
" cepat pergi Elea!!!" ucap Archilles
" Tuan, aku tidak akan meninggalkan tuan!" tolak Elea
Jlebbb.... terlihat sebuah pedang yang menancap di tubuh Elea tepat menancap di dada Elea
" tidak... jangan membunuhnya... Elea...Elea "teriak Archilles. Archilles bermimpi yang baginya sangat ditakutinya. Elea yang terkejut mendengar teriakan Archilles pun sangat khawatir.
" Tuan...tuan bangunlah" ucap Elea sambil membangunkan Archilles
seketika Archilles bangun dengan paniknya.
" tuan, kamu kenapa?" tanya Elea polos
Dengan gerak cepat Archilles langsung memeluk Elea. Elea dapat merasakan seluruh badan Archilles yang bergetar.
" Apakah tuan bermimpi buruk?" tanya Elea lagi
" Elea... jangan pergi" ucap Archilles yang benar-benar ketakutan kehilangan Elea.
" Aku tidak kemana-mana tuan" ucap Elea bingung
Tiba-tiba Elea merasakan perutnya sangat sakit.
" Akh..... auuu.... sa-kit" ucap Elea.
" Elea kamu tidak apa-apa?" tanya Archilles khawatir
" sa-sakit" ucap Elea sambil meremas lengan Archilles
" aku akan memanggil Josh, kamu tunggulah di sini dulu" ucap Archilles
tetapi tangan Elea tidak mau lepaskan Archilles.
Archilles sangat Khawatir dan panik melihat Elea yang begitu kesakitan. Lalu Archilles meraih ponselnya yang berada di samping meja tempat tidurnya.
" Tahan sebentar ya sayang, aku akan menelpon Josh" ucap Archilles
Tidak lama kemudian telpon itu tersambung dengan Josh
" Halo Josh, cepatlah kemari Elea kesakitan" ucap Archilles panik
" Apa?! Tunggu sebentar aku akan segera kesana " ucap Josh lalu segera menutup telpon tersebut dan bergegas ke kamar Elea.
Tidak lama kemudian Josh datang dan segera memeriksa Elea.
" Elea akan melahirkan sebaiknya, aku akan menyiapkan persalinannya" ucap Josh.
"Ka-kak, sakit sekali, kak" ucap Elea
" Bertahanlah, kamu pasti bisa Elea" ucap Josh
Setelah beberapa jam kemudian terdengarlah suara tangisan bayi di telinga Archilles dan semua orang di situ. Persalinan Elea lancar karena Elea begitu kuat menahan sakit.
Bibi Eli membantu persalinan dan membuka pintu kamar Elea, lalu menggendong dua orang bayi dan memperlihatkan kedua itu pada Elea lalu pada Archilles.
" selamat nona dan tuan, bayi kalian selamat dan sehat semua" ucap bibi Eli, lalu menaruh ke dua bayi itu.
" Terima kasih Josh, bibi Eli" ucap Archilles
" Dan terimakasih untukmu, sayang" ucap Archilles sambil mengecup dahi Elea
" Sama-sama tuanku" ucap Elea tersenyum bahagia sambil memeluk sang suami
" Istirahatlah Elea" ucap Josh
" mm... terima kasih kak" ucap Elea
" Aku akan menjagamu dulu dan anak kita di sini " ucap Archilles dan Elea pun mulai beristirahat.
" Apakah tuan sudah membuat nama untuk mereka?" tanya Elea
"hmm..... aku sedang memikirkannya" jawab Archilles serius sedang berfikir
Elea yang melihat wajah serius dan kebingungan Archilles mencari nama untuk si kembar pun tersenyum karena merasa lucu. Elea merasa lucu karena tidak pernah melihat wajah Archilles yang serius seperti itu.
" Apa yang kamu senyumkan?" tanya Archilles yang menyadari tingkah Elea
"ah tidak tuan, aku hanya merasa.... ini pertama kalinya melihat tuan yang seperti ini" ucap Elea tersenyum lalu memeluk Archilles yang duduk di sampingnya.
" ini pertamanya aku menyukai seseorang dan ingin tahu lebih banyak tentang orang itu. Aku mencintaimu tuan" ucap Elea membuat Archilles tersentak dengan ungkapan hati Elea.
" aku juga sangat mencintaimu, sayang" balas Archilles sambil mencium kening Elea dan membalas pelukan Elea.
" Bagaimana kalau nama anak kita Archillia Alia dan Archillio Alius? " tanya Archilles dan diangguki oleh Elea.