MY LOVE IS MADAME

MY LOVE IS MADAME
RENCANA LIBURAN BERSAMA



"Widih, gila sih! Badboy di sekolah kita, sekarang udah pada dewasa," Heboh Iyan, dia baru pulang sekitar dua hari yang lalu karena baru menyelesaikan studinya di Singapura.


Mereka sekarang sedang berkumpul bersama, anggap saja reunian sahabat. Bedanya sekarang nambah satu lagi sahabat Deandra yaitu Brayen. Cowok itu ikut serta juga karena di ajak Dean.


"Gara kemana? Belum dateng juga?" Dean menyadari jika sahabat tempatnya curhat itu tidak ada.


"Biasalah, dia bilang mau kerumah calon istri dulu," Ucap Alvin, karena tadi Gara sudah mengabarinya terlebih dahulu.


"Enak banget kalian yaa udah pada berdua aja, lah gue?" Gumam Jose, dia sedari tadi diam. Wajahnya lesu, lelah hati dan pikiran yang mungkin dia rasakan. Bukan nya dia tidak laku, tetapi salah dirinya sendiri yang terlalu pemilih dalam hal mencari wanita.


"Gue juga masih sendiri kali, tapi biasa aja tuh!" Para sahabatnya menatap tidak percaya dengan pengakuan Alvin. Bagaimana mungkin masih sendiri? Sedangkan dia pernah bercerita di grup chat sering jalan bersama Jihan bahkan kadang Dinner berdua. Lalu apa itu, jika bukan berkencan?


"Elah! Lo secara gak langsung jangan ngeledek gue sama Jose dong, yang beneran masih jomblo ini!" Iyan menyela tidak terima.


"Gue serius kali! Yaa... Emang sering jalan bareng kak Jihan tapi hubungan kami gak bisa dikatakan berpacaran, lebih ke temen mungkin?" Dean percaya. Memang selama ini dia melihat interaksi Jihan dan Alvin biasa-biasa saja, tidak terlihat seperti orang yang sudah memulai hubungan asmara.


"Makanya ungkapin perasaan lo, banyakan nunda sih lo!" Deandra sedikit kecewa dengan sahabatnya itu, yang sedari dulu tidak pernah mau mengungkapkan perasaan nya. Apa lagi ini sudah empat tahun.


"Huft! Udah kok, tapi dia bilang lagi gak mau ada komitmen dulu jadi jalanin sampai waktu nya tiba. Dia bilang gitu," Beritahu Alvin dengan lesu. Dia menatap Deandra yang kini hanya bisa pasrah.


"Udah jangan pada sedih gitu! Noh, Song Hye Kyo cewek idaman kita dulu udah cerai. Kenapa gak kita rebutin dia aja," Kata Iyan seenaknya. Sifat seenaknya masih sampai sekarang, memang tidak dewasa-dewasa.


Deandra menyonyor kepala sahabatnya itu. Sungguh apa yang Iyan fikirkan sehingga menginginkan wanita yang lebih pantas menjadi tantenya itu. Sejurus dia berfikir, memang mereka lebih menyukai wanita yang lebih dewasa. Bahkan dirinya sendiri sudah mengencani Kepada sekolahnya. Tapi jangan Song Hye Kyo juga kali, mimpi kejauhan bagi Deandra. Orang itu hanya bisa dilihat di televisi, itupun jika ada dramanya dan jangan lupa beda Negara juga.


"Kayak dia tau aja lo idup!" Iyan mendengus, ia kesal mendengar ucapan Dean yang lembut tapi sampai kehati.


"Kan gue cuma berandai andai, Ndra! Canda doang gue," Kesal Iyan sekali lagi.


"Kalau gue mah gak perlu yang muluk muluk, cukup Kak Gia aja," Brayen sudah menghayalkan dirinya akan berkencan dengan Gia akan seromantis apa.


"Heh, apa maksud lo? Gadaa gadaa..." Jose menggeleng cepat. "Itu inceran gue dari dulu, anjir! Gue aja belum sempet pacarin dia," Gerutunya.


Bagi Dean, ini akan jadi musibah perebutan wanita di tengah-tengah sahabatnya.


"Yaudah harus sportif dong bro, gue juga mau kali!" Ucap Brayen yang tiba-tiba sudah menjadi akrab dengan teman Dean yang lainnya.


"Kalian pada bahas apa?" Gara terhenti setelah menerima tatapan permusuhan dari para sahabatnya.


"TELAT!!" Bentak mereka bersamaan kepada Gara yang sekarang hanya bisa Speechless menerima bentakkan itu.


Di Kediaman Keluarga Ario.


Jane hanya bisa pasrah menerima pesan dari Deandra. Setelah apa yang Dean pernah katakan, Jane semakin tidak mau menuntut ini itu kepada cowok itu.


Tadinya Jane ingin mengajak Deandra makan malam bersama keluarganya, karena menyambut kepulangan Irene. Kebetulan sahabatnya Gara juga ada disana.


"Gimana hubungan kamu sama Dean?" Irene penasaran akan hal itu. Dia diberitahu tunangannya yaitu Gara, jika Dean sedang pendekatan lagi dengan adiknya, Jane setelah kegagalan pernikahan waktu itu.


Jane terenyum kecut. Sebenarnya dia tidak mau membahas itu, lagian dia juga tidak tahu hubungan mereka sekarang seperti apa. "Gak tau deh Kak. Kami cuma ngikutin arus aja, jadi buat kedepannya gimana juga itu tergantung jodoh lagi,"


"Aku yang akan maju ngejar Dean, Kak!" ucap Jihan yang langsung mendapatkan pelototan dari Ibunya.


"Terserah Kak Jihan deh! Lagian dia juga udah punya pacar di Jogja," Ibu dan kedua Kakaknya menatap tidak percaya mendengar pengakuan dari Jane. Jadi selama ini Jane mengharapkan kekasih orang lain?


Tetapi tidak dengan Gara, aneh pikirnya dan dia sangat tahu jika sahabatnya itu tidak mungkin punya kekasih, dan lagi kalau pun ada pasti Deandra sudah menceritakan itu kepadanya.


"Tapi aku gak bakal nyerah gitu aja sih, dia ngasih kesempatan untuk buktiin cinta ku ke dia, jadi aku mau gunain itu semua sebaik baiknya,"


"Makanya dulu jangan di sia-siain," lagi-lagi Jihan berucap seenaknya. Dia memang suka memancing emosi adiknya itu.


"Jihan... Sttt!" Aryna mencoba mencairkan keadaan. Dia tidak mau melihat perdebatan kakak beradik yang sudah sering dia saksikan itu.


"Itu artinya bagus dong. Buang semua kesalahan kesalahan yang pernah kamu perbuat dimasa lalu, gantikan sama hal-hal yang mengesankan. Obati rasa sakitnya dengan semua perhatian kamu," Tutur sang Ibu mencoba mengajari dan menguatkan putri bungsunya itu.


"Iya Mii..." Gemas Jane yang sudah lebih bisa menerima keadaan sekarang. "Semoga deh lancar."


"Ohh, iyaa... By the way, tahun baru kan sebentar lagi. Gimana kalau kita liburan ke Bali? Ajak Dean sama temen-temen nya juga?" Irene melihat reaksi satu per satu dari orang-orang yang sekarang mulai terlihat berfikir.


"Mami sama Papi mau ke Hawaii,"


"Ish! Siapa juga yang mau ngajak Mami coba? Ini healing nya anak muda, Mami inget umur yaa..." Celoteh Irene lantas bercanda gurau.


Jihan dan Jane saling menatap. Mereka berdua meskipun sering berdebat hal-hal sepele tetapi punya ikatan saudara yang kuat, bahkan sering menghabiskan waktu berdua, meskipun kadang ada Gia juga ditengah-tengah mereka.


"SETUJU!!" Jawab mereka berdua bersamaan.


Sungguh itu akan jadi hari yang menyenangkan bagi mereka. Sedangkan Ibunya hanya bisa geleng-geleng tidak percaya setelah mendengar ucapan dari anak sulungnya yang mengatakan Healing nya anak muda. Baginya, lebih baik dia tidak menganggu acara itu.


"Jahat banget sama Mami sendiri gitu..." Kata Aryna pura-pura cemberut, dia menirukan gaya yang sering dilakukan Jihan jika sedang cemberut dan meminta perhatian.


"Ish! Mami gak cocok banget kayak gitu tau." Kata Jihan yang sadar jika Aryna menirukan gaya nya jika sedang cemberut. Mendengar itu mereka lantas tertawa bersamaan bahkan Gara pun ikut tertawa juga.