MY LOVE IS MADAME

MY LOVE IS MADAME
FLASHBACK



JANE POV FLASHBACK.


Tiga Tahun Yang Lalu.


Tiga minggu sebelum pernikahanku. Sebentar lagi aku akan berstatus menjadi istri Andry. Senang gugup, sedih semuanya bercampur, aku tidak tahu apa yang sebenarnya aku rasakan ini bisa di kategorikan bahagia atau tidak. Yang ku tahu, aku sudah memilih Andry.


"Jane, kamu udah yakin orang itu yang terbaik?" Aku tidak mengerti apa yang di maksud Papi. Wajahnya sangat kusut, tidak ada senyuman sedikitpun yang biasanya ku lihat.


"Maksud Papi gimana? Jane udah yakin kok,"


Dia beranjak menuju sofa ruang tamu. Di rumah saat ini sedang sepi, Mami pergi arisan sedangkan Kak Jihan masih di kantor.


"Duduklah!" Aku semakin bingung, apa yang terjadi pada Papi. "Coba kamu liat ini!" Papi menyodorkan amplop coklat airmail, membuatku mengerutkan kening.


Ku coba mencari jawaban lewat matanya, tetapi Papi hanya menatapku datar dengan wajah kusutnya itu. Ku ambil amplop itu, dengan penuh tanda tanya dan kebingungan aku membukanya. Ku tatap kembali sekali lagi Papi.


"Bukalah! Demi kebaikan kamu." Tunggu, apa maksudnya demi kebaikan, aku semakin penasaran.


Setelah ku buka, di dalam amplop itu berisi lembaran foto berukuran 2r. Dan apa ini, aku membulatkan mata setelah melihat isinya. Rasanya aku tidak percaya, karena selama ini Andry begitu baik dan perhatian kepadaku, dan juga dia selalu bersama ku, tidak mungkin rasanya jika yang ada di foto ini adalah fakta.


"Kamu percaya?" Refleks aku menoleh kearah Papi. "Kamu lihat wanita bule itu?" Aku mencari-cari wanita yang dimaksud Papi dalam foto.


Mata ku menyipit, menyadari wanita bule yang Papi maksud, dalam keadaan gendut. Maksudnya terlihat wanita itu sedang mengandung.


"Itu istrinya," Aku menatap horor Papi, ketidak percayaanku meningkat. Dia menghela nafas, terlihat betul jika Papi sangat berat akan menyampaikan ucapannya. "Dia seorang model, asal Francis, dan mereka sudah menikah lima tahun lalu di Paris."


Aku tidak mampu berucap. Bagaimana mungkin jika semuanya adalah fakta, tidak! Aku tidak percaya. Jika dia sudah beristri, apa lagi cantik, kenapa dia ingin menikahiku? Apa dia ingin menjadikan aku istri kedua? Tidak, aku tidak akan mau! Disini juga ada foto-foto wanita asia lainnya, kapan dia jalan dengan wanita-wanita ini? Sedangkan selama ini dia menghabiskan waktu bersamaku.


"Papi tau kamu gak akan mudah percaya, karena selama ini Andry itu main bersih. Istrinya sudah ada Jakarta satu tahun yang lalu," Apa ini mungkin, yang dikatakan Papi? Bagaimana pun jika itu benar, kenapa istrinya tidak tahu jika suaminya ingin menikahiku? Lebih parahnya juga dia bermain dengan wanita lain dan bukan hanya aku.


"Kalau kamu pengen tau, kamu boleh pergi kerumahnya. Rumah yang sebenarnya, dia dengan istrinya."


Papi menggeleng mendengar pertanyaanku. "Kamu akan tau semua pertanyaan itu kalau udah liat faktanya, yang jelas laki-laki itu gak serius sama kamu. Dia hanya ingin mengambil alih perusahaan yang kamu pegang dan istrinya tau itu. Papi udah dari beberapa bulan yang lalu menyelidikinya, setelah dia menemui Papi, bertanya 'apa dia boleh mengambil alih pekerjaan kamu setelah kalian menikah?'. Jujur Suruhan Papi sangat sulit mengikuti laki-laki bajingan itu, baru berhasil beberapa minggu yang lalu." Jelas Papi panjang lebar, kini aku mulai mengerti.


Jujur jika dia pernah menintaku berhenti bekerja jika sudah menikah dan dia akan memimpin perusahaan itu. Tapi aku tidak mencurigai tentang hal itu, karena wajar-wajar sajakan jika ia yang harusnya bekerja. Sakit dihatiku setelah mendengar fakta yang Papi coba jelaskan. Aku ingin menangis saat ini, tetapi tidak bisa. Aku harus kuat sebelum memaki pria bajingan itu.


Plak! Tamparanku mendarat dipipi pria bajingan ini. Dia meringis menerima tamparan yang cukup keras. Tamparan itu tidak seberapa dengan rasa sakit dihatiku, aku benar-benar benci pria ini. Sifatku yang dari dulu jika ada orang yang menyakiti hatiku, pasti aku langsung membencinya.


"Jane, gimana ka-kamu-" Sebelum dia menyelesaikan ucapannya, aku kembali menamparnya.


Aku tidak peduli, apa lagi setelah melihat langsung dengan mata kepalaku. Istri yang dia sembunyikan selama ini dan bagaimana mungkin seorang istri menerima jika suaminya menikah lagi hanya demi harta? Dasar wanita tidak ada harga dirinya.


"Hebat banget ya anda menyimpan kebusukan tidak berbau! Anda pikir saya wanita lemah?! Yang akan memaafkan anda begitu saja, hah?! Walaupun saya sudah terlanjur mencintai anda, tetapi saya gak akan meminta anda tetap disisi saya! Mengemis untuk anda menceraikan istri? HAHA.. Atau rela menjadi istri kedua anda? Bulshit!" Emosi ku sudah tidak bisa dibendung lagi, ingin rasanya aku kubur hidup-hidup pria bajingan ini.


Kulihat istrinya hanya bisa diam mematung, bisakah aku laporkan ini ke polisi? Tapi rasanya sangat memalukan. Bagaimana aku bisa dibohongi suami-istri di depan ku ini.


Andry terkekeh geli, benar-benar pria brengsek. "Kamu yakin gak mau jadi istri kedua Mas, hm? Bukannya kamu cinta banget sama Mas?" Tidak tahu malu, sudah ketahuan kebusukan nya masih saja bersikap sok manis.


"Memang benar. Tapi saya bukan seperti wanita yang lain! Rasa benci saya sekarang lebih besar dari rasa cinta itu!" Ucap ku mengebu-gebu, aku memberikan smirk." PERNIKAHAN KITA DIBATALKAN!" Teriak ku sekencang mungkin.


Sebelum aku pergi, aku mengambil botol air yang memang sengaja aku beli di perjalanan dan langsung ku siramkan diwajahnya, pria bajingan yang yang tidak tahu malu. Dia mengerang menerima siraman air dariku, itu belum seberapa dengan rasa sakit dan mungkin nantinya rasa malu didiriku karena sebagian orang sudah tahu jika aku akan segera menikah.


Jika bisa aku ingin menghakimi pria bajingan ini, tapi masalahnya atas tuduhan apa? Sedangkan dia tidak pernah bersikap keras terhadapku. Dia hanya berbohong, apakah itu bisa? Andai saja rasa sakit hati ada pengadilannya. Aku pergi, sumpah aku tidak akan menangisi pria bajingan itu. Tidak mungkin dan tidak akan pernah, wanita itu harus kuat apa lagi harus menangisi pria brengsek. Untuk wanita diluar sana, simpan air mata kalian jangan dibuang hanya untuk pria-pria bajingan. Nikmati rasa sakit itu seperti kalian bernafas, lama-lama akan terbiasa. Tunjukkan, jika kita para wanita juga bisa kuat.


Semenjak kejadian pernikahan ku dibatalkan, aku dan Kak Jihan memutuskan untuk kembali tinggal bersama kedua orang tua. Kak Irene akan pulang satu tahun lagi, tapi cuma sebentar dan akan kembali lagi. Sifat awal ku kembali, selalu cuek dan dingin terhadap orang lain. Banyak pria yang mencoba mendekatiku, dan jujur itu sangat mengangguku. Satu tahun sejak kejadian itu, aku lebih memilih menutup diri. Bukan karena aku trauma tetapi lebih tepatnya aku ingin menjalani hidup awalku yang berfikir biar jodoh datang dengan sendirinya.


Jujur aku sempat menangisi pria bajingan itu satu kali, karena tidak puas jika belum mengeluarkan air mata. Sekarang aku sudah melupakan itu. Balik dari kantor, aku merebahkan badan ku disofa kamarku. Tak sengaja mataku menatap boneka Teddy Bear yang dulu sudah ku simpan di lemari kaca, bersampingan dengan boneka-boneka yang lain.


Tidak tahu kenapa jika aku melihat boneka itu, rasa bersalahku terhadap Deandra selalu muncul. Jika dia masih bersamaku, pasti sekarang dia tiba-tiba akan mengantarkan makanan. Dia tahu kapan aku akan lapar, dia sering menyimpan kantong makanan di depan pintu Apartment ku dulu, sangat tahu bagaimana memperlakukan ku. Meskipun aku selalu tidak mempedulikan nya. Apa kabar anak itu sekarang? Bolehkan aku merindukan nya?