My Love From The Dark

My Love From The Dark
64. Kabar



Di kediaman Dean


"Nona Olivia tuan Marcos ingin bertemu dengan tuan tapi sebelum itu ingin bertemu nona" ucap Rose


" Baiklah, pergilah membuat sesuatu untuk tamu " ucap Olivia yang saat itu sedang membaca dan merasa kesal karena terganggu


Lalu Olivia pergi menemui Marcos dengan tidak semangat dan kesal.


" Apa ada sesuatu, sehingga tuan ingin bertemu saya?" Ucap Olivia agak malas


" Aku hanya merindukanmu sayang dan hari ini kamu begitu cantik" Ucap Marcos yang dari awal menyukai Olivia dan menginginkannya namun selalu ditolak oleh Olivia.


" Mari saya antar tuan ke tempat ayah" Ucap Olivia yang cuek terhadap perasaan Marcos.


Tiba-tiba Marcos menarik Olivia dan mencium Olivia secara paksa. Dan Olivia dengan sekuat tenaga mendorong Marcos dan menamparnya.


" Apa yang kau lakukan?!" teriak Olivia sambil mengusap bibir bekas ciuman Marcos


"Kau?!" Markos kaget dengan apa yang dilakukan oleh Olivia yang begitu berani menolak dan menamparnya.


" Walau kamu menolakku, kau tetap akan jadi milikku bagaimanapun caranya, ingat itu! " ucap Marcos mengancam


Olivia sedikit bergetar dan takut akan ancaman Marcos, Namun Olivia tetap tegar dan mengabaikan ancaman itu tetap mengantar Marcos tanpa sepatah kata pun.


Tok tok tok...suara ketukan pintu ruangan Dean.


" Ayah, tuan Marcos ingin bertemu" ucap Olivia dari luar pintu


" Masuk" Ucap Dean


Kemudian Olivia dan Marcos masuk ke dalam ruangan Dean.


" Aku permisi dulu ayah " ucap Olivia yang langsung pergi tanpa menoleh dan berkata pada Marcos


Marcos dengan senyum menyeringainya menatap Olivia.


" Ada perlu apa?" tanya Dean membuat Marcos sedikit terhentak.


" Dean, aku sudah mengumpulkan pasukkanku dan kini kita tinggal menyerangnya saja" Ucap seseorang yang teriak didepan rumah Dean


" tahan dulu Marcos, belum saatnya kekuatanku belum pulih sepenuhnya" Ucap Dean


" Aku pada saat itu hanya meremehkan dia saja dan tidak menggunakan kekuatan penuh untuk melawannya" jelas Dean


" Tunggu hingga bulan purnama datang, saat itulah kita bisa melawan mereka" ucap Dean percaya diri.


" Benar juga, disaat itu kekuatan kaummu akan melemah" Ucap Marcos senang


'ketika semua sudah dimusnahkan, aku juga akan membunuhmu Dean' batin Marcos dengan senyum menyeringai.


"aku sudah tidak sabar membunuh semuanya hahahhahah" lanjut Marcos


tok tok tok...suara ketukan membuat Dean dan Marcos terdiam.


"Masuk!" perintah Dean


" Ada apa?" tanya Marcos


" Gawat Tuan, tuan Alarick sudah kembali dan dia kembali dengan seekor serigala hitam yang begitu kuat" Ucap salah satu bawahan Marcos


" Apa?!" ucap Marcos dan Dean bersamaan


" Dan....." ucap bawahan itu ragu ragu


" Dan apa?!...cepat katakan!" teriak Marcos tidak sabar


" S-serigala hitam itu mirip dengan tuan Steve" ucap bawahan itu membuat Marcos dan Dean begitu kaget dan amarah langsung merasuki Marcos, lalu bawahan itu dilemparnya ke tembok oleh Marcos.


" I-ini tidak mungkin" ucap Dean gemetar


" aku melihat dengan mata kepalaku sendiri mereka mati dan ledakan itu membuat jasadnya lenyap" ucap Dean berpikir dan seketika membulatkan matanya


" Ba-bagaimana mungkin?! "ucap Marcos yang memiliki pemikiran sama dengan Dean


" Jangan-jangan ledakan itu, kamuflase untuk melarikan diri " Ucap Marcos


" Sial... bodohnya kita! " ucap Dean marah.


" Aku akan kembali untuk memastikan hal itu dan menunggumu untuk pulih, aku akan selalu memberikan informasi padamu" Ucap Marcos lalu pergi kembali ke tempatnya.