
"apa bagusnya berkencan, paling hanya jalan-jalan saja, wanita ini sangat merepotkan" ucap Josh
Di tempat yang lain
" Sebenarnya, suamiku ingin mengajakku kemana?" tanya Elea
"Nanti kamu akan tahu sayang" jawab Archilles
" kalau aku menjawabnya, bagaimana itu disebut sebuah kejutan" ucap Archilles
"baiklah, aku akan menuruti apa yang kamu mau" ucap Elea yang hanya pasrah dibawa Archilles
" sebentar lagi kita akan sampai, aku ingin menutup matamu dengan penutup ini" ucap Archilles yang sudah menyiapkan penutup mata untuk Elea dan Elea menyetujuinya
setelah beberapa saat sampailah mereka di sebuah taman hiburan yang Elea inginkan.
" kita sudah sampai, aku akan menuntunmu sampai ke tempat yang sudah aku siapkan, tidak begitu jauh" ucap Archilles
" iya" jawab Elea dan Archilles dengan sabar menuntun Elea yang berjalan berlahan karena matanya tertutup.
Mereka hanya berjalan beberapa menit saja untuk menuju tujuan dan mereka pun berhenti di sebuah pintu masuk taman hiburan yang sudah dibeli Archilles khusus untu Elea.
" Apakah kita sudah sampai?" tanya Elea
" Benar, sayang. Kita sudah sampai di tempat dimana kita bisa berkencan dan aku akan membuka penutup matanya" jawab Archilles yang lalu diangguki oleh Elea.
Ketika penutup terlepas dari mata Elea dan Elea mulai membuka matanya berlahan. Ketika Elea sudah membuka matanya, Elea sangat terkejut dengan apa yang sudah dia lihatnya.
"A-apa ini nyata?!" tanya Elea sambil melangkah berlahan-lahan masuk ke tama hiburan itu.
" Bagaimana? Apa kau menyukainya?" tanya Archilles.
"Ke-kenapa kamu malah menangis? Apa kamu tidak menyukainya?!" tanya Archilles bingung. Sekita Elea melangkah ke Archilles lalu memeluknya dengan erat.
"A-aku sangat menyukainya, kamu mendengarkan apa yang ingin aku lalukan. Aku sungguh bahagia memiliki suami seperti dirimu." ucap Elea Sambil terisak dipelukkan Archilles.
" untukmu akan aku lakukan semua, sayang" ucap Archilles
" Sekarang hentikan tangisanmu, kita mulai berkencan" lanjut Archilles.
Elea lalu mengusap air matanya dan menggandeng Archilles dengan senyuman bahagia.
" Ayo " Ajak elea dan akhirnya mereka memasuki area taman hiburan.
Elea dan Archilles menikmati segala wahana permainan yang ada ditaman hiburan tersebut.
Disisi lain
Dean paman Archilles dan ibu tiri Elea mengawasi mereka. Dean yang sudah tidak sabar ingin membunuh keponakannya itu, begitu pula Rose yang ingin sekali menghancurkan kebahagiaan Elea mencari waktu yang tepat untuk menyerang mereka.
" Sepertinya ini tempat yang sangat cocok untuk membunuhnya dan mengambil alih semuanya menjadi milikku" ucap Dean yang sedang menunggu kesempatan untuk menyerang Archilles dan Elea
" Dan kau, bisa membunuh anak tirimu yang cantik itu, nyonya Rose" ucap Dean kepada Rose.
" Aku tidak akan membunuhnya, tetapi aku kan membuatnya gila seperti putriku dan menyiksanya sedikit demi sedikit hingga akhirnya dia mati mengenaskan!" ucap Rose yang sangat dendam pada Elea.
" kamu memang layak menjadi pengikutku, nyonya dan aku berjanji kau juga akan dapat bagiannya dan merebut kembali milik anakmu itu" ucap Dean
" Aku tidak sabar sabar menantikannya tuan" ucap Rose
Rose benar-benar sangat ingin menyiksa ketika melihat Elea sangat bahagia bersama Archilles. Melihat senyuman dan tawa Elea bagi Rose itu sangat menjijikan, ingin sekali menampar dan memukul wajah Elea dan tidak terima jika Elea bisa hidup bahagia.