
Keesokan paginya langit masih diselimutin mendung dan hujan rintik rintik.
Elea yang mulai berlahan membuka matanya. Saat itu Elea merasakan seseorang mendekapnya sehingga pagi yang terasa dingin tidak dirasakan oleh Elea. Lalu Elea membalikan badannya dan melihat wajah yang tampan sedang memeluk dirinya, lalu tanpa sadar Elea perlahan memgarahkan jari jari lentiknya ke wajah tampan Archilles.
' Apa yang terjadi jika, tuan tidak menolongku waktu itu...tapi... waktu itu aku beranggapan kamu juga memghancurkan hidupku... saat ini aku benar benar merasakan kehangatan tuan dan keluarga tuan' batin Elea
" Terima kasih tuan... " ucap Elea sangat pelan sambil tersenyum
" sama sama... sayang " balas Archilles yang masih memejamkan matanya.
" tu...tuan sudah bangun?! " tanya Elea kaget dan tiba tiba mengambil posisi duduk
Archilles membuka matanya dan melihat wajah merona Elea.
" Sudah... " jawab Archilles singkat dan mengikuti Elea mengambil posisi duduk lalu memperhatikan Elea dengan senyuman lembut terukir dibibir Archilles
" A-aku akan menyiapkan minuman untuk tuan " ucap Elea dan bergegas ingin segera bangun karena malu dengan apa yang dilakukannya tadi, namun Archilles dengan cepat menarik tangan Elea dan memeluk Elea.
" Tu...tuan..." Elea yang benar menahan debaran di dadanya membuat wajahnya begitu merah dan terasa panas
" Biar Bibi yang menyiapkannya, lagian ini masih sangat pagi dan dingin " ucap Archilles manja pada Elea
" Ta...tapi tuan..." Ucap Elea grogi karna malu
" Sudahlah...kamu juga tidak boleh capek capek karena ada Archilles dan Elea junior disini" ucap Archilles sambil mengelus elus perut Elea.
Akhirnya Elea pun menuruti semua kata Archilles, Elea begitu bahagia saat Archilles mengucapkan hal itu. Lalu Elea membalas pelukan yang diberikan Archilles padanya dan mereka pun melanjutkan tidurnya.
------
" akkhhhh.... gawat gawat gawat " seorang gadis berteriak dan langsung berlari menuju kantornya karena hampir terlambat. Karena sudah terlambat untuk sampai kantor gadis itu tetap berlari. Ketika hampir sampai diruangnya untuk berganti baju tiba BRUUUKK
" aduuhh..." teriak Aleta yang menabrak salah satu karyawan wanita di kantornya
" hai ..kalau jalan lihat lihat dunk... aaghhh terlambat deh " bentak Elea pada yang menabraknya
" seharusnya aku yang bilang begitu kau yang menabrakku" ucap karyawan itu
" Apa kamu bilang?! " Ucap Aleta
" Pekerja rendahan! " ucap ulang karyawan wanita itu
" Hah...satu hal lagi seharusnya kamu bercermin bagaimana wajah itu jangan sok cantik didepan atasan " ucap sombong karyawan itu
Dari jauh Ceres melihat dan mendengar bullyan yang ditujukan pada Aleta. Ceres memencet sebuah nomor dan menelpon
" Halo tuan,.. " sapa Ceres via telpon
" Ada apa? kamu mengganggu tidurku " sapa seseorang di telpon
" Maaf tuan kalau saya mengganggu, saya ingin menanyakan sesuatu? " tanya Ceres
" ya...." suara via telpon
" Bolehkan aku memecat salah satu karyawanmu?! tuan Archilles " tanya Ceres lagi pada orang yang ditelpon yaitu Ceres
" terserah...aku serahkan padamu...dan ingat jangan ganggu ak hari ini! " ucap Archilles agak kesal
Setelah Ceres menelpon Archilles, dia melanjutkan menonton apa yang akan dilakukan pada karyawan wanita itu pada Aleta.
" Memangnya apa yang aku lakukan pada atasan ? " tanya tegas Aleta dan bingung karena tidak mengerti kata kata yang dilontarkan padanya.
" Kau menggoda tuan Ceres bahkan kami pernah melihat kamu semobil dengan tuan Ceres " ucap karyawan yang lain
" A-aku mana berani menggodanya " jawab Aleta tegas
" Atau jangan jangan kamu menggunakan tubuhmu untuk mendekatinya?!" karyawan wanita itu mengatakan
PLAAAK ..... sebuah tamparan mendarat di pipi karyawan itu.
" Jaga ucapanmu... aku memang pegawai rendahan disini tapi aku tak serendah itu " ucap Aleta dengan marah lalu meninggalkan mereka.