
Malam itu Aleta terbangun dan mencari ibunya tidak berada disampingnya.
" ibu, ibu dimana? " panggil Aleta
" Aleta...kamu sudah bangun " teriak Elea yang berlari dan memeluknya
" Elea...ke-kenapa kamu disini? " tanya Aleta
" Karena aku ingin melihat keadaanmu, apa masih sakit?" ucap Elea yang begitu khawatir
Aleta sangat senang melihat Elea mengkhawatirkannya dan tersenyum padanya.
" Lihatlah ... aku tidak apa apa Elea " jawab Aleta
" kamu itu ya Elea... harusnya mengkhawatirkan anak dalam perutmu! malah berlari kesini...nanti kalau ada apa apa bisa bisa aku dibunuh tuan Archilles" lanjut Aleta
" Maafkan aku Aleta...aku benar benar mengkhawatirkanmu, karena teman yang ku punya hanya kamu Aleta" ucap Elea
" Baiklah... kamu sekarang sudah melihatku kan?, Nah, sekarang aku akan mengantarmu ke kamar" ucap Aleta begitu senang dengan perkataan Elea
" Baiklah...ayo " jawab Elea dan mereka berjalan menuju kamar Elea.
Ketika Elea dan Aleta berjalan menuju ke kamarnya. Archilles dan Ceres mendekati mereka. Aleta panik ketika melihat Ceres yang menatap lurus padanya.
" Aku mencarimu Elea!" ucap Archilles cemas
" Maaf tuan... Aku tadi melihat keadaan Aleta " ucap Elea
" Apa kamu sudah baikkan?" tanya Archilles pada Aleta
" Sudah tuan, maaf membuat kalian khawatir" ucap Aleta sambil membungkuk
" Tidak masalah... kamu beristirahatlah biar Ceres yang mengantarmu " ucap Archilles membuat Ceres menyeringai dalam hati
" T-tidak usah tuan! ... saya akan kembali sendiri! " Ucap Aleta menolak karena malu dan masih membayangkan apa yang dilakukan Ceres padanya.
" Kalau begitu saya permisi " pamit Aleta yang hendak cepat cepat kabur dari Ceres.
" Kamu menyukainya kan?! kenapa kamu tidak mengejarnya? " tanya Archilles pada Ceres.
" Tapi dia membenci saya Tuan " jawab Ceres sedih
" Jangan menyerah tuan Ceres... dia hanya malu melihat tuan ...aku bisa merasakanya kok" ucap Elea yang mendukung hubungan mereka
" Cepatlah kejar dia...takutnya dia tersesat disini " ucap Archilles
" Baik tuan dan nona selamat beristirahat " ucap Ceres
" Ayo... aku antar ke kamarmu dan beristirahatlah" Ucap Archilles yang begitu perhatian pada Elea.
Ketika hendak kembali ke tempat ibunya... Aleta melihat rumah kaca yang sangat besar, disana terdapat berbagai jenis bunga
" Wah indah sekali disini... mungkin lebih baik aku disini dulu menenangkan hatiku " ucap Aleta.
Aleta menuju ke sebuah pohon besar dan duduk dibawahnya. Aleta memejamkan matanya dan bayangan Ceres ketika menciumnya terlintas begitu saja membuat wajahnya merona.
" tidak.... ke-kenapa selalu ingat kejadian tadi...lupakan lupakan" Gumam Aleta sambil menggeleng gelengkan kepalanya
" K-kalau begitu aku kembali ke tempat ibuku sekarang " Ucap Aleta yang tanpa memandang orang yang mengajak bicara dan langsung ingin menghindari Ceres.
" Kenapa buru buru?... apa kamu sedang menghindariku?! " ucap Ceres yang pura pura sedih
" Mungkin kamu membenciku pastinya" lanjut Ceres
" T-tidak ...b-bukan seperti itu!! " ucap Aleta sedikit berteriak
" Maaf kalau apa yang kulakukan tadi membuatmu menangis... aku kan bertanggungjawab tapi aku mohon jangan menghindari aku " ucap Ceres memelas
" Anggap saja tadi tidak terjadi apa apa diantara kita !" ucap Aleta yang ingin melupakan kejadian tadi
" Tidak ...Aku tidak akan melupakannya...itu berharga bagiku" Ucap Ceres kesal
Aleta kaget dengan apa yang dikatakan Ceres.
" A-pa maksud tuan sebenarnya?! " ucap Aleta ragu
" Kamu ini bodoh atau gimana sieh... " Ceres memijat pangkal hidungnya, benar benar kesal dengan sikap Aleta
" Aku memang bodoh, tapi kenapa tuan mendekati aku?! " Aleta gantian kesal karena dibilang bodoh oleh Ceres
" Kalau begitu aku permisi " ucap Aleta kesal lalu berpamitan
Ketika hendak pergi tangan Aleta ditarik oleh Ceres lalu Aleta dipeluk erat oleh Ceres.
" A-apa yang tuan lakukan?!...lepaskan aku!...aku ingin ke tempat ibu! " teriak Aleta
" Aku mencintaimu, Aleta " Ucap Ceres dengan memeluk erat Aleta.
Aleta pun berhenti meronta dan matanya membulat karena terkejut dengan pernyataan Ceres.
" Tuan, banyak wanita cantik yang dengan rela mengantri demi mendapatkan tuan... kenapa tuan malah memilih aku yang hanya anak seorang pembantu?! " tanya Aleta yang masih dalam pelukkan Ceres
" Entahlah...sejak pertama kali bertemu denganmu aku merasa kamu berbeda...yang awalnya aku hanya penasaran dengan sikapmu yang tidak tertarik padaku, tapi lama kelamaan rasa ingin memiliki dirimu muncul... ini pertama kali juga buatku Aleta... dan aku tidak peduli statusmu! " Jelas Ceres.
" Aku mohon jangan tolak aku " mohon Ceres
" Aneh, kenapa tuan yang begitu dingin jadi romantis seperti ini?! " tanya Aleta menyindir Ceres
" benar, ini semua gara gara kamu, kamu harus bertanggungjawab aku jadi seperti ini " ucap Ceres tak mau kalah
" hah?!...bukannya tadi tuan yang ingin bertanggung jawab kenapa jadi aku?!" tanya Aleta tidak terima
" Aku akan bertanggung jawab, asal kamu jadi istriku ?!" Balas Ceres
" Kalau aku tidak mau jadi istri tuan bagaimana?! " balas tanya Aleta
" Akan aku lakukan sesuatu agar kamu jadi istriku ?! " jawab Ceres
" Kenapa mereka malah sepertinya bertengkar begitu?! " tanya Elea yang sedang melihat bersama Archilles dan bibi Eli
" Itu cara mereka, Elea... ayo kita istirahat saja" Archilles agak kesal menonton yang awalnya romantis jadi perdebatan
' Semoga kalian bahagia ' batin bibi Eli dengan wajah senyumnya.