
Ini pertama kalinya bagi Josh mencium seorang wanita dan ketika Olivia menciumnya dia merasa menginginkannya lagi.
Olivia yang terkejut spontan juga mendorong tubuh Josh.
" Kenapa? bukankah nona menginginkan ciuman dariku?" tanya Josh sedikit kecewa karena didorong Olivia.
" Oh.... atau jangan jangan sekarang nona berpikir aku seperti pria yang lain kan?" lanjut Josh.
" Bu-bukan begitu, itu karena aku terkejut dan spontan mendorong tuan" Ucap Olivia.
" Aku juga sama seperti pria yang nona temui, karena pria pada dasarnya memiliki pemikiran yang sama tentang wanita yang membedakannya adalah bisa menahannya atau tidak terhadap godaan wanita" Jelas Josh.
" Dan dengan apa yang nona lakukan dan katakan hari ini membuat aku tidak bisa menahannya lagi!" lanjut Josh, Olivia hanya tercengang mendengar perkataan yang dilontarkan padanya dan tak mampu berkata-kata lagi.
Josh menatap tajam Olivia, Olivia tidak tahan dengan tatapan Josh yang seperti itu walau sangat tampan.
Tiba tiba Josh mencium Olivia untuk ke dua kalinya. Olivia membulatkan matanya, dadanya berdetak dengan cepat dan Olivia mulai memejamkan matanya merasakan ciuman Josh.
Tok tok tok... tiba tiba ketukan pintu terdengar
" Dokter ini sarap......an....mu " Marin yang sudah membuka pintu pun terkejut dan makanan yang dibawanya jatuh ke lantai.
" Ma-af telah mengganggu kalian" ucap marin
Marin yang melihat posisi mereka pun cepat cepat pergi meninggalkan mereka dan makanan yang terjatuh tadi dibiarkan Marin karena kaget melihatnya.
" Ck... sudahlah kamu pulang saja!" Ucap Josh pada Olivia.
"......" Olivia terdiam
Josh lalu berjalan untuk memungut sarapannya yang dijatuhkan oleh Marin.
" Dasar bocah itu!" ucap Josh kesal
Lalu Olivia teringat baju yang dipinjam dan membawa makanan buat Josh.
" A-aku ke sini untuk mengembalikan baju tuan dan membawakan makanan untukmu" Ucap Olivia
" ka-kalau begitu aku akan pulang " Lanjut Olivia
Namun ketika Olivia hendak pergi Josh seperti tidak rela.
" Tunggu...! " pinta Josh
Olivia seketika menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Josh.
" A-apa tuan sungguh mengajakku tadi? bukankah tadi mengusirku?!" tanya Olivia yang tidak percaya Josh mengajaknya.
Kemudian Josh tanpa menjawab pertanyaan Olivia segera membawa bekal yang di bawa Olivia tadi dan menarik tangan Olivia lalu mereka berjalan menuju taman dan sarapan di sana.
" Tuan tidak takut aku menghisap darahmu?" Tanya Olivia penasaran.
" Vampir yang menghisap darahku malah akan mati " Jawab Josh santai
" A-pa?!... tidak mungkin! " ucap Olivia tidak percaya
" Kalau nona tidak percaya, nona bisa mencoba gigit dan menghisap darahku" Ucap Josh menantang Olivia
" ah tapi lebih baik jangan, nanti tidak ada vampir cantik yang membawa makanan untukku " lanjut Josh
Kata kata Josh membuat Olivia sangat tersipu dan sangat senang, karena Josh sudah mulai menyukainya.
" Kenapa vampir yang menghisap darahmu bisa mati? " tanya Olivia.
" Aku tidak tahu, mungkin orang tuaku dulu membuat penelitian agar aku tidak bisa dibunuh bangsa kalian." Jawab Josh
" Tuan tahu aku seorang vampir kenapa tidak membunuhku?" tanya Olivia
" Aku hanya ingin membunuh vampir yang membunuh orang tuaku dan ibu dari adikku" lanjut Josh
" Ma-maafkan aku Tuan!" Ucap Olivia sungguh sungguh
" Dan kenapa nona menyukaiku seorang manusia dan tidak membunuhku?" tanya balik Josh
" karena aku jatuh hati pada tuan, lagian aku selalu ditolak bahkan mereka cuma memanfaatkan aku dan ketika aku terluka hampir mati tidak ada yang mempedulikanku." jawab Olivia dengan wajah yang sendu.
Tiba tiba Josh memeluk Olivia, Olivia yang diperlakukan lembut dan penuh perhatian oleh Josh pun tidak bisa menahan air matanya dan Olivia pun menangis dalam dekapan Josh.
" Kalau begitu sekarang, aku tidak akan membiarkanmu terluka sedikitpun. Kamu boleh berlari ke arahku, aku akan melindungimu jika kamu membutuhkanku asal kamu jadi wanita yang baik" bisik Josh di telinga Olivia
" Apa tuan serius?!" tanya Olivia memastikan
" Iya, percayalah padaku " Ucap Josh
" Ini pertama kalinya ada yang ingin melindungiku, terima kasih tuan, Aku berjanji akan jadi wanitamu yang baik" ucap Olivia sambil memeluk Josh dengan erat
'aku akan menjadikanmu milikku Olivia, menjadi tergila gila padaku dan mau melakukan apapun demi aku' batin Josh