kesini karena Ayahku menghormati kalian sebagai kerabat kerja. Aku tidak suka basa-basi palsu seperti ini, maaf jika perkataan aku tidak sopan terhadap kalian. Tapi cara menatap kalian kepada gadisku sudah membuatku ingin sekali memukulmu!" ucap Lucien dengan nada tegas dan sedikit ditekan.
Lalu tanpa menunggu perkataan dari mereka, Lucien langsung menarik tangan Ashina untuk pergi dari pesta tersebut. Sedangkan mereka hanya terdiam melihat aura anak pertama dari Drey Anderson tersebut.
"Aku kasihan dengan gadis itu, pasti dia tersiksa dengan prilaku kejam anak Drey Andreson." Ujar salah satu colega tersebut.
Sedangkan disisi lain, Lucien masih menarik tangan Ashina sampai menuju lift hingga terbuka dan memasukinya untuk mencapai kelantai dasar. Dia sudah muak dengan ini, itu sebabnya Lucien sangat membenci pesta.
"Luc, kau kenapa pergi dari pesta itu?" tanya Ashina saat mereka sudah berada didalam mobil.
Lelaki itu hanya terdiam. "Luc, aku berbicara denganmu," katanya lagi. "Kenapa kau marah-marah dengan mereka? Bukankah mereka berprilaku baik dengan kita?" lanjutnya.
Lucien menoleh kearah Ashina. Lalu tangan kanannya mengacak gemas rambut Ashina hingga beberapa rambutnya keluar dari gulungan rambut. "Ish rambutku berantakan, Luc!" protes Ashina sambil memanyunkan bibirnya kesal.
"Kau ini sangat lugu Ash, biarku beritahu. Kau jangan terlalu mudah percaya dengan siapapun, ingat manusia punya 1000 topeng palsu diwajahnya. Satu diantara itu sedang dia pakai, bagaimana jika topeng baik yang dia pakai untuk mendekatimu lalu dia berganti memakai topeng yang jahat? Apa yang akan kau lakukan?" katanya panjang lebar.
Ashina yang tadinya kesal, sekarang perlahan menatap Lucien dengan tatapan tak tahunya. Seakan mengetahui jika Ashina tak tahu, Lucien kembali menatap Ashina sembari membenarkan posisi duduknya.
"Contohnya mereka, kau hanya melihat dari prilaku mereka yang berpura-pura baik dengan semua orang. Sedangkan dibelakang, kita tidak tahu apa yang mereka rencanakan--" ucapan Lucien terpotong.
"Tapi kita juga tidak bisa menyimpulkan secara langsung." Potong Ashina.
Lucien tersenyum. "Ya kau benar, tapi apa salahnya jika kita waspada?"
"Kau ben--" kali ini gantian Ashina yang terpotong ucapannya.
Bibir Lucien tiba-tiba sudah mendarat dibibir Ashina. Awalnya gadis itu memberontak, namun Lucien dengan lembut seperti memberi tahu jika dirinya ingin seperti ini.
Lalu ciuman singkat mereka berakhir. Dengan wajah kesalnya kembali, Ashina berkata. "Kenapa kau tiba-tiba menciumku?"
"Kau sangat menggemaskan, aku tidak bisa menahannya. Ini baru Lucien, jika ini adalah Zerky kau pasti bukan hanya mendapati ciuman saja. Ah sudahlah, ayo kita pulang." Ucap Lucien sambil menjalankan mobilnya.
Sedangkan Ashina nampak berpikir dengan ucapan Lucien yang sedikit ambigu untuk otaknya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
To be continue..
Guys, aku up lama ya? Cerita Lucien Ashina masih panjaaaaang banget, karena aku belum nemu ide ditengah cerita ini. Kalian bakal bosen gak sih nunggunya?
Aku harap sih nggak yak hehe, komentar dong buat part ini. Like vote dan komennya♥️
See you next part🐺