My Love From The Dark

My Love From The Dark
36. Kekhawatiran



" Apa dia cantik tuan? " tanya Bi Eli lagi


" Iya dia sangat cantik dan begitu pula hatinya! " tandas Ceres yang masih tidak sadar dengan kata katanya membuat bibi Eli tersenyum


" Apa tuan menyukainya? " tanya bibi Eli penasaran


" Benar aku menyukainya...entah mengapa hanya dia yang menggoyahkan hatiku " Ceres yang masih menatap Aleta namun tepukkan di bahunya menyadar Ceres apa yang tadi dia katakan


" Tapi tuan Ceres.... Aleta yang hanya seorang resepsionis dan anak seorang pembantu mana pantas tuan sukai " ucap Bi Eli membuat Ceres tak mau menyerah untuk mendapatkan Aleta


" Tidak...aku tidak akan menyerah apapun dia aku tetap akan mengejarnya... dia wanita langka belum pernah aku temui " ucap Ceres serius membuat Bibi Eli begitu senang mendengarnya


" Apa yang kalian bicarakan?... ibu kelihatan senang? " Tanya Aleta.


" Tuan Ceres menceritakan kecerobohanmu ketika bekerja " ucap Bi Eli senyum dan Ceres mendapat tatapan tajam dari Aleta. Ceres membalas tatapannya dengan senyuman menyeringainya.


Drrrrrtt.... drrrrrrtttt..... ponsel Ceres berbunyi lalu Ceres segera mengangkat ponsel panggilan tersebut.


" Ya tuan... baiklah.... saya akan menjaga disini... " Setelah selesai Ceres menutup panggilannya.


" Apakah yang menelpon tuan Archilles? " tanya Elea


" Iya nona.... tuan mengatakan hari ini tuan tidak bisa pulang " jawab Ceres


" Baiklah... " ucap Elea sedih dan Aleta bisa melihat Elea yang bersedih.


" Elea.... jangan bersedih ya...disini ada aku yang akan menemanimu sampai tuan Archilles pulang" ucap Aleta menghibur dan Elea pun senang mendengarnya, karena selama ini dia tidak memiliki teman. Aleta adalah orang pertama yang mau berteman dengan Elea.


Di tempat lain....


" Aku takut, kek.....ketika Elea melihatku dengan wujud menakutkan dia akan meninggalkanku" ucap Archilles dengan wajah yang sendu


" Bahkan ketika aku tidak dapat mengendalikan diriku dengan wujud seperti itu... aku takut akan melukai Elea bahkan tidak hanya melukainya... aku bahkan bisa membunuhnya dan aku tidak ingin hal itu terjadi ! " lanjut Archilles


" Suatu saat Elea tetap akan mengetahui ini... sebaiknya kamu juga menceritakannya " ucap Caesar pada Archilles.


" Iya kek....tapi tidak sekarang kek " ucap Archilles


" Baiklah...terserah kamu saja tapi akan lebih baik kamu memberitahunya secepatnya " ucap Caesar


" Iya kek... " ucap Archilles


Sebenarnya Archilles ingin sekali memberitahukan kepada Elea tentang dirinya yang lainnya yaitu perubahan dirinya menjadi sosok yang menakutkan ketika bulan purnama datang. Apalagi saat ini Archilles benar benar khawatir akan keselamatan Elea karena beberapa surat ancaman yang selalu ada di meja kerja Archilles.


****


" Aku ingin wanita bernama Rose kau keluarkan dari penjara... apa pun caranya keluarkan dia dari sana " ucap seseorang yang memakai tongkat penyangga pada Olivia


" Baik ayah... akan aku keluarkan wanita itu ....dengan cara apapun! " ucap Olivia penuh dengan amarah dan dendam.


"Akan ku balas segala penderitaan yang kita alami.... tunggu saja kau tuan Archilles yang terhormat.... dimana kau akan kehilangan orang orang yang engkau cintai! mereka akan mati di tanganku..... hahahahahahahaha " suara tawa Olivia begitu keras memenuhi kediamannya.


" Kita akan membalas kematian Adward sayang.... dan Apapun akan kita lakukan agar kita menjadi pemimpin kaum kita sekalipun harus membunuh keluarga sendiri!" senyuman menyeringai terlihat jelas di wajah Dean yang begitu berambisi menghabisi Archilles dan Caesar ayahnya.


" Benar ayah...kita sudah tidak diperlakukan dengan adil oleh kakek...untuk apa dia hidup...aku sudah tidak sabar lagi menghabisi mereka... apalagi perempuan yang dicintai Archilles, aku benar benar tidak sabar ingin menyiksa dan membunuhnya di depan Archilles..." ucap Olivia yang ingin sekali membunuh Elea