
" Tuan.....tuan...." seseorang berteriak di kediaman Dean
" Ada apa kau berteriak teriak? " tanya Dean
" Tu-tuan Marcos..... " seseorang itu berhenti dan menangis
" Ada apa dengan Marcos? " tanya lagi Dean
" D-dia ...... " bawahan Marcos sangat berat memgatakannya.
" Cepat katakan.... apa yang terjadi pada Marcos?" teriak Dean yang mulai tidak sabar
" Dia telah dibunuh oleh serigala itu " lapor bawahan Marcos.
" A-apa?! I-itu tidak mungkin!" Ucap Dean kaget.
" Bagaimana mungkin serigala itu melenyapkan nyawa Marcos begitu mudahnya, Marcos adalah yang terkuat dari bangsanya?!" Gumam Dean tidak percaya dengan apa yang menimpa Marcos.
" Apa kau tahu, siapa serigala hitam tersebut?!" Tanya Dean
" Saya tidak tahu tuan, kata tuan Alarick dia menemukan serigala itu dan dia mirip dengan tuan Steve" Jawab anak buah Marcos
'Apakah benar Steve masih hidup?!'... sial!!!' Gumam Dean
Badan Dean bergetar mendengar berita itu. Dean mulai ketakutan dan masih belum percaya dengan apa yang baru saja dia dengar dari anak buahnya Marcor.
------------
Disisi lain...
" Apakah Tuan Archilles sudah pulang, bi?! " tanya Elea pada bibi Eli
" Belum nona, nanti kalau tuan sudah datang bibi akan memberitahu nona ... atau saya memberitahu tuan agar segera menemui nona" jawab bibi Eli
" Baiklah bibi, aku akan kembali ke kamar " balas Elea lalu berjalan sambil mengelus perutnya yang sudah mulai membesar.
Bibi Eli mengawasi Elea dengan hati hati karena takut terjadi apa apa pada Elea. Sesudah sampai kamarnya bibi Eli barulah pergi melanjutkan pekerjaannya.
" Nona, bibi permisi dulu ya... masih banyak pekerjaan yang harus bibi selesaikan, nona istirahat aja dengan berbaring di ranjang " Pamit Bibi Eli yang diangguki oleh Elea
Elea berjalan menuju balkon kamarnya. Elea tampak cantik dengan rambut tergerai dan diterpa sejuknya angin pagi, memakai dress panjang warna putih motif bunga lili warna perak.
' Tuan, kenapa belum pulang juga?!' Gumam dalam hati Elea sambil mengelus elus perutnya.
Elea lagi lagi merindukan Archilles, sudah dua hari Archilles tidak pulang dan tidak menemui Elea kerena setiap bulan purnama Archilles berubah menjadi seekor serigala hitam yang menyeramkan.
Dari kejauhan Elea melihat mobil warna hitam melaju menuju ke kastil. Elea bergegas merapikan dirinya dan keluar kamar dengan terburu-buru dan bibi Eli melihat Elea yang berjalan setengah lari.
" Nonaaaaaa.... " teriak bibi Eli membuat Elea berhenti dan menoleh ke arah bibi Eli
" Aduh.... nona kenapa anda terburu buru sekali sampai berjalan cepat begitu?" tanya bibi Eli yang khawatir.
" M-maafkan aku bibi, aku barusan melihat mobil tuan dari kejauhan, aku hanya ingin menyambutnya " ucap Elea
" ohh begitu, tapi bibi mohon nona jangan begitu lagi, ingat nona lagi hamil bayi kembar kalau tidak hati hati....., ah sudahlah....pokoknya bibi minta nona harus menjaga diri nona dan bayi nona, mari menyambut tuan" ucap bibi Eli
" B-baik bi....Maafkan Elea" ucap Elea merasa bersalah
" nona, jangan minta maaf pada saya, saya cuma khawatir pada nona, nona sudah saya anggap seperti anak saya " ucap bibi Eli tersenyum pada Elea
" Terima kasih bi, sudah mengingatkanku" ucap Elea senang
" sama sama nona cantik" ucap bibi Eli sedikit menggoda Elea dan mereka pun berjalan keluar untuk menyambut Archilles.