
Archilles melangkah menuju kamar Elea. Ketika membuka pintu kamar Elea, Caesar dan Josh masih menunggu.
Mereka menoleh ke arah pintu yang terbuka dan tersenyum pada Archilles.
" Karena kamu sudah datang, temanilah istrimu, dia sangat merindukanmu" Ucap Caesar lalu Caesar pergi diikuti oleh Josh
" Jaga dia dengan baik... ingat pesanku waktu itu ...dan jika dia sudah bangun segeralah beri makan " ucap Josh pada Archilles dan menepuk nepuk bahu Archilles.
" Aku mengerti " balas Archilles lalu Josh keluar dan menutup pintu kamar Elea.
Setelah itu Archilles berjalan mendekati Elea yang terbaring di ranjangnya. Archilles mengusap wajah Elea sangat lembut
" Maafkan aku Elea..." ucap Archilles lembut dan Archilles beranjak tidur di samping Elea dan memeluknya hingga akhirnya Archilles ikut terlelap.
Pagi itu langit terlihat mendung dan hujan pun mulai turun. Elea mulai tersadar dan mulai mengerjapkan matanya. Elea juga memegang kepalanya yang masih terasa sangat berat, tubuh Elea juga merasakan berat. Ketika Elea hendak bangun, Elea terkejut dan tidak percaya bahwa yang berada disampingnya adalah tuan yang sangat dirindukannya. Elea lalu dengan posisi duduknya memandang wajah tertidur Archilles.
" Apa aku sedang bermimpi? " tanya Elea lirih
Elea dengan pelan mengulurkan tangannya pelan pelan dan menyentuh wajah tampan Archilles.
Archilles merasakan sentuhan tangan Elea dan dengan berlahan membuka matanya yang indah.
" Apa kamu merindukanku ? " tanya Archilles dengan suara parau nya. Archilles lalu mengambil posisi duduk dan berhadapan dengan Elea.
" Tu-tuan sudah pulang?! " Tanya Elea gugup dan wajahnya begitu merah merona
" Iya... Aku sudah pulang " jawab Archilles dengan pandangannya begitu lembut pada Elea.
" Ka-kapan tuan datang? " Tanya Elea lagi dengan Ekspresi yang masih sama
" Tadi pagi " Jawab Archilles
" Kenapa diam??.... Aku akan panggilkan Josh untuk memeriksamu dan membawa makanan untukmu" Ucap Archilles
Ketika hendak melangkah dari ranjang tidurnya, tiba tiba Elea memeluk Archilles dari belakang. Elea melingkarkan tangannya diperut Archilles dan membuat Archilles kaget dan bingung.
"Tuan.... ku mohon jangan pergi meninggalkan aku. aku sangat merindukan tuan " Ucap Elea yang sudah menangis dipunggung Archilles.
Lalu Archilles membalikkan badannya dan membalas pelukan Elea. Archilles begitu senang dengan apa yang dilakukan Elea.
" Maafkan aku Elea karena harus meninggalkanmu sendirian " Ucap Archilles merasa bersalah
" Tuan... Aku senang tuan sudah kembali " Ucap Elea sambil bersandar di dada bidang Archilles.
" Baiklah ... kamu harus makan Elea dan setelah itu kamu boleh meminta apapun dariku" Ucap Archilles
" Aku tidak ingin apapun dari tuan.... asal tuan bersamaku itu sudah cukup bagiku " Ucap Elea polos. Archilles yang mendengar itu memeluk Elea dengan senyum bahagia.
" Baiklah, aku akan tetap bersamamu, sekarang kamu makan ya, aku akan membawanya kesini kamu berbaringlah" ucap Archilles dan Elea pun mematuhi apa yang dikatakan Archilles.
Archilles pun keluar dari kamar Elea, ketika didepan pintu kamar Elea entah apa yang terjadi pada Archilles memegangi dadanya yang begitu berdebaran seperti manusia normal.
' Apa ini, Selama ini aku tidak pernah merasakan seperti ini?! ' guman Archilles yang masih memegangi dadanya lalu ia pergi untuk memanggil Josh.
Archilles lalu menemukan Josh di dapur untuk sarapan bersama bibi Eli.
" Bi tolong bantu buatkan makanan untuk Elea ya " pinta Archilles
" Josh periksalah Elea, aku ingin tahu keadaan dia sekarang " ucap Archilles
" Baiklah....aku habiskan dulu makananku dulu " Ucap Josh