
" Tuaaaan....!!!" tiba tiba ada suara teriakkan dari seorang asisten
" Ada apa Lenz?!" tanya Alarick
" Tuan Marcos datang" ucap Lenz
"sudah aku duga dia akan datang dengan cepat" Ucap Alarick
"Suruh dia menemui aku di taman ini"perintah Alarick
" Baik tuan" ucap Lenz yang langsung pergi
" Jangan lupa pakai topengmu Nak dan kembalilah menjadi black wolf" Perintah Alarick
" Baik kek" Ucap Archilles dan mengubah dirinya menjadi black wolf
Tidak lama kemudian Marcos datang dan benar apa yang dikatakan bawahannya mengenai kakeknya membawa wolf yang menyerupai bentuk Steve
'Benar, wujudnya itu adalah wujud Steve, namun bedanya Wolf ini memakai topeng dan auranya begitu kuat. Apakah itu benar Steve?' batin Marcos sambil mengepalkan tangannya dengan erat terus berjalan mendekati Alarick
" Ayah...ayah sudah pulang" sapa Marcos basa basi
" Benar, aku sudah pulang! bahkan kamu tidak menyambut Ayah dengan baik?!" tanya Alarick
" Ah ayah, maafkan aku.... tadi aku mengurus sesuatu dulu " ucap Marcos
" Urusan apa sehingga kamu mengabaikan kedatanganku?!" Tanya Alarick
" maafkan aku ayah, aku juga tidak tahu ayah akan datang secepat ini " jawab Marcos
" Sudahlah... ayo duduk sini " ajak Alarick pura pura
Marcos memandang tajam ke arah Archilles yang berwujud black wolf. Archilles juga memandangnya dengan tajam. Membuat Marcos tidak tahan memandangnya dan mengalihkan pandangannya dengan cepat
" A-ayah, siapa serigala hitam ini? " tanya Marcos penasaran
" Aku juga tidak tahu asalnya dari mana, ketika aku hendak dibunuh oleh kaum kita sendiri, dia menolong " jawab Alarick santai sambil meminum minumannya
" karena begitu mirip dengan Steve maka aku membawanya pulang untuk aku jadikan anak dan sepertinya dia juga kehilangan sebagian ingatannya, dia hanya mengingat kejadian terakhir beberapa tahun lalu bahwa ada sebuah ledakan " lanjut Alarick
" A-apa?!" spontan Marcos
" Tapi Ayah, Steve sudah mati ditangan Caesar Xander" tegas Marcos
" Berkali kali aku ingin membunuhnya tapi Caesar tetap mengatakan tidak membunuh Steve" Jelas Alarick pura pura menyangkal
" Dia pasti tidak mengakuinya! tapi waktu itu aku melihat dengan mata kepalaku sendiri ayah" ucap Marcos
' Makhluk sialan, kenapa malah secara...rencanaku akan benar benar hancur' batin Marcos
" Baiklah aku akan cari kebenarannya, Namun saat ini aku mendengar ada pengkhianat di sini" ucap Alarick membuat Marcos tersentak
" A-apa yang ayah maksud?" tanya Marcos yang pura pura tidak mengerti
" Aku perintahkan kamu mencari pengkhianat di sini dan tentu saja kamu akan dibantu oleh black wolf " ucap Alarick
'baguslah ... aku akan membunuhnya segera' batin Marcos menyeringai
"Baiklah Ayah aku akan menyelidikinya " Ucap Marcos
" Kamu boleh pergi sekarang " ucap Alarick
" Baik ayah " ucap Marcos lalu pergi
Tidak lama kemudian...
" Pergilah Archilles dan berhati hatilah, kemungkinan dia berencana menghabisimu" Ucap Archilles
" Tenang saja kakek, percayalah padaku" Ucap Archilles
" Kakek akan selalu mengawasi dan melindungimu" ucap Alarick ketika melihat Archilles pergi mengikuti Marcos
Marcos mengajak Archilles pergi ke suatu tempat, dan berencana membunuh Archilles.
Namun Archilles bisa membaca pikiran Marcos
" Serigala hitam, aku akan mengajakmu ke tempat yang menyenangkan dan kamu pasti enggan untuk pulang" Ucap Marcos menyeringai
'kita lihat saja, apa kau bisa mengalahkan aku' batin Archilles
Marcos mengambil sebuah ponsel dan menghubungi seseorang. Orang yang ditelpon adalah Dean.