My Love From The Dark

My Love From The Dark
54. Curiga



Makan malam tiba dan semua berkumpul untuk makan. Mereka makan dengan kehangatan seperti biasanya membuat betah untuk mengobrol bersama sama.


" Ceres bagaimana keadaan di kantor selama tidak ada aku?" tanya Archilles


" Tadi ada masalah sedikit di kantor dan sudah terselesaikan " Jawab Ceres


" Masalah apa?" tanya Archilles lagi


" Ini gara gara saya yang diperebutkan karyawan wanita... dan mereka sampai menyakiti Aleta " ucap Ceres merasa bersalah


" A-apakah Aleta terluka tuan?" tanya Elea


" Pipinya bengkak karena ditampar dan juga mungkin hatinya terluka " jelas Ceres


" Hatinya...? " Tanya polos Elea


" Dia juga tadi dibilang karyawan rendahan dan wanita murahan gara gara selalu bersamaku " ucap Ceres sedikit merasa bersalah


Dari belakang bibi Eli menatap Ceres dengan tajam dan Ceres bisa merasakannya.


' Mati aku...bibi Eli pasti mencurigaiku' batin Ceres sambil menelan salivanya.


" Tapi aku sudah memberikan pelajaran bagi mereka dan memecat mereka...kita tidak butuh karyawan macam mereka yang mudah merendahkan orang lain " ucap Ceres


" Aku mengandalkanmu Ceres " ucap Archilles


" terima kasih tuan " ucap Ceres


Setelah semua selesai makan malam Ceres lalu ke dapur untuk membuat segelas kopi untuk menemani dia lembur.


" Tuan Ceresss...." tiba tiba bibi Eli datang dan menyapanya dan gelas yang di bawa jatuh


" B-bibi Eli...mengagetkan saja " ucap Ceres agak merinding dengan sikap bibi Eli


" Tuan ini kenapa ...seperti melihat hal yang mengerikan saja?! " ucap bibi Eli agak ketus


" kecuali tuan menyembunyikan sesuatu dan merasa bersalah pada saya?! " lanjut ucap bibi Eli


" Ohh... ya sudah biar saya membersihkan tumpahan kopi tuan " ucap bibi Eli


" tidak apa apa bi...biar aku saja ini salahku " ucap Ceres sambil mengambil lap untuk membersihkan tumpah kopi


" Baiklah tuan, kalau begitu saya buatkan kopi untuk tuan" ucap bibi Eli


" Baiklah ...terima kasih " ucap Ceres canggung


Setelah selesai membersihkan Ceres menemani bibi Eli dan menikmati kopi di dapur.


" Terima kasih tuan sudah membela Aleta " Ucap bibi Eli sambil membungkukkan badannya


" Tadi dia datang kesini dan tiba tiba memeluk saya sambil menangis...dia tidak pernah seperti itu lagi semenjak ayahnya tiada" ucap Bibi Eli dengan wajah sedihnya.


" Jangan berterima kasih padaku bibi...ini sudah kewajibanku menjaganya... aku yang harusnya minta maaf pada bibi tidak bisa menjaga Aleta dengan baik" ucap Ceres sambil meminum kopinya


" Apa bekas merah yang ada dileher dan di dada Aleta itu perbuatan tuan?" tanya bibi Eli


membuat Ceres tersedak dan kopinya tumpah lagi.


" ah maaf tuan...kalau pertanyaan saya bibi salah " ucap bibi Eli merasa bersalah


" Tidak apa apa bi... Bibi benar aku tidak akan berbohong pada bibi... melihatnya menangis membuatku tidak bisa menahannya...tapi bibi jangan khawatir aku tidak melakukan hal yang lebih jauh " jelas Ceres dengan wajah menyesal dan merona


" Bibi percaya pada tuan Ceres... selama ini saya kira tuan tidak tertarik dengan wanita " ucap Bibi Eli


" apa maksud bibi ?!" tanya Ceres curiga


" Saya kira tuan hanya mencintai tuan Archilles" ucapan bibi Eli membuat Ceres membatu dan ngeri


" aku normal bibi...aku mencintai tuan Archilles sebagai kakak atau saudara bukan pasangan " jawab kesal Ceres


" Yang akan jadi wanita satu satunya hanya Aleta " ucap Ceres tanpa rasa sungkan pada bibi Eli yang adalah ibu Aleta. Perkataan Ceres membuat bibi Eli begitu senang.