
Makan malam tiba dan semua berkumpul untuk makan. Mereka makan dengan kehangatan seperti biasanya membuat betah untuk mengobrol bersama sama.
" Ceres bagaimana keadaan di kantor selama tidak ada aku?" tanya Archilles
" Tadi ada masalah sedikit di kantor dan sudah terselesaikan " Jawab Ceres
" Masalah apa?" tanya Archilles lagi
" Ini gara gara saya yang diperebutkan karyawan wanita... dan mereka sampai menyakiti Aleta " ucap Ceres merasa bersalah
" A-apakah Aleta terluka tuan?" tanya Elea
" Pipinya bengkak karena ditampar dan juga mungkin hatinya terluka " jelas Ceres
" Hatinya...? " Tanya polos Elea
" Dia juga tadi dibilang karyawan rendahan dan wanita murahan gara gara selalu bersamaku " ucap Ceres sedikit merasa bersalah
Dari belakang bibi Eli menatap Ceres dengan tajam dan Ceres bisa merasakannya.
' Mati aku...bibi Eli pasti mencurigaiku' batin Ceres sambil menelan salivanya.
" Tapi aku sudah memberikan pelajaran bagi mereka dan memecat mereka...kita tidak butuh karyawan macam mereka yang mudah merendahkan orang lain " ucap Ceres
" Aku mengandalkanmu Ceres " ucap Archilles
" terima kasih tuan " ucap Ceres
Setelah semua selesai makan malam Ceres lalu ke dapur untuk membuat segelas kopi untuk menemani dia lembur.
" Tuan Ceresss...." tiba tiba bibi Eli datang dan menyapanya dan gelas yang di bawa jatuh
" B-bibi Eli...mengagetkan saja " ucap Ceres agak merinding dengan sikap bibi Eli
" Tuan ini kenapa ...seperti melihat hal yang mengerikan saja?! " ucap bibi Eli agak ketus
" kecuali tuan menyembunyikan sesuatu dan merasa bersalah pada saya?! " lanjut ucap bibi Eli
" Ohh... ya sudah biar saya membersihkan tumpahan kopi tuan " ucap bibi Eli
" tidak apa apa bi...biar aku saja ini salahku " ucap Ceres sambil mengambil lap untuk membersihkan tumpah kopi
" Baiklah tuan, kalau begitu saya buatkan kopi untuk tuan" ucap bibi Eli
" Baiklah ...terima kasih " ucap Ceres canggung
Setelah selesai membersihkan Ceres menemani bibi Eli dan menikmati kopi di dapur.
" Terima kasih tuan sudah membela Aleta " Ucap bibi Eli sambil membungkukkan badannya
" Tadi dia datang kesini dan tiba tiba memeluk saya sambil menangis...dia tidak pernah seperti itu lagi semenjak ayahnya tiada" ucap Bibi Eli dengan wajah sedihnya.
" Jangan berterima kasih padaku bibi...ini sudah kewajibanku menjaganya... aku yang harusnya minta maaf pada bibi tidak bisa menjaga Aleta dengan baik" ucap Ceres sambil meminum kopinya
" Apa bekas merah yang ada dileher dan di dada Aleta itu perbuatan tuan?" tanya bibi Eli
membuat Ceres tersedak dan kopinya tumpah lagi.
" ah maaf tuan...kalau pertanyaan saya bibi salah " ucap bibi Eli merasa bersalah
" Tidak apa apa bi... Bibi benar aku tidak akan berbohong pada bibi... melihatnya menangis membuatku tidak bisa menahannya...tapi bibi jangan khawatir aku tidak melakukan hal yang lebih jauh " jelas Ceres dengan wajah menyesal dan merona
" Bibi percaya pada tuan Ceres... selama ini saya kira tuan tidak tertarik dengan wanita " ucap Bibi Eli
" apa maksud bibi ?!" tanya Ceres curiga
" Saya kira tuan hanya mencintai tuan Archilles" ucapan bibi Eli membuat Ceres membatu dan ngeri
" aku normal bibi...aku mencintai tuan Archilles sebagai kakak atau saudara bukan pasangan " jawab kesal Ceres
" Yang akan jadi wanita satu satunya hanya Aleta " ucap Ceres tanpa rasa sungkan pada bibi Eli yang adalah ibu Aleta. Perkataan Ceres membuat bibi Eli begitu senang.