My Love From The Dark

My Love From The Dark
41. Alarick



Malam kedua bagi Archilles berubah menjadi manusia serigala. Namun perubahan itu sudah dapat dikendalikan oleh Archilles.


Archilles keluar dari kamarnya dan hendak keluar dengan wujud serigalanya.


" Kamu hendak kemana nak?" tanya Caesar


"Aku ingin melihat Elea sebentar kek" Jawab Archilles


" Apa kamu yakin nak, dengan wujud seperti ini?" tanya Caesar sekali lagi


" Iya kek, Ceres tadi menelponku dan mengatakan Elea tidak mau makan dan minum sama sekali " jawab Archilles menjelaskan


" Dan ketika aku menelponnya Elea hanya menangis kek" lanjut Archilles khawatir


" Biar kakek ikut melihatnya ya nak?" ucap Caesar yang merindukan sosok anaknya Anna yang mirip dengan Elea


" Tapi kek, ini bulan purnama bagi kaum vampir kekuatannya akan melemah...apa kakek tidak apa apa?" tanya Archilles


"Selama kamu bersamaku nak, kakek akan baik baik saja" Jawab tenang Caesar


"Baiklah aku akan selalu berada disampingmu kek, tolong bantu Archilles menenangkan Elea ya kek...ketika pagi menjelang aku akan segera menemuinya" Pinta Archilles pada Kakeknya, Archilles juga mengetahui bahwa Kakeknya merindukan ibunya dan dia bisa melihat dari sorot mata kakeknya yang begitu sedih karena kehilangan anak anak yang begitu dicintainya.


Dan akhirnya berangkatlah Caesar menuju ke kastil Archilles diantar oleh Rico yang baru saja kembali dan siap mengantar Caesar sampai kastil. Archilles mengikuti Caesar dengan wujud serigalanya. Dia berlari dengan cepat melintasi pohon pohon di hutan bersamaan dengan laju mobil yang dikendarai Rico dan Caesar.


Namun ditengah jalan mereka dihadang oleh segerombolan manusia serigala yaitu Alarick dan pengikutnya.


Alarick adalah ayah dari Steve yang dendam pada Caesar karena yang Alarick tahu Caesar lah yang membunuh Steve.


Mobil yang dikendarai Rico dan Caesar pun berhenti dan Caesar keluar dari mobil tersebut.


" Wah, lama tak berjumpa musuh bebuyutanku... kau berani sekali keluar di bulan purnama seperti ini...kelihatannya kau sudah siap untuk mati...hahahaha" ucap Alarick sambil tertawa terbahak bahak


" Sudah ku katakan berulang kali, jika membunuhku pun aku tidak akan pernah mengakui membunuh anakmu...bukan aku yang membunuhnya!" Jelas Caesar


" Dasar pendusta, kau menjebaknya agar mencintai putrimu, setelah Steve jatuh cinta pada putrimu kau mengurung, menyiksa lalu membunuhnya!" teriak marah Alarick


" Steve yang melindungi aku dari pembunuh yang sebenarnya.... tolong percaya padaku!" ucap Caesar begitu sedih ketika teringat kejadian dimana memang Steve yang melindungi Caesar dari anak panah yang ditujukan padanya.


" Apapun yang kau katakan tetap saja nyawa anakku melayang gara gara kau Caesar... aku akan membunuhmu sekarang juga" Alarick berlari menuju Caesar dengan kuku tajam yang mengarah padanya dan Caesar pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh Alarick.


Namun tiba tiba serangan yang dilakukan Alarick dihadang oleh seekor serigala hitam pekat dan besar. Alarick terlempar karena serangan tiba tiba dari serigala itu.


" Si-siapa kau...?!" teriak Alarick yang merasakan kekuatan mengerikan muncul dari serigala itu yang terlihat begitu marah.


" Tenanglah nak, jangan sakiti dia " ucap lirih Caesar pada serigala itu yang tak lain adalah Archilles


" Tapi kek...dia ingin membunuh kakek! " ucap Archilles geram


" Ini semua kesalahpaham nak, jadi kakek mohon dengarkan semua penjelasan kakek!" ucap tegas Caesar yang membuat Archilles tidak bisa berbuat apa apa.


" Dia adalah cucumu Alarick!" teriak Caesar pada Alarick.


"A-pa katamu?! " tanya Alarick yang begitu terkejut mendengar pernyataan dari Caesar tidak hanya Alarick yang terkejut mendengar itu, Archilles pun merasakan hal yang sama dengan Alarick.